Adek dan Hadiah untuk Teman-Temannya

5 komentar
Konten [Tampil]
Assalammualaikum wr wb

Halo, apa kabar? Sudah sarapankah pagi ini? Kalau saya... Saya sedang njagain tokonya Ibu, sambil ngeblog, sambil menunggu masakannya Ibu yang huenak πŸ˜‹

Baru saja saya ngobrol sama Mbak Ina, karyawatinya Ibu. Membahas tentang Adek. Maklum, lagi kangen sama Adek.

Saat SD, Adek sering banget ikut olimpiade, khususnya bidang matematika. Saat itu, Adek jarang menang, namun kami selalu support Adek. Kami yakin bahwa Adek memiliki potensi yang harus sering diasah.

hadiah-teman-adek

Kemudian Adek melanjutkan sekolah di MTsN Lumajang, lebih tepatnya sekolah depan rumah. Alhamdulillah Adek makin semangat ikut olimpiade. Seiring berjalannya waktu, juga masukan dan bisikan dari sana-sini, Adek tiba-tiba beralih bidang yang akan digeluti untuk olimpiade, yaitu Fisika.

Walhasil Adek sering ikut pembinaan olimpiade Fisika di sekolahnya. Kadang juga Adek ikut pembinaan olimpiade bidang lain. Iya, Adek memang mampu untuk menguasai bidang IPA dan kadang jadi rebutan guru di sekolahnyaπŸ˜…

Tahun pertama, hampir seluruh olimpiade yang Adek ketahui, pasti diikuti. Sekolah dan keluarga selalu mendukung. Kalau Adek kalah, kami selalu bilang "nggak papa, kesalahannya jangan diulangi lagi". Maklumlah, namanya saja masih berproses.

Menginjak tahun kedua, Alhamdulillah perlahan Adek mulai memenangkan beberapa olimpiade, tentunya masih tingkat daerah. Adek senang dan semakin antusias. Kami juga senang Adek bisa menunjukkan performa terbaiknya. Nggak cuma kami yang senang, melainkan teman-teman, guru dan sekolahnya sangatlah senang. Soalnya jarang banget sekolahnya Adek mendapatkan kejuaraan olimpiade, apalagi bidangnya IPA.

Setiap olimpiade yang dimenangkan, pastilah ada rewardnya, biasanya berupa uang tabungan. Alhamdulillah Adek beberapa kali mendapatkannya.

Ya seperti biasalah, setiap ada kebahagiaan receh di antara anak-anak dan kaum remaja, akan ada segelintir orang yang teriak-teriak "PJ dooong... Pajak dooong... Traktiran dooong..."

Perihal itu, Adek sangat membencinya πŸ˜…. Awal-awal Adek memang ngasih traktiran buat teman-temannya, semisal belikan teman-temannya es krim yang dijual di tokonya Ibu, belikan beng-beng yang dijual di tokonya Ibu, dan traktiran lainnya. Adek sok-sokan gitu memenuhi permintaan temen-temennya, padahal hatinya dongkol nggak karuan. Hahaha.

Suatu hari, Adek memenangkan lomba lagi. Teman-temannya pada tanya kabar lombanya Adek melalui akun messangernya Adek yang dibuka di hape saya. Ketika hape ada di tangan saya, rame banget notifikasi dari teman-temannya Adek. Ya saya baca lah. Teman-temannya pada nanya gimana lombanya.

Saya tawarkan ke Adek, "Adek nggak mau jawab?"

"Enggak, Mbak Ocha" jawab Adek sambil terus main game di laptop.

Kemudian saya iseng menjawab pertanyaannya di messanger. Saya bilang kalau Adek menang lomba. Wuaaaaa, teman-temannya pada rame tuh. Pada minta traktiran.

Saya yang baca chat itu geli-geli sendiri jadinya, hehehe. Eh tiba-tiba Adek curiga saat menangkap ekspresi saya. Diambilnya hape saya, sambil bersungut Adek bilang, "Huuuu Mbak Ocha ngandani arek-arek yoo nek aku menang" (Huuu Mbak Ocha ngasih tahu teman-teman yaa kalau aku menang).

Dengan enteng saya jawab, "Iya, kenapa Dek...?"

"Huuuu... arek-arek mesti njaluk traktiran... aku wegah... wes bolak-balik dikei" (Huuu... teman-teman selalu minta traktiran... aku males... mereka udah sering dikasih".

Saya tertegun. Entah harus bagaimana. Yang saya bisa lakukan, hanyalah memahami perasaannya Adek, yang masih belum tahu betul tentang drama kehidupan yang lebih panjang.

Esok paginya, saya ngobrol dengan Ibu. Lalu saya menceritakan insiden kemarin. Iyaaa, yang perihal hadiah untuk teman-temannya. Terus Ibu ketawa ngelihat respon Adek yang ternyata begitu πŸ˜…. Kemudian Ibu tentu akan mengambil sikap, yang beberapa hari kemudian diceritakan kepada saya.

Sorenya, Ibu mendekati Adek yang lagi asyik ngegame. Entah apa yang Ibu bicarakan untuk memberi pengertian kepada Adek perihal hadiah traktiran untuk teman-temannya. Ibu nggak hanya sekedar bicara, melainkan langsung memberi tawaran.

"Arek-arek dikei es grim ae... konato sing cilik... sitok-sitok... " (Teman-temannya Adek dikasih es krim saja... merk conatto yang kecil... satu-satu...)

Adek cuma melirik.

Kemudian Ibu langsung menyambung, "Ibu wes sing mbayar..." (Ibu deh yang bayarin...)

Wiw, Adek langsung menoleh. Terus bilang: Yeeey

Ah elah, Dek πŸ˜…

Keesokan paginya, saat jam istirahat, Adek dan beberapa temannya datang ke toko, untuk mengambil traktiran berupa es krim. Teman-temannya senang tak terkira. Adek pun juga senang, uang hadiah lombanya nggak berkurang.

Saat Adek selesai mengambilkan es krim untuk teman-temannya, tiba-tiba Ibu nyeletuk "Ibu sama Mbak Ina kok nggak dikasih?" πŸ˜…

Kemudian Adek mengambil dua es krim untuk Ibu dan Mbak Ina πŸ˜…πŸ˜…

Padahal yaaa es krimnya dari tokonya Ibu... dari duitnya Ibu... Ah kau taulah maksudnya. Hahahaa


---

Ini bahasan kami tadi pagi. Tulisan ini untuk mengenang betapa lucunya Adek πŸ˜†

hadiah-teman-adek

Wassalammualaikum wr wb

Related Posts

5 komentar

  1. Hahahahaha, itu foto awalnya di sekolahku ya mbak ? Manteppp

    BalasHapus
  2. wah seneng pasti punya adek yg berpestasi ya. bisa ngebanggain keluarganya juga.

    selamat deh udah dapat hasil yg memuaskan. hehe. tetap didik sang adik agar jadi anak yg berbakat.

    BalasHapus
  3. adekk unyunya udah gede.....
    pinter ikut olimpiade

    BalasHapus

Posting Komentar