Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentingnya Long Weekend Untuk Kesayangan

Assalammualaikum wr wb

Saya tidak tahu bahwa ternyata long weekend begitu berharga. Ketidaktahuan saya ini didasari oleh orang-orang sekitar saya yang seringkali bekerja Senin-Sabtu, lalu libur pada hari Minggu dan tanggal merah saja. Kalau misalnya Jumat adalah tanggal merah, maka kita diberi kesempatan istirahat sehari, lalu lanjut masuk kerja/sekolah pada keesokan harinya. Orang-orang mencandainya dengan sebutan Harpitnas - Hari Kecepit Nasional. Istilah ini sudah saya kenal sejak SD, yang sering galau karena Jumat sering tanggal merah, tapi Sabtunya tetap masuk, padahal sekolahnya cuma sampai jam 10 pagi.

Berbeda dengan orang-orang yang bekerja Monday to Friday. Kalau hari Jumat adalah tanggal merah, wuiii bisa libur pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Lumayan tuh liburan 3 hari melepas penat dari tumpukan kerjaan di kantor. Alokasi waktu 3 x 24 jam itu cukup banget buat seharian leha-leha di rumah, seharian beres-beres rumah, dan seharian ngumpul sama teman. Puas banget kan ya?

Long weekend tentu akan lebih berharga apabila kita ada niatan untuk pergi ke tempat jauh, yang membutuhkan perjalanan hampir 12 jam, juga waktu inap 2 malam. Puas lah ya, hari pertama perjalanan pemberangkatan, malamnya sampai lokasi dan nongki-nongki sebentar, lalu hari keduanya ke tempat wisata seharian penuh, kemudian esok paginya perjalanan pulang supaya sore atau malamnya sudah sampai di kediaman untuk beristirahat. Puas kan? Apalagi yang ditemui adalah orang terkasih. Uwuwuwuwwww~~~

Dulu, bagi saya long weekend adalah biasa saja. Nothing special. Alasannya sederhana, karena saya sering pulang ke rumah, dan karena keluarga saya liburannya adalah saat liburan semester. Kalaupun mau ke rumah Mbah Uti, ya tinggal berangkat ke sana pada hari Minggu, perjalanan cuma 30 menit, hehe. Kalau mau main sama keponakan yang masih lucu-lucunya, ya tinggal cus berangkat ke perumahan dekat rumah. Hal-hal yang bagi orang lain adalah penting, bagi saya justru adalah hal receh yang sering saya lakukan. Maka jangan heran, kalau saya merasa biasa saja terhadap long weekend. 

Namun kini saya telah merasakan bahwa long weekend begitu berarti. Hal ini bermula ketika dia datang dalam kehidupan saya. Pada long weekend Imlek bulan lalu, dia datang menemui saya sambil explore Lumajang. Lalu, pada hari Minggu sebelum dia kembali melakukan perjalanan pulang, kami sarapan bareng dulu. Sarapan pagi itu merupakan saat-saat terakhir sebelum ia pergi lagi untuk waktu yang sangat lama.

Usai sarapan, dia membuka-buka kalender yang dipajang di dinding rumah makan. Dia mencari tanggal merah hari Jumat atau hari Senin. Iya, mencari long weekend. Tujuannya? Supaya kami bisa bertemu lagi~~~

--Baca juga: Rasanya Ditinggalkan dan Meninggalkan

Kalau bukan long weekend, ya belum tentu kami bisa berjumpa. Maka, sejak saat itu, saya paham tentang betapa berharganya long weekend.

Long weekend Paskah akhir Maret kemarin kami bertemu lagi. Dan seperti biasa, saat sarapan pagi hari ketiga sebelum dia kembali melakukan perjalanan pulang, dia membuka kalender lagi, mencari-cari kapan long weekend datang.

Long weekend ada lagi pada bulan Agustus. Ah ternyata cukup lama ya. Tak apalah, dinikmati saja. Terkadang, merindu itu seru~~~


Lalu, bagaimana dengan long weekendmu kemarin? Seru kah? Di rumah aja? Atau kemana?

Wassalammualaikum wr wb

6 komentar untuk "Pentingnya Long Weekend Untuk Kesayangan"

  1. Aaaa kalo long weekend tuh ga suka, soalnya semua orang libur [dasar egois -_-] kwkwkw. Sudah 4 tahun ini, selama kuliah, Jumat libur mulu. Jadinya gak begitu ngerasain sih euforia long weekend. Dan kalo libur tanggal merah lumrah (jumat sabtu minggu), enaknya di rumah aja gegulingan sama adek2 xD

    BalasHapus
  2. Long weekend biasa aku gunakan untuk berpergian, baik itu ke tempat wisata atau ke alam seperti naik gunung. Tapi untuk kemarin aku gunakan untuk istirahat, karena banyak juga yang harus dikerjakan..hehe

    Apapun kegiatannya disaat long weekend, harus tetap di syukur :)

    BalasHapus
  3. Buat orang yang sudah disibukkan dengan dunia pekerjaan, dapet tambahan libur sehari aja udah seneng banget lho. Apalagi ada tanggal merah di kalender. Wah bakal puas banget itu waktu buat berleha-leha di rumah atau sekedar liburan bareng orang tersayang. Yah meskipun Agustus depan, baru bisa ketemu lagi, setidaknya kan sekarang sudah bisa video call'an. Rindunya jadi nggak seberat rindu Milea ke Dilan, kan? *halah! opotokie?

    BalasHapus
  4. Ah kirain artikel self improvement ternyata curhat cinta-cintaan. Ketipu gue. Udah ketipu, masih aja dibaca sampai habis. HAHAHA!

    By the way, gue sendiri karena pacar kerja di retail yang jadwal liburnya seenak jidat atasan (suka-suka bosnya aja gitu lho mau karyawan libur hari apa nggak punya jadwal tetap), jadinya jadwal pacaran agak amburadul. Huhuhu.

    Tapi kalau bahas long weekend, iya emang penting sih. Long weekend is meaning hibernation. Hahahaha.

    BalasHapus
  5. Ciyeee sing bar long weekend-nan..

    Btw..
    Kok sing dipasang mung bayangan tok neng..? Gek podo koyo story instagramku biyen eh.. haha

    BalasHapus