Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Siapakah yang Menjadi Jembatan Kesenjangan di Era Digital?



Assalammualaikum wr wb

Dewasa ini, kita semakin menyadari bahwa jual beli online sudah menjadi hal biasa dan lumrah  yang sering terjadi di sekeliling kita. Kita dapat membeli baju, tas, sepatu, laptop dan berbagai macam barang  secara online, dengan kualitas yang sama seperti di pertokoan atau mall. Kini juga banyak sekali reseller dari ragam usia yang pandai menjualkan produknya ke para konsumen hanya dengan memanfaatkan sarana ponsel maupun tablet yang dimiliki. Hal ini tentu menjadi salah satu solusi dalam mengurangi angka pengangguran di perkotaan. 

Perbandingan transaksi jual beli di kota dan desa
(sumber: https://www.youtube.com/watch?v=I74TveAR_OE)

Tabunya transaksi jual beli online di pedesaan

Namun, tahukah kamu bahwa orang-orang di pedesaan masih tabu terhadap aktivitas jual beli online? Ya, orang-orang di desa jarang sekali mengandalkan transaksi jual beli online. Maka dari itu, mereka harus rela datang ke PLN untuk membayar listrik, ke counter untuk beli pulsa, ke loket BPJS untuk bayar asuransi, ke toko di kota untuk beli baju, dsb. Melakukan semua hal tersebut tentu menguras tenaga, waktu, dan pikiran. Belum lagi antrian yang panjang, fiuuuh. 
Masih repot-repot antri di bank
(sumber: https://www.youtube.com/watch?v=I74TveAR_OE)
Hal lain yang membuat orang-orang desa enggan untuk melakukan transaksi jual beli online adalah masih minimnya orang-orang yang membuka kios dagangan lengkap. Tentu minimnya barang dagangan di kios memiliki alasan kuat, yaitu sedikitnya modal dan kekurangan stok untuk gudang, juga lokasi gudangnya itu sendiri. 

Selain itu, para pedagang kecil, pemilik toko kelontong, dsb masih menjajakan produknya hanya di tokonya, diam di tempat. Mereka kurang pandai berinovasi di era yang serba digital ini. Mungkin saja, pengetahuan mereka masih minim. Atau mungkin, masih jarang sekali ada orang-orang hebat yang mau melirik si pedagang kecil di desa. Kasihan mereka. Sangat berbanding terbalik dengan kemudahan transaksi di perkotaan.
Kesenjangan transaksi jual beli di era digital antara kota dan desa
(sumber: https://www.youtube.com/watch?v=I74TveAR_OE)
Berdasarkan fakta tersebut, terlihat perbedaan yang mencolok antara masyarakat perkotaan dan pedesaan mengenai kesadaran untuk hidup lebih nyaman. Sehingga terdapat jurang yang memisahkan kemodernan transaksi jual beli antar mereka, yang disebut kesenjangan di era digital. Maka dari itu, perlu sebuah solusi yang akan menjadi jembatan dari kesenjangan fenomena tersebut.

Sudah adakah solusinya?

Ya, ada.

Ada sebuah perusahaan keren yang peduli akan masa depan perekonomian masyarakat Indonesia yang masih mengalami kesenjangan amat jauh. Perusahaan ini siap membantu UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang jarang dilirik oleh perusahaan serupa untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Visinya, membangun jaringan retailer terbesar di Indonesia dengan bekerjasama dengan pihak mitra usaha pedagang kecil dan menengah yang tersebar di seluruh pelosok nusantara. Sedangkan misinya adalah memberikan daya ungkit kepada pengusaha kecil dan menengah dengan menggunakan teknologi untuk meningkatkan daya saing sehingga membantu kesejahteraan para mitra.

Siapakah dia? Siapakah dia yang siap menjadi jembatan kesenjangan di era digital?

K-I-O-S-O-N

Ya, perkenalkan, namanya Kioson.
Kioson siap menjadi jembatan kesenjangan di era digital
(sumber: https://www.youtube.com/watch?v=I74TveAR_OE)
Kioson atau kios online ini hadir untuk menggandeng dan mengajak para pelaku UMKM untuk berjalan beriringan meningkatkan perekonomian. Sasaran utamanya adalah pedagang kecil dan menengah di area pedesaan yang masyarakatnya sangat membutuhkan solusi untuk bertransaksi lebih mudah dan murah namun tidak tahu caranya.

Kioson hadir dengan membawa seperangkat solusi. Ia mengajak para retailer UMKM untuk menjadi e-tailer atau retailer, yaitu toko yang dapat melakukan transaksi digital atau menjalankan bisnis e-commerce. Mereka tidak perlu memikirkan gudang dan modal karena semua sudah tersedia. Bisnis ini bisa dibilang tidak menggunakan modal karena modal berasal dari konsumen. Sedangkan gudangnya sudah tersedia malang melintang secara online di Kioson karena banyak sekali para pedagang yang menjual produknya secara online di kioson.

Para pedagang bahagia karena nggak perlu modal dan gudang, konsumen pun senang
(sumber: https://www.youtube.com/watch?v=I74TveAR_OE)

Apa yang ditawarkan Kioson?

Kioson hadir menawarkan solusi dengan paket lengkap. Ada 2 paket yang tersedia sesuai kebutuhan, yaitu paket gold dan paket kioson go. 

Paket gold, cocok untuk orang-orang yang belum memiliki tablet android. Cukup membayar 900ribu, maka sudah sah menjadi retailer, mendapatkan tablet android yang sudah terinstal aplikasi kioson, sudah terisi 100ribu, dilengkapi buku panduan serta disediakan banner toko. Komplit kan? Jadi, tokonya makin gede, makin laris, karena semua barang ada, cukup klik ini dan klik itu.
Salah satu retailer kioson, langsung terima tablet dan paket lengkap lainnya
(sumber: https://www.youtube.com/watch?v=I74TveAR_OE)
Sedangkan, paket kioson go cocok untuk orang-orang yang sudah memiliki gadget android. Cukup dengan cara mendownload aplikasi kioson di playstore, kemudian isi formulir melalui aplikasi, lalu akan mendapatkan ID Kioson Cash Point melalui sms dan email dalam waktu 1 x 24 jam setelah mendaftar. Ohya, buka kembali aplikasi kioson, pilih "lupa password" untuk membuat password lagi (password yang awal syusah). Kemudian, login dengan password baru. Nah, kita sudah bisa bertransaksi digital deh... Gampang kan caranya???
 
Tampilan kioson di layar gadget.

Bagaimana bertransaksinya?

Eits, tunggu dulu. Menurut (Vela 2014), terdapat 60% masyarakat Indonesia yang tidak memiliki rekening bank dan 95.5% tidak memiliki kartu kredit. Lalu bagaimana bertransaksinya?

Begini, salah satu keunikan Kioson adalah ia siap membuka akses bagi masyarakat yang ingin bertransaksi online tanpa harus memiliki rekening bank ataupun kartu kredit. Kioson memberikan tablet yang sudah terinstalasi di toko-toko mitra Kioson. Sehingga para pembeli bisa langsung datang ke toko Kioson untuk melakukan pembayaran secara tunai setelah menentukan produk yang akan dibeli. Produk yang dibeli juga bisa dikirim ke alamat yang ingin dituju.
Semua bisa dilakukan dengan kioson. Pembeli senang. Pedagang senang.
(sumber: https://www.youtube.com/watch?v=I74TveAR_OE)

Ya, Kioson sangat memahami local value yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia dalam berbelanja, yaitu tetap ingin berinteraksi secara langsung antara penjual dan pembeli karena adanya unsur saling percaya. Dengan adanya komunikasi yang terjalin dari proses pembelian barang hingga sampai ke tangan pembeli, maka si pembeli memiliki kepuasan batin karena barang yang datang sesuai dengan keinginan.

Siapa di balik Kioson?

Santaaaai… Kioson dikomandani oleh orang-orang hebat yang sudah malang melintang dalam industri merchandising, e-commerce, telekomunikasi dan keuangan. Kioson didirikan oleh Roby Tan selaku founder, Viveri Limiardi selaku co-founder, Jasin Halim selaku co-founder dan CEO serta Rico sebagai CTO.
Yo'i brooo... cakep-cakep broo... Maaf, gagal fokus, hehe
(sumber: https://www.youtube.com/watch?v=I74TveAR_OE)

Apa keunggulan Kioson?

1. Pembayaran secara tunai. 
 Para pembeli tidak perlu khawatir kemana harus membayarkan barang yang akan dipesan. Cukup datang ke retailer terdekat, memesan produk, lalu membayar. Kemudian barang akan dikirim secepatnya ke alamat rumah pembeli. Hal ini tentu dapat meningkatkan rasa aman dan percaya karena pembeli dapat bertatap muka langsung dengan penjual. 

2. Berbasis internet.
Proses transaksi serba digital, yaitu menggunakan internet. Maka tidak ada sms pending atau jaringan yang lemah. 

3. Tersedia seluruh transaksi.
Mulai dari isi pulsa, paket data, membayar tagihan BPJS, token listrik, hingga dengan barang-barang untuk memenuhi hasrat belanja online, semuanya ada di Kioson

Keunggulan Kioson
(sumber: https://www.youtube.com/watch?v=I74TveAR_OE)

Apa enaknya jadi Retailer?
1. Retailer dapat melakukan transaksi belanja online dengan komisi hingga 8% per item
2. Transaksi digital seperti isi pulsa, isi paket data, token listrik dengan komisi hingga 1500 per transaksi
3. Transaksi pembayaran tagihan dengan komisi hingga 100 rupiah per transaksi
4. Dapat menjadi agen laku pandai dan agen Sinarmas Multifinance dengan komisi hingga 400.000 per aplikasi yang disetujui.

Enaknya jadi retailer kioson. Untung daaaah...

Apa saja produk yang dijual di Kioson?

Produk-produk yang ditawarkan Kioson terdiri dari dua kategori yaitu E- Commerce (produk/barang), misalnya busana, peralatan kantor, alat kesehatan & kecantikan, elektronik & gadget dan Non E-Commerce (digital), misalnya : pulsa, token listrik, membayar tagihan telepon, tagihan PAM, dan lainnya. Semua produk-produk tersebut ditampilkan dalam tablet yang ada di mitra Kioson.

Berapa jumlah penggemar Kioson?

Kini, terdapat 4000 toko dan kios yang telah menjadi e-tailer. Lebih dari 400ribu konsumen yang aktif serta 500 supplier terpercaya yang menjadi mitra bisnis Kioson.

Serukah Kioson?

Hmmm begini… Saya membayangkan, saya cari-cari sepatu merk sesuatu di lapak Kioson, lalu saya memesannya ke tetangga yang menjadi retailer (yang mungkin memiliki toko gas dan rokok di depan kompleks), membayarnya secara tunai, lalu keesokan harinya barang telah sampai dengan tepat dan selamat, hehehe.

Juga, jika saya menjadi seorang retailer, maka saya nggak perlu repot-repot membeli pulsa atau paket data karena saya sudah memiliki saldo di Kioson, meskipun kebutuhannya untuk saya pribadi, hehehe. Namun tentu suatu saat, apabila teman-teman membutuhkan pulsa, mungkin saya akan siap sedia melayani mereka, hehe. Selain itu, saya juga nggak perlu repot-repot membayar token listrik, karena bisa saya bayarkan sendiri ke toko online saya, hehe.
 
Ini toko online saya

Saya pun, sejatinya juga ingin berbisnis. Setelah membaca ulasan dari kioson dan mempelajari aplikasinya meskipun dengan saldo minimum, hehehe, saya pun tertarik untuk menjadi retailer kioson. Namun sayangnya, untuk saat ini (sampai Desember) saya harus fokus menyelesaikan skripsi dan juga masih harus mengomandani organisasi saya. Inshaa Allah, saya akan memulai berbisnis bersama Kioson di bulan Januari tahun 2017.
Saya bersama Ibu di tokonya Ibu
Sebenarnya, Ibu saya adalah seorang pedagang usaha menengah. Ingin sekali saya menjadikan tokonya Ibu sebagai mitra usaha dengan Kioson, untuk produk belanja online. Namun sayangnya, Ibu masih enggan untuk menyentuh hal-hal berbau digital tanpa didampingi saya, hehe. Sedangkan saya baru bisa menyentuh dunia bisnis pada awal tahun depan. Nggak papa lah ya, begini aja dulu, ilmunya disimpan dulu, lalu diaplikasikan di tahun depan. Namun kalau takdir berbisnisnya sudah harus segera terawali, ya silahkan, Inshaa Allah saya siap.

Nah, untuk mengetahui info lebih lengkap mengenai Kioson, teman-teman bisa datang langsung ke rumahnya yang beralamat di sini.

Yuk, mari sebarkan kabar gembira ini, untuk mendigitalkan masyarakat Indonesia dalam transaksi jual beli bersama Kioson!

Artikel ini diikutsertakan dalam blog competition yang diadakan oleh kioson:

ikutan juga yuk (sumber: kioson.com)

Wassalammualaikum wr wb.

3 comments for "Siapakah yang Menjadi Jembatan Kesenjangan di Era Digital?"

  1. Kioson emang membantu banget kepada masyarakat yang masih minim digital, terutama di desa atau kampung kampung

    ReplyDelete
  2. baru tahu soal Kioson mba. Heheh E-retail ya.
    keren2 sekarang ini era digital

    ReplyDelete
  3. Kioson emang memabantu banget buat ngembangin usaha kecil menengah, terutama yang ada dipedesaan karena cenderung belum tersentuh digital. Btw sukses ya artikelnya

    ReplyDelete