Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ngabdi Untuk Prodi

Assalammualaikum wr wb

😰😰 Badan masih meriang... kedinginan... ingus meler melulu... haduuuuh... efek kerja bakti kemarin. Sampai sekarang, tubuh masih belum sehat juga. Lalu teringat bahwa dengan menulis, hormon stres akan berkurang dan kekebalan tubuh makin bertambah. Maka, hari ini saya putuskan untuk menulis, setelah beberapa hari hiatus menulis 😂

Para pejuang kerja bakti yang kumus-kumus
Badan saya rapuh begini karena dampak dari kerja keras yang diwujudkan dengan kerja bakti. Manja banget ya badan saya 😂. Ohya, saya mau cerita nih, asal muasal kerja bakti yang dititahkan oleh kaprodi saya.

Begini ceritanya...


Tahun ajaran baru ini, kaprodi saya berganti, yaitu Pak Bambang, dosen keren kece yang sangat memotivasi. Beliau yang punya SSC sekaresidenan besuki, mobilnya 15 😂😂 Jumlah yang fantastis siiih di kawasan Jember. Jadi, dengan dijadikannya pak Bambang sebagai kaprodi, diharapkan ia bisa mengatur lalu lintas perprodian di Fisika menjadi lebih baik dan fantastis layaknya ia memimpin sebuah lembaga bimbingan belajar.

Diskusi terbuka bareng Pak Bambang (captured by Novita)

Sejak beliau menjadi kaprodi, banyak hal-hal revolusioner yang beliau lakukan, salah satunya adalah pemanfaatan ruang prodi semaksimal mungkin. Bila terdapat ruangan yang tidak digunakan, maka akan digunakan oleh prodi lain. Maka dari itu, kita akan mempertahankan ruang-ruang kelas di prodi Fisika untuk dimaksimalkan dengan sangat optimal.

Nah, salah satu caranya adalah membenahi sarana dan prasarana yang ada. Maksudnya, penataan ruang, bongkar-bongkar isi lemari dan barang-barang yang tergeletak begitu saja.


Lalu, siapa saja yang dikerahkan? Mahasiswa. Kalau bukan mahasiswanya yang peduli, lalu siapa lagi yang bisa peduli dengan prodinya?  

Pak Bambang menghimbau para mahasiwa, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh Semester Pendek untuk kerja bakti. Kerja baktinya akan digilir. Misalnya, hari ini adalah mahasiswa yang menempuh padat, besoknya yang menempuh termodinamika, dst.

Jatah beberes untuk mahasiswa kelas lain


Mendapat amanah seperti ini, yaaa bersyukur juga sih, soalnya nggak ada kuliah, tapi diganti dengan kerja bakti yang sampe jam 3 sore. Teman-teman banyak yang mengeluh, tapi tak sedikit juga yang siap untuk beberes, ngabdi untuk prodi, kapan lagi?

Yeah, pada hari Rabu kemarin, adalah jadwal kita untuk kerja bakti 😷. Perkuliahan padat ditiadakan saat itu, tapi diganti dengan kerja bakti. Mengenakan baju bebas, disarankan pake baju olahraga atau yang nyaman. Eeeee, temen-temen masih ada yang kerja bakti dengan kostum ala Fisika, lengkap dengan sepatu vantovelnya 😭

Perhatikan! Ada 3 cowok yang kerja bakti dengan mengenakan seragam lengkap: hem, celana kain, dan sepatu vantovel

Perihal kerja bakti dan bersih-bersih... hmm... saya... alergi... debu... 😂😂


Saya juga sering bersih-bersih kok di rumah. Ya meskipun saya tahu kalau saya alergi debu. Ketika saya bersih-bersih rumah, saya sudah pasang masker dan pake kacamata. Lalu, benteng tersebut hanya mampu melindungi saya selama 2-3 jam saja. Selanjutnya ya tetap, bersin-bersin, wahing-wahing, sampai mata memerah, gatal-gatal 😅

Ini pun, saya bondo nekat untuk kerja bakti. Apapun rintangannya, akan tetap saya jabanin. Teman-teman kebagian mbersihkan ruang dosen yang baru, sementara saya beres-beres dokumen di ruang kaprodi. Ber-AC shaaaay... jadinya kedinginan, padahal alergi dingin. Di ruang kaprodi pun, debunya bertebaran, saya pun kena debu, lalu alergi debu, mata saya memerah. Mata merah, hidung meler, lengkap syudaaaah....

Siang hari, kami beristirahat dulu, yaitu sholat. Nggak mungkin sholat di masjid, soalnya bajunya kotor, harus ganti baju di kosan. Lalu, sekitar jam setengah satu siang, saya kembali ke kampus untuk kerja bakti 💪

Saya segera membereskan dokumen-dokumen di ruang kepala laboratorium, lalu menata banyak meja dan perkakasnya di ruangan baru, yaitu ruang elektronika. Subhanallah, capek bangeeet...


Kemudian, kita mengakhiri kerja jam 3 sore, sembari menunggu presensi, kita ngobrol-ngobrol. Banyak kok yang dibahas. Seru-seruan juga...

Para pasukan kerja bakti, stay sampe jam 3, kumus-kumus

Lalu saya pulang, dan tepar. Mau tidur, tapi jadinya ndredeg, ya saking capeknya. Tidur malam pun saya juga ndredeg. Rasa capeknya masih belum berhenti. Flu. Demam. Duuuuh 😷😷

 Cukup sekian yaaa tulisan saya malam ini, saya mau lanjut blog walking 💁


Doakan saya supaya segera sembuh yaaaa

Wassalammualaikum wr wb

8 comments for "Ngabdi Untuk Prodi"

  1. DUH SAKIT2 MASIH RAJINN BW ROS?
    *kepencet capslock dan males ngulang lg bahahaha
    syafakillah ya

    ReplyDelete
  2. Semoga lekas sembuh :)
    Salam kenal -tatat

    ReplyDelete
  3. Mobil 15, ya Allah. Banyak amat kayak punya gue. Bedanya, punya gue mobil-mobilan hot wheels. Wqwq. Satu aja nggak kebeli, itu 15. Gila. Gila.

    Btw, cepet sembuh! Aamiin. :D

    ReplyDelete
  4. serius mobil kaprodinya 15? koaya roaya :')))

    cukup bagus juga ya idenya, biar berguna juga ruangannya dipake gak jadi sarang hantu wkwk...

    btw, cepet sembuh.. \o/

    ReplyDelete
  5. waaa cepet sembuh ya ka ross :((
    btw kata2 kaka "dengan menulis, hormon stres akan berkurang dan kekebalan tubuh makin bertambah" bener bgt loh hahaha :D

    ReplyDelete
  6. Beres2 saya paling males banget. Kalau kerja bakti sih enak juga, jadi saya ngerjainnya dikit aja, haha...

    ReplyDelete
  7. semangat ya kerja baktinya
    kemarin saya juga habis bedah2 ruangan sekolah
    kalau ruangan bersih jadinya enak buat aktivitas

    cepat sembuh mbak

    ReplyDelete
  8. Baru mampir di blog ini. Sy kok seneng baca tulisannya hehe. Salam kenal kak :)

    ReplyDelete