Apa yang Terjadi Saat Ini?

Konten [Tampil]

Assalamualaikum wr wb

Mau menjawab keresahan yang terjadi akhir-akhir ini terkait konten winning. Menurut saya, yang selama ini menjadi content creator sekaligus tahun lalu mendapat amanah sebagai KOL Specialist, yang sekarang masih ngonten dan handle affiliate, saya mengamati perubahan yang terjadi, yang kita tuh nggak bisa serta merta lagi mengandalkan konten internal. Mengapa? Saya uraikan sebabnya dalam 3 hal.

Pertama, semenjak kita hire affiliator. Maka kita harus siap dan sadar bahwa kontribusi internal tidak lagi sama dengan dulu. Jumlah mereka 5000 orang yang kami kelola di grup wa, sedangkan kita hanya ber-4. Hitungannya 1:1000 orang. Dan akan terus bertambah. Taruhlah kreator yang aktif posting adalah 500 orang per hari, ya tetap 1:100 orang. Bisa dibayangkan saja, apakah masih worthed, meminta perbandingan kontribusi omset 50:50 antara internal dengan affiliator, sedangkan jumlahnya saja 1:100 ?

Apalagi, kita push affiliator itu jor-joran, ngasih komisi besar, challenge bulanan, challenge tahunan, dan lain-lain yang bikin mereka semangat untuk ngontenin produk kita. Sedangkan internal? 

Apabila akun internal disandingkan dengan affiliator dan dikasih challenge + bonus yang sama, misalnya kita ikutkan challenge di tahun lalu, maka kita udah dapat iphone. Tapi apakah iphone dan bonus2 tersebut kita ambil? Tidak, karena kita sadar bahwa kita ngerjainnya di kantor, jadi bonus yang kita dapat ya bonus bersama bulanan itu. Sedangkan kita masuknya marketing yang harus dapetin penjualan ya.

Kedua, pada tengah tahun kemarin, kita sudah jadi TOP SELLER dengan brand awareness yang cukup baik. 

Apa yang terjadi? Ketika kita jadi top seller, maka kita menjadi magnet bagi para affiliator. Tentu akan ada banyak banget affiliator yang join. Ini bisa berdampak bagus bagi perusahaan, tapi kehadiran para affiliator baru menjadi boomerang untuk internal kita.

Bahkan, kami tanya ke salah satu mentor kami, apakah bisa kontribusi internal dan affiliator adalah 50:50? Oh tidak bisa, paling besar ya 20:80, karena Ziyad sudah masuk top seller. Karena top seller adalah daya tarik untuk para affiliator besar maupun affiliator kecil di luar sana.

Ketiga, munculnya produk serupa dari penerbit lain. 

Dampak lain dari kita yang menjadi top seller adalah, kita menjadi kiblat dari para penerbit lain. Mereka akan meniru produk-produk kita. Mending kalau mereka cuma meniru produk kita, percuma kan kalau strategi marketingnya juga gak jalan.

Sayangnya, mereka juga meniru strategi marketing kita. Mulai dari mengelola affiliator, ngasih challenge yang mirip dengan kita, dll. 

Masalahnya, affiliator-affiliator itu nggak setia dengan 1 brand. Mereka akan mencoba banyak brand atau toko, untuk mereka affiliate dan mendapat komisi. Intinya: produk apa aja, aku affiliatin, asalkan aku bisa FYP dan dapat komisi jutaan hingga puluhan juta. 

Masalahnya lagi, top affiliator yang awalnya setia dengan kita, yang ilmunya dapat dari kita, yang 100 juta pertamanya dari kita, mereka cari peluang lain dengan promosiin buku dari penerbit lain.

Mereka menggunakan hook yang winning (yang awalnya winning di Ziyad), lalu mereka terapkan ke produk dari penerbit lain. Inilah yang bikin penerbit lain pada naik.

Untuk kasus tersebut, sebenarnya kita udah kontrak dengan mereka. Tapi mereka udah nggak mau dikontrak lagi, karena duitnya jelas lebih banyak dari pendapatan affiliate mereka. Kita bahkan naikin nilai kontrak 4x lipat, tapi ya mereka menolak. Karena nilai kontrak dari kita, nggak ada apa-apanya dengan komisi yang mereka dapat (apalagi mereka nerapin konten winning dari ziyad, lalu dia terapkan ke penerbit lain)

Selain itu, terkait konten winning. HOOK-HOOK  dari konten yang winning di Ziyad, oleh para affiliator diterapkan ke produk-produk dari penerbit lain. Jadi, awalnya winning oleh kreator internal, lalu ditiru oleh affiliator lain ke Ziyad juga, tapi besok2nya bakalan dipake untuk produk dari penerbit lain. Contoh produknya, adab akhlak, hewan2 dalam alquran, 15 menit pintar membaca, kumpulan 7 surat, memahami arti bacaan sholat, dll.

Sedangkan, yang sulit ditiru HOOK atau konten winningnya adalah produk yang memang unik, seperti Kidzopedia Tubuh Manusia (hook-nya tentang dokter), kemudian My First Puberty (yang spesifik ke haid anak), dll. HOOK-HOOK yang ini masih sulit diterapkan di penerbit lain karena memang produknya tidak ada. 

Soundbook sholat pun yang unik, ternyata hook-nya bisa diterapkan ke produk smartbaby bersuara (meski temanya tidak tentang sholat), tapi dia ambil angle yang pencet2 aja.

Tapi saya sadari pun, membuat produk unik yg bagus pun sulit, apalagi agak gambling, karena kemungkinannya ada 2: bisa diterima pasar, atau tidak diterima pasar. 

Lalu apa yang sudah kita lakukan dan harus kita lakukan?

Yang sudah kita lakukan, adalah memperkuat brand awareness. Kita kalau tahun kemarin nggak main brand awareness ke Ziyad, kita udah collapse sih. Karena targetnya brand awareness ini kan ya semua orang tahunya buku anak? ya ziyad. Mau itu buku dari penerbit lain, orang taunya ya itu buku Ziyad. 

Dan yang harus kita lakukan selanjutnya adalah, 

Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar