Tesis Masih Kalibrasi, Belanja buat Sembako

Assalamualaikum wr wb

Memang ya, kegiatan saya selama sepekan random banget. Sampai bingung mau ngasih judul apa.

Kabar Tesis

Kalau Jumat kemarin, Habib melaksanakan seminar proposal. Nah hari Senin ini, ada Dimas yang mengadakan seminar proposal. Untuk penanya terbaik, dapat pulsa loh. Uwiiih mantaap.

Dia pembimbingnya Pak Marga. 2 bulan chat beliau tapi enggak dibalas-balas. Lalu entah dapat angin dari mana, Pak Marga membalas wa-nya Dimas dan langsung acc sempro.

seminar proposal online

Fiuh, sementara saya? Masih berkutat dengan kalibrasi. Kalau kalibrasi sudah, saya mah berani untuk maju nyerahin naskah dan minta seminar hasil.

Ini pun kalibrasinya sedang saya usahakan. Kalau belum bisa-bisa, ya terpaksa menyelesaikan naskah dulu dengan data apa adanya. Setelah itu kalibrasi lagi. Usai kalibrasi, pasti hasil data berubah. Saya sih enggak masalah buat ngubah data sedikit. Toh kalimatnya ya itu-itu aja.

Doain yaa, semoga kalibrasinya segera selesai dan sesuai dengan hasil yang diharapkan. Aamiin. Biar saya lekas-lekas lulus, cari kerja, nikah.

Ikut Kelas Bloggingnya Bima dan Ilham

Teman-teman saya makin lama makin keren. Bima dan Ilham. Menjadi narasumber untuk materi blogging. Saya ikut dong, soalnya kelas diadakan secara gratis. Juga, pengen tahu ilmu teman-teman yang mungkin enggak saya dapatkan saat belajar ngeblog.

Bima, audiensnya adalah teman-teman HMI IAIN Jember yang asal Lumajang. Ebuseeet, rame banget dah kalau mahasiswa ada di grup, banyak hal yang enggak penting dibicarakan. Kalau pemaparannya Bima, hmm ya bagus-bagus aja sih. Sayangnya disampaikan via voice note. Padahal kan lebih enak by chat ya, bisa dibaca ulang dalam sekali scanning.

Kalau Ilham, pemaparannya lebih bagus daripada Bima. Maklum, anak FLP. Bahasanya lebih renyah, lebih puitis. Sepertinya dia juga pandai menarik perhatian. Audiensnya siapapun, diselenggarakan oleh FLP Jombang, yang pada akhirnya grup wa tersebut diganti FLP Jombang. Ah elah, ternyata cuma nyari anggota doang. Ya sudah, saya keluar dari grup. Padahal Ilham siap sedia ngasih materi SEO dll. Ah, sayang banget.

Menerapkan SEO dalam Menulis Artikel

Kelas SEO-nya Mas Qbenk berakhir pekan ini. Yah, sedih. Tapi dari beliau, saya mendapat pencerahan bahwa kita harus menerapkan teknik SEO dalam menulis artikel, bila tujuannya meningkatkan traffic, keterjangkauan artikel, juga pundi-pundi rupiah dalam Adsense.

Apalagi saat tahu bahwa ada beberapa teman (yang jago SEO) udah sering pay out Adsense. Bahkan bisa 3-4 juta/bulan. Setara gajian. Ya saya pengen dong. Saya pengen merdeka finansial atas diri saya sendiri. Pengennya, akhir tahun nanti bisa dapat target 5 juta/bulan.

Apakah bisa? Inshaa Allah bisa.

Caranya bagaimana? Ya mulai diterapkan menulis dengan teknik SEO. Saat mendapatkan tema, riset keyword dulu, dst. Juga, targetnya 1 day 1 SEO content. Sejauh ini Alhamdulillah bisa.

Juga, mau mbenerin konten-konten lama yang belum SEO friendly. Mbenerin judul dan menambahkan deskripsi penelusuran. Lalu mengeceknya menggunakan add ons SEO 1 Meta Click. Lalu dipanggil melalui pingfarm dan Google Search Console.

Sejauh ini, perlahan terlihat grafik yang naik. Kalau adsense, ya masih naik turun. Kadang masih puluhan rupiah, tapi kadang sudah ribuan rupiah per hari. Inshaa Allah bisa.... Per hari bisa dapat 500.000 rupiah. Aamiin...

Belanja Buat Sembako

Saya tuh pengen banget ada cerita zakat yang berbeda tahun ini. Enggak melulu zakat beras. Tapi pengen yang lebih. Pengen sembako. Ngajak Ibu dan Mas Angga buat iuran sembako, supaya penerima manfaatnya lebih banyak.

Duit yang terkumpul 900.000. Pengennya sih 100.000/orang. Tapi berhubung kita akan beli secara grosir, jadi akan dapat lebih murah dan kemungkinan penerima manfaatnya lebih banyak. Jadi, target penerima manfaat ada 12 orang. Padahal saat pendataan, ada 15 orang, tapi ya gimana. Ibu juga lagi tipis uangnya.

Kami belanja ke GM. Beli minyak goreng, kecap, teh, kopi, sabun, dan mama lemon. Meski belanjaannya cuma segitu, tapi banyak juga cuy kalau beli 12 biji per item. 

belanja sembako

Untuk beras dan mienya, kami enggak beli di GM. Rencananya beli di warung tetangga yang kemungkinan harganya lebih miring. Eh beneran dong, harganya lebih murah. Tapi kualitasnya tetap bagus laaah.

Untuk mie, pengennya mie sedaap yang 1 box itu ya. Tapi uang kami terbatas. Jadinya beli mie kriting yang bisa dapat lebih banyak.

Lalu, gula? Sebenarnya gula ini adalah item yang terlupakan dan menurut kami bisa dilupakan aja. Tapi kok yo tega, beliin kopi dan teh, tapi enggak beliin gula. Yaweslah kami beli gula sekalian, 0.5 kg/orang. Alhamdulillah harganya turun.

Sebenarnya ada 1 item lagi yang kelupaan dibeli. Garam. Tapi yaa... yaweslah, Inshaa Allah tahun depan. Beli lebih banyak dan diberikan kepada penerima manfaat yang lebih banyak lagi. 

Total belanjaan kami udah melebihi budget cuy. Budgetnya 900.000. Tapi setelah keseluruhan barang dihitung, total belanjaan 965.200. Ibu 100.000, Adek 100.000, Mbah Uti 100.000, saya 300.000, Mas Angga 300.000. Lalu 65.200 ini dibayarkan oleh siapa? Kalau enggak ada yang mau membayarkan, ya biar saya yang menanggung. Tapi Inshaa Allah dibayarkan Mas Angga.

 No.Nama Barang HargaUnit  Jumlah
1Beras 5 kg47.500 12 570.000 
2Mie kriting3.750 12 45.000 
Gula 1/2 kg 7.2501287.000 
Minyak 420 ml 5.700 12 68.400 
Kecap Sedaap 5700 12 68.400 
Teh dandang 4.900 9.800 

Teh Sariwangi  5.000 10 50.000 
Sabun Nuvo 1.70012 20.400 
Mama Lemon 1.900 12 22.800 
Kopi Fresco  sachet 1.950 1223.400 
10Masker 2 biji dari Ibu 12  -
11 Gelas dari Ibu 12 
12 Sendok 2 bijidari Ibu 12
13 Kopi Goodday 2 sachet dari Ibu 12 
 Total  965.200 

Saat sampai di rumah, kami langsung menge-pak-nya. Lalu sama Ibu ditambahi barang-barang yang ada di rumah, yang belum terpakai, yang mubazir kalau ada di tangan kami. Ibu ngasih masker, gelas, sendok dan kopi good day. Alhamdulillah bisa lebih banyak.

Ah ya, untuk orang-orang tertentu, Ibu menambahkan bonus. Seperti mukenah, body lotion dan cangkir keramik. Masih baruuu, enggak kami pakai.

cangkir keramik

Saya tuh memfoto proses saat pengepakan barang. Eh lah kok foto-fotonya dihapus sama Fatim. Pengen marah tapi gimana. Ya sedihlah. 

Adanya cuma foto ini. Ini pun adalah hasil dari saya membongkar 1 paket sembako biar saya foto. Soalnya perlu dokumentasi juga kan untuk pelaporan... dan kenang-kenangan, hehe.

sembako corona

sembako corona

Paket sembako ini baru kami bagikan kepada 1 orang, yaitu tukang sampah. Sepertinya pengedaran sembako akan kami mulai hari ini.

Sepertinya, cerita tentang sembako akan saya buat terpisah. Diceritakan dalam 1 artikel. Harapannya, tahun depan ada lagi. Tahun depan juga harapannya saya bisa nulis artikel tentang bagi-bagi sembako saat ramadan. Biar kelihatan progressnya.

Alhamdulillah, semoga berkah yaa zakat dan sembako kami... apalagi di tengah pandemi ini.

Fatim Ngerusak Hape

Aih, saya sebel sama Fatim. Kalau seusia dia kan jangan dikasih hape, karena udah kecanduan. Sekalinya kami kasih hape, kami memastikan bahwa tidak ada internet yang tersambung.

Eh dampaknya dong... Fatim ngobrak-ngabrik hape, diapa-apain dah hingga kami haduh pengen marah. Masa' foto-foto di hape saya, dihapusin sama Fatim. Udah saya bilang enggak boleh, eh malah diterusin. Ya saya ambil dong hape saya. Daripada saya makin marah ya.

Keesokan harinya, pinjam hape Ibu. Enggak disambungin internet. Eh, entah kenapa jadi muncul suara-suara aneh: talkback. Enggak paham saya. Diapa-apain juga susah. Hapenya Ibu jadi lemot. Untungnya bisa dibenerin sama Adek, meski lama.

Ternyata, Fatim juga hapus-hapus foto yang ada di hapenya Ibu. Padahal di situ ada foto dokumentasi proses pengepakan sembako. Haduuuuh. Ya udah dah, saya enggak punya dokumentasi foto itu. Diikhlasin aja. Ya gimana.

Iya, 2 hari kemarin Fatim di rumah. Namun Minggu kemarin, Fatim seharian di rumah. Enggak tidur siang. Ya main-main sendiri. Nemenin Ibu berkebun. Nemenin Ibu mandiin Mbah Uti. Ya dijadikan hiburan buat Ibu lah, karena ada anak kecil.

Fatim

Udah, gitu aja cerita saya selama sepekan. Lumayan berwarna. Alhamdulillah....

Wassalamualaikum wr wb

0 Comments