Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Di Ujung Galau

Assalammualaikum

Membahas skripsi itu nggak ada habisnya ya, sampe pusing sendiri buat mikirin si skripsi. Sampai hari ini pun belum kelar perkara. Malah seperti di ujung galau. Kegalauan yang amat luar biasa.

Wajah saya hopeless ketika udah janjian sama dosbing tapi ditunda
Sejak awal tahun 2016 lalu, saya sudah mengajukan judul skripsi, pun sudah dirombak berulang kali bersama Pak Wahyu. Hingga pada akhirnya, saya mendapatkan ACC dari beliau pada akhir september.



Kemudian saya menghadap Bu Yuni, beliau pembimbing 1. Saya berharap beliau menepati janjinya semula, bahwa apabila dosbing 2 acc mala beliau akan langsung ACC.

Lah kok ternyata enggak. Saya harus menghadapi dua kali revisi kecil, lalu revisi besar. Di akhir oktober itu, rumusan masalah saya diganti, yang berakibat gantilah bab 123 dan teorinya nggak cocok sama saya. Usulan bu yuni pernah diterapkan oleh kakak tingkat, saya baca, tapi justru saya merasa aneh.


Apalagi bulan november, adalah jadwal saya untuk penelitian, padahal belum seminar proposal. Kan gak mungkin kalau saya penelitian dulu lalu sempro.

Pun kalau proposal saya dirombak lagi, maksudnya produknya, cukup susah untuk mengintegrasikan dengan materi yang bener-bener pas. Sebelum menghadap bu yuni saat itu, saya sudah memberikan 2 pilihan bagi saya sendiri. Jika hanya revisi kecil, maka saya akan melanjutkan penelitian tersebut. Namun jika saya mendapat revisi besar, maka saya akan mundur dari penelitian tersebut dan mencari judul baru.

Akhirnya, saya telah memutuskan, berdamai dengan masa lalu. Kemudian saya menemukan sesuatu yang baru, yaitu videoscribe, yang inshaa Allah bisa saya taklukkan.

Selama nov-des-jan saya mencicil pembuatan proposal, tanpa bimbingan, karena produk saya belum selesai. Baru selesai kemarin ini, itupun cuma satu pertemuan 😢.

Sebenarnya saya sedih siiih, melihat teman-teman bisa sempro lebih awal dari saya, duuuh. Terkadang, saya berpikir, haruskah saya kembali ke penelitian lama? Saya tidak tahu, galau jawabnya.

Pun sampai saat ini. Pak wahyu nggak mau menerima saya, harus menghadap bu yuni dulu. Sedangkan bu yuni sibuk melulu. Sudah menjadwalkan bimbingan, tapi ditunda. Ditunda lagi. Duuuh...

Lelah sih lelah....

Tapi lebih lelah Ibu sama Ayah yang nyari nafkah untuk menguliahkan saya.

Maafkan Bu...  Yah...

Doakan supaya saya segera bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu

Aamiin

Wassalammualaikum wr wb

3 comments for "Di Ujung Galau"

  1. aamiin semoga cepet lulus dan move on ke kegalauan berikutnya:p

    ReplyDelete
  2. Yang penting jangan pake kata "pengaruh" dan "analisis" ... :) *saran

    ReplyDelete
  3. aduh klo ingat skripsi rasanya kepala saya ngilu
    tapi.. klo udah kelar dan yudusium rasanya ploong. tetep fokus aja mbak. semoga sukses

    ReplyDelete