Menulis itu Nikmat, Membaca itu Lezat

Konten [Tampil]
Assalammualaikum wr wb

Apa kabar? Maaf baru muncul ke permukaan, hehe

Kini saya hadir lagi dengan penuh semangat, semoga tidak menghilang lagi. Selamat datang kembali kawan, saya suguhkan cupcake di beranda supaya kalian selalu merasa kenyang. Semoga cupcakenya bikin ngiler

Saya punya tagline baru, yaitu “Membaca itu lezat” Saya siap menyambut kawan-kawan blogger dengan sajian tulisan yang selezat cupcake. Semoga pulang dari sini, semuanya pulang dengan perut kenyang dan mulut yang masih ada remah-remah coklatnya, hehehe

foto-jaman-kecil
Rupanya sejak kecil saya suka nulis ya, hmm nulis atau nyoret2 yaa
Ohya, ada yang baru juga nih, alamat blog saya jadi www.kakroos.com (double o yeah). Nggak pindah rumah kok, cuma pindah alamat saja. Semangatnya juga pindah, dari level malas menjadi level produktif. Iyes, saya sedang berproses menggiatkan diri untuk aktif menulis. Tentunya menulis dalam banyak hal, seperti menulis blog (utama), menulis skripsi (penting dan utama), menulis untuk ikut lomba-lomba dan sebagainya. Aktif juga kok menulis di wa, hehehe.

Pada dasarnya, kegiatan menulis yang saya lakukan adalah bertujuan untuk menyampaikan gagasan, uneg-uneg, pemikiran, kegelisahan juga berbagi cerita dan pengalaman.

Dengan menulis, saya merasa lega karena kegelisahan telah tercurahkan meski diiringi buliran air mata. Ya minimal sebagian dari diri saya merasa lega. Berubah wujud menjadi sebuah tulisan yang penuh emosi, berwujud kertas putih maupun kertas maya.

Dengan menulis, pengalaman yang pernah saya alami akan menjadi kumpulan kerapian dari sejuta perasaan di ratusan purnama. Momen-momen itu terekam komplit dan masih hangat di ingatan. Suatu hari nanti, saya bisa membuka lembara manis pahit itu dengan kadar yang masih sama alias pas.


Dengan menulis, saya dapat berbagi. Tentunya berbagi hal-hal yang saya punya, yaitu ide, pengalaman, cerita dsb. Jadi, cerita atau kisah-kisah itu nggak akan saya pendam sendiri, melainkan saya sampaikan kepada teman-teman sebagai bahan pelajaran atau sumber inspirasi. Aamiin…

Menulis dengan tangan sendiri, nikmatnya terasa. Hati merasa lega, plong. Otak juga nggak repot-repot banget untuk menyimpan segala memori, hehehe. Emosi menjadi terkontrol. Dan tanganpun jadi lemah gemulai, ihiiiir

Nggak hanya menulis yang memberi kenikmatan, melainkan membaca juga melezatkan. Dengan membaca, saya mendapatkan buanyak ilmu dan inspirasi. Pun banyak manfaat yang saya dapatkan dari membaca, salah satunya adalah mengobati kehausan. Saya cukup greget untuk membaca tulisan orang-orang. Saya suka membaca tulisan yang adem-adem. Suka juga kok sama tulisan yang bernuansa semangat 45 merdeka!!!

Membaca itu merupakan stimulus buat saya. Penyemangat di kala sedang buosan. Keindahan di dalam sebuah kamar. Obat di kala sedang sakau akan tugas-tugas yang merajelala (meskipun cuma baca 1 lembar, hehehe). 

Berkelana ke sana ke mari alias blogwalking adalah salah satu hal seru yang saya nanti-nanti dan saya tunggu-tunggu di sela waktu luang. Menikmati alur bacanya, menyamakan frekuensi kegundahannya, mengimajinasikan ide-ide fantasinya, juga tertular semangatnya yang luar biasa. Nggak jarang, saya merasa kagum dan menaruh hormat kepada kawan-kawan blogger yang super powerfull.

Kini, saya sedang dalam tahap proses belajar membaca bahasa inggris. Maksudnya mencoba membiasakan diri untuk membaca artikel atau berita yang berbahasa inggris, supaya mata ini terlatih dan nggak shock lihat tulisan berbahasa inggris, hehehe.

Saya sampaikan terima kasih buanyak kepada ayah saya yang menularkan hobi membaca. Ketika kecil, sering sekali saya melihat ayah sedang asyik membaca buku. Dari situ saya juga jadi doyan membaca. Apalagi saat SMP, yang pulang sekolah Cuma sampai jam 1 siang, lalu nganggur, maka pada jam-jam nganggur itu saya bunuh waktu dengan membaca berbagai ragam bacaan kece badai di Taman Baca Masyarakat yang dekat dengan rumah. Dari TBM, saya mengenal buku Sang Pemimpi, Edensor, Ketika Cinta Bertasbih dan buku-buku lainnya. Entah kenapa sampai saat ini saya belum baca buku Laskar Pelangi, hehehe. Eh, tapi bukan suatu keharusan kan?

Setiap orang itu pasti punya hobinya masing-masing. Yang berhobi membaca, pasti punya jenis buku favorit, tentu punya juga buku favorit yang dijaga. Saya ada sih, buku favorit yang masih saya jaga, yaitu buku karangannya mbak Hanum Salsabila Rais, yaitu 99 Cahaya di Langit Eropa dan Bulan Terbelah di Langit Amerika. Kedua buku itu saya jaga dan simpan rapi di toko buku G*amedia dan T*gamas, hehehe, alias belum beli. Mungkin ada yang mau memberikannya kepada saya???

Sekian tulisan yang saya cicil beberapa minggu karena saking sibuknya nggarap tugas kuliah, semoga tulisan ini bermanfaat. Terima kasih telah sudi mampir. Semoga kawan-kawan merasa kenyang, hehehe.

Wassalammualaikum wr wb

Related Posts

Posting Komentar