Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cita-Cita Masa Kecil

Assalammualaikum wr wb

Saya heran, kenapa orang-orang sering bertanya kepada anak kecil dengan pertanyaan yang belum tentu mampu ia jangkau, contohnya adalah: "Cita-citanya mau jadi apa?" atau "Kalau sudah besar, mau jadi apa?"

 😅

Padahal kan anak kecil belum tentu tahu kalau mereka suatu hari akan menjadi 'besar' atau dewasa, lalu harus bekerja demi menghidupi dirinya sendiri.


Namun kenapa orang-orang yang katanya dewasa itu masih belum memahami bagaimana pemikiran anak kecil? Padahal kan dulu mereka pernah menjadi kecil

Mungkin alangkah lebih baik kalau pertanyaannya diganti: "Hobimu apa nih?". Ketika anak kecil sudah menjawab tentang hobinya, maka orang dewasa tahu dia sukanya apa, lalu bisa terus menyemangati si anak kecil untuk menseriusi hobinya.

Hmm, kalau si anak kecil belum tahu tentang 'hobi', ya coba pertanyaannya diganti begini deh: "Kamu sukanya main apa nih?" Nah, pasti dijawab tuh. Oh ya, 'main' di sini jangan dikonotasikan negatif. Proses bermainnya anak kecil itu ya proses belajarnya.
---

Sepertinya hal saya dulu, yang sepertinya tidak punya cita-cita. Saya nggak ingat sih cita-cita saya apa. Kalaupun mau mengingat-ingat masa kecil, hmm sepertinya yang saya ingat hanyalah Teletubbies. Saat kecil itu saya sadar bahwa saya nggak mau jadi Teletubbies ketika besar nanti. 😏

Ketika TK dan SD, sepertinya saya nggak punya cita-cita. Ya mungkin saya pernah menuliskan cita-cita di biodata ala-ala yang dibikin di binder jaman dulu. Tapi sungguh deh, mungkin cita-cita saat itu hanyalah sebatas angin lalu saja. Lah buktinya nggak ada yang saya ingat sampai sekarang. Berarti nggak ada yang berkesan kan?

Menjadi Relawan

Nah, ketika saya SMP, suatu hari saya menonton tayangan di televisi tentang orang-orang berompi oranye yang sedang menolong korban bencana banjir dengan menggunakan perahu karet. Saya menontonnya dengan seksama. Saya terkesima dengan perbuatan orang-orang tersebut. Lalu, saat itu secara tak langsung saya bergumam, "Saya ingin jadi seperti dia".

Di mata saya, mereka kereeen banget. Siap sedia membantu orang yang sedang kesusahan, apalagi dalam suasana tragis dramatis seperti itu. Huuuu pokoknya keren banget.

Sebenarnya cita-cita mengenai relawan ini pernah saya bahas di tulisan saya sebelumnya. Rencananya mau saya tulis di sini, tapi kok saya kehabisan kata-kata yang mampu membuat hati saya bergetar ya 😅

Ya udah lah ya, teman-teman baca saja ceritanya di tulisan saya yang ini: Ternyata Menjadi Relawan Adalah Mimpi Saya Saat Kecil. Di situ ada cerita tentang proses saya menemukan kata relawan, memaknai relawan, dan memiliki kekaguman besar terhadap para relawan.


Di situ, saya bilang bahwa mimpi saya menjadi relawan sudah tercapai. Iya, memang sudah tercapai. Yaitu menjadi relawan dalam bidang pendidikan yang sudah saya taklukkan semasa kuliah.

Tetapi saya ingin lebih. Masih ada mimpi tentang kerelawanan yang belum saya capai. Yaitu menjadi relawan kebencanaan atau turun lapangan ke lokasi kejadian. Maunya sih relawan bencana gunung meletus. Eh tapi bukan relawan untuk evakuasi atau yang harus menurunkan orang-orang dari atas ke bawah, melainkan relawan untuk trauma healing atau yang terkait dengan anak-anak korban bencana di tempat evakuasi. Saya ingin menemani dan menumbuhkan keceriaan mereka lagi. Sesederhana itu.

Dulu pernah sih, ada tawaran untuk menjadi tim trauma healing di Gunung Agung Bali. Tapi saat itu saya nggak bisa karena waktu yang tidak memungkinkan. Padahal kesempatan itu sudah ada di depan mata. Tapi ya sudah lah, mungkin belum waktunya untuk mendapatkan mimpi itu. Inshaa Allah suatu hari saya akan mendapatkannya

Tim Kreatif Majalah

Dulu saat SMP, saya suka banget baca buku. Tetapi lebih dari itu, saya lebih suka menulis tentang hal-hal yang sudah saya baca. Tulisan di majalah atau koran yang menarik perhatian saya, saya tulis ulang di binder. Iya, saya menyalin persis sama dengan aslinya. Sementara gambar-gambarnya saya dapatkan dari hasil menggunting gambar yang ada di majalah atau koran. Jadinya, saya punya majalah versi saya sendiri. Sampai sekarang majalah ala-ala saya itu masih ada. Hahaha.


Kala itu pernah terbersit mimpi untuk menjadi tim kreatif dari suatu majalah. Yaa bagian pemberi ide, pengolah ide, dsb untuk menghasilkan majalah yang keren. Saya pengeeen banget jadi tim kreatif di suatu majalah.

Lalu, akankah mimpi itu terwujud???

Hmm, anggap saja sudah 😅

Saat SMP dan SMA, saya mengelola majalah dinding. Yaa saya dan teman-teman berhasil menghidupkan majalah dinding yang hampir sayu kala itu.


Tetapi saya belum puas dengan hal yang saya lakukan. Dalam tim tersebut, bagian saya adalah lebih kepada mengolah beragam ide dari teman-teman. Bukan sebagai pencetus ide brilian yang cetar membahana banget, hahaha. Ya mungkin karena keilmuan kreatif saya masih sedikit, jadinya saya masih berguru kepada teman-teman saya.

--Baca juga: Mading Edisi 1 (tulisan 7 tahun lalu, yang masih alay tipis-tipis)

Akan tetapi saya berproses banyak hal dari sana. Saya bersyukur banget pernah terlibat dengan teman-teman yang kreatifnya nggak ketulungan. Kalau boleh sombong sedikit, selepas dari menjadi bagian dari tim majalah dinding, tangan saya cukup luwes untuk menggunting-gunting kertas, mewarnai, atau membuat sebuah hiasan yang oke (versi saya). Saya cenderung lebih berani untuk mengekspresikan diri dan memanfaatkan apa yang ada untuk menghasilkan hal yang kreatif.

Rasa berani untuk berkreatif, Alhamdulillah terbawa sampai saat ini. Dan saya sangat sukaaaa 💃

Lalu kini haruskah saya memperjuangkan mimpi saya untuk menjadi tim kreatif majalah?

Hmm, anggap saja sudah lah yaa...

Sudah cukup kok. Sudah terganti dengan ngeblog. Ya kan mengurus blog pribadi boleh dibilang menjadi tim kreatif untuk blog sendiri. Hahay 😆
 ---

Itu sih cita-cita masa kecil saya, yang saya syukuri keberadaannya. Cita-citanya receh sih, tapi hasil yang saya dapatkan dari menggantungkan cita-cita tersebut ke langit tentunya nggak recehan ~~~

Btw, boleh juga nih baca tulisan kawan saya dengan tema yang serupa, yaitu oleh Damar Gumilar tentang Cita-Cita Masa Kecil.

Lalu, bagaimana dengan kamu? Adakah impian yang pernah kamu agung-agungkan saat kecil? Boleh tulis di kolom komentar~~~

Wassalammualaikum wr wb

16 komentar untuk "Cita-Cita Masa Kecil"

  1. ciri-ciri orang berhati mulia nih, ingin jadi relawan he...tersentuh hati ingin menolong sesama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Inshaa Allah 😁😁

      Hapus
  2. Kalau aku dari kecil pengen jadi guru. Entah mulanya seperti apa. Mungkin benar katamu bhwa saat kecil ketika ditanya cita2 itu mayan jdi pertanyaan berat , mungkin juga aku dulunya hanya ikut2an karena cita2ku kerap berubah. Yang pasti aku pengen gitu akhirnya jadi guru dan alhamdulillah sekarang jdi guru. Masih butuh belajar banyak juga jafi guru , newbie hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah
      Jadi guru kan emang keren 😃😃

      Hapus
  3. Kalau saya dari dulu ingin jadi relawan. Tapi sampai saat ini belum kesampaian. Sebenarnya ingin ikut atau gabung ke tim sar. Tapi kira-kira diterima kagak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmm nanti aja kalau butuh relawan tambahan. Biasanya ada

      Hapus
  4. Kalau ditanya cita-cita, cita-cita saya mah berubah-ubah. Pernah pengen jadi guru - polisi - dokter. Tapi makin kesini malah cita-cita yang saya impikan makin nggak jelas. Ending-endingnya malah terjun ke dunia desain grafis. But, i like it!

    Relawan? Dari SMP-SMA-Kuliah, alkhamdulillah saya ikut PMR sama KSR PMI. Ya, bisa dibilang pernah lah "turun" buat ikutan tugas ke lapangan jaga-jaga event atau uapcara sekolah. Tapi kalau turun ke bencana, belum pernah sih. Alkhamdulillah, daerah Purworejo sama Solo waktu itu aman dari bencana. Pernah sekali mbantu di PMI Solo pas Solo kena banjir, tapi tim dari KSR UNS jatahnya ngurusi dapur umum. Kalau yang terjun langsung (evakuasi, dsb), sudah dari PMInya langsung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku di kampus gak ikut KSR, soalnya... hmmm lebih mirip2 pramuka. Hahaha

      Hapus
  5. Jadi rupaya seorang Gigip ketinggalan info tentanf emoji ya (nyambung dari post kemarin).

    Wah Kak Ros ini emang udah keren sejak SMP ya? Salut!

    Gue? Apa ya, sama kayak Wisnu Tri. Berubah-ubah 😂😂 pernah pengin jadi pilot, pemain sepak bola, anak band, anak motor balap di sirkuit, tapi nggak ada yang kesampaian. Faktor nggak fokus aja sih hahahaha.

    Pernah punya band, tapi bubar. Sebelum rilis lagu. Kampret emang teman2 band itu.

    Cita-cita sekarang? Kayaknya jadi content creator aja lah biar nggak jauh-jauh dari kegiatan saat ini 😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha... Banyak juga cita2mu Gip 😃😃

      Jadilah content creator yang baik ya, yang mengharumkan nusa dan bangsa 😃😃

      Hapus
  6. Kalo ditanya cita-cita masa kecil dulu aku kecil selalu jawabnya ... pengin jadi kayak superhero Batman .. hahaha 😂
    Ortuku sampe kesel dan ngga mau tanya2 lagi apa cita2ku.

    BalasHapus
  7. hai ocha~ iya nih sebagai blogger zaman old aku juga jarang aktif ehehe

    BalasHapus
  8. Kalo aku dulu cita-citanya pengen jadi dokter.
    Tapi ternyata aku takut ama darah manusia.
    So... nggak jadi deh dokternya.

    BalasHapus
  9. Wa'alaikumsalam..
    Ngomongin cita-cita sewaktu kecil sampe SD kuat banget pengen jadi pilot. Entah deh kenapa seringnya mendengarkan para pilot jatuh kok jadi takut jadi pilot lagi.. :D

    BalasHapus
  10. Yen aku pengen dadi superman..

    Alhamdulillah,
    sak ora-orane enek sing ngomong mirip suparmen... wkwk

    BalasHapus