Assalamualaikum wr wb
Akhirnya setelah sekian lama saya nulis lagi. Nulis yang bener-bener organik, mengeluarkan isi pikiran, dsb. Terakhir nulis organik, itu pas pikiran lagi mampet banget dan bener-bener harus dikeluarkan. Tapi ya untungnya masih ada job content placement ya, buat nambah-nambah pemasukan.
Namun sepertinya aku tertarik untuk menulis lagi. Kenapa? Ya untuk mengurai pikiranku yang penuh ini. Juga sepertinya release stres, mengabadikan cerita/pikiran, itu penting ya.
5 Alasan Kenapa Aku Lama Nggak Nulis
Lalu, kenapa kemarin-kemarin aku nggak nulis? Nah, ini dia. Akan coba kuuraikan 5 alasan kenapa aku lama nggak nulis.
1. Peralihan dari Dunia Teks ke Konten Video
Ini kerasa banget sih. Semenjak aku kerja kantoran yang dunianya serba konten short video, maka aku lama nggak nge-blog. Belum lagi, blog job makin lama makin sedikit kan ya. Juga energiku habis sih, untuk pol-polan belajar tentang konten video. Jadi konten pembuatan artikel kutinggalkan. Bahkan menulis atau curhat pun jarang kulakukan.
Karena dulu sempat, aku tuh bingung, pas kuliner atau ke tempat wisata, mau take foto untuk blog atau take video untuk konten Tiktok/IG? Nah, karena bingung dan overthinking, jadinya nggak kukerjakan dua-duanya, hehe.
Hingga akhirnya aku putuskan untuk fokus ke short video. Jadi aku jarang banget bikin artikel di blog. Semua pengalaman, cerita, visit, aku abadikan dalam bentuk video. Jadi aku jarang banget mengabadikan momen lewat foto.
2. Jarang Buka Laptop
Ini sih bab lanjutannya. Jujurly, aku udah jarang buka laptop. Lebih suka buka hp atau iphone. Adapun yang kulakukan ya jarang nulis juga sih, lebih sering editing video. Belum lagi aku fokus dan sibuk dengan urusan kantor ya.
Sebenarnya tuh laptop ada, punya kantor suami. Tapi ya mager aja. Sekalinya pengen nulis lagi, tapi laptopnya kubawa ke kantorku, akhirnya aku nggak nulis deh.
Tapi berhubung kemarin ada berbagai keperluan, jadinya tuh laptop sering aku bawa pulang pergi dari kantor ke rumah. Kemarin-kemarin sih lagi sibuk bikin produk digital, jadi laptopnya ada di rumah. Terus aku kepikiran, gimana kalau sekalian aku ngeblog lagi? Curhat lagi? Mumpung aku oke kalau bawa pulang pergi ini laptop?
3. Malu Kalo Orang Baca Curhatanku, Apalagi Orang Kantor
Jujurly, dulu kan aku pernah ada prahara, yang bikin aku tuh nggak mau ekspose kantorku, apalagi hal yang buruk-buruk, apalagi yang ada di pikiranku. Jadi aku tuh stuck, bingung mau gimana.
Lalu kupikir-pikir, sepertinya saat ini tuh orang-orang bakalan jarang buka blog ya? Kayaknya kalau aku curhat tentang kantorku, aman-aman aja kan ya? Yaaa, semoga ya. Tapi akan kuusahakan, untuk curhat atau sharing isi otakku sebaik mungkin.
4. Tidak Fokus Mengembangkan Blog
Tapiii, ini blog masih bisa banget untuk kurawat. Kujaga-jaga domainnya biar nggak jadi blog judol. Dulu sebenarnya pengen kuisi pake konten AI aja, tapi ya buat apa juga ya? wkwkw
Ya udahlah, kuisi curhatanku aja. Tentang apa aja yang ada di pikiranku. Karena kan sebenarnya aku tipe orang yang suka ditanya. Banyak banget pertanyaan yang pengen banget orang tanyakan itu ke aku, tapi nggak ada yang nanya. Jadi ya udah, aku aja yang nanya, dan aku pula yang jawab.
Jadi blog ini ke depannya tetap aku gunakan sebagai tempat curhat aja. Tapi kuharap bisa lebih terstruktur untuk merapikan isi pikiran.
5. Curhat ke Suami, Jadi Malas Curhat di Blog
Jujurly, semenjak punya suami, aku jadi malas curhat di blog, hehe. Karena apa-apa bisa curhat ke suami. Alhamdulillah suami bisa merespon dengan baik.
Lalu kenapa sekarang malah pengen curhat di blog lagi? Apakah suaminya nggak enak buat dicurhatin?
Eits, bukan ituuu. Kalau suami mah enak buat dijadikan tempat curhat 2 arah. Tapi kan kadang aku cuma pengen cerita atau sharing 1 arah, jadi ya enaknya lewat media kayak gini, pake blog aja. Sebenarnya bisa aja cerita lewat konten video, tapi kalau pribadi banget atau tentang isi pikiran, agak berbahaya ya, takut sama netizen. Jadi curhat di tempat yang aman-aman aja kayak blog ini.
Diingetin Sama Berbagai Influencer
Jadi beberapa pekan yang lalu kan ada COC Season 3 tuh, nah ada salah satu cast yang kehadirannya fenomenal, yaitu Azka si London Boy. Menariknya, kenangan masa kecilnya Azka tuh terabadikan di blog yang dibikin Bundanya Azka. Jadi memorinya tuh tersimpan dengan baik.
Kan aku jadi kepikiran sama blog aku sendiri ya. Karena catatan atau tulisan di blog itu, bisa menjadi kenangan yang terputar lagi. Foto-fotonya, kata-katanya, dll. Itu sifatnya seperti abadi, ya nggak sih? Sejak ini, aku kepikiran untuk nulis lagi, tapi triggernya belum kuat banget.
Terus tadi siang, sempat baca tentang utas di Threads yang membahas Raditya Dika, bahwa dia tuh pokonya nulis aja di blog, lalu ketika ada kesempatan membuat buku, maka barulah ia saring tulisannya. Jadi dia kumpulin dulu naskahnya, baru disaring. Bukan nunggu sempurna, saring dulu, baru ditulis, kan lama jadinya.
Sebenarnya aku nggak pengen-pengen banget kayak Radit sih, tapi konsistensi dia menarik juga. Pokoknya nulis aja dulu. Curhat aja dulu lah. Entah ke depannya kayak gimana, yang penting isi pikiran aku tertuang dengan baik.
Kemudian, tadi malam juga sempat ada konten lewat, dari Kak Shabrina Anggraini, istrinya Belva Devara, yang inspiring juga. Tentang gimana caranya merawat otak, salah satunya adalah review kegiatan di hari itu. Kan kita udah males ngetik panjang lebar ya, jadi dia saranin itu kita cerita lalu direkam pake voice recorder, kemudian kita minta AI untuk transkripsi, kemudian minta AI pula untuk analisis dan review. Nanti keluar tuh analisis, review, dan saran-saran yang dilakukan. Nanti hasilnya, akan ada banyak insight yang bisa kita dapat.
Nah, itu pula salah satu trigger aku untuk nulis. Kenapa nggak nulis aja ya? Kalau ngomong kayaknya aku belepotan, dan aku masih bisa duduk tegak untuk laptopan. Jadinya akhirnya aku nulis deh, ngeblog lagi deh, dengan tema full curhat dan menuangkan segala isi pikiran, hehehee
Kesimpulan
Nah, itulah 5 alasanku kenapa lama banget nggak nulis, dan udah kutulis juga alasanku kenapa aku bangkit lagi untuk menulis. Karena jujurly ada banyak banget isi pikiranku yang perlu ditumpahkan, hehehe.
Setidaknya, biar otak ini nggak tumpul, tetap terasah, dan lebih mindfull. Semangat!
Next bahas apa lagi ya?
Wassalamualaikum wr wb








Posting Komentar
Posting Komentar