Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kuliner Lumajang yang Enak - Asli Wong Majang

Assalammualaikum wr wb

Hai apa kabar? Sudah sarapan? Sudah kenyang? Atau masih lapar? Kalau masih lapar, mending baca tulisan ini aja, dijamin malah bikin ngiler.

Lumajang, kota kelahiran saya, memanglah terkenal akan pisang agungnya. Iya, pisangnya gede banget. Pisangnya cuma bisa gede apabila ditanam di bumi Lamadjang. Sampai-sampai, orang Lumajang memiliki salam khas antar wong Majang, yaitu: Salam gedhang sak lirang 🙋

Lain waktu saya bahas ah di blog ini. Kalau mau bahas sekarang, hmm, data-datanya kuraaaang... maunya wawancara langsung sama warga yang nanam pisang agung. Biar greget ceritanya 😉

Tenang ajaa... Lumajang itu nggak sekedar pisang kok. Ada banyak sekali makanan di Lumajang yang enak banget buat dikulinerin. Nah, tempat-tempat kuliner yang akan saya sampaikan berikut ini, dijamin enak dan recommended.

Nggak percaya? Ah, percayalah bahwa kami benar-benar tahu tempat kuliner yang enak di Lumajang, karena bukti sudah nyata: saya, Ibu, dan Ayah memiliki body yang cukup mekar. Iya, sama-sama doyan makan 😅

Berikut ini akan ada sederet kulineran enak di Lumajang versi keluarga saya. Simak baik-baik. Siapkan dompet juga. Awas ngiler.

Siomay Depan MAN Lumajang

Di depan rumah, ada abang-abang asli Bandung yang jualan batagor dan siomay khas Bandung. Si abang itu sengaja jualan depan rumah karena rame anak sekolahan.

Maklum laaaah, di seberang rumah ada dua sekolah, belum lagi sekolah dan pondok pesantren di sekitar rumah. Dijamin rame banget.
siomay-lumajang

Saya kalau beli, biasanya cukup mengeluarkan budget 3000 saja untuk siomaynya. Itu pun udah lengkap, ada siomay, kubis, kentang, telur puyuh, tahu putih, dan tahu goreng yang berisi pentol-pentolan (hmmm apa ya namanya).

Pokoknya sepaket siomaynya enak deh. Saya paling suka yang tahu goreng itu, soalnya dagingnya terasa dan bumbunya enak banget. Kalau batagornya, hmm... kurang recommended sih menurut saya, hehehe.

Ohya, lokasi jual siomay yang enak ini, lebih tepatnya di Jalan citandui 75, di seberangnya sekolah MAN Lumajang dan MTsN Lumajang, persis di sebelahnya Toko Rhoshandha 😅😅

Capjay Mbak Eni

Capjaynya enak banget. Saya sudah mengenalinya sejak SMP. Lalu saat SMA jarang beli di luar soalnya Ibu rajin masak. Lalu saat saya SMA, Ibu jarang masak, jadinya beli melulu. Salah satu makanan yang sering dibeli adalah capjay, soalnya isinya banyak dan enak.
capjay-mbak-eni-lumajang
Serius, capjay Mbak Eni ini enaknya kebangetan. Porsinya banyak juga. Isinya beragam. Ada sawi putih, kubis, wortel, ayam, ati, dan koloke. Bumbu saus capjaynya enak. Takarannya pas, pokoknya lezat deh.

Capjay ini harganya 23.000, semakin lama semakin naik harganya. Yang beli banyak banget. Lokasinya ada di Jalan Imam Bonjol nomor 14 atau di Jalan Raya Pelita. Ohya, di sini nggak hanya menyediakan capjay aja kok, ada nasi goreng, mie goreng, mie kuah, koloke, dan masih banyak lainnya. Tapi yang paling recommended memang capjaynya.

Btw, nggak usah bingung dan terheran-heran dengan saya yang menyebutnya capjay. Di daerah lain menyebutnya capcay ya? Ah, wong Majang nyebutnya capjay: c-a-p-j-a-y.

Es Degan Paitong

Wuw, siang-siang ya paling enak minum es degan. Ya kan? Di sudut-sudut Lumajang, banyak orang jualan es degan. Tapi nggak semuanya sih, es degannya seenak yang kami mau.
es-degan-sintong-lumajang

Nah, beda dengan es degannya Paitong. Es degannya seger banget. Yang bikin seger adalah jeruk nipisnya. Juga, pemanis buatannya asli pake madu. Makanya jangan heran kalau ada banyak lebah di sekitar gerobaknya.

Lokasinya strategis kok. Ada di Jalan Diponegoro, di seberangnya SD Jogoyudan 1, atau lebih tepatnya di depan pagar sekolah Cahaya Al-Qur'an. 

Ohya, harganya murah kok, cuma 3000 rupiah. Mau menyeruput es degan di sana, enak kok. Suasananya rindang. Dinding pagarnya, berupa bebatuan, warnanya alami, jadinya instagramable.

Angkringan Diponegoro

Saat itu, saya sedang mencari-cari angkringan yang enak tanpa mau mencicipi atau singgah terlebih dahulu 😅. Eh tiba-tiba Ayah dan Ibu menemukan kerumunan orang rame beli makanan di Angkringan Diponegoro.
angkringan-diponegoro

Di sana, jual nasi bakar dan printilannya. Printilannya itu ya semacam sate usus, sate ayam, sate ceker, sate telur, dan swiwi atau sayap. Semuanya dibumbu kecap alias jogja. Ya manis-manis gitu. Harganya beda-beda, mulai harga 1250 per sate.

Kalau nasi bakar atau yang sering kita sebut sego bakar, isinya ada nasi hangat enak, orak-arik tempe, dan krengsengan ati. Harganya cuma 5000. Sego bakar ini nggak dibungkus pake kertas minyak, melainkan pakai daun pisang. Jadinya saat dibakar tuh aromanya terasa. Terasa enak.

Enak dah pokoknya. Apalagi kalau dimakan saat hujan dan ketika nasi sedang hangat-hangatnya. Hmmm... Nikmat.

Ceker Setan

Hmmm kalau yang ini favorit saya baaangeeet. Saya bersama Adek, sudah mencoba ceker pedes di sudut-sudut Lumajang, tapi nggak ada yang seenak Ceker Setan yang ada di Jalan Panjaitan.

Tulang cekernya itu mudah lepas dari dagingnya, jadinya nikmat banget saat dicomot dan dikrikiti. 
ceker-setan-lumajang


Saya kira, cekernya ini dipresto. Eh ternyata enggak, cuma digodok aja, entah berapa lama. Tapi kalau bikin ceker pedes yang tulangnya mudah lepas dari dagingnya ini, tentu ada resep rahasianya lah yaaa.... Saya sih nggak tahu perihal itu, hehehe.

Pedasnya juga juara. Selalu bikin "huh - hah - huh - hah" karena kami kepedesan. Untuk takaran pedes sih, bisa diatur. Pokoknya, saya nggak akan beli ceker setan ini ketika besoknya Adek akan sekolah, hahaha, you know laaah...

Ohya, di sini nggak cuma jual ceker pedes aja. Ada swiwi atau sayap, usus, kepala, dan juga pentol mercon. Semuanya pedes dan dipedesin. Pokoknya enak semua dah. Harganya dibandrol mulai 13.000 rupiah, kecuali pentol mercon yang dibandrol 6000 rupiah per tusuk (dapat 4 pentol). Dijamin enak dan bikin nagih pokoknya.

Sate Gule Kambing Pelita

Banyak juga sih, orang-orang yang jualan sate dan gule. Nah, Sate Gule Kambing Pelita ini merupakan hasil penjelajahannya Ayah dan Ibu yang pengen banget sate gule. 

Ternyata memang sate gulenya enak banget. Kami mengikuti perkembangan sate gule ini mulai awal karir. Iya, mereka sering pindah-pindah kontrakan dan kami sekeluarga tetap mengikutinya kemanapun mereka pergi. Maklum, fans berat 😅

Nah, sekarang ini mereka sudah punya tempat tinggal dan tempat jualan tetap. Lokasinya ada di sebelah timur jalan raya Pelita. Nggak jauh dari perempatan Gadingsari.

Gulenya ini dibandrol dengan harga 20.000. Ya memang agak mahal sih, tapi yang mereka sajikan memang sebanding dengan harganya. Isinya banyak dan bumbu gulenya enak banget. Dijamin bakalan diabisin sampai tetes gule terakhir 😆

Kalau satenya, enak juga. Harganya sama, 20.000 untuk 10 tusuk. Tapi kalau mau makan di sana paket lengkap: nasi + sate gule, Inshaa Allah cuma 14.000, eh berapa sih ya, saya lupa. Saya jarang makan di situ, biasanya saya beli yang sate gule lalu dimakan di rumah.

Es Buah Nida

Menemukan enaknya es buah Nida ini juga membutuhkan perjalanan yang cukup panjang. Tentunya perjalanan itu dilakukan oleh Ayah yang doyan banget minum es. Tapi nggak semua es buah yang didatangi Ayah itu cocok. 

Cuma es buah Nida ini yang cocok di lidah dan tenggorokannya Ayah. Nggak cuma Ayah sih, cocok juga untuk saya, Ibu, dan Adek.

Es buah Nida ini isinya ada es batu, apel, melon, semangka, nanas, dan anggur. Pemanisnya pakai sirup warna merah, tapi enak kok. Terus dikasih jeruk nipis, makanya seger banget. Ohya, es batunya banyak banget, jadinya kalau dimakan: awet.

Harganya 8000 rupiah dan bisa dipastikan bahwa isinya banyak banget. Biasanya untuk dimakan rame-rame, bisa berdua, bertiga, atau berempat. Bisa sih, kalau dimakan sendirian, tapi ngabisinnya ya sepertinya butuh waktu seharian. Lokasinya ada di jalan  Suwandak, sebelahnya jembatan.

Lalapan Pak Basir

Huaaaau, yang ini enak banget, recommended dan memang laris baaanget. Saya sekeluarga menjadi pelanggan Pak Basir mulai ia berjualan di trotoar, sampai ia mendapatkan tempat tetap untuk mengembangkan jualan lalapannya. Lokasinya ada di Jalan Kyai Ghozali, nggak jauh dari pertigaan lampu merah.
lalapan-basir-lumajang

Banyak ragam menu lalapan yang dijual. Ada lalapan ayam kota, ayam kampung, tempe, bebek, udang, gurame, lele, duh laaaah pokoknya banyak banget. Harganya dibandrol mulai 6000 rupiah. 

Untuk minumannya, ada es teh, es jeruk, es mega mendung dan sahabat-sahabatnya. Ada juga jus buah dan es krim. Hmmm pokoknya oke banget buat makan bareng keluarga.

Sego Burger Ling-Lung

Kalau yang ini, favoritnya Adek banget. Adek tuh kan suka makanan yang kayak di luar negeri gitu kan, salah satunya burger. Tapi burger yang satu ini beda, soalnya diadaptasi jadi jawa atau njawani banget. Rotinya diganti nasi. Jadinya, tetap pas dengan lidah orang Jawa.
sego-burger-lumajang

Untuk isinya, ada banyak dan bisa dipilih. Ada tempe, tahu, jamur, sosis, daging, ayam, ayam kare, ayam pangsit, rendang, original chicken grill/crispy dan original beef grill/crispy. Untuk saosnya, ada saos tomat dan mayonaise.

Sego burger ini sudah bisa ditemukan di mana aja. Lokasi utamanya ada di Jalan MT Haryono no 96 kelurahan Jogoyudan, nggak jauh dari rumah saya. 

Selain itu, Sego Burger ini sudah tersebar di sudut-sudut Lumajang lainnya, yaitu di dekat GOR Wirabhakti, di Pasirian, di CFD Alun-Alun Lumajang, juga di kota-kota sebelah. Iya, sudah menyebar ke kota-kota lain.

Konsep sego burger ini beda loooh daripada burger-burger yang kita temukan biasanya, salah satunya seperti Burger King Indonesia. Kalau Burger King Indonesia mah gitu doang, kayak makanannya orang barat. Pakai roti, daging ham, keju dan sayuran lainnya. 

Porsinya juga gede, seukuran mulut orang bule. Ah pokoknya, kita sebagai orang Jawa lebih cocok makan sego burger daripada Burger King Indonesia, hehe

Ketan Subuh

Yang ini juga favoritnya Adek banget. Dulu, saya sama Adek sering banget sepedaan pagi hari. Terkadang, kami kalau sepedaan itu mengandung tujuan dan misi tertentu, yaitu jajan alias beli-beli makanan. 

Nah, salah satu kulineran yang sering dituju adalah ketan subuh dekat Pasar Lumajang. Lokasinya persis di simpang lima itu.

Bukanya cuma pas pagi aja, yaitu mulai jam subuh, lalu habis sebelum jam 6. Ketannya enak banget. Ada 3 jenis ketan yang ditawarkan, yaitu ketan putih, ketang kuning (nggak tau namanya), dan ketan item. Ketannya akan ditaburi bubuk dan parutan kelapa.

Kami sudah langganan ketan ini. Iya, kami sudah menjadi pelanggan setianya mulai jaman dulu, ketika ketan masih dijual dengan harga 750 sampai sekarang ini yang dihargai 3500. Kami memang mengikuti perkembangan harga ketan yang satu ini, hehehe.

Bakso Arema

Lokasinya nggak jauh dari rumah, hehehe, hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah. Baksonya enak. Bakso Arema ini adalah bakso paling enak se-Lumajang menurut Ibu. Harganya 10.000, cukup mahal sih, tapi ya memang recommended. 
bakso-arema-lumajang

Pada sepaket bakso itu, sudah tersedia pentol besar, pentol kecil, cilot, tahu, dan gorengan. Pentolnya enak kok. Saya sih paling suka gorengannya. Yang nggak enak tuh yaaa cilotnya, terasa banget gajihnya dan rasanya nggak enak, mending disisihkan atau ditukar sama gorengannya.

Yang menarik pada Bakso Arema ini adalah adanya kupon berhadiah. Iya, setiap kita membeli satu bungkus bakso, maka kita akan mendapatkan 1 kupon. Apabila sudah mengumpulkan 10 kupon, maka kupon-kupon tersebut dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso. Wuaaaaw, terobosannya kece 😍

Saya yang kaget campur sumringah mendengar kabar tentang kupon tersebut, langsung bergegas menceritakannya kepada Mbak Ina, karyawannya Ibu yang setia sama Ibu. 

Saya ceritakan perihal kupon itu. Lalu Mbak Ina menyahut, "Lahwong Ibu sudah menukarkan kupon itu, Mbak. Sudah dapat bakso semangkok, gratis".

Haaah?? 😱😱😱

Kok saya nggak tahu kalau Ibu rajin beli bakso? Dapat bakso gratis pula gara-gara sifat rajinnya itu. Sedangkan saya... baru nyobain satu mangkok dan mendapatkan satu kupon aja sumringahnya kemana-mana... Ealaaaah ternyata Ibu udah menukar kupon. Duh, kalah start 😅

Bakso Kampus Biru Cak Edi

Ini juga bakso langganan kami. Baksonya enak, bumbunya pas. Lokasinya tepat di depan SMA Muhammadiyah. Harganya 7000 untuk pentol ukuran sedang. 

Ntar bakalan dapat pentol ukuran sedang, pentol kecil, tahu goreng, dan gorengan. Ada juga yang harganya 10.000, isinya pentol ukuran besar, pentol kecil, tahu goreng, dan gorengan.

bakso-edi-lumajang

Kalau dalam sekali pembelian, kita membeli 10 porsi, maka akan dapat bonus 1 porsi. Biasanya sih saya dapat. Soalnya Bakso Edi ini jadi suguhan tamu saat lebaran, saat kami nggak punya apa-apa untuk disuguhkan buat tamu-tamu 😅

Bakso Agus

Bakso ini favorit saya, soalnya baksonya kasar. Daging-daging, krikilan, dan macam-macamlah itu yang membuat pentol jadi kasar, jadinya enak gitu kalau dimakan. Kraus-kraus gimanaaa gitu.

bakso-agus-lumajang

Harganya 14.000, pentolnya kasar dan gede banget, terus ada pentol halus kecil, tahu, dan gorengan. Lokasi Bakso Agus ini ada di depan Panti Asuhan Putri Muhammadiyah. Pokoknya di sana akan ada banner bergambar Pak Agus yang lagi pamer otot-ototnya.

Bakso Depan Gereja

Ini bakso favoritnya Ibu. Dengan harga 10.000 rupiah per porsi, kita sudah mendapatkan pentol bueeesar dan tahu goreng. Kuahnya bening, enak, sedap, dan lezat. Bakso ini memang sudah terkenal kelezatannya.

bakso-gereja-lumajang

Kalau teman-teman mau nyobain, boleh aja langsung datang ke warungnya. Lokasinya berada di Jl. Yos Sudarso, lebih tepatnya di seberang Gereja Katolik Maria Ratu Damai.

Mie Ayam Ahmad

Mie ayam ini lokasinya juga nggak jauh dari rumah, cuma beberapa langkah aja sih untuk makan mie ayam. Mienya enak, langganan anak sekolahan dan guru-guru sekitar situ.

Karena mie ayam Ahmad ini masih tetanggan dengan kami, jadilah kami kalau beli: suwiran ayamnya ditambahin, hehehe. 

Ohya, suwiran ayamnya ini dibumbu kecap bawang, kira-kira begitulah bumbunya. Tentu di mie ayam ini ada sayurnya, yaitu sawi. Harganya cuma 5000 rupiah, dapat semangkok besar.

----
😅😅😅
Ternyata banyak banget ya kulineran favorit keluarga kami, hehehe. Ya maklumlah, orangnya pada doyan jajan dan doyan makan semua.

List kulineran yang saya sebutin tadi di atas itu merupakan kulineran yang harganya terjangkau alias merakyat yaaa.  Namun apabila teman-teman ingin tahu kulineran berkelas yang enaknya terjamin, langsung baca aja blognya rekan saya, Damar : Restoran Favorit di Lumajang

Ohya, maaf ya, fotonya nggak banyak, soalnya deadline tulisan ini cuma seminggu, jadinya belum sempat keliling untuk foto-foto, hehehe. Inshaa Allah saya update kok nanti 😉

Eh, kamu yang orang Lumajang, sudah mencoba kulineran yang mana?

Terima kasih sudah membaca sampai akhir 🙆

Wassalammualaikum wr wb

30 komentar untuk "Kuliner Lumajang yang Enak - Asli Wong Majang"

  1. Foto-fotonya menggoda banget ya, pasti nikmat rasanya. Membuat saya jadi ingin ngemil di Lumajang, siapa tahu pas kesana. Panduan kulinernya bisa saya gunakan.

    BalasHapus
  2. Ih banyak ya ragam kulinernya ternyata. Aku ngileeeeeer
    2 tahun lalu melintasi Lumajang tipis-tipis dalam perjalanan darat ke Bali. Sayangnya gak sempet wisata kuliner
    Kapan-kapan wajib coba nih

    BalasHapus
  3. aku penasaran sama sego burger
    enak enak

    BalasHapus
  4. Bakso Agus -> DEKET RUMAH GUE!

    BalasHapus
  5. Kuliner sudah lengkap semua. Tapi pisang gede lumadjang dimana ya, kok gak ada?

    BalasHapus
  6. LENGKAP PISAN MBAKNYA ya ampun, ini pasti ngumpulinnya lumayan ya? Kalo aku ke sini boleh dong diajak makan siomay, bakso arema, sama lalapan basir :D olahan pisang yang enak sendiri di Lumajang ada nggak mbak? Hihi

    BalasHapus
  7. Waduh udah hampir jam 12 mlm dsn dan lihat foto2nya guwa jadi laper terutama siomaynya udah murah hanya 3000rb kalo disini satu porsi 5000

    BalasHapus
  8. Harganya kantongable banget ini. Kayak harga di Bojonegoro. Di Salatiga siomay seporsi dah 8k. 😅

    Aku sebagai penikmat es degan garis keras penasaran dengan es degan yang ditambah jeruk nipis dan madu. nyammmmmm

    BalasHapus
  9. ketahuan suka jajan nih hihihih
    saya juga suka
    terus suka posting di sosmed
    ternyata kadang itu memberikan informasi kepada orang orang
    ada yg nanya jual dimana dan harganya

    BalasHapus
  10. Kebanyakan favoritnya bakso yaaa... makanan favorit aku juga tuuh...dimakan pas cuaca hujan2 gini cucoookk

    BalasHapus
  11. Shit men ceker setannya menggoda banget. Kira kira ceker setan disana pedasnya seperti apa yaa. Klojakarta sih biasa aja haha jd pengen kesana nih buat wisata kulineran

    BalasHapus
  12. Ini gimana, kuliner "khas" tapi banyak kuliner "impor" juga :-)

    Lebih ke favorit kali ya? Soalnya lokasinya spesifik banget di tempat tempat yang, kayanya, favorit

    BalasHapus
  13. Yaampuun, siomay masih dapet 3000? Di Bogor mah udah 5000 kali. Itu juga udah yang paling murah kayaknya💔

    Kisaran harganya masih terbilang murah-murah ya di sana.

    Keluarga aku bukan yang terlalu demen jajan kayaknya wkwkwk beda banget sama aku. Makanya lebih seringnya sih aku yang ngerekomendasikan makanan yang kusuka itu ke mereka, jadi enggak punya tempat spesifik kayak Kak Rhos ini yang emang bener-bener tempat jajan favorit sekeluarga. Seru yaaa kalo gini tuh. Apalagi kalo lagi pengin pergi sekeluarga gitu hahaha tinggal melipir ke tempat jajan favorit deh :)

    BalasHapus
  14. Wah ..kalau berkunjung ke Lumajang, gak perlu susah-susah cari makanan ya..banyak sekali macamnya dan yang paling penting, harganya ternyata murah-murah. Itu contohnya aja siomay satu piring harganya cuma tiga ribu? Dijamin kenyang ya ...hehehe

    BalasHapus
  15. Itu Cekernya kalau ada Mbak Dian Ravi pasti langsung banting HP, hahaha
    Enak banget itu Siomay harga 3 rb. Di sini Siomay Bandung 8 ribu ke atas. Boleh 5 rb, tp paling dikit, gak puas lah kalau makan

    Kalau ke Lumajang, pulang2 pasti gemuk deh karena byk kuliner yg murah

    BalasHapus
  16. ASsyeeeekk. Kuliner yg Kak Ros rekomendasiin itu semuanya harganya terjangkau tapi rasanya oke ya?
    Noted nih, kalau suatu saat nanti aku ke Lumajang.
    Jd kangen Lumajang eui, terakhir ke sana thn 2009-nan kyknya...

    BalasHapus
  17. Makin kebawah aku ngebacanya makin ngiler. makin berat juga makananya. mesti dua sampe tiga hari baru bisa ngicipin semua ya kak. yang paling enak yang mana nih? siapa tahu nanti aku bisa icip pas mampir ke sono

    BalasHapus
  18. Rooss...
    Tanggung jawab!

    Aku jadi ngiler sama siomay.
    Haahha..
    ((padahal aku di Bandung yaa..negeri asal si siomay, tapi malah jaraang banget makan siomay. Lihat fotomu jadi berasa ngidaamm...uda malem niih...Heeelleepp...))

    BalasHapus
  19. Rhos....kamu jahat! Aku belum sarapan dan ini sudah jam 10 lewat. Untung bubur ayam sudah sedia di meja makan, tapi masih nungguin suami bangun buat sarapan bareng. Kamu tega membangunkan cacing-cacing di perut aku ini.
    Itu seumua makanan menggoda aku, apalagi baksonya. Bikin aku rindu Bondowoso rasanya. Duh pengen banget pulang ke Bondowoso, apalagi ibuku lagi dirawat di RS :(
    Eh tapi aku enggak akan mau makan cekernya. Untung kamu enggak majang foto khusus ceker. Kalau iya, aku akan berkata "Yang kamu lakukan ke aku itu jahat, Rhos."

    BalasHapus
  20. Enak banget tuh siomay depan rumah, dekat gak usah jauh-jauh belinya..hehe
    Penasaran sama bakksonya, sebagai penikmat baso jadi pengen makan bakso sekarang lah :D

    Tapi ini bisa jadi reverensi kalau ke Lumajang :)

    BalasHapus
  21. Wohhhhhhhh lengkappss

    Jago banget ocha ngeliputnya
    Udah dicoba semua kah ini??

    Untunglah di deket kosan aku nggak begitu banyak abang abang kuliner master nya
    Kayak skrg aja udah keseringan makan dan gampang gendats
    Gimana kalau serame di lumajang -_-

    BalasHapus
  22. Wuah banyak banget ya kuliner Lumajang.
    Itu pisang agung enaknya dibikin apa, dikukus ya Ros?

    Pengin cobain deh kuliner Lumajang ini, kecuali ceker, sate kambing dan bakso kasar, nggak begitu suka hehe.

    Itu capjay mengingatkanku saat masa2 kuliah dulu. Ada yang jualan keliling di sekitar kost an, kami nyebutnya nasgor dug dug, jualannya ya sama nasgor, mie goreng/kuah, capjay. Mirip deh capjaynya dg yang difoto ini, saosnya rada2 merah dan cenderung manis rasanya. Enak!

    BalasHapus
  23. jadi kepengen jajan nih, dan pengen nyobain ceker setannya, hehe

    BalasHapus
  24. Huaa beberapa minggu kemarin baru dari lumajang. Dan g tau soal kulinernya. Yang ada mampir ke salah satu tempat makan (lupa namanya) yang mie rebusnya enak banget.

    BalasHapus
  25. Tetep bikin ngiler walau udah pernah diliat
    The power of food photography ya...

    BalasHapus
  26. aku juga suka capcay, apalagi irisan cabenya bwanyakkss
    ngiler sama ceker setannya juga
    aku penggemar ceker setan
    hehehe ocha kok ada posting yg ilang sih padahal mau komen lho

    BalasHapus
  27. Belum pernah ke Lumajang sih, bahkan gak tahu Lumajang di Jawa sebelah mana #plak 😬 Tapi kalau ke sana bisalah ya ditemenin Kak Ros wisata kuliner ^^

    BalasHapus
  28. Eum... Enak semua.... Tapi kurang suka capcay, soalnya sayurnya potongannya gede2 😂

    BalasHapus
  29. Angkringan diponegoro itu yg sblh mana ya.. Ancer2e dekat apa?

    BalasHapus
  30. Hai salam kenal mbk Ros....ulasan kulunernya lengkap ya...sebagian besar sdh sy coba...sdh lama nyari mi ayam enak di lumajang...blm pernah nyoba yg di deket MAN tuh...kapan2 hrs nyoba nih

    BalasHapus