Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berhijab yang Baik Menurut Agama

Assalammualaikum wr wb

Ehem, terkadang saya seperti plonga-plongo ketika ada beberapa teman perempuan yang berhijab. Ada yang memang benar-benar berhijab, ada yang biasa-biasa aja (seperti saya), ada yang berhijabnya anti mainstream (sering banget dijadikan bahan pembicaraan para gossipers), serta ada juga yang berhijab dengan mengikuti trend fashion.

Nah, gambar berikut, saya dapat dari al-fatih studios, tentang hijab syar'i dan hijab berseri.

infografis-hijab 

Begini, yang saya maksud hijab berseri adalah hijab yang modelnya berganti-ganti setiap hari. Seperti gambar berikut;

infografis-hijab

Coba lirik empat gambar yang ada di pojokan. Biasanya cewek yang ngikutin trend hijab style, akan begini:

Hari pertama pake model hijab seperti yang di pojok kiri atas. Membuat jilbab bagian depannya seperti  bergelombang, kain yang biasanya untuk menutupi dahi bagian atas dibuat seperti tertarik miring (temen-temen bilang malah kayak orang yang bener-bener miring).

Hari kedua pake model hijab seperti yang di pojok kanan atas. Intinya, mereka pamer leher. Semua kain kerudungnya dibulet-buletin di atas kepala, tapi lehernya kelihatan, yaa percume dong... Apa bedanya kayak pria bersorban?

Hari ketiga pake model hijab seperti yang di pojok kiri bawah. Wuah, ini mereka sok-sok bersanggul (ngefans Kartini katanya). Padahal kan kalo bersanggul seperti itu malah menyerupai punuk unta (yang nggak dibolehin di Islam).

Hari keempat pake model hijab seperti yang di pojok kanan bawah. Ee buseeet, saya sih sering ngeliat yang kayak gini. Bagus sih, tapi yaa gimana yaa.. model yang seperti ini juga mengundang perhatian kaum bermata jelalatan. Seperti gambar pertama yang menyatakan bahwa hijab bukanlah perhiasan yang menyebabkan muslimah jadi pusat perhatian. Dandanannya menor banget pula. Itu manusia atau badut?

Hari kelima, masih nyari referensi tentang hijab style yang lebih keren. Jadi, untuk sementara, di hari kelima nggak pake kerudung dulu. Yaa, sistemnya kayak warung gitu deh... buka-tutup-buka-tutup.
Ya elaaaaaaaah....

Kita semua tahu, fashion hijab sudah masuk dan ngetrend banget sejak lebaran tahun lalu. Ada seorang perempuan asal Indonesia yang mempopulerkan hijab style, dan salah satu impiannya adalah menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia. Wow, impiannya keren banget.
Tapi yaa gitu, bolehlah kita mengikuti trend hijab, tapi yaa dicermati dulu: apakah syari atau tidak, apakah nantinya dengan kita berhijab seperti model tersebut akan mengundang timbulnya syahwat oleh kaum berhidung belang (11-12 lah sama zebra-cross). Yaa, dipikir dulu lah, pake otak tentunya...

Saya di sini bukan sok-sokan menggurui atau mengajari dengan dalih sok suci, tapi saya hanya menyampaikan apa yang ada dan bagaimana style hijab di mata saya.

Jujur, saya kalau berhijab ya biasa saja, soalnya sejak TK saya sudah berjilbab (karena masuk TK islam serta SD islam), SMP dan SMA juga berjilbab kok, sekarang juga lah...
Tapi dulu waktu SMA, saya tidak terlalu peduli dengan keadaan, kalo sekolah, les, acara keluarga, acara teman yang formal dan nonformal yaa saya berjilbab, kalo sekedar beli makanan di warung sebelah yaa saya lepas jilbab (sama kayak warung yang saya datangi).

Tapi sekarang nggak kayak warung lagi, Insya Allah saya sudah tahu pentingnya berjilbab.

Berjilbab itu enak loooh (yang syar'i tentunya). Nggak digodain cowok-cowok yang berserakan di jalanan, nggak dijadikan bahan pembicaraan dan menjaga tubuh biar nggak tersengat sinar matahari (manfaat lain dari segi kesehatan looh).

Modification hijab itu sebenarnya mereka (kaum berhijab) ingin diperhatikan oleh pria-pria yang diincarnya. Kan banyak tuh ya, cowok yang alim, baik hati dan tidak sombong, yang sukanya sama cewek-cewek berhijab. Ee, sekalinya berhijab malah dibuat berbagai model macam-macam nggak karuan, biar bisa menarik perhatian si pujaan hatinya.
Ada pula yang berhijab syar'i, tapi pakaiannnya ketat banget bahkan berlekuk-lekuk kayak lepet (jajanan orang Jawa).

Ayo deh, mumpung lebaran kurang 3 bulan lagi, mari perbaiki diri, berhijab yang syar'i. Toh, sebenarnya hijab itu berfungsi  untuk melindungi kecantikan dari pandangan mata yang sering nggak berkedip (kadang malah ngiler saking cantiknya wanita yang dipelototin).

Kecantikan itu anugerah, dan harus kita jaga biar nggak musnah.

Nah, foto berikut ini adalah foto saya bersama empat teman kuliah saya. Yang saya tanyakan adalah:
"Apakah mereka (orang-orang di foto ini) berhijab syar'i atau sesuai syariat Islam?"

berhijab-kuliah

Ayo berhijab yang syar'i !
Wassalammualaikum wr wb...


14 komentar untuk "Berhijab yang Baik Menurut Agama"

  1. Wah wah Ocha. Saya mau minta klarifikasien nih Apa yang dimaksud dengan kalimat "berhijab yang biasa biasa saja tuh". Ihihihii Menunggu penjelasan dari Ocha. Uhuiiiiiiiiiiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. nunggu penjelasan koq uhuiii. kan harusnya melongo.

      Hapus
  2. Berhijab syar'i atau sesuai syariat Islam?" Wah agak berat juga nih untuk menjawab pertanyaannya. Soalnya Pemahaman saya terhadap Hijab dalam Agama Islam masih kurang memadai kalau tidak mau dikatakan cetek. Saya masih perlu belajar lagi kepada mereka yang paham hukum Islam. Namun dalam pandangan saya yang awam ini tetaplah mengacu pada ketenrtuan yang berlaku yakni mengutamakan cover atau menutupi bagian terlarang dari seorang wanita terlihat umum dan atau yang bukan muhrimnya

    BalasHapus
  3. yang secara syar'i memang susah dilakukan untuk perempuan modern.
    saya pun menghadapi masalah ini. isteri saya masih pengen yang hijab seksi begitu.
    ya saya sih asyik aja, toh ini kan proses, bukan sebuah langkah kaku, buat saya.

    BalasHapus
  4. alhamdulillah aku berhijab no tabaruj.. berjilbab biasa aja dan udah mulai biasa pakek rok dan kaos kaki.. semoga kita semua tetap istiqomah :)

    BalasHapus
  5. Wah, iya nih sekarang udah mewabah banget fenomena hijab jadi fashion mode di Indonesia. Seakan esensi dari jilbabnya jadi hilang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hilang kayak personil fantastic four kan ya

      Hapus
  6. kewajaran sifat sesseorang yg ingin diperhatikan yg menjadikannya begitu. tampil secantik mungkin.
    maaf, bukan mau menyalahkan seseorang, tapi sejak kemenangan wanita berjilbab di x-faktor, tren jilbab mendadak naik drastis, tapi itu, tampilannya ribet. iseng2, gue buka google ngeklik 'tutorial jilbab fatin' dan hasilnya, kayak gambar di atas itu jilbabnya. publik figur bisa menciptakan tren.

    tapi bukan salah perempuannya juga kayaknya, waktu ke pasar gue tanya jenis jilbab kebanyakan memang yg kayak di atas dan dengan harga murah, sedangkan yg syar'i malah mahal dan dapetinnya susah. namanya juga insting manusia, ga bisa tahan ngelihat yg 'murah'.

    gue senang banyak yg berjilbab, tapi di sisi lain gue juga masang tatapan 'facepalm', celananya masih ketat begitu, bajunya lebar sih, gede banget malah, tapi itu, tipis dan menonjolkan bagian tubuh. tren fashion katanya, gue ngelihatnya saat ini media ingin mengekspose habis-habisan tran jilbab, iya... habis-habisan, sehingga pada hari nanti, orang yg berjilbab mulai bosan (namanya juga tren) dan pengguna jilbab akan benar-benar habis. semoga prediksi gue salah.

    pesan saja. terserah kalian perempuan berjilbabnya karena apa, tapi jangan pernah berniat meninggalkan jilbab dengan alasan apa pun.
    maaf kepanjangan komentarnya.

    BalasHapus
  7. bermanfaat sekali kak artikel nya, menambah wawasan ;)

    BalasHapus
  8. Saya lebih senang menyebut mereka dengan sebutan perempuan yang membalut kepalanya... bukan menutup kepalanya. Bukan berarti saya paling benar, tapi menurut kitab, khimar itu menutupi dada... bukan membalut kepala, meskipun hingga dada..

    Selamat sore mba.. senang membaca tulisannya :)

    BalasHapus
  9. Maaf sok tahu. Tapi menurut ku, biarkan sajalah mereka berjilbab sesuka mereka, yang penting ada niat kan buat nutupin aurat. Hehehe. Ya soal masih bisa ngegoda lelaki, mungkin bukan mau mereka, tapi salahkanlah kaum prianya. Yah tar kalo mereka udah dapet callung atau hidayah, mereka pasti juga berhijab secara benar. Ada baiknya jangan nyinyir. Lebih baik orang yang bersangkutan yang tahu sendiri. Hohoho. Maaf lho yak. ^^

    BalasHapus
  10. salut buat mbak Ocha, dan salut buat mau posting dan mengajak kebaikan sesama wanita muslim
    kalau buat yang gak suka biarkan saja, yang penting sudah saling mengingatkan
    bisa di bilang anjing menggonggong kafilah tetap berlalu
    orang gak suka memang ada di mana mana mbak
    tetap istiqomah di jalan yang benar

    BalasHapus
  11. Untungnya Fenny ga bisa tuh pakai jilbab belibet, yg praktis aja ;)

    BalasHapus