Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bagaimana Lebaran?


Assalammualaikum wr wb

Selamat pagi…. Selamat merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1437 H.

Taqobbalallahu minna wa minkum taqobbal ya karim… minal aidin wal faidin… mohon maaf lahir dan batin.

Teman-teman, maafkan saya yaaa, maafkan kesalahan saya dalam bertutur kata, maafkan saya yang seringkali merasa sok benar dan sok iyes padahal juga tidak luput dari kealpaan. Maafkan tindakan saya yang serba di luar kendali. Maafkan juga lidah saya yang cukup tajam. Maaf juga, saya ngucapinnya baru di hari ke-7 lebaran >.<

Sebagaimana momen-momen lebaran sebelumnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah sholat idul fitri. Kami berempat (ayah, ibu, adek, saya) dengan mengendarai mobil, biasanya akan melaksanakan sholat idul fitri di stadion semeru Lumajang. Ayah suka di sana, soalnya penceramahnya enak. Hmm, luas pula, jarang-jarang sholat di lapangan, >.< 

Tapi, karena kami galau jam subuh yang sampai jam 4.30 (biasanya jam 4 maka sholat ied jam 6), menyebabkan kami galau juga perihal jam sholat ied. Hmm, kami sih sudah siap, tinggal ayah yang mbuleeet ndak karu-karuan. Jadinya, kami terlambat di tempat sholat yang diinginkan, mereka sudah rokaat pertama. Sedangkan kami belum jalan menuju lapangan, belum parkirnya dan printilan lainnya. Yasudah, kita langsung cus ke masjid terdekat yang mengadakan sholat idul fitri. Kami Alhamdulillah bisa langsung bersiap untuk sholat ied.

Sesampainya di rumah, ibu langsung memohon maaf ke ayah. Lanjut saya yang memohon maaf ke Ayah, lalu Ibu. Diikuti adik juga. Hmm, ketika saya maupun adek meminta maaf ke ayah, hmm ayah nggak ngomong apa-apa sih. Ekspresinya juga datar. Beda dengan Ibu yang mewanti-wanti ini dan itu. Apalagi saya terhadap adik yang mau minta maaf, beuh colekannya warbiyasaaaah !!

Apa kabar baju baru di hari lebaran? Hmm, setahu saya, memakai baju baru di hari lebaran itu nggak wajib sih, melainkan memakai baju terbaik. Nah, baju terbaik sih banyak yang dipunya, tapi ya begitulah, cocok-cocokan. Saya dan adek menggunakan baju yang berumur 3 tahun lalu, sedangkan Ibu dan Ayah mengenakan baju baru yang kece abiiis. Ya sudah, kita sebagai anak mengalah lah yaaaa…

Ayah sama Ibu nih, pada nggak mau difoto
Lalu kemanakah kita akan pergi silaturahmi pertama kali? Selalu ke rumah Mbah Uti di Tempeh (nenek dari pihak Ibu). Di sana bertemu sanak saudara beserta printilan kecil-kecil lainnya. Setelah salam-salam dan sungkem-sungkeman, kita akan masuk ke acara intinya yaitu makan-makaaaaaan… yeaaah… makan ketupat, lontong, opor ayam, tahu tempe disantan. Beuh, mantap dah di sana.

Ini lagi ngobrol-ngobrol di rumah Bude Sukis
Setelah puas makan, lalu mampir ke rumah sebelah, yaitu rumahnya Bude Sukis. Di sana ngobrol-ngobrol, main-main sama manusia baru di keluarga kami, yaitu baby Fatim. Dilihat-lihat, baby Fatim ini puersis Mbah Uti. Sama-sama bibirnya nyaprut. Sama-sama ada hmmm sesuatu yang kayak punuk di punggung atasnya. Gerakan alisnya juga sama kayak Mbah Uti. Lucuuuu banget. Baby fatim ini kayak miniaturnya Mbah Uti. Kalo lagi ngeliatin baby Fatim, jadinya inget sama Mbah Uti. Mbah Uti ngangenin siiiih…

Baby Fatim persis Mbah Uti, hehehe
Setelah ngobrol-ngobrol, kami silaturahim ke adiknya Mbah Uti, yaitu ke rumah Mbah Upik, lalu ke rumah Mbah Mun, dan terakhir ke rumah Mbah Slamet yang tersebar di kecamatan Tempeh. Siang harinya, kami ke rumah orang tuanya Mbak Puja, yaitu di Pasrujambe. Beuh, dingin bangeeet. Lantainya dingin bangeeeet… Sedingin hatinya ortu pada calon menantu…. Eaaa… baper dah..

Hmmm, cukup sekian ya cerita hari pertama lebaran saya. Cukup simple. Adat tahunan kalo ini mah. Tapi, entah setahun atau dua tahun lagi, adat lebarannya apa sama ya? Kan ada… hmm…. Suami…. Eaaaaa >,<

Teman-teman, sekali lagi, saya mohon maaf ya atas ucapan saya yang setajam parang sampai menembus ulu hati, terkadang memang sengaja atau nggak sengaja, semuanya tentu di luar kendali, maafkan yaaa…

Ini cerita lebaran simple saya, lalu bagaimana cerita lebaran teman-teman???

Wassalammualaikum wr wb…

2 comments for "Bagaimana Lebaran?"

  1. Maafkan lahir batin juga mbak, wah seru sekali lebarannya kalau saya mah tidak begitu mbak, dan saya hanya ditempat saya saja karena saudara saya pada jauh jauh rumahnya jadi tidak akan selesai walaupun waktunya 3 hari.

    ReplyDelete
  2. Ke MBah uti wajib dan menjadi kunjungan pertama. Makan sepuasnya. Itu ,bah utinya masih muda ya ?
    Mohon maaf lahir batin ya ??

    ReplyDelete