Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kampung Warna Jodipan Malang Rumah Bergaya

Assalammualaikum wr wb

Hampir sebagian orang pasti mengenal kampung warna-warni di Jodipan kab. Malang. Terkenal karena ia berhasil mengubah kampung kumuh yang biasa banget, menjadi sebuah kampung penuh warna. Warnanya estetis banget. Menarik. Keren. Sangat cantik bila dilihat dari berbagai sudut 🌈


Main ke Kampung Warna Jodipan Malang

Agustus lalu, saya berkesempatan bermalam di Malang untuk mengantar Adek ke stasiun. Seharusnya saya menikmati waktu luang dengan stay di hotel atau menunggu di stasiun. Namun saya memilih travelling tipis-tipis. Bersama Adek, saya mengukuhkan diri untuk singgah ke Jodipan.

Ternyata, keindahan dan kekerenannya benar adanya. Terlihat amat cantik dari atas jembatan. Wujudnya ya seperti yang di tv-tv dan medsos. Rumah-rumah dicat sedemikian rupa, termasuk atapnya juga dicat. Jadi tampak berwarna bila dilihat dari atas jembatan.

kampung-warna-jodipan-malang

Akses Jalan ke Kampung Warna Jodipan

Kampung warna ini masih di daerah kota, yang juga kawasan padat penduduk. Jaraknya cuma 2 km dari Alun-Alun Merdeka Malang. Jadi akses jalannya aman. Bisa dilalui oleh mobil dan sepeda motor. Tapi kalau sudah masuk kampungnya, sepeda motor harus diparkir.

Turun dari mobil ojek online, kami melangkahkan kaki untuk masuk ke kampung warna-warni Jodipan. Sudah disambut dengan kemeriahan aksesoris yang terbentang di langit-langit gang. Namun langit gang yang terhias hanya sekitar 5 meter. Setelahnya, langit gang adalah sedemikian adanya, seperti biasanya.

kampung-warna-jodipan-malang

HTM Kampung Warna Jodipan Malang
Harga tiket masuknya sangat terjangkau. Cuma 3ribu rupiah. Itupun kita juga menerima gantungan kunci/tas yang Jodipan banget. Memang receh sih, cuma dari kain flanel yang dibentuk menjadi aneka rupa buah, sayuran, boneka, dsb. Tapi ini keren. Beda 😎

Enggak sekadar memberikan selembar kertas kecil. Melainkan menggantinya dengan gantungan kunci yang bisa banget dibilang sebagai oleh-oleh. Tanda bukti bahwa kita habis main-main ke kampung Jodipan.

kampung-warna-jodipan-malang

Btw, seringkali banyak orang yang lolos tidak membayar tiket. Biasanya ngaku mau ke rumah teman, supaya enggak membayar. Tapi warga Jodipan justru lebih cerdas. Beberapa warga sudah stay di titik strategis, untuk cek pengunjungnya sudah bayar tiket atau belum. Tanda dia sudah bayar tiket adalah dengan menunjukkan gantungan kunci tadi. Hmm, gimana? 😏


Rumahnya Berwarna dan Bergaya


Seperti yang terlihat, bahwa enggak sekadar atapnya saja yang dicat. Justru setiap sudut rumah dicat warna. Pada beberapa dinding yang tampak luas, malah diberi gambar mural. Sangat menarik untuk berfoto di depan lukisan mural tersebut.

Sebagaimana adanya kampung ya, meski sudah terkenal, Jodipan ini ya masih terasa kampung. Khas dengan jemuran yang menjuntai kemana-mana. Khas dengan teras rumah warga yang sepetak. Khas dengan gang-gangnya yang sempit. Tapi gang-gangnya kini penuh warna. Membuatnya kian meriah 🎊

kampung-warna-jodipan-malang

Lewati Jembatan Kaca

Jembatan kaca ini merupakan spot favorit yang harus dikunjungi para wisatawan untuk mampir ke kampung Jodipan di sisi lain. Iya, kampungnya dipisahkan oleh sungai dengan debit aliran kecil. Tapi dipisahnya enggak jauh-jauh kok, supaya enggak kangen-kangen banget.

Jembatan kaca ini enggak sepenuhnya terbuat dari kaca. Seperti jembatan lainnya, bangunannya terbuat dari logam besi, yang spesial dicat kuning. Sementara kacanya ada di lantai dasar jembatan.

kampung-warna-jodipan-malang

Meski enggak seluruh lantai terbuat dari kaca, tapi ya kaca segitu cukup bikin merinding. Saya was-was banget sama kacanya. Masio was-was tapi diliwati ping pindo, hadeeeeh (Meskipun was-was tapi dilewati dua kali 😅)

kampung-warna-jodipan-malang

Sungai Bersih yang Instagramable

Menelusuri setiap sudut gang, membuat kami menemukan jalan untuk mampir ke sungai. Sungai Brantas dengan debit kecil. Saat itu sedang kemarau, jadi wajar sih ⛅

Sungainya bersih. Membuat kami merasa nyaman untuk berfoto dan menikmati Jodipan dari sisi bawah. Juga, warganya sudah mendesain tampilan Jodipan dari sisi bawah dengan menambahkan tulisan identitas, yang berbahan dasar botol bekas (terlihat dari jauh).

kampung-warna-jodipan-malang

Sepertinya, Jodipan sisi bawah ini merupakan spot foto saya yang paling favorit. Soalnya sepi. Pengennya sih di jembatan tadi, tapi ramai. Maunya juga foto di depan mural-mural, tapi banyak orang lewat. Jadinya foto di sini deh. Cukup instagramable kok 📷

Warga Kampung Jodipan Juga Berdaya

Saat kami menelusuri gang-gang untuk keluar dari kampung warna-warni Jodipan, kami dikejutkan dengan pemandangan yang memukau. Ibu-ibu sedang duduk santai di teras rumahnya, sedang sibuk membuat gantungan kunci yang terbuat dari kain flanel. Iya, yang dibuat gantungan kunci tadi.

Kegiatan tersebut menjadikan Ibu-Ibu produktif. Tentu tidak dipungkiri juga bahwa ekonomi mereka meningkat. Hal seperti inilah yang saya suka. Enggak cuma rumahnya yang didesain untuk meningkatkan derajat sebuah kampung. Melainkan juga warganya dibuat berdaya dengan produktifitas yang mampu meningkatkan perekonomian mereka 💸

kampung-warna-jodipan-malang


Perilaku Warga yang Kian Membaik

Yang membaik enggak cuma perekonomian, melainkan perilaku warganya. Dulu, warga suka sekali buang air di sungai. Jadinya banyak bokong yang berbaris rapi di tepi sungai. Membuat sungai jadi kotor.

Namun kondisi berubah setelah negara api menyerang banyak wisatawan datang berkunjung ke kampung mereka. Mereka malu. Jadinya kini mereka memanfaatkan toilet umum dengan baik dan semestinya. Secara enggak langsung, wisata kampung warna-warni Jodipan, mampu membenahi perilaku warganya. Alhamdulillah... 💕


kampung-warna-jodipan-malang

Keren ya. Jodipan dan seluruh isinya, termasuk warganya, pejuang cat rumah, pelukis mural, dan pemkotnya... semuanya keren.

Mampu mengindahkan pemandangan, mengembalikan badan air ke fungsinya, juga membaikkan perilaku warganya. Semua sisinya keren. Pantas diacungi jempol 👍

Ingin saya mampir ke Jodipan lagi bersama keluarga besar. Enggak ragu kalau datang ke sana lagi. Semoga disegerakan.

Lalu, kamu? Kapan mampir ke kampung warna-warni Jodipan di Malang?

Wassalammualaikum wr wb 💓
Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

10 comments for "Kampung Warna Jodipan Malang Rumah Bergaya"

  1. Wah harus ditiru neh, mengubah warna kampung, sehingga mengubah kebiasaan yang buruk sekaligus mengubah perekonomian mereka jadi lebih baik

    ReplyDelete
  2. Waktu kesana kan hari Senin, aku pikir bakal sepi. Eh ternyata di belakang kami datang serombongan pelajar (empat bis besar!). Jadinya ributt kali wkkwkw. Namanya juga tempat wisata ya gabisa dimiliki sendiri -_-

    Padahal pingin banget ke jembatan kacanya tuh hehehe.

    Tentang biaya karcis diganti gantungan kunci, aku terharu banget loh kak. Maksudnya itu (bener banget sesuai judul kakak) sekalian memberdayakan masyarakat. Kalau gini kan sama-sama diuntungkan dan senang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, aku juga gak sempet foto di jembatan kacanya
      rame banget
      💕

      Delete
  3. Kampung warna-warni ini sungguh inspiratif.
    Di Bandung juga ada...malah jadi ajang promosi sebuah merk cat.

    Gak sebaik Jodipan siihh...

    Di sini bahagia banget yaa, Rhoos...
    Aku sering liat video prank nya bule ((siapa namanya ituu...? Soalnya suami yang suka nonton, aku cuma nunut liat)) - ngerjain wisatawan Kampung Jodipan.

    Lucuu banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi nggak tau aku teh si bule siapa ituu
      ya semoga nanti ketemu bulenya, hahaha
      💕

      Delete
  4. Jodipan sungguh berbeda sekarang. Paling menyenangkan lagi setelah jadi tujuan wisata masyarakat diajak berdaya untuk membuat karya yang bisa dijadikan oleh oleh saat berkunjung kesana. Keren banget dah

    ReplyDelete
  5. Wah.
    Ceria bamget warna warni ya..inst Insta able juga pasti..., Semoga terpelihara warnanya...ya.., kalo udah burem perlu cat ulang ..hi2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, harus dicat ulang, apalagi udah dijadiin salah satu destinasi wisata

      Delete