Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengawali Maret dengan Senyuman Lebar

Assalammualaikum wr wb

Senaaang sekali... Doa saya terwujud. Dikabulkan pada saat yang tepat. Membuat Ibu sumringah dan bahagia tak terkira.

mengawali-maret

Hmm, begini kisah mulanya. Beberapa pekan lalu, saya mulai mengkhawatirkan Ibu yang pantang mencari karywati selama saya belum kuliah S2. Iya, Ibu memanfaatkan anaknya banget untuk jadi karyawan tokonya 😅 Tapi ya kalau dipikir-pikir, saya nganggur juga sih, memang enggak nyari kerjaan dan memang menanti kuliah S2.

Sepekan lalu, saya fix dinyatakan masuk kuliah pada pekan depannya, yaitu esok hari. Saya senang, Ibu apalagi, namun Ayah kaget. Hahaha. Iya, Ayah kaget saat tahu bahwa saya dapat beasiswa S2 dan bebas UKT, hehehe.

Setelah dinyatakan sebagai mahasiswa pascasarjana, barulah Ibu memasang pengumuman "Dicari Karyawati" yang ditempel di etalase depan toko. Selama empat hari memasang pengumuman tersebut, saya belum mendapatkan tanda-tanda bahwa akan ada seseorang yang melamar menjadi karyawati. Yang ada hanyalah... orang-orang yang menanyakan perihal lowongan karyawati saja.

Hal ini membuat saya khawatir tak karuan. Ya gimana nggak bingung ya, tanggal 1 saya akan ke Jember, kuliah dan ngekos di sana. Sementara, Ibu akan menjaga toko sendirian, mulai jam 6 pagi sampai jam setengah 5 sore tanpa ditemani siapapun. Saya mana tegaaa 😭

Hari-hari menjelang keberangkatan saya ke kota sebelah, saya banyak-banyak berdoa, yang isinya adalah Ibu segera mendapatkan karyawati. Sudah, itu saja. Receh kan doanya? Tapi kalau nggak dikabulkan... masalahnya nggak recehan 😅

Pagi tadi, Ibu sudah berjaga di toko mulai jam 6 pagi. Sedangkan saya baru muncul pukul 6.10. Saat memasuki toko, saya melihat seorang perempuan berperawakan oke yang berdiri di belakang etalase bersama Ibu. Siapa itu? gumam saya. Saat itu saya belum ngeh kalau dia adalah karyawati barunya Ibu.

--Baca juga: Menemani Ibu Setiap Weekend

Tak berapa lama kemudian, otak saya langsung meneriaki bahwa dia adalah karyawati barunya Ibu dan hal itu membuat mata saya berbinar-binar, senyum di bibir tersungging lebar, lalu secara spontan saya berceletuk sembari menggoda Ibu "Ciyeee.... punya karyawati baru... ciyeee" 😂

Saya tak henti-henti menggoda Ibu yang sok-sok nggak tergoda oleh ciye-ciyean dari saya. Sampai akhirnya Ibu nggak tahan lalu tertawa lepas.

Setelahnya, Ibu bilang "Ibu loh nggak tahu nama mbaknya siapa?"

Huuu kaaah... Ibu kebiasaan niiih... Nggak kenalan dulu, malah langsung nyuruh mbaknya kesana kemari tanpa panggil nama.

Maka saya menanyakan nama si mbak karyawati tersebut. Nining namanya. Lalu Ibu meng-ooh-kan jawabannya.

karyawan-toko-ibu
Ibu dan Mbak Nining
Pagi itu, Mbak Nining langsung mendapat tugas banyak, hehehe. Disuruh bantu Ibu bersihkan etalase dan mengatur posisi etalase + mesin fotocopy. Sebabnya, karena akan ada etalase baruuu 💃

Setelah semuanya beres, Ibu dan Mbak Nining istirahat. Namun hari itu, Ibu terlihat beda. Saya merasa bahwa Ibu senaaaaang banget. Senang bahagia tak terkira. Ya mungkin karena sudah ada karyawati yang menemaninya untuk menjaga toko. Mengingat bahwa mencarri dan menanti karyawan/karyawati baru itu tidaklah mudah. Bahkan, pernah kami mendapatkan karyawati baru setelah satu bulan lamanya kami memasang pengumuman.

--Baca juga: Berharganya Sebuah Waktu

Mendapatkan karyawan-karyawati ini serupa mendapatkan jodoh. Kalau belum jodohnya, dia nggak akan datang. Namun kalau sudah berjodoh, wuah jelaslah ia akan datang pada waktu yang tepat dan melengkapi kebahagiaan kita. Siaaaaah 😆

Rencananya, siang hari saya akan berangkat ke Jember. Meninggalkan Ibu dan Ayah dalam beberapa waktu. Padahal cuma Lumajang-Jember ya, tapi kangen-kangenannya sudah menjadi-jadi. Terlebih lagi kepada Ibu.

Beberapa hari belakangan, saya sering banget meluk Ibu, nyendel-nyendel Ibu, melihat wajah Ibu, juga memanggil nama Ibu sampai Ibu merasa risih dan grebeken 😅 Yaa, mumpung Ibu masih ada di depan mata, maka dipuas-puasin lah ngeliatin dan ngegoda Ibu, sebelum nantinya beralih ngeliatin dan ngegoda suami. Hehehe

Wassalammualaikum wr wb


-ditulis pada 1 Maret 2018-

6 comments for "Mengawali Maret dengan Senyuman Lebar"

  1. Hubungan ibu dan anak yang luar biasa...

    ReplyDelete
  2. Selamat menempuh S2 nya kak. Waa seru bgt ya ibunya punya toko 😃

    ReplyDelete
  3. Nanti karyawati barunya disaat waktu senggang menjadi blogger jg :)

    ReplyDelete
  4. Suami banget ya cha

    XD

    Aduh enaknya.
    Aku dong udah setahun gak pulang (Sejak lebaran tahun lalu)

    kangen minta ampunnnnnn sama rumah dan ibu :'(

    Bener itu. Puas-puasin dulu selagi bisa wkwkwk
    Jadinya kuliah dimana ya cha, aku lupa?

    Selamat yaaa
    and Good luck!

    ReplyDelete
  5. puas puasin dech sebelum kangen berat melanda :D

    ReplyDelete
  6. Set dah pengen nikah banget Cha... Ih mantep lah udah sekolah S2 ajaaa... aku juga pengen...

    ReplyDelete