Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Indonesia Indah Karena Dijaga Islam

Assalammualaikum wr wb

Bergetar rasanya mendengar dan membaca kisah 212 yang  digelar di Jakarta ๐Ÿ˜ญ. Merinding๐Ÿ˜ฅ. Setiap baca ulasannya, air mata minta jatuh, nggak kuat terbendung. Sungguh luar biasanya Islam dan rakyat Indonesia.

Saya tidak mengikuti aksi damai 212 yang diadakan di Jakarta beberap hari yang lalu. Saya berdiam diri di kosan. Saya tidak dapat pergi ke sana dikarenakan tentu tidak ada restu dari Ibu untuk berangkat ke sana. Kemudian saya siap live streaming sholat jumat akbar dari kosan. Saya ingin menyaksikan detik demi detik kisah perjuangan rakyat Indonesia dalam menjaga keutuhan Al-Qur'an.

Saya bukan orang pandai atau agamis yang faham tentang golongan Islam maupun ilmu fiqih. Saya hanyalah seorang nasionalis, yang mendadak galau ketika Pak Ahok tiba-tiba menyebut surat Al-Maidah ayat 51 di orasinya. Nggak hanya menyebut  sih, tapi berkata jangan mau dibohongin pake surat Al-Maidah ayat 51.

Lah ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ


Cukup kaget sih ketika tiba-tiba dia ngomong begitu. Saya mencoba berpikiran positif, mungkin beliau keceplosan. Tapi lah kok keceplosannya malah bawa-bawa nama surat sih. Kalau keceplosan itu kan kata-kata yang sering ada di bawah alam sadar. Begitu kan ya? Berarti selama ini beliau selalu memikirkan ayat itu dan tiba-tiba dikeluarkan ketika orasi. Kalau bukan keceplosan, yaa berarti sengaja. Sengaja menistakan ayat Al-Qur'an. Juga menistakan kami sih yang setiap hari membaca Al-Qur'an dan menjadikannya pedoman hidup.

Cukup galau juga sih karena saya juga cukup mengagumi beliau semenjak beliau menjadi wagub untuk mendampingi Pak Jokowi, karena Jakarta akan punya pemimpin baru yang hebat dan berbeda.
Saya juga bersyukur bahwa akhirnya Pak Ahok sempat menjadi gubernur Jakarta, dengan tidak melalui pencalonan atau pilkada, melainkan amanah karena Pak Jokowi maju menjadi presiden. Kalau beliau terpilih dari pilkada, maka umat muslim akan berdosa.

Cukup senang karena beliau sempat memimpin Jakarta, mampu memperbaiki infrastruktur dan kedisplinan aparat meskipun harus melalui bentakan atau pencopotan jabatan apabila tidak patuh dan displin. Sudah cukup Pak Ahok membenahi Jakarta sampai tahun 2017. Selanjutnya, Inshaa Allah perlu adanya pembangunan masyarakatnya untuk ikut merasa memiliki Jakarta dan memeliharanya dengan baik.

Saya sempat kasihan sih, ketika Pak Ahok yang sebegitu baiknya, tiba-tiba terjerat kasus ini. Istilah mulutmu harimaumu sangat terasa. Umat Islam melakukan aksi damai jilid 1, 2 dan 3. Sebelum aksi damai bela Islam jilid 3, Pak Ahok dan Pak Anies sempat diundang ke matanajwa sebagai calon gubernur (Pak Agus berhalangan datang). Mereka berdua ditanya, "Bagaimana suasana hati?" kira-kira begitu pertanyaannya, saya lupa. Lalu Pak Ahok menjawab, hmm... saya lupa... intinya, bahwa suasana hatinya sedang tidak baik karena ia sering mendengar semua gara-gara ahok. Ya, beliau mengucapkannya sendiri. Lalu, beliau meminta maaf kepada masyarakat karena telah melukai perasaan umat Islam. Cukup gagap dia mengatakannya, karena harus berbesar hati untuk meminta maaf dan mengatakan bahwa dirinya salah. Video selengkapnya bisa dilihat di sini.

Hmm... saya mengakui bahwa cukup banyak orang yang menghina Islam melalui gerakan sholat yang diubah, nggak pake baju saat sholat, nginjek dan robek-robel Al-Qur'an. Tentunya umat muslim geram segeram-geramnya ๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค , mereka diadili di lingkunganya, lalu disebar di media sosial supaya tidak ada lagi yang berani melecehkan Islam.

Sama halnya seperti Pak Ahok yang melecehkan surat Al-Maidah ayat 51. Sayangnya, beliau adalah seorang public figure, yang juga menjadi calon gubernur Jakarta. Duh, jadi banyak masalahnya. Umat Islam meminta Pak Ahok diadili, dijatuhi hukuman karena tidak sepantasnya menghina agama.

Maka, terjadilah aksi damai bela Islam jilid 1, 2 dan 3. Saya tidak begitu mengijuti aksi damai jilid 1 dan 2. Yang jilid 2, saya hanya tahu tanggalnya 4 November atau 411. Kemudian, saya sangat menanti-nantikan aksi damai bela Islam jilid 3.

Jumat itu, saya streamingan. Saya stay di fb nya ustad Yusuf Mansur, kompas tv dan tv one. Saya, yang orang Islam pun kagum dengan saudara-saudara seiman yang berangkat ke Jakarta. Sebelum Jumat itu, saya sudah melihat video viral tentang santri dari Ciamis yang rela berjalan kaki dari Ciamis ke Jakarta karena bisnya ditahan. Kemudian saya cari di google maps, sejauh apa sih Ciamis ke Jakarta (soalnya saya nggak tahu Ciamis itu dimana). Eh ternyata Ciamis itu mepet Jawa Tengah loh ya. Wuuuh, jauh banget.




Juga saya terkagum-kagum dengan banyaknya uluran tangan yang siap memberikan sarapan, baju ganti, minuman di jalan yang dilewati para santri. Aksinya sungguh luar biasa.

Pada hari Jumat, orang-orang berbondong-bondong datang ke Monas untuk aksi damai dengan sholat Jumat. Monas penuh full, sampai jalan Thamrin, meluas ke tugu Tani. Warnanya putih-putih. Terkumpul orang baik yang berjuang membela Islam. Semua kalangan berdatangan, ada yang memberikan minuman gratis, nasi bungkus gratis, sajadah gratis. Juga tersedia colokan gratis untuk ngecas hape. Ada layanan pijat gratis. Subhanallah.
Foto kiriman tausiyahku (@tausiyahku_) pada


Semua kalangan datang. Dari yang mualaf, orang kantoran, artis, juga para penyandang disabilitas. Duuuuh, mereka siap membela Islam walaupun dengan merangkak.


Sholat jumatnya duuuuh....
Saya sempat berpikir, bagaimana mereka wudhunya padahal mau sholat Jumat? Dan yang mau wudhu adalah 7 juta orang. Ternyata Allah mengirimkan hujan yang tidak cukup deras  untuk umatnya berwudhu langsung.


Saya juga sempat berpikir, sah kah sholat di jalanan? Aaaaah, semuanya jadi sah. Kalau ada ulama yang mengatakan, tidak boleh sholat di jalanan, itu tidak berlaku.

Sungguh, indaaaaah sekali. NKRI yang penuh keberagaman, tetap ada dan kuat sampai sekarang karena dijaga oleh agama Islam. Umat muslim di Indonesia sangaaaat indah. Saya terharu menyaksikan video-video yang menyebar di instagram dan facebook. Indah. Sangaaat indah. Kisah-kisah yang meliputi aksi 212, sangat menggetarkan hati. Tak mampu saya menceritakan satu persatu.
 
Sampai kini pun, saya pantau kisah-kisah di balik 212 via instagram. Tetep keceh-keceh pokoknya...
Luar biasa...

Sungguh, Islam itu Indah. Indonesia juga indah karena dijaga Islam.

Wassalammualaikum wr wb




Foto kiriman tausiyahku (@tausiyahku_) pada

2 comments for "Indonesia Indah Karena Dijaga Islam"

  1. Aku juga merinding liat video-video aksi damai 212 kemaren. Masya'Allah, ada rasa terharu dan bangg karena masih banyak sekali umat muslim yang peduli akan agamanya :')

    ReplyDelete
  2. Semoga umat islam bersatu dan menyatukan

    ReplyDelete