Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Presiden Tak Terdengar (1 of 3)



Assalammualaikum wr wb

Pada akhir pekan bulan Mei lalu, saya dan teman-teman Sobat Pengajar UNEJ Mengajar sedang berada di SDN Bintoro 5 untuk berbagi ilmu kepada adik-adik SD yang kurang mendapatkan pengetahuan dari luar lingkungan mereka.

Kala itu, saya mengajar anak kelas 5 bersama Kak Deka. Menjelang bel pulang sekolah, kami mengadakan kuis tebak-tebakan dengan tema bebas. Tentang penjumlahan, perkalian dan pengetahuan umum.


Kak Deka dan Kak Izza bersama anak kelas 1

Saya ingat betul, saat itu saya menguji mereka mengenai hal sepele, yaitu presiden di Indonesia.

“Adik-adik, siapa presiden Indonesia yang pertama?”
“Soekarno!!!” mereka kompak menjawab. Mereka menjawab sambil berdiri saking antusiasnya.

“Kalau presiden yang kedua siapa?”
*krik-krik*

Saya shock. Shock berat.

“Ya sudah, mungkin kalian belum ingat. Kalau presiden yang ketiga siapa?”
“Gus…Gus…” celetuk salah seorang siswa.

“Bukan…. haduuuuuh…. Presiden yang ketiga itu Habibi. Gus Dur itu yang ketiga…”
“Oooo….”

“Presiden Indonesia yang kelima siapa?”
“Hmmm…”
“Perempuan… rambutnya pendek…”
“Megawati” teriak salah satu siswa. Sungguh, jawaban dia membuat saya senang gembira. Tapi ketika saya melihat ekspresi wajah sebagian siswa, sepertinya ada yang tidak tahu Megawati itu siapa.

“Nah, kalau presiden yang sekarang siapa?”
“SBY !” teriak mereka dengan semangat.

Dalam hati, saya bersyukur senang sekali, minimal mereka tidak melupakan presiden yang sekarang.

“Sekarang, Kak Rossa tanya lagi. Siapa presiden Indonesia yang kedua?”
“Muhammad Hatta!” jawab salah satu dari mereka tanpa dosa. Saya hanya bisa mengelus dada.
“Bukan dik. Muhammad Hatta adalah wakil presiden Indonesia yang mendampingi Soekarno. Presiden kedua Indonesia adalah Soeharto.”
“Ooo…”

Pada hari itu, saya mengambil kesimpulan bahwa bagaimana mereka bisa berkontribusi kepada bangsa Indonesia sedangkan mereka pun masih belum tahu siapa presiden Indonesia yang kedua. Semoga, dengan adanya pengetahuan sederhana mengenai presiden-presiden Indonesia pada hari tersebut mampu membuat mereka mau menjadi salah satu penerus bangsa dengan kemampuannya masing-masing.

Wassalammualaikum wr wb

*ada cerita lanjutan tentang murid-murid di Bintoro, masih dengan kasus yang sama, yaitu Pak Soeharto

11 comments for "Presiden Tak Terdengar (1 of 3)"

  1. Hihihihi.. lucu ya celetuknya. Lah kalau Habibie itu presiden ke berapa Mbak? :D

    ReplyDelete
  2. “Bukan…. haduuuuuh…. Presiden yang ketiga itu Habibi. Gus Dur itu yang ketiga…”

    kayaknya ada kalimat yg typo tuh, hehe.
    Yah kalo masih anak sd emg masih perlu banyak bimbingan lagi sih soal politik, apalagi di masa itu masa2 mereka menikmati masa anak-anaknya

    ReplyDelete
  3. Ngahahaha
    Lucu amat itu para adik-adikk


    Itu typo nggak sih cha?
    di bagian yg nerangin presiden ketiga itu habibi, ditulis juga gusdur itu yang ketiga.

    wkwk
    *jeli

    ReplyDelete
  4. Hehehehe...ama presiden negara sendiri aja gak tau ya mbak, coba mbak tanya ke adik-adik tersebut, siapa Ronaldo itu? pasti pada tahu semua duaaaah hehehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo di Bintoro yang populer pasti Rhoma Irama

      Delete
  5. nggak masalah Mbak. itu kan karena memang jarang disampaikan saja. coba kalo mulai sekarang dibiasakan dengan materi sejarah yang konsisten, pasti mereka bisa. Anak-anak itu, tergantung bagaimana gurunya koq.

    ReplyDelete
  6. xixixixi, untung presiden yang kedua gak di jawab barak obama hahaha.....salam kenal bu dari saya yuli

    ReplyDelete
  7. Presiden yg ketujuh siapa ya...?
    masih ada yg blm terima looh kayaknya...
    :P

    ReplyDelete