Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Me Timenya Ayah dan Ibu

Assalammualaikum wr wb

Halo, apa kabar? Semoga kabar teman-teman baik semua yaa, begitu juga dengan kabar Ayah dan Ibu teman-teman... semoga semuanya masih sehat wal afiat dan selalu diberi kekuatan raga maupun jiwa.

Sekitar 6 bulan terakhir ini, saya baru mulai memahami kembali bagaimana keadaan di rumah. Ya tentang Ayah, Ibu, dan juga Adek. Eh tapi sekarang Adek lagi berjuang menuntut ilmu di Tangerang sih. Praktis, di rumah hanya ada Ayah dan Ibu yang membersamai saya. Kalau saya lanjut studi lagi, jadilah hanya mereka berdua yang menghuni rumah.

Ayah dan Ibu. Saya nggak paham mengapa mereka nggak senyum saat difoto.

Pada waktu-waktu senggang, seringkali di antara kita semua melakukan aktivitas yang dapat memuaskan perasaan diri kita. Orang-orang menyebutnya me time. Saya rasa, setiap orang memiliki me timenya sendiri-sendiri. Seperti saya yang me time nya adalah nulis diary, ngeblog, dan akhir-akhir ini lagi demen dengerin tausiyahnya Ustadz Hannan Attaki dan Ustadz Abdul Somad melalui youtube.

Beda orang, maka beda pula me timenya, begitupun dengan Ayah dan Ibu. Selama saya sering ada di rumah, saya semakin tahu bagaimana me timenya Ayah, dan juga Ibu. Cukup menarik ya untuk dicatat di blog ini, hehe.

Ayah, pagi-siang-malam ngopi. Kalau ngopi ya jelas pasangannya adalah ngerokok. Iya, Ayah ngerokok juga, dan saya nggak suka. Biasanya Ayah akan merokok di belakang rumah, yang banyak pepohonannya, sambil ngeliatin ladang orang di belakang rumah. Hmm, me timenya nggak menyehatkan ya.

Selain itu, terkadang Ayah keluar rumah sambil bawa motornya yang gede. Bukaaaan, bukan moge. Cuma sepeda motor sejenis megapro, yang biasanya buat touring. Ya biasanya tiba-tiba keluar rumah, naik motor sambil manasin motor itu. Kadang juga, Ayah pake sepeda motor bebek, keluar rumah, beli makanan. Proses pencarian makanan itulah me timenya Ayah baaanget, hahaha.

Beda dengan Ibu. Capek seharian kerja, maka me timenya Ibu adalah kegiatan yang nggak menguras tenaga, yang bisa menikmati sesuatu sambil mengistirahatkan kaki. Yaitu nonton acara televisi di atas kasur. Acara televisi yang ditonton beuh bukan sembarang acara, melainkan acara spesial. Jam 5 sore, nonton Rumah Uya, jam 6 nonton Mikrofon Pelunas Hutang, lalu jam setengah 8 nonton Dangdut Academy atau Dangdut Asia.

Wuaaaa, hidupnya Ibu aman tentram damai. Apalagi nontonnya sambil tidur-tiduran di atas kasur. Me timenya Ibu semakin bermakna dan membahagiakan apabila Soimah sedang beraksi dengan menyanyinya atau guyonannya. Wuah, favoritnya Ibu banget tuh.

Ada lagi, me timenya Ibu yang dilakuin kalau pas lagi ada duit, yaitu belanja baju. Hampir tiap dua pekan sekali, Ibu mengajak saya belanja baju. Entah lihat-lihat kain, lihat-lihat baju, lihat-lihat gamis, pokoknya lihat-lihat dulu lah. Kalau ada yang cocok dan sreg, baru deh beli. Ibu lebih sering cocok saat memilih baju daripada saya. Saya kalau nggak cocok-cocok amat, hmm nggak akan terbeli tuh baju. Walhasil, koleksi terbaru baju-baju Ibu lebih banyak daripada saya.

Kira-kira begitulah me timenya Ayah dan Ibu. Me time mereka nggak bisa disatuin sih karena mereka punya genre masing-masing.

Lalu, bagaimana dengan me time kedua orang tua kalian? Bagi cerita dooong...

Wassalammualaikum wr wb


15 comments for "Me Timenya Ayah dan Ibu"

  1. Me time gue? Nonton yutub sambil makan jajan ciki yang banyak

    ReplyDelete
  2. Wah unik juga. Kalau bapakku me time nya nulis dan bernyanyi jawa. Kalau mama sich me timenya lebih ke main game, mamaku maniak game banget

    ReplyDelete
  3. kalau ayah dan ibuku me timenya, ngopi sambil makan pisang goreng, terus jalan-jalan ke pantai di dekat rumah. romantis pokonya

    ReplyDelete
  4. Me time nya Ibu mantep.... tiap 2 minggu belanja atau window shopping. Diriku juga beberapa kali nganter emak beginian dan wuaaaaahhh kaki rasanya bengkak kiri kanan. Lelah hehehe tapi happy kan ya

    ReplyDelete
  5. Kalau mamaku me timenya main game, entah ludo king entah apa lah gitu. kalau aku me timeku nonton drama korea.

    ReplyDelete
  6. Ayah dan ibunya masih muda ya mbak 😊
    Berhubung orangtua sudah kembali ke Pemilik Kehidupan aku ceritain me time ku aja deh 😊 Kalau aku membaca dan nonton drakor, hehehe... Ngeblog sudah tidak terhitung me time lagi tapi kerjaan #ehhh hahaha

    ReplyDelete
  7. betul, mbak. tiap orang punya hobinya masing2 dan jarang punya hobi yang sama antara si a da b. kalo aku suka nonton sepak bola di tv.

    ReplyDelete
  8. Bapak Ibuku me time dg nntn TV. itu sama tontonannya, Mikrofon sama DA, wis dangdutan mulu. Kadang jg lihat sinetron motor2 yg pdhal aku gak suka

    Kdg pas lg ada duit, mereka pergi berdua, jajan mie atau ke pelelangan ikan. Ya gitu lah

    ReplyDelete
  9. Entah kenapa baca ini jadi sedih. Saya jarang bgt ketemu ortu, pekerjaan yg membuat jadi jauh. Tapi yg pasti, ortu saya sibuk banget kerja diladang. :’)

    ReplyDelete
  10. Orangtua saya juga punya kebiasaan me time yang berbeda. Bapak lebih suka bercocok tanam di halaman rumah. Pot tanaman di rumah kami, hasil karya bapak.
    Kalau ibu lebih suka membaca buku atau mendengarkan radio.

    ReplyDelete
  11. Sama aja ternyata, Ibu sm Bapak kalau difoto juga enggak senyum. Hahahaha.

    Me timenya Bapak itu angon (gembala) kambing. Kalau Ibu, me timenya nonton tv, yaaaa, sama, acara favoritnua microfon pelunas hutang. 😀

    ReplyDelete
  12. Hihihi.. asyik juga ya ngomongin me time ya ortu. Kalau bapak dan ibuku biasanya ibu ngeteh trus bapak ngopi. Trus mereka berdua ngobrol ngalor ngidul sambil leyeh-leyeh di halaman belakang. Atau, sambil ngeteh dan ngopi juga, mereka nonton tipi bareng. Acara favoritnya apa? Ibu kudu ngikut bapak, liatnya berita dan beritaaaa mulu :D

    ReplyDelete
  13. Saya ga tau sih me time kedua orang tua saya tapi berhubung saya punya anak sekarang jadi cerita me time nya saya sama istri

    Belakangan kita sering nitipi ke neneknya kalau jalan berdua, biasanya buat belanja, makan bareng, dan waktunya ga lama karena kita inget kita punya anak heheh

    ReplyDelete
  14. Wkwkwk me time nya ibu itu bener2 nikmat dunia. Apalagi di bagian dangdut academy dan soimah tadi.

    ReplyDelete
  15. Bapak (rahimahullah) me time nya baca buku, koran atau berlama-lama duduk di musholla rumah (kamar khusus untuk sholat kami sekeluarga).

    Kalau Ibu, jahit baju cucu-cucu perempuannya.

    Makanya kalau ditanya, mau dibeliin oleh-oleh apa Bu...((saat anak-anaknya sedang travelling)), pasti jawabnya KAIN.
    Wkkwkk...

    Dan Ibu bangga sekali melihat kain dengan motif khas daerah atau negara tersebut.

    ((jadi baper...Roos T.T))

    ReplyDelete