Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Refleksi Semester 5


Assalammualaikum wr wb...

Sudah cukup lama saya tidak menulis refleksi kuliah saya. Biasanya saya merutinkan diri untuk menulis refleksi tiap semester yang saya lalui, bercerita apapun yang saya alami. Tapi, sepertinya kebiasaan itu perlahan mulai luntur. Dan kini saya bangkitkan kembali, yeaaaaah…


 Setiap hari Senin dan Rabu pagi jam 5.15, saya harus berangkat ke kampus untuk menempuh kuliah Fisika Modern yang diampu oleh Pak Bambang (beliau yang punya LBB SSC di Jember, Banyuwangi, Lumajang, kalau nggak salah sih seperti itu). Kita yang seharusnya hanya berisi sekitar 24 orang dalam satu kelas, eh malah dijadikan satu, jadinya hampir 70an mahasiswa dalam satu kelas. Setiap ujian, boleh buka buku, kadang-kadang soalnya ada di buku, tapi ya pintar-pintarnya mahasiswa sih bagaimana menyelesaikan soal ujian. Alhamdulillah, saya dapat B, sebelumnya saya bisa mengikhlaskan kalau nantinya nilai saya B atau C. Yang dapat A? Ya Cuma Fauzan seorang dooong, dia ikut olimpiade dan menjadi tameng untuk mengerjakan soal latihan Pak Bambang di papan tulis. 


Pak Alex Harijanto atau yang sering kita sebut Babe Al, beliau menjadi dosen pengampu mata kuliah Komputasi Fisika yang 3 sks, dan jarang masuk, hehehe. Teman-teman sekalian berharap bahwa matkul ini bisa jos dapat nilai A, soalnya orangnya baik dan murah nilai. Sebenarnya, yang diajarkan itu nggak begitu nyantol ke kami, tentang aplikasi Matlab, yaa kode-kodean gitulah. Jadi, setiap ujian, yang mengerjakan soal hanya anak itu-ituuu aja, yang lainnya tinggal copas, hehehe. Alhamdulillah ya, dapat B, lumayan. Jauh berbeda dengan prediksi kami bahwa ternyata tidak ada satupun yang mendapatkan nilai A, jos!

Listrik magnet menjadi sesuatu yang tak terduga bagi saya. Dulu saya dag dig dug ser, pernah waktu itu hari Senin saya nggak masuk, ikut kegiatan Kelas Inspirasi Lumajang, dapat PR, saya nggak tau apa-apa, eh hari Kamisnya malah disuruh maju ngerjain soal. Mashaa Allah… horror banget, Alhamdulillah bisa menjawab atas bantuan teman-teman yang luar biasa. Sebenarnya mata kuliah ini cukup gampang kok, Cuma agak diribetkan sedikit. Soal-soalnya hampir mirip dengan materi pengayaan di SMA. Alhamdulillah, dapat A juga, lumayan 3 sks

Teknik Laboratorium bikin saya dag dig dug ser. Kegiatan intinya adalah mahasiswa akan presentasi 2 kali. Presentasi pertama membahas tentang alat atau rancangan percobaan yang dimiliki kakak tingkat. Saat itu, saya presentasi cukup jos laaah menurut saya. Sedangkan presentasi kedua, hiks hiks, jujur saya kurang siap. Saat itu, saya nomor urut 3 untuk presentasi. Eh, malah Devi dan Gutte (nomor urut 1 dan 2) malah membujuk saya agar mau presentasi terlebih dahulu. Haduuuuh… akhirnya dengan mengucap bismilah, saya pun menyampaikan konsep ide pengembangan alat saya. Ngomong panjang lebar, cukup lama, dan ternyata salah konsep. Saya nggak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Pak Wahyu. Materi saya kurang kuat. Dan pertanyaan Pak Wahyu, secara tidak langsung terjawab oleh Hendrik di saat akhir-akhir menjelang selesainya saya berdiri di depan dengan bercucuran keringat. Wuh, baju saya full basah, keringat membanjiri wajah saya juga, berulang kali saya menyeka keringat di wajah saya. Ndredeg pol, apalagi maju pertama, haduuuuh. Saya presentasi selama hampir 2 jam pelajaran. Rasa-rasanya kayak sidang. Hal yang membuat saya kesal lagi adalah, ternyata… teman-teman saya presentasi hanya 5-15 menitan sajaaaaa…. Huaaaaa….. Tapi Alhamdulillah, ternyata Allah menghendaki perjuangan saya, Alhamdulillah dapat A, hehehe… nggak sia-sia jadi tumbal.

Fisika Lingkungan, diampu oleh Pak Yus, dosen baik hati dan murah nilai. Mau nggak mau, pokoknya nilai mata kuliah ini harus A. Berbagai tugas saya lakukan dengan baik. Inti yang selalu saya camkan untuk mendapatkan nilai baik adalah mengerjakan soal UAS dengan sebaik-baiknya. Alhamdulillah, tepat dugaan, dapat nilai A.

Fisika Sekolah 2, diampu oleh Prof Ketut, yaa begitulah cara mengajarya, harus ada multirepresentasinya. Hmm, dasar teman-teman, saya dijadikan obralan ketua kelas yang akhirnya Prof Ketut menghendaki saya menjadi ketua kelas. Dimarahin, pernah, gara-gara anak-anak nggak masuk kelas, nunggu Prof Ketut masuk kelas dulu. Resiko jadi ketua kelas di mata kuliah ini adalah harus merapikan meja dulu, kelas bersihan dikitlaaah, daripada kena semprot sama Prof Ketut. Presentasi yang saya lakukan, kurang greget sih, banyak kurangnya. UASnya, Alhamdulillah cukup lancar. Nilainya? Alhamdulillah dapat A. Temen-temen bilang gini, “enak ya jadi ketua kelas, dapat A”. Heeee, yang nunjuk saya jadi ketua kelas, siapa???

PPF atau Perencanaan Pembelajaran Fisika adalah mata kuliah dengan bobot 4 sks dengan dosen pengampu Prof Indra. Kuliahnya ya gitu-gitu aja, bikin RPP dan sebagainya. Sampai akhirnya, teman-teman banyak yang dapat nilai A, sepertinya hanya segelintir orang yang dapat B termasuk saya. Instropeksi diri aja lah ya, memang saat itu saya nglembur tugas organisasi dan ngerjain tugasnya ayah, banyaaaak banget. Teman-teman sudah mengerjakan tugas UAS sejak seminggu yang lalu, saya baru mengerjakannya sejak dua hari sebelumnya. Ya sudah, memang kurang maksimal, nggak papa laaah… ikhlaskaaaan… Masih bagus kok, daripada kelas sebelah yang dapat C D E.

Berhubung sisa SKS saya masih banyak, maka saya mengambil 2 mata kuliah pilihan sekaligus, yaitu Pengembangan Bahan Ajar dan Elektrodinamika. Untuk setiap mata kuliah pilihan, saya targetkan harus dapat nilai A.

Elektrodinamika ini adalah mata kuliah pilihan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa KU (Kelas Unggulan). Tapi emang dasar ya teman-teman, ada yang ngambil, ada yang nggak ngambil. Ya sudah, yang menempuh mata kuliah tersebut hanya 11 orang. Krik krik… Nggak ada yang paham juga materinya. UASnya, sederhana. Hanya disuruh merangkum materi pdf berbahasa inggris yang isinya hampir 25 lembar. Meskipun tugasnya individu, tapi menerjemahkannya dibagi-bagi sama teman lain, jadi saling bahu membahu, hehehe. Alhamdulillah dapat A.

Pengembangan Bahan Ajar, adalah hasil bujuk-bujukannya Bu Yuni. Katanya sih, biar cepet lah yaa nempuh skripsi… Mata kuliah ini ngapain aja? Proyek pertama adalah harus membuat artikel yang terpublikasi internasional. Alhamdulillah ya, lolos ke Taiwan, tapi nggak berangkat. Proyek kedua adalah membuat bab 1 2 3, produk dan perangkat jos! Saya nglembur bikin komik seharian, Alhamdulillah jadi. Alhamdulillah Bu Yuni menghargai kerja keras kami, dapat nilai A.

Grafik IPK saya selama 5 semester

Saya tidak menduga nilai saya masih baik. Nilai yang terakhir keluar adalah nilai PPF yang ternyata dapat B. Saya bersyukur PPF nggak dapat A, bisa-bisa IPK saya jadi 3,7. Masih belum pantaslah diri ini mendapatkan nilai segitu. Alhamdulillah, dengan nilai IP 3,56 dan IPK 3,52 saya bisa lega, yang disusul dengan sakit (menjelang tahun baru). Mungkin rasa sakit itu efek atau pelampiasan kegiatanku selama satu semester itu kali ya.

Semoga dengan IPK tersebut, saya bisa mendaftar dan diterima sebagai penerima beasiswa Bank Indonesia. Aamiin…

Saya berharap, banyak perubahan yang lebih baik, yang harus saya lakukan di semester 6. Semester 6, saya mengakui bahwa saya akan cukup sibuk. Apa saja yang harus saya lakukan? Kuliah rutin, mengurus Ujar, harus sempro, harus ke luar negeri, harus publikasi internasional, stay les privat dan sayang-sayangan sama ibu ayah adhek…. Semoga saya bisa menikmati masa-masa semester 6 dengan baik. Aamiin…

Wassalammualaikum wr wb.

1 komentar untuk "Refleksi Semester 5"

  1. cantik banget nilainya ochaa

    aku dulu sering B- sama C+

    :(

    Fighting yaa!
    Good luck semoga berhasiil!

    BalasHapus