Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manusia Ibarat Gelas Kosong

Setujukah kamu dengan pendapat:

"Manusia ibarat gelas kosong. Dituang kopi isinya menghitam, dituang air putih menjadi beninglah ia. Tetapi segelap apapun gelas kopi itu, ia akan kembali bening jika terus menerus dituang air putih, begitupun sebaliknya."

Manusia Ibarat Gelas Kosong

Okey, kali ini aku akan mengibaratkan sebuah gelas sebagai manusia. Lebih tepatnya manusia kecil. Bukaaaan... bukan manusia kerdil, tapi manusia kecil yang aku maksud adalah anak kecil yang masih belum paham mengenai sebuah perjalanan hidup yang terdiri dari 2 pilihan (baik dan buruk).

Orang-orang biasanya megibaratkan seorang anak kecil layaknya kertas putih yang belum tergores tinta. Nah, tetapi kali ini aku akan mengibaratkannya dengan sebuah gelas. 

Anak Kecil yang Dibekali

Anak kecil itu tidak tahu apa-apa. Yang ia tahu hanyalah sesuatu yang ada di hadapannya dan dia akan mencoba berbagai cara untuk menemukan hal yang membuatnya senang. 

Yang bisa mengatur tingkah laku dan pola pikir anak adalah didikan dari orang tua atau wali dari si anak.

Menanam Karakter Baik Pada Anak

Nah, apabila anak kecil diberi pendidikan karakter yang kuat maka karakter tersebut akan  terjaga sampai ia dewasa nanti. 

Dan apabila yang ditanamkan pada diri si anak adalah kepribadian yang meresahkan orang lain, kemungkinan besar kepribadiannya akan terbawa sampai dewasa nanti. 

Misalnya, si Agree anaknya om Zachflazz yang rajin banget sholat fardu, sholat sunnah, sholat dhuha dan sholat subuhpun dilakukannya di masjid. Mental agama yang patut diacungi jempol ini haruslah tetap dijaga sampai ia dewasa nanti. 

Ada lagi, tentang si Brian yang sudah 3 kali memecahkan rekor muri mengenai kemampuan menghafal angka. Brian bukanlah sosok yang jenius yang tiba-tiba "cling" dikasih anugerah untuk bisa menghafal dengan baik. 

Namun berkat ketelatenan orang tuanya yang mendidik Brian untuk berlatih matematika secara berkelanjutan, akhirnya Brian bisa membawa banyak prestasi yang sangat membanggakan nama orang tua.

Begitulah, sebuah pendidikan karakter yang kuat dan ditanamkan pada diri sang anak diibaratkan air putih yang dituang di dalam gelas dan akhirnya gelas tersebut menjadi bening sebening-bening amalannya. 

Yang Terjadi Bila Mencontohkan Perilaku Buruk

Dan apabila seorang anak ditanamkan perilaku yang buruk, maka tak heran jika dewasa nanti ia akan meresahkan masyarakat. Ibaratnya, kopi hitam yang dituang di dalam gelas.

Air Putih yang Menggeser Kopi di Dalam Gelas

Bagaimana kalau air putih tadi dituang ke dalam gelas yang ada isinya kopi? 

Aku pernah mempraktekkan mengenai air putih  yang dituang ke dalam gelas berisi kopi, dan lama kelamaan kopi tersebut akan keluar seiring masuknya air putih yang mendorong kopi keluar dari gelas. 

Dan pernyataan di atas dapat dikemukakan bahwa meskipun pada dasarnya dia anak yang nakal, tetapi kalau dia diajarin apa dan bagaiman sesuatu yang baik, niscaya dia akan menjadi seseorang yang baik seperti yang diidam-idamkan oleh orang lain di sekitarnya.


Giveaway Persahabatan NF
Sahabat itu seseorang yang mengikuti cerita hidup kita...


16 komentar untuk "Manusia Ibarat Gelas Kosong"

  1. Good Luck GA nya yaa.. \^-^/

    BalasHapus
  2. *karena ini termasuk postingan pengecualian jadi aku bewe ke sini plus ikutan komen :P*

    sukses juga GA nyaa #Eh..

    hooh cha bener banget, memupuk manusia menjadi sukses memang harus dimulai dari 'manusia kecil', tapi bukan berarti ketika dewasa nanti kita tidak bisa jadi manusia yang bermanfaat, tetep bisa koq.. asal gelasnya terus menerus di aliri air bening.. semoga kamu bisa jadi air putih bening dalam gelas bening pula yaaa :*

    okay di catet, thank u cha

    'xoxo'

    BalasHapus
  3. iya, sepenuhnya benar argumentasi di atas.
    semuanya jika dimulai dari gelas kosong, mudah kita isi dengan air apa saja. dan saat udah ada airnya yang kita nggak cocok, kita bisa aliri dengan air lain yang kita suka. filosofi yang sederhana, tapi sangat krusial.

    sukses untuk GA-nya, apiik banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. gimana Cha puasanya? kegiatan ekskul progresifnya tetep aktif kan? hepi enerjik terus ya... yuhui... sehat selalu!

      Hapus
  4. wah.. setuju sekali sama postingan ini.. analoginya keren banget, kalo air keruh terus2an di isi air jernih, air keruh itu akan keluar dg sendirinya.. sama denga karekter manusia yg juga bisa dirubah

    pada dasarnya tiap orang itu menginginkan sesuatu yang baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. iya..

      ocha pinter banget kayaknya :D

      Hapus
  5. Sepakaat Ochaa..
    Sukses ya GA nya..

    Ihh Gelasnya boleh di bawa pulang ga..

    BalasHapus
  6. Oh.. intinya, gimana kita bisa menuangkan moral yang baik kepada anak secara terus menerus, hingga semua sifat "bawaan" yang mungkin ada sejak lahir tidak berkembang dan tidak menjadi dampak buruk buat anak dikemudian hari :)
    sukses ya Cha GA nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoha.. anak yang punya sifat jelek, tapi kalo terus "dituangin" hal yang baik, sifat buuknya keluar semua :)
      eh, tapi hati".. hal sebaliknya juga berlaku :)

      Hapus
  7. Penggambaran yang menawan dari gelas. Memang begitulah kehidupan ini akan berubah sesuai dengan apa yang akan kita kehendaki. Namun demikian kehidupan ini tentu sudah ada yang mengaturnya yakni Allah SWT. Sifar dari lahir adalah bawaan natural dan alamiah. Ibarat anak yang tidak ada kaitannya dengan dosa yang dilakukan kedua orang tuanya. Tidak ada dosa turunan. Biarpun anak penjahat, si anak tetaplah punya kesempatan untuk menjadi orang yang baik.

    BalasHapus
  8. wah..cakep perumpamAan nya cha.
    dohhh kamu koq pinter amat seeh hehe

    BalasHapus
  9. setuju cha, sekelam apapun kita, kalau kita mau berubah dan terus memperbaiki diri insyaAllah akan menjadi lebih baik,,,

    aihh GA ya,, mau ikutan yang fiksnya ahh :D

    BalasHapus
  10. rupa-rupanya banyak orang berbicara pendidikan karakter ya
    salam karakter

    BalasHapus
    Balasan
    1. eehh salah ralat maksudnya "salam kenal"

      Hapus
  11. Manusia pada dasarnya baik atau suci atau fitrah. Jadi meskipun dia nakal kalau di jejali dengan hal-hal baik secara terus menerus, dia akan baik juga. Tinggal kesabaran pendidik aja. Dalam training motivasi juga seperti itu.

    BalasHapus
  12. Kunjungan lagi di hari ahad di siang hari nan panas di kota Pontianak. Hiheiheieieiheiheiee

    BalasHapus