Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Debat Pilgub Jakarta

Assalammualaikum wr wb

Jumat yang lalu, saya tahu bahwa akan ada siaran langsung debat pilgub DKI Jakarta. Tapi saat itu saya terlalu lelah sehingga memaksakan diri untuk tidur. Nah, kebetulan sabtu paginya saya kosong, lalu menyempatkan waktu untuk menonton televisi dan kebetulan juga sedang disiarkan ulang debat malam sebelumnya.

sumber gambar

Senang siiih bisa dikasih kesempatan nonton, meskipun nggak lihat siaran langsungnya. Tapi yaaa minimal saya sebagai warga negara Indonesia tahu-tahu dikitlaaah tentang calon pemimpin ibu kota Indonesia.

Reaksi saya?


Wuaw, cukup mengecewakan siiih. Calonnnya saling menjatuhkan. Itu sih yang saya tangkap secara garis besar. Saya lebih suka debat presiden Jokowi-Prabowo yang tidak saling menjatuhkan. Beuh, kalo di debat pilgub ini, menjatuhkannya itu pake bangeeet. Nggak nyangka aja sih, saya kira akan lebih bersahabat 😆

Saya cukup kaget bahwa Pak Anies cukup sengit dalam menyerang lawan paslon lainnya. Saya kira beliau nggak seperti itu, nggak sekasar itu sih ngomongnya. Kecuali kalo Pak Ahok yang bilang, "Jawaban Bu Sylvi nggak nyambung", ah udah biasa. Lah kalo Pak Anies? Kaget sayaaa 😅

Merasa lucu siiih, dengan paslon 1. di segmen2 terakhir, sesi pertanyaan, eee malah Pak Agus diem aja, pengutaraan jawaban disampaikan oleh Bu Sylvi. Heran siiih, kok bukan Pak Agus yaa yang menjawab 😂😂 dominansinya itu looh kelihatan. Kelihatan kalo nggak paham 😆

Jujur sih, saya juga nggak paham dengan hal-hal teknis yang disampaikan oleh mereka-mereka. Bener-bener nggak faham dah. Tahunya bahwa Pak Ahok dan Pak Anies sepakat jawaban Bu Sylvi nggak nyambung 😂

Ada yang aneh juga siih,  ketika Mbak Ira Koesno memberikan pertanyaan terakhir, yaitu "apakah bersedia untuk menolak tawaran atau bujukan untuk menjadi capres?"

Pada paslon 3, Pak Anies bersedia menjawab. Pada paslon 1, Pak Agus bersedia menjawab. Sedangkan pada paslon 2, lah kok malah Pak Djarot yang njawab, harusnya kan Pak Ahok yang njawab. Saya sampai kucek-kucek mata, barangkali saya salah melihat. Eh bener, Pak Ahok cuma ketawa-ketiwi dengan pertanyaan tersebut. Duuuh aduuuh, Pak Ahok pengen jadi presiden? Wah, gawat nih 😆

Jika boleh menilai, berdasarkan debat tersebut, siapakah paslon yang paling berkompeten untuk memimpin Jakarta? Jelas, jawabannya Pak Ahok. Tidak memungkiri siiih, bahwa beliau berpengalaman menjabat gubernur Jakarta selama 5 tahun, makanya jawabannya bagus-bagus dan lengkap disajikan dengan data serta langkah teknisnya yang ia kuasai. Sebenarnya, kalaupun Pak Anies dan Pak Agus pernah menjabat sebagai gubernur Jakarta, yaa mungkin hasilnya akan sama, yaitu sama-sama faham bagaimana ngurusin Jakarta secara real.Secara nggak langsung, Pak Ahok telah mencuri start duluan karena beliau pernah diberi amanah untuk mengurus Jakarta dengan tangannya.


Ketika saya berdiskusi dengan Ibu saya, jelas Ibu mendukung Pak Ahok. Ibu melihat dengan kinerja nyata yang dilakukan Pak Ahok (tentu melalui layar televisi 😆) dan juga mendengar jawaban paslon lain yang kurang greget atau memberikan langkah teknis. Yaaa, pilihan boleh berbeda, tetapi tetap lah yaaa... suara Ibu juga nggak akan diperhitungkan saat pemilu, hehe...

Kalau saya siiih... jelaaaas... memberi tanda silang pada cagub yang non muslim. Khawatir. Saya khawatir apabila ia menjadi pemimpin yang dominasinya umat muslim, malah memporakporandakan akidah warga Jakarta yang sudah berbudaya ketimuran.

Juga udah jelas kan yaa kalau kita dilarang menjadikan orang kafir sebagai pemimpin. Jadi ya sudah jelas. Teman-teman saya yang non muslim, seringkali share pernyataan Pak Ahok saat debat. Memang bagus. Bagus banget pernyataan beliau. Tapi yaaa... tetap lah yaa... umat muslim dilarang memilih pemimpin non muslim, soalnya sudah jelas tertera di Al-Qur'an. Tapi kembali lagi sih kepada pemilihnya, yaitu warga Jakarta.

Saya menyadari bahwa suara saya tidak akan berpengaruh terhadap hasil pemilukada DKI Jakarta karena saya bukan warga Jakarta. Tetapi, mempelajari dan kepo-kepo dikit tentang calon pemimpin ibu kota justru adalah hal yang harus saya ketahui, karena ini tentang pucuknya Indonesia.

Keenam calon tersebut, orangnya kece-kece, bagus semua, terutama di bidangnya. Pak Agus di bidang militer, Bu Sylvi di bidang kesehatan, Pak Ahok di bidang infrastruktur, Pak Djarot di bidang perpolitikan, Pak Anies di bidang pendidikan, dan juga Pak Sandi di bidang ekonomi. Udaaah, kece-kece semua. Kalau mereka dijadiin satu, melebur jadi satu, makin kuatlah Jakarta 💪



Sudah yaa, segini aja pemikiran saya tentang hasil debat pilgub Jakarta.

Nggak usah dimasukin dalam hati, isinya agak ngawur, soalnya asli dari orang yang ngawur.

Wassalammualaikum wr wb




Post a Comment for "Debat Pilgub Jakarta"