Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Foto Instagramku

Assalammualaikum wr wb

A picture worth thousand words

Sebuah gambar menceritakan lebih dari satu kata.Begitupun juga dengan foto-foto yang sengaja dipublikasikan di media sosial, salah satunya adalah instagram.


Sejujurnya, saya jarang mengunggah foto di instagram, karena banyak kekhawatiran yang dikhawatirkan 😆😆. Kekhawatiran itu adalah... hmm khawatir dicap sombong atau pamer, soalnya medsos itu kan tempatnya pamer. Tapi saya juga nggak munafik bahwa tentu terbersit rasa pamer ketika saya akan mengunggah foto di instagram. Apalagi teman yang difollowing dan follower adalah teman-teman yang sudah saling mengenal. Duuh yaa, makin pengen pamer dah, hahaha


Saya siiih, lebih senang mengunggah foto di blog, lengkap dengan narasinya. Why?? Karena hanya sedikit teman yang tahu tentang blog saya. Palingan juga yang mampir ke blog saya adalah orang-orang yang jarang mengenali saya, yang berada jauh dari Lumajang-Jember. Jadi, rasa pamer itu nggak gede-gede banget.

Sejauh ini, instagram lebih saya fungsikan untuk mencari hiburan, ngelove postingan teman-teman, cuci mata sehingga bikin laper mata dan kantong kering, juga untuk media promosi kalau lagi ikutan lomba blog, hehe 😂. Makanya, saya cuma follow 207 orang, dengan diikuti 362 orang. Sebagian followersnya palingan juga akunnya sista-sista jualan, hehe... Inipun, foto yang diunggah hanya 57 sejak 2 tahun yang lalu, duuuuh 😏


Di balik setiap foto yang kita bidik lalu diunggah ke instagram, tentu menyimpan sebuah kisahnya tersendiri, entah itu suka, duka, maupun haru. Nah, dari 57 foto, ada 3 foto yang berkesan menurut saya. Apa sajakah itu? Bolehlaaah, baca di sini...

1. Potret keceriaan anak-anak di SD Sumbermujur 4 Lumajang




Setahun yang lalu, pada 15 Agustur 2015, saya diberi amanah untuk survey lokasi SD untuk kegiatan Kelas Inspirasi di daerah Candipuro. Sesuai arahan dari diknas, kami mendatangi SD Sumbermujur 4. Sekolahnya sepi, hiruk pikuk karena sedang dalam proses belajar mengajar. Sekolahnya cukup bagus, rapi, bangunannya cukup baru, namun ada beberapa lokal yang tak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kemudian saya masuk ke salah satu kelas, yaitu kelas 5 yang berjumlah 11 orang. Sedikit ya. Saya datang, bagaikan artis 😆. Saya menyapanya, mereka membalas dengan sapaan yang lebih hangat. Sangat hangat di cuaca dingin kala itu. Saya bertanya sebentar, "gurunya kemana?". "Keluar", jawab mereka. Mereka diberikan sebuah tugas untuk dikerjakan.

Lalu saya memberikan ice breaking untuk mereka, yaitu Tepuk Semangat. Wuaaaw, antusias mereka luar biasa ketika saya mengajak mereka untuk tepuk semangat.

Ah, kemanakah saya selama ini? Berbagi pendidikan di tanah orang, ee tanah sendiri tak terjangkau. Cukup hina ya.

Maka, dari sini, saya tersentuh hati untuk lebih bersedia menemani anak-anak Lumajang, mengukir mimpinya agar menjadi nyata.

Tak lupa, saya mengajak mereka untuk berfoto, lalu melihat hasilnya bersama-sama. Yaa, ini merupakan foto terbaik di antara foto lainnya. Yang lainnya pada ngeblur semua, hahaha.

Foto ini, merupakan foto terakhir mereka bersekolah di SD Sumbermujur 4, karena sebulan kemudian sekolah tersebut harus diregroup sebab muridnya sangat sedikit. Foto ini sangat spesial, karena merupakan momen pertama saya menelusuri SD di kota kelahiran saya, juga menjadi momen penutup sekolah yang kini tak lagi ada.

2. Membersamai anak-anak Jail Schooling


Saya senang karena pernah mendapatkan kesempatan untuk membersamai anak-anak Jail Schooling, yaitu anak-anak di bawah 17 tahun yang tinggal di lapas (lembaga pemasyarakatan) Jember. Lapas yang katanya menyeramkan, ternyata nggak semenyeramkan itu. Justru mereka ramah. Justru mereka mengajarkan banyak hal kepada saya.

Kedatangan saya seminggu sekali untuk memberi materi Fisika, bukanlah hal yang saya prioritaskan, melainkan saya hanya ingin menemani mereka 2 jam dalam seminggu. Untuk menjadi teman mereka yang bisa datang ke ruangannya, mengetahui perkembangan mereka, sedikit-sedikit juga mengetahui masalah mereka.

Hingga 6 bulan lamanya, tuntas sudah saya mengabdi, peran saya akan digantikan oleh para pengajar angkatan ketiga. Satu persatu, anak didik saya telah keluar dari lapas karena masa tahanannya telah habis.

Pada Februari 2016, ada undangan untuk reuni bersama para pengajar dan anak didik. Nah, hari yang dinanti telah tiba. 1 Maret 2016, saya datang ke lokasi walaupun hujan-hujanan. Lalu mata tak henti berkaca-kaca ketika melihat mereka satu persatu. Masih lucu. Masih sama dengan yang lalu.

Ketika berbincang, saya senang mendengar cerita bagaimana mereka kini. Mereka sudah mulai bangkit, terinspirasi, dan bersedia untuk melanjutkan hidup yang lebih baik. Keren-keren dah pokoknya.

Sampai kini, saya masih berkomunikasi dengan mereka. Datang ke rumahnya, berkabar via messanger, telponan, dll. Sampai kini, saya harus mengawal keberadaan mereka. Saya masih harus membersamai mereka.

3. Sebait yang Menguatkan


Ini hanya hasil screenshoot yang sumbernya saya lupa dan terlupa, hehe. Diunggah pada 17 April 2016. Maknanya sangat mendalam bagi saya. Mampu mendongkrak semangat saya yang saat itu merasa bahwa dunia perbloggeran sangat sepi, padahal sayanya aja yang kurang rajin blogwalking, hehe

Sebait ini menjadi pengingat saya, bahwa mengunci ingatan itu penting. Apalagi saya hanyalah manusia yang mudah sekali lupa, namun ingin sekali mengingat hal-hal maupun peristiwa penting, duuuh.

Dengan sebait tulisan yang entah dari mana, mampu menguatkan saya untuk semakin percaya diri dalam menulis. Dengan menulis, saya bisa mengunci ingatan. Dengan menulis, saya bisa mengasah otak. Dengan menulis, saya bisa belajar bicara. Dengan menulis, saya bisa merekam momen-momen penting dalam hidup saya. Dengan menulis, saya bisa memberi manfaat bagi pembaca yang kesasar. Dengan menulis, saya berharap bahwa cucu saya bisa mengenal saya lebih banyak.

.....

Nah, itu dia, 3 foto instagram dengan momen terbaik versi saya 💃💃

Lalu, bagaimana denganmu? Ayo ceritakan di blogmu, saya juga pengen tahu, hahaha
Yuk yuuuk, sekalian ikut giveawaynya Kak Hani...


Tulisan ini diikutkan dalam Hani Widiatmoko First Giveaway Kisah Foto Instagramku

Wassalammualaikum wr wb



4 comments for "Kisah Foto Instagramku "

  1. ayo dong belanja di olshop gw di IG: yukbelanjapintar
    Murah2 lohhhhh starting from 100K to 245K. Baju designer ternama di RT 010 loh sis. Hahahahahaa

    ReplyDelete
  2. Berati aku tukang pamer banget yyaaa kak ros 😂

    ReplyDelete
  3. Kalau di @nitalanaf kebanyakan yang follow bukan sista2 olshop tapi akun ceker setan, cendol susu, cafe ini, coffeeshop itu, karena memang saya seringnya upload makanan, haha...

    ReplyDelete
  4. Hallo Mba Ocha...makasih sudah ikut ga saya...

    ReplyDelete