Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Nggak Cuma Pegang Buku, Tapi Bola Juga

Tadi malam, aku nonton final basket SMA di GOR Wira Bhakti. Acara ini lumayan spesial bagi sekolahku. Soalnya baru kali ini sekolahku masuk final untuk lomba basket putra-putri. Wajarlah, sekolahku nggak pernah menang dalam bidang non akademik. Dan cukup mengejutkan bahwa kemarin kedua tim basket sekolahku sama-sama masuk final. Tim putri melawan SMA Yosowilangun dan tim putra melawan SMA N 1 Lumajang.

Sejak dulu, smasa dan smada adalah rival abadi. Dan baru kali ini smada menyamai keunggulan smasa dalam bidang basket. Hal ini membuat kami semangat untuk mendukung tim basket smada.

Nah, kali ini aku bakalan nyeritain tentang kejadian tadi malam perihal nonton basket, menjadi bagian dari SRFM, merasakan euforia suporter, dan merasakan kebanggaan serta kebahagiaan sebagai siswa SMA N 2 Lumajang.

Aku berangkat bareng Rere. Saat di rumahnya Rere, Mamanya Rere bilang gini, "pulangnya jam 9. Kalaupun molor, paling lambat jam 10. "
"Lebih dari jam 10 deh Ma..." pinta Rere.
"Nggak boleh. Pokoknya jam 10 sudah harus sampai rumah."
Rere cuma bisa cemberut karena dilepas hanya sampai jam 10 malam.

Sedangkan aku... aku bingung, kok orang tuaku nggak menitip pesan atau memberiku batas waktu ya?... ya sudahlah, palingan pulang jam 9...

Kita berangkat jam 19.30. Aku menaruh revoku di tempat parkir sekolah. Nah, GOR Wira Bhakti ini letaknya di belakang sekolahku. Hanya dibatasi oleh lapangan kemudian jalan. Berhubung smada sedang bahagia karena kedua timnya masuk final, jadi temen-temen yang bawa motor disuruh parkir di tempat parkir sekolah, lalu bisa lewat pintu belakang karena pintu gerbang belakang dibuka. Yaa karena itu tadi, smada masuk final. Meski hanya final...

Sesampainya di GOR Wira Bhakti, aku sempet kaget dan baru inget kalo nonton pertandingan beginian harus membayar tiket. Biasanya aku cuma membayar parkir dan gratis untuk masuk ke lapangan, tapi hanya pada saat pertandingan sepak bola. Kalo pertandingan basket, baru kali ini aku nonton. Jadi agak kaget saat harus membeli tiket.

Masalahnya bukan karena tiketnya, tapi aku nggak bawa dompet. STNK dan KTP pun aku letakkan di saku belakang celana gara-gara aku males banget kalo disuruh bawa tas. Aku mengambil hapeku dan aku buka kondomnya, barangkali ada uang di baliknya. Dan ternyata bener, ada uang. Tapi sayang, cuma seribu. Yaelah... bener-bener miskin... akhirnya aku pinjam duit ke Rere...

Kita masuk ke lokasi dan wew... rame banget....
Yang main saat ini masih anak SMP, lebih tepatnya SMP putri...

Aku mengambil tempat di tribunnya temen-temen. Ohya, anak smada yang hadir di GOR Wira Bhakti diwajibkan menggunakan baju atau kaos warna merah untuk mendukung smada. Nah, kita di sini tergabung dalam SRFM alias Smada Red Force Mania, sebuah komunitas suporter smada untuk mendukung tim smada yang sedang berjuang untuk meraih kejuaraan. Yaa ibarat Persebaya dengan Bonek nya, Arema dengan Aremania, Persija dengan Vikingnya dan Smada dengan SRFM nya...

Kita duduk di tribun selatan. Tapi panitia SRFM menyuruh kita pindah ke tribun utara. Tapi di tribun utara banyak yang terisi bangkunya, akhirnya kita kembali lagi ke tribun selatan. Tapiiii panitia SRFM memaksa kita untuk pindah ke tribun utara dan tribun timur. Ya sudahlah, walhasil kita menetap disana.

Pertandingan basket SMA nya masih belum dimulai. Pertandingannya pun baru dimulai untuk SMP cowok. Dan inipun udah jam 20.30. Ya ampuuuuuuuun... ini smada mainnya kapan?

21.20
Final basket putri SMA dimulai. Aku dan teman-teman sebagai suporter mengawali yel-yel SRFM  dengan berdoa terlebih dahulu. Suer, kita berdoa dulu, alim kan?

Lalu kita berdiri semua dan bernyanyi sebagai pembukaan pertandingan. Kita menyanyikan lagu "padamu negeri". Memang, tidak ada panitia perbasi yang mewajibkan kita untuk menyanyikan lagu kebangsaan, tapi kita sadar diri bahwa kita ada di Indonesia dan kita akan memberikan apapun untuk Indonesia. Anak-anak smada yang hadir diwajibkan berdiri dan melantukan lagu padamu negeri sambil meletakkan tangan di dada sebagai rasa bangga menjadi warga Indonesia.

Kemudian kita melanjutkan untuk menyanyikan lagu MARS Smada. Ibaratnya, negara Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya, sedangkan Smada menyanyikan lagu MARS smada... Kedua nyanyian ini berlangsung cukup khidmat.

Dan dengan semangat, kita meneriakkan yel-yel pembuka. Yel-yelnya diadaptasi dari reffnya Queen yang "we will rock you." Yel-yel ini diteriakkan setiap kalimat oleh dirijen kemudian diikuti oleh anggota SRFM. Ohya, catat, anggota SRFM adalah seluruh warga SMADA, baik siswa, guru, karyawan maupun alumni. Yel-yelnya begini:
Kami arek smada..
Satria Pinandhita...
Datang dukung smada...
Agar jadi juara...
   Smada.. smada.. jaya !! jaya!!
   Smada... smada.. jaya!! jaya!!


Dan sialnya, suporter smayo (SMA Yosowilangun) langsung meneriaki kami dengan cemoohan..
"smada jan**k... smada ja**ok... smada j**cok..."
Paham kan dengan maksud bintang-bintang di atas kalimat ini?

Spontan temen-temen langsung berbalik meneriaki mereka dengan hanya berkata "huuuuuuuuuu..."
tapi panitia SRFM langsung  mendiamkan temen-temen SRFM, berusaha untuk tidak menggubris mereka dengan perkataan. Tetapi membalas mereka dengan tingkah laku, yaitu jari jemari dikatup-katupkan layaknya mulut bebek yang monyong. Ngerti maksudnya kan?

Ohya, aku juga pengen bercerita sedikit tentang filosofi nama SRFM (Smada Red Force Mania) yang kedengarannya agak aneh.
Nama SRFM diambil dari "Smada Red" yang memiliki arti bahwa atribut suporter Smada yang bangga dengan warna merah dalam mendukung tim smada yang sedang bertanding. Sedangkan kata "Force" diambil dari julukan Persebaya-GreenForce dan  "Mania" yang diambil dari nama belakang suporter Aremania. Pengambilan nama Force dan Mania terinspirasi dari ketidak akuran 2 klub besar sepak bola Jawa Timur (Persebaya dan Arema). Jadi, smada menginginkan adanya persatuan dari seluruh warga smada itu sendiri tanpa ada kelompok-kelompok suporter lain di dalamnya. Sehingga dengan filosofi ini, diharapkan semua anggota suporter dapat bersatu untuk meraih kejuaraan dari pihak-piah yang hebat dalam hal IQ, EQ dan SQ.

Ohya, kita meneriakkan yel-yelnya nggak garingan loh. Ada penabuh drum nya. OSIS sih punya drum khusus SRFM dan dibawa ke GOR untuk tadi malam. Lalu ada dua teman yang bersedia membawa drum dari rumahnya untuk meramaikan smada.

Kemudian aku sempat heran sejenak, "ini kok drumnya jadi ada 5? punya siapa? emangnya sekolah kita punya drum sebanyak itu?"
"Enggak... itu pinjam smpn 1 sukodono.." jawab Firman.
Yaelah... ndak bondo... tapi sosialis banget...


Yel-yel kita nggak cuma ini. Ada lagi yel-yel yang diadaptasi dari lagu cucak rowo...
Smada satria pinandhita...
Pinandhita arek smada...
Sekarang... smada menang...
Pinandhita... euy... jadi juara...

Tiba-tiba ada seorang cowok yang gemulai alias... hmm... maaf... banci... Dia adalah penyiar radio di kotaku. Dia menuju tribun kami untuk mendukung tim kami. Kita sempat heran, "memangnya dia alumni smada?" Yaa... mungkin dia ingin mendukung kami...

Dan sialnya, suporter smayo langsung meneriaki kami dengan... "smada banci... smada banci... smada banci..." Wow, sangat cukup memekikkan gendang telinga kami. Tapi kami hanya memberikan simbol berupa jari yang dikatup-katupkan layaknya mengejek bebek yang cuma bisa bunyi kwek kwek kwek...

Nah, berikut ini beberapa yel-yel tim SRFM yang kita kumandangkan untuk menggertak semangat arek smada yang sedang berjuang...

Hari ini kutinggalkan pelajaran...
Siap-siap ku menonton pertandingan...
Orang bilang kami ini kesurupan...
Demi smada apapun kulakukan...
   Smada satria pinandhita... hohoho 3x
  Smada... Smada... Juara... 
(diadaptasi dari lagu suporter salah satu tim sepak bola Indonesia)


Berbondong-bondong mendukung Smada...
Pinandhitaku terus berjaya..
Menang kalah itu hal biasa saja...
Asalkan kita mendukung Smada...
Lay... lay... lay.. lay... lay... lay..
Panggil aku Smada...
Smada jarang libur...
Smada Jarang dihibur...
(diadaptasi dari lagunya Titi Kamal - Jablay)


Iwak peyek... iwak peyek...
Iwak peyek sego jagung...
Sampek elek... sampek tuwek...
Sampek matek mendukungmu... 
(diadaptasi dari lagu iwak peyek, tau kan?)

Yo... ayo... ayo..smada...
malam ini... kita harus menang...
(diadaptasi dari lagu perahu layar dan lirik ini dinyanyikan berulang kali sampai bosen)



Sebenarnya sih masih banyak lagi yel-yel SRFM, tapi aku nggak begitu hafal dengan yel-yelnya.
Ohya, di setiap yel-yel... kita ada gerakannya tersendiri loooh.... tapi aku bingung gimana cara menjelaskan gerakannya...

Yel-yel favoritku adalah yang ini... Smada satria pinandhita... Pinandhita arek smada... Sekarang... smada menang... Pinandhita... euy... jadi juara... Memang lagunya sederhana. Sederhanaaaaaa banget. Tapi, meskipun cuma segini, gerakannya banyak banget. Untuk gerakan lagu sesi pertama adalah dengan mengayunkan kedua tangan ke depan, seperti hendak memijat pundak teman tapi nggak jadi memijat. Lalu untuk sesi kedua dengan lagu yang sama, gerakannya sih sama, hanya saja kita menghadap ke kiri. Lalu sesi ketiga adalah dengan menghadap ke arah kanan dari posisi semula dengan gerakan yang sama. Sesi keempat, kita membelakangi pemain. Lucu juga sih, karena terasa aneh saat kita membelakangi para pemain, rasa-rasanya para pemain dicuekin, haha. Dan sesi terakhir adalah dengan bertepuk tangan. Tetapi tepuk tangannya beda. Tepuk tangan kali ini dengan menempelkan pangkal telapak tangan (yang di dekat pergelangan tangan) lalu kita menepukkan telapak tangan. Jadi suaranya agak tenang dan sayup-sayup terdengar melodinya.

Ehh, aku kok jadi membahas yel-yel SRFM ya?

Nah, saat pertandingan basket putri berlangsung, tim basket kita sempat kewalahan dan tidak bisa mengejar satu pun angka, padahal tim lawan kita udah sampai pada angka 12. Yaa... kita sempet putus asa... Tapi bagaimanapun kondisinya, suporter sejati harus tetap mendukung dan harus tetap memberikan semangat kepada mereka yang sedang meraih juara.

Sebenarnya kita muak dan sangat muak dengan ejekan mereka yang selalu menyudutkan kami dan mengucilkan kami. Tapi kita kudu sejati, kudu tetap menjadi SRFM  yang setia.

Kita pun meneriakkan yel-yel pengobar semangat bahwa kekalahan telah menanti. Kita menyanyikan lagu yel-yel yang diadaptasi dari lagu Jablay yang telah disebutkan di atas. Seenggaknya ada kata-kata "menang kalah itu hal biasa saja..." Seenggaknya kata-kata ini menunjukkan bahwa kita tidak gentar saat menghadapi kekalahan.

Break time.
Kita pun mengangkat ... apa ya namanya... kertas dan plastik yang berwarna merah dan putih. Rencananya sih bikin bendera Indonesia. Yang di tribun atas memegang plastik merah dan yang di tribun bawah memegang kertas dan plastik warna putih. Dan jadilah bendera Indonesia...

Sialnya... anak-anak smayo malah mengejek kita dengan mengangkat sandal mereka.
Muak. Muak. Muak!
Pengen marah. Tapi orang yang cerdas pasti bisa menahan emosinya.

Aku sempat berpikir begini, ada perasaan bangga di dada mereka saat menghina smada, sepertinya hal itu menjadi pelampiasan mereka karena mereka tidak masuk smada dan tidak bisa menjadi bagian dari smada.

Pertandingan berlangsung sangat seru. Aku, Rere, Rindu, Mala, Dinhay, Ucy dan Anggita teriak-teriak mengobarkan semangat adhek kelas yang sedang bertanding. Nggak hanya aku dan teman-temanku, tetapi seluruh siswa smada yang hadir pada malam seru ini gila-gilaan mendukung timnas basket smada.... Di sini aku merasakan atmosfer histeria suporter sejati.

"Mbak Cha... " panggil Rere...
"Apa?"
Rere menyodorkan hapenya dan menunjukkan sms dari mamanya... smsnya hanya sebuah tanda tanya.
"Maksudnya?"
"Ini disuruh pulang..."
"Tahan bentar deh... rugi kalo nggak nonton... Coba rayu lagi Mamamu..."
Walhasil, Rere sms Mamanya lagi dan mendapatkan balasan bahwa.. "pokoknya harus sampai di rumah maksimal jam 10 pas!"
Wew gila!
Masih kurang 30 menit dari jam 10 malam kan?

Kamu bakalan rugi mbak Re kalo pengen pulang sekarang... soalnya aku ngajak seorang bule untuk datang kesini...
Dan aku menerima sms dari Matt. "saya suda datang"
Aku mencari-cari dimana Matt berada. Dan aku segera menghampirinya lalu membawanya ke tribun.Temen-temen pada heran saat aku membawa bule. Ganteng pula! Sebenarnya banyak sih yang membicarakan tentang Matt, tapi nggak aku dengarkan. Kemudian aku mengajaknya ke tribun untuk duduk bersamaku dan teman-temen.

Rere menyenggolku.
"Apa? Mamamu?"
"Kurang 15 menit..."
"Nggak bisa molor?"
"Nggak bisa..."
"Sekali-sekali dimarahin nggak pa-pa deh..."
"Nyawa taruhannya..."
Adduh, mampus! Gimana ini?
"Gini deh, kamu anterin aku pulang, lalu kamu balik lagi ke sini."
Ide yang bagus. Ayo cabut !

Kita pun keluar dari gedung dan menuju tempat parkir smada. Waktu kurang 10 menit sebelum Rere diamuk massa oleh Mamanya. Aku langsung ngebut di jalanan.

Dan Alhamdulillah ya, sepertinya Rere pulang sebelum jam10 tet. Aku pun kembali ke GOR Wira Bhakti.

Waktu kurang 20 menit sebelum pertandingan akan berakhir.  Skor 18 - 13 masih diungguli oleh smasa. Aku melihat adhek kelas pontang-panting mengejar bola. Bolak-balik terjatuh... Kita sampai geregetan melihatnya.

18-17. Wew! Gila! Minimal kurang 1 poin lagi kita bisa menyamai smasa. Alhamdulillah jika kita bisa mendapatkan 2 poin lagi. Berbeda dan lebih unggul 1 poin pun akan sangat membuat kita senang. Senang yang teramat senang.

18-19
Yey! Kita menaaaang!!!!!!!
Alhamdulillah yah... sesuatu banget...
Dan waktu pertandingan telah berakhir.

Yey, kita menaaaaaaaaang!!!!!!!!
Kita loncat-loncat kegirangan untuk meluapkan rasa senang kita. Wow. Smada menggoyang GOR...
Seumur-umur, baru kali ini sekolahku dengan tim basket putrinya bisa memenangkan pertandingan basket dan meraih juara 1 pula! Wuah, bener-bener adhek kelas yang bisa membanggakan dan membuat senang kakak kelasnya...

Dan Matt meminta pulang. Dia nggak betah di sini. Iyalah, di sini beda dengan Amerika. Di sana ada AC nya, sedangkan kita hanya punya semangat untuk mengobarkan kemenangan kita.

Dan sekarang adalah waktu untuk tim putra bertanding. Kita akan bertanding melawan smasa sang rival abadi smada.

Eh, ada hal yang membuat kami lagi-lagi muak. Suporter Yoso bergabung dengan dengan suporter smasa. Wuaduh, bakalan brutal mereka. Tetapi, meski mereka berdua bergabung, jumlah suporter mereka masih 1/2 dari kami.

Saat tim putra latihan mencoba lapangan, kita dengan bangga menyanyikan lagu padamu negeri dan mars smada. Benar-benar bangga menyanyikannya.

Dan pertandingan pun dimulai. Pertandingan antar pemain yang sebenarnya tidak berlangsung begitu sengit. Yang berlangsung sengit adalah suporternya.

Kurang ajar banget, suporter smasa dan smayo mengejek kita dengan mengubah yel-yel kita  dan menjelek-jelekkan kami. Padahal kita sama sekali tidak mengejek mereka.

Sampai akhirnya Zaka emosi dan menyuruh teman-teman untuk mengobarkan semangat dengan yel-yel mendadak... Yel-yel ini dipimpin oleh Zaka selaku dirijen pertama kemudian diikuti oleh seluruh anak SRFM.
Kami arek smada...
Bisanya ngarang lagu...
Daripada mereka...
Bisanya cuma niru...
    Smada... smada... jaya...! jaya ...!
   Smada... smada... jaya....! jaya....!

Skor 02-20 kemenangan untuk smada...

Suporter smasa dan smayo membuat jelangkung. Yaa jelangkung. Aku bicara serius ini. Mereka membuat jelangkung dengan kerangka bambu yang dibentuk salib. Lalu kepalanya dipakaikan helm dan mengenakan baju yang sangat mencemooh kami. Yaitu baju almamater sekolah kami yang berwarna oranye dengan motif kotak-kotak... Kami cuma bisa mengelus dada...

Ada lagi, mereka juga membuat kaos yang bertuliskan ASP. Jika ANTIS adalah Anti Smash, APWG adalah Anti PeeWee Gaskins. Maka ASP adalah Anti Satria Pinandhita... Ya Allah... tabahkan kami...

Rupanya smasa kesulitan untuk mengejar kami. Tetapi kami tidak ingin terlihat sombong dan sok di mata anak smasa dan smayo. Kami ingin bertemen dengan Anda sebagai anak smasa dan smayo. Kami ingin kita berteman, bukan saling bermusuhan karena gengsi atas nama sekolah.

Akhirnya panitia SRFM mengambil kebijakan... "kalau anak smasa masukin bola ke ring smada, bilang aja alhamdulillah... dengan tulus..."

Dan kami melakukannya sampai skor 24-42...

Kami masih ingin berteman dengan smasa dan smayo. Kami ingin berdamai dengan Anda...

Kami ingat, beberapa waktu yang lalu smasa ulang tahun. Dan dengan bersahabat, kami menyanyikan lagu happy birthday untuk smasa...
Happy birthday smasa.. happy birthday smasa...
Happy birthday... happy birthday... happy birthday smasa...

Kami masih ingin bersahabat dengan Anda. Tetapi apa respons Anda? Anda malah berbalik menyerang kami dengan ejekan-ejekan yang bertubi-tubi. Tetapi maaf, ejekan Anda hanya kami anggap angin lalu. Ada pepatah mengatakan, anjing menggonggong, jamilah berlalu, muehehe...

24-42 menjadi skor penutup  dan kita menang! kita berhasil!
Kita pun bereuforia di lokasi pertandingan!!!
Dan satu persatu.. anak smasa dan smayo pulang dengan membawa rasa malu...

Kita telah berhasil meraih juara 1 untuk tim basket putra dan tim basket putri.
Dan bangganya lagi, kita juga meraih kejuaraan The Best Suporter !
Yey! Senangnya... Kita mendapatkan 3 kejuaraan sekaligus dalam 1 malam dan hal ini didukung sepenuhnya oleh seluruh warga smada.

23.45
Widdy nebeng aku. Soalnya dia dikancingi oleh ibu kosnya dan dia berencana untuk menginap di rumahku.

Ini kedua kalinya aku pulang larut malam jam 12 malam. Tapi aku sempet heran.  
Orang tuaku kok nggak nyari aku ya? padahal ini kan jam 12 malam, kok orang tuaku nggak merasa kehilangan aku sih? Ah, betapa malangnya nasibku...

Sesampainya di rumah, aku memencet tombol bel dan ibuku langsung membukakan pintu gerbang untukku. Aku sih sempet heran, ibuku kok betah ya nungguin aku sampai larut malam? Ibuku kok nggak marah ya aku pulang jam 12 malam?

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang terngiang-ngiang di pikiranku. Ya sudahlah, ayo tidur sajalah.

Dan saat sekolah... jam pertama adalah pelajaran agama. Aku nggak kuat... aku ngantuk... aku nggak kuat menahan kantuk...

Ada 15 orang di kelasku yang ikut menonton basket. Dan sebagian di antara mereka ada yang pulang sebelum waktunya habis.

Aku, Rindu dan Zaka duduk di belakang dan kita nggak kuat menahan rasa kantuk. Akhirnya kita semi tidur...

Aku jadi teringat, ada yang bilang begini, "smada itu pegangannya buku, tetapi smasa pegangannya bola." Maksudnya, smada selalu menang dalam bidang akademik,  tetapi untuk urusan non akademik seperti futsal, basket dll selalu disebet smasa.

Tetapi malam ini kami bisa membuktikan bahwa kami nggak cuma jago dalam hal pelajaran.
Kita nggak hanya berjaya di kelas, tapi kita juga bisa berjaya di lapangan.
Kita nggak hanya menguasai buku, tapi kita juga menguasai bola...

19 comments for "Nggak Cuma Pegang Buku, Tapi Bola Juga"

  1. waktu SAM aku gak pernah nonton basket :) seru juga kali ya

    ReplyDelete
  2. wah seru bisa nonton sampe malem. pengeeenn >,<

    ReplyDelete
  3. weleh ceritanya panjang banget....
    kayaknya emng berkesan tu acara....
    :P

    ReplyDelete
  4. nonton basket terakhir kyknya SMP deh sy.. udah lama bgt ya.. :D

    ReplyDelete
  5. satria pinandhita artinya apa ya, cha? :D

    ReplyDelete
  6. Seamat buat Smada!

    memang dalam pertandingan gak boleh meremehkan lawan.
    karena kalau kalah, malunya banget bangett...
    hihihi

    ReplyDelete
  7. alhamdulillah..selamat ya..meskipun diejek oleh suporter lawan, namun tetap bisa meraih dua kemenangan sekaligus...sukses selalu untuk smada :)

    ReplyDelete
  8. saya comment dulu ya baru nyimak.. soalnya panjang ceritanya.. hehehe.. :D

    ReplyDelete
  9. Hidup Smada :D
    lagu yel nya sangat kreatif, ada iwak peyek segala :D

    ReplyDelete
  10. chaaa seru banget ih nyeritainnya, kamu kaya ... itu tuuh yang suka ngomong2 kalo lagi pertandingan bola di tv :D

    btw malem banget kamu pulang, kayanya dulu aku ga pernah pulang jam begitu ckckckckkckc :P

    selamat deh buat smada, teruslah berkibar dengan yel2 nya ituh :)

    ReplyDelete
  11. wahaha, rusuh juga ya , emang namanya bisa mirip gitu,, emang musuh bebyutan ya Cha sekolah kalian??
    senengnye bisa menang 3 kejuaraan..
    eh, ngomong-ngomong Matt itu sape ? kok tau" ada bule .. hehe

    ReplyDelete
  12. Nonton basket aja gue nggak pernah, apalagi kalau gue yang maen lebih gak bisa.

    Panjang banget postingannya :)
    Hahaha.
    Tapi keren kok, gue suka sekolah lu,sebelum mulai pertandingan menyanyikan lagu Padamu Negeri. Nasionalismenya terjaga. Keren.

    Gue follow blognya yah, jgan lupa follback :D

    ReplyDelete
  13. Wah... liputannya seru abis! Semangatnya benar2 menggelora kerasa sampai Bandung sini lho Cha... :D
    kok fotonya Matt ga ditampilkan? hehe

    ReplyDelete
  14. sepertinya asik ne,,
    /Mmm.. selamat dech buat kamu :)

    ReplyDelete
  15. dikirain kamu ikutan main cha, baru kali ke final dua-duanya menang WOW!

    ReplyDelete
  16. kadang orang tua tuch ngasih kesempatan anaknya untuk jujur dng keadaan...pamitlah kalau memang harus pulang malam

    ReplyDelete