Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Turn Back Time With the Songs

Assalammualaikum wr wb

Sebuah lagu lama, bisa jadi mengantarkan kita untuk nostalgia ke masa lampau. Memutar ulang kenangan-kenangan di masa kejayaan, maupun kenangan pahit yang ternyata kini mampu membuat bangkit.

Kalau bagi saya, lagu-lagu masa lalu hanyalah sebatas hiburan. Tak pernah benar-benar menjadi penguat diri, pemicu semangat, atau lainnya yang berdampak positif. Yang jelas, lagu-lagu saat itu hanya sebatas mengisi keseharian saya yang mungkin hmm nganggur berat, hehe.


Sepertinya asyik banget ya kalau saya memutar kembali lagu-lagu yang sering saya dengarkan, mulai saya TK sampai kuliah. Untuk lagu-lagu zaman dulu, kira-kira adakah teman-teman yang mengenali lagu-lagu berikut ini? Atau mungkin satu selera dengan saya? Hehehe, bolehlah disimak…

Maissy - Cilukbaa

Sejujurnya, dulu saya nggak kenal lagunya Joshua yang 'Diobok-Obok'. Justru saya tahunya lagunya Maissy yang 'Cilukbaa'. Iramanya asyik, kata-katanya berfaedah banget untuk anak ingusan macam saya kala itu, hahaha. Asyik lah pokoknya kalau didendangkan.

sumber gambar: youtube.com
 Ambil bukunya, ambil pensilnya
Kita bernyanyi bersama
Pura-puranya jadi penyanyi
Disko syalala… ci luk ba…
Saya mendengarkannya saat TK. Kemudian saat SD-SMP, saya kangen sama Maissy. Sempat mikir, kok Maissy nggak muncul dan nyanyi lagi? Padahal kangen berat sama Maissy, pengen dengerin dia nyanyi lagi dengan warna lagu barunya.

Beberapa tahun kemudian, ketika saya mulai kuliah, saya mendapatkan kabar bahwa Maissy si penyanyi cilik kini sedang menjalani masa internshipnya sebagai dokter muda. Wuah, keren ya. Berarti dia nggak muncul lagi dalam dunia entertainment karena dia memilih untuk serius belajar. Keren banget. Saya makin kagum dengan Maissy. Semoga, lain waktu bisa bertemu dengan Meissy. Aamiin, hehehe.

sumber gambar: 9trendingtopic.blogspot.com


Ratu, Aserehe, Amigos

Saat SD, geliat industri musik tanah air semakin meluas. Saat saya kelas 3 SD, saya sudah mulai dengar tuh sebutan 'lelaki buaya darat' dan 'teman tapi mesra'. Kata 'buset' pun juga sudah saya dengar, lalu diucapkan oleh teman-teman sepantaran. Langsung saja, teman-teman yang bilang 'buset' itu ditegur oleh Ustaz-Ustazah di sekolah kami. Nggak boleh katanya.
 
sumber gambar: youtube.com
Apalagi saat sedang booming lagu Aserehe. Pada tahu kan? Nggak dibolehin juga sama Ustaz-Ustazah. Entah kenapa. Memangnya kenapa sih? Khawatir kami ikut-ikutan budaya barat? Hmm, bisa jadi sih. Yang jelas, larangan-larangan dari guru, kami dengarkan dan kami terima dengan baik.

Saat SD, saya mulai mengikuti sinetron anak-anak remaja Meksiko yang berjudul Amigos. Ingat kan lagunya? Kira-kira begini: “Amigos por siempre… nana nana… nana nana…” gitu doang dah liriknya yang saya hafal, selebihnya nggak hafal, hahaha.

sumber gambar: www.trivia.id
Penggemar Amigos, biasanya yang cewek pengen jadi Ana, si pemeran utama perempuan yang cantik dan baik hati. Sedangkan kalau yang cowok, biasanya pengen jadi Pedro, si pemeran utama pria. Yaa beda dengan kids zaman now, yang justru pengen jadi pacarnya si pemeran utama. Hmm, bener kan?

Peterpan

Sekitar tahun 2004 atau saat kelas 4 SD, mulailah saya mengenal lagu-lagu band yang ngehits pada zamannya. Saya dikenalin lagu-lagu tersebut oleh rewangnya Ibu, Mbak Yani. Dia suka lagunya Ari Lasso yang 'Hampa'. Pada buku-bukunya, saya juga menemukan catatan lirik lagu 'Mungkin Nanti'  Peterpan. Dari situlah saya mengenal Peterpan.

Lagunya enak ya. Kala itu saya nggak pernah mendengarkan lagu tersebut dinyanyikan oleh Peterpan. Cukup dinyanyikan oleh Mbak Yani, pun langsung saya jatuh hati. Entahlah kapan saya mendengarkan lagu dari Arielnya langsung untuk kali pertama. Lupa.

Saat itu, lagu-lagunya Peterpan sedang booming. Bahkan saat Persami, Ustaz Arbain yang jadi pendamping grup/barung pramuka, mengiringi anak-anak grupnya menyanyikan lagu Peterpan berjudul 'Di Atas Normal'. Itulah kali pertama saya mendengarkan akustikan lagu Peterpan. Pokoknya, zaman itu lagu Peterpan melegenda banget.

sumber gambar: sejarah-peterpan.blogspot.com
Kalau ada acara music awards di tv-tv, Peterpan pasti ada dan dia menyanyikan lagu-lagu fenomenalnya. Lalu mata saya berbinar-binar saat menontonnya. Kece deh pokoknya. Tahun 2006an itu merupakan masa-masa kejayaan Peterpan. Tahun itu juga sedang jaya-jayanya band seperti Ada Band, Ungu, Dewa 19, Sheila On Seven, Padi, dsb.

Pada tahun 2006an itu, juga laris banget buku lagu-lagu popular. Ibu jual buku lagu-lagu popular. Bahkan saya pun bikin buku lagu popular versi saya. Bukan lagu populer sih, lebih tepatnya lagu favorit. Tapi tercampur juga dengan lagu-lagu yang sedang ngehits. Buku lagu-lagu tersebut masih saya simpan sampai sekarang.

Saat liburan peralihan dari SD ke SMP, saya sering berkumpul dengan teman-teman di rumahnya Acil. Di sana kami menyalakan komputernya Acil, lalu mendengarkan lagu-lagu ngehits zaman itu. Acil punya banyak stok lagu, dia download di gudanglagu. Sementara saya hanya meminta filenya dan memiliki lagu-lagu ngehits secara gratis, hehehe.

Bukan Bintang Biasa

Saat awal-awal masuk SMP, saya dan teman-teman lainnya menjalani MOS (Masa Orientasi Siswa). Pada hari terakhir, seperti biasa ada kegiatan maaf-maafan dari kakak tingkat yang jahatin kita-kita. Agenda maaf-maafan itu diiringi oleh lagu Bukan Bintang Biasa.

Once upon a time
Ada sebuah bintang
Yang bersinar terang di hatiku
Ku akan datang lagi
Menjemputmu dengan cinta
Kan kubagikan semua bintangmu....
Dan yang terbaik selamanya bersama
Akan kubagikan bintangku demi cintamu...
Nggak terasa sambil nulis ini saya ikutan nyanyi. Lalu nyanyinya berhenti tatkala lirik lagunya berbahasa inggris. Ah elah.

Lagu-Lagu di Radio

Saat SMP, Ayah dan Ibu sudah membelikan saya ponsel. Ponsel sederhana yang berwarna, namun bukan nokia 3660 maupun nokia ketupat, melainkan HP LG, hehe. Paham kan fitur apa yang ngehits banget dari hp jadul saat itu? Ya, games snake dan bounce, serta radio.

Saban malam hari, saya dengerin radio. Asyik gitu memutar radio, lalu memilih frekuensi yang pas untuk mendengarkan lagu yang ngena di hati. Salah satu radio favorit saya adalah Swara Lumajang. Nggak jarang, saya request lagu ke radio tersebut, hehe. Saat itu penyiarnya namanya Raka.

Nggak disangka, ternyata 10 tahun kemudian, saya datang ke radio favorit saya zaman dulu untuk siaran. Uwaaaa, senangnya tak terkira. Lalu tetaplah, yang dicari adalah Raka, penyiar radio kala itu. Sayangnya, orang-orang radio sudah tak tahu dimanakah Raka berada sekarang. Semoga lain waktu bisa bertemu ya. Aamiin.

Zaman itu, lagu favorit saya sendu-sendu dan bernafaskan cinta. Ehem. Ya maklumlah, saat itu adalah masa-masa peralihan. Lagu-lagu sendu favorit saya zaman itu ada Roulette – Aku Jatuh Cinta, Sahara – Kau Bukan Untukku, Rama – Bertahan, Romance – Ku Ingin Kamu, Kertas – Kekasih yang Tak Dianggap.
Ku ingin engkau menjadi milikku
Aku akan mencintaimu
Menjagamu selama hidupku...
Dan aku kan berjanji
Hanya kaulah yang kusayangi
Ku akan setia di sini menemani...
sumber gambar: treeindahmy.blogspot.com
Saya mengakui bahwa band-bandnya nggak terlalu terkenal sih. Bahkan boleh dibilang, lagu yang ngehits ya cuma yang satu itu aja, lagu lainnya nggak terdengar kabarnya. Enaknya mendengarkan lagu dari band yang nggak terkenal, salah satunya adalah kita nggak perlu memikirkan segimana ganteng wajah vokalis atau gitarisnya. Kita tuh suka mereka karena murni suka dengan lagunya, atau mungkin suaranya, bukan wajahnya.
Para penikmat lagu zaman dulu dari radio itu tulus dan murni. Mereka menikmati lagu bukan karena wajah, melainkan dari lagu atau suaranya.
Nah, beberapa bulan yang lalu, saat saya yutupan, nggak sengaja ngelihat video lagu-lagu zaman dulu. Saya tonton deh, video-videonya Sahara, Roulette, Romance, dsb. Wuah, lucu ya. Hehe. Ya mereka keren sih, tapi versi mereka, pun versi tahun 2000-an. Saya jadi senyum-senyum sendiri saat menonton video-video mereka. Jadi begini ya wajah mereka, gaya mereka, juga tampilan video mereka. Hihihi lucu deh. Saya merasa telah menemukan sesuatu yang hilang saat itu, hehe.

Noah

Sekitar kelas 3 SMP, saya sudah mengurangi aktivitas mendengarkan radio. Iya, sudah saatnya saya serius belajar karena menjelang UN (Ujian Nasional). Sampai SMA, saya larut dengan aktivitas saya yang lain, yaitu ngeblog. Saya sudah jarang mendengarkan radio.

Pun saya juga sedang jenuh dengan industri musik tanah air. Kala itu, boy band dan girl band ala-ala Korea sedang merajalela. Saya kehilangan semangat untuk menikmati musik favorit saya. Apalagi ketika Ariel kena kasus dan masuk bui. Haduh, saya seperti patah hati deh, nggak bisa menikmati lagu-lagu berdiksi pilihan dengan nada yang sederhana namun ngena di hati.

Sampai suatu hari, saya kembali mendengarkan radio. Entah ada gerangan apa saya ingin mendengarkan radio. Lalu, terdengar lagu yang enak banget. Nadanya keren. Sederhana namun berkelas. Tapi saya nggak tahu itu lagunya siapa, pokoknya enak aja saat didengarkan.

Keesokan harinya, saya mendengarkan lagu itu lagi. Saya dengarkan dan nikmati lagu tersebut sampai habis. Saya bergumam, kok enak banget ya suara vokalisnya, lagunya siapa nih?
Dengar laraku...
Suara hati ini memanggil namamu...
Karena separuh aku dirimu...
Eh njilalah. Lagunya Ariel. Ya salaam… saya nggak percaya. Sungguh deh. Ya memang Ariel saat itu sudah keluar dari rutan, tapi saya nggak tahu kalau ternyata secepat itu Ariel dkk kembali ke industri musik tanah air dan menelurkan sebuah lagu baru yang luar biasa keren.

Aduhai… saya langsung melayang… terlena dengan lagunya… Semenjak saat itu, saya mulai menanti-nanti lagu terbaru Noah.
 
sumber gambar: showbiz.liputan6.com

Tulus

Saat kuliah, saya mulai jatuh hati dengan Tulus. Bukan lagu ‘Sepatu’ yang membuat saya jatuh hati pada Tulus, melainkan lagu yang berjudul ‘Sewindu’. Enaaak banget lagunya. Nadanya santai, nggak tergesa-gesa. Pun Tulus saat menyanyikannya, penuh penghayatan banget. terasa ada senyuman yang mengembang tatkala ia menyanyikannya.
Sudah sewindu... ku di dekatmu...
Padamu setiap pagi... di sepanjang hariku...
Cukup bagiku... melihatmu tersenyum manis...
Di setiap pagiku, siangku, malamku...
sumber gambar: metrolyrics.com
Diksi atau pilihan kata pada lirik lagunya juga sangat menarik. Bagus. Keren. Jarang banget dimiliki atau digunakan oleh penyanyi lain. Pun sama halnya dengan nada-nadanya yang aduhai romantis. Menurut saya, lagu-lagunya Tulus cocok banget untuk menemani orang yang sedang jatuh hati, atau yang sedang menjaga hati.

Tuluslah, penyanyi yang terakhir saya favoritkan. Sejauh ini, belum ada nama baru. Biarlah saya tetap menikmati lagu-lagu favorit saya yang sudah ada, tanpa ikut-ikutan menyukai lagu yang sedang populer saat ini. Lagu-lagu hits, kalau dikejar nggak akan ada habisnya.

Rupanya seru juga ya, mengenang kisah lagu-lagu yang menemani waktu senggang saya saat dulu kala. Setiap darinya, punya kesan dan momen tersendiri, yang rasa manisnya masih terasa sampai kini.

Itulah tadi, cara saya memutar ulang waktu yang pernah berlalu. Oh ya, teman-teman boleh simak kisah “Turn Back Time” versi Enchanting Ladies berikut ini. Dijamin kisahnya akan beda dan seru.


Dian Ravi -- Aku, Dia, dan Sheila on 7
Zahrah Nida -- Recall 2008 From Alay to Post Alay
Mude Mudrikah -- Memori Saat Awal Ngeblog

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Btw, lagu-lagu yang berkesan untukmu saat zaman dulu apa? Bagi cerita doong…

Wassalammualaikum

24 komentar untuk "Turn Back Time With the Songs"

  1. Peterpan tuh yg bikin nostalgia masa-masa awal remaja banget.. hehe

    Yang lebih ngena di hati juga kalo ndengerin kembali lagu" yang sering diputer sewaktu ada peristiwa tertentu (misal deket sama seseorang) di masa lampau...
    Dijamin gagal move on seketika.. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siiiih aku gak ada sih lagu yang bisa bikin gagal move on ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

      Hapus
    2. Hahaha kira2 begitulaah๐Ÿ˜†

      Hapus
  2. Aku doyan dengerin radio kelas 11-12 gitu karena emang itu doang hiburannya. Setelah itu udah jarang update lagu. Dulu ada MTV yg ngasih lagu2 terbaru. Kalo skrg acara musiknya gak seru, aku males

    Di awal thn 2000 an emang musik dan band berjaya banget. Sampe skrg gak tergantiin

    BalasHapus
  3. Banyak yg samaa
    In my case, tambah Sherina, Chiquita Meidy, Trio Kwek-Kwek, Saskia Geofanny, Sheila on 7, sama Dewa waktu masih ada ari lasso wkwkwk

    BalasHapus
  4. RIP Dolores vokalis Cranberries.. eh gpp ya tiba2 inget lagu2 the cranberries gara2 judul lagu lama hehe

    BalasHapus
  5. Aaaaark!!

    Aku gak ada kenangan sama lagu Indonesia masa ._. wkwkwkwkw dah apatuh aneh sejak kecil. Ga minat dengerin lagu Indonesia soalnya ngerti artinya. Tapi waktu dengar lagu Korea suka, karena gak ngerti artinya XD huehehhe.

    Eh tapi pernah kena virus Sherina sih. Itupun garagara dibeliin umik kasetnya.

    Ih jadi pingin bikin tulisan lagu2 jugaa >.<

    BalasHapus
  6. Itu gak salah kak Ros, dengerin Peterpan pas kelas 4 SD, Noah kelas 3 SMP dan tulus saat kuliah? Sepertinya ada lompatan tahun yang terlalu jauh hehe.. atau mgkn Noah mksdnya 3 SMA ya soalnya Noah baru ada tahun 2012 dan tulus 2015..

    Saya sih dari kecil juga fans berat Sheila on 7, Peterpan dan Noah hehehe

    BalasHapus
  7. Diantara lagu-lagu itu semua, hanya Paterpan fan Noah yang sangat menggemparkan jagat raya. Seolah lagunya memang masuk banget dlm situasi yg sedang anak muda alami.
    Lagu tidak terlalu melo, tapi bait perbait mengandung arti yg dlm.

    BalasHapus
  8. SO7 gak masuk yaa..?
    Eh...di tulisan teh Dian ternyata...

    Aku bukan fans band Indonesia ((belagu modeon))
    Bukaan...bukan karena apa dan ipinya...

    karena aku manusia biasa, yang kalau dengerin lagu, juga melihat kepribadian penyanyi dan semua personilnya.
    Tau Ariel kena kasus, Dewa juga ga jelas, Duo Maya bermasalah...
    Mallees banget.

    kalo artis luar negeri bukannya bersih dan aku tutup mata sama pemberitaannya, tapi lebih ke gak dapet info jelek-jelek mereka. Kalopun dapet, aku bisa memaklumi karena mereka bule.
    Wkkwk...adil gak niih?


    Entahlaa...
    selama ini baru Tulus yang bisa nyantol setelah sekian dekade aku gak suka lagu Indonesia.
    Duluuuu...nyantol SO7 deeh...meskipun ga terlalu, tapi kagum juga sama vokalis dan personilnya.
    Sederhana.
    Lucu.
    Dan Jawa banget.

    BalasHapus
  9. Yahekah Amigossssss
    Pemerannya sekrang cantikk banget loh haha aku oernah stalking IGnya..
    Jadi kangen masa lalu hahah

    BalasHapus
  10. mendengar lagu lagu lawas sih memang sangat rindu banget apalagi, waktu saya dijaman jaman masih sekolah perpisahan pasti menyanyikan sebuah lagu bersama yang mana apabila kita setel kembali akan mengingatkan kita kepada jaman jaman masa masa dahulu yang sangat menyenangkan

    BalasHapus
  11. Setau saya, meski liriknya diobok-obok tapi itu judul lagunya 'air' deh mba..wkwkwk.. Dan pas baca judul blog ini turn back, itu kebayangnya kok ke baju kaos yang di pake polisi itu ya.. Hihihi

    BalasHapus
  12. Lengkap banget ya rekam jejaknya. Bisa langsung kebayang umurnya berapa. Ingatnya maisy selalu menggeraikan rambutnya yang panjang lalu berputar putar cilub bhaaaak.... kalo saya ngga terlalu ngikutin musik dalem negeri soalnya udah nonton MTV zaman itu hehehehe

    BalasHapus
  13. Eh ada Maisy, si centil imut yang ngehits banget pada zamannya, sekarang nggak ada lagi ya artis cilik yangngehist kayak maisy

    BalasHapus
  14. Saya kayanya anak zaman old alias angkatan lawas. Jadi lagu2 yang turn back time, Bon Jovi, Dewa, Padi, Kla Project. Beberapa lagu mereka sempat jadi soundtrack kisah hidup saya...hahahaha

    BalasHapus
  15. Zamannya maissy aku awal SMP deh kayaknya... Terus ratu dan piterpen..itu dah kuliah...

    Woi...mau ngasih tau umur dh banyak aja sih sekarang.. wkwkwkwk..

    BalasHapus
  16. Klu zaman sy trio kwek kwek ...eno lerian...trus ada duo yg nyanyi mbok jamu..lupa namanya..abis 30 thn lalulalu
    Okki lukman jg zaman sy..tp dia lenong bocah

    BalasHapus
  17. wkk .. Amigos juara banget.
    ros aku baca tulisan kamu kok jadi sedih ya.
    buat aku kadang mengingat masa kecil bisa menjadi suatu hall yang hangat sekaligus membuat sedih. entahlah, mungkin karna aku gak bisa lagi bertemu dengan orang2 dimasa kecilku atau udah gak bisa lagi menikmati hal-hal sederhna tapi menyenangkan saat kecil atau mungkin karna ada hal2 yang ingin dilupakan dari masa kecil.
    yang tadi kamu ceritain,, semua hampir sama dengan pengalamanku dulu, jadi lagu2 yang kamu tulis bner2 ngingetin aku sm masa sd smp dan sma.
    aku rindu.

    BalasHapus
  18. Amigos!! Dulu hampir ga pernah absen buat nonton ini, duh jadi kangen~~

    BalasHapus
  19. Tanpa kusadari aku baca lirik lagunya sambil kunyanyiin dalam hati, hahaha. Paling disuka teteup, Tulus lah ya. Kalau ada gigs-nya dan bisa nonton langsung, aku dan suami usahain nonton.

    BalasHapus
  20. Aduh Amigos, kok jadi ke flashback ya jaman kecil dulu kalo siang siang mantengin film ini. Hahahaha anak jaman sekarang ga bakalan tau indahnya era90an

    BalasHapus
  21. Aku kecil tahunya lagu Puput Melati, Satu Ditambah Satu. Sampai ngidolain banget Puput Melati dulu itu. Pas pernah tampil satu panggung rasanya senang banget.

    BalasHapus