Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Presentasi yang Baik Saat Kuliah Semester 1

Assalammualaikum wr wb

Wua, akhirnya bisa nulis lagi tentang perkuliahan. Mumpung lagi senggang dan belum dikejar-kejar deadline, hehe.

Cerita ini pengen saya tulis sejak dulu, sebagai bentuk refleksi diri saat kuliah. Dulu saat semester 1, selalu ada mata kuliah yang wajib presentasi. Nah, setiap kali presentasi, tentu ada hal-hal yang ingin direfleksi. Entah tentang bagusnya, atau tentang kekurangannya. Tujuannya, ya supaya lebih siap lagi saat presentasi selanjutnya.

...dan nulisnya baru bisa sekarang. Yaweslah, yang penting nulis πŸ˜†

Cerita tentang presentasi selama semester 1 dulu, paling mudah saya ceritakan melalui mata kuliahnya ya, biar mudah. Sekaligus saya mengingat-ingat apa yang saya sampaikan dan bagaimana tanggapan dosen serta teman-teman.

Kearifan Lokal di Sekitar Rumah

Sepertinya ini presentasi pertama saya. Haha. Mata kuliah Dinamika Sosial, Kearifan Lokal, dan Etika Lingkungan. Kami diminta untuk presentasi tentang kearifan lokal yang ada di sekitar rumah.

Apa? Kayaknya enggak ada apa-apa deh di sekitar rumah saya. Enggak ada kearifan lokal yang bisa diagung-agungkan karena saya tinggal di rumah yang jomblo tanpa tetanggaπŸ’

Alhasil, saya menggunakan kearifan lokal di sekolah depan rumah, yang mana pengelolanya adalah Ayah. Jadinya saya minta foto-foto yang ada di Ayah.

Hasilnya tidak terlalu memuaskan karena saya tidak begitu menguasi materi. Namun presentasi pertama ini menjadi pelecut bagi saya untuk bisa menampilkan presentasi dengan baik 😎

 
Kearifan Lokal di Telaga Omang dan Ngloro Yogyakarta

Mata kuliah Kearifan Lokal, Dinamika Sosial, dan Etika Lingkungan, dengan dosen pengampu Prof. Nawi. Pada pertemuan ke 3, 4, dan 5, beliau memberikan jurnal yang berbeda kepada kami lalu minggu depannya harus kami presentasikan πŸ’

Wuah, ya enak dong materi sudah disiapkan. Tinggal memperdalam materi dan menyampaikannya dengan baik. Saya cari materi dari sejarahnya, dari video yang ada, juga sedikit info dari si Mas. PPTnya sederhana, karena ya materinya sedikit. Namun dengan materi yang sedikit itu, banyak hal yang saya eksplore untuk disampaikan saat presentasi.

Bagaimana hasilnya? Saya merasa puas πŸ˜ƒ


Analisis Peran Para Pihak Dalam Pengelolaan DAS Bengawan Solo Hulu

Mata kuliah Kebijakan dan Kelembagaan Sumber Daya Air Pertanian, dengan dosen pengampu Bu Luh Putu. Masing-masing dari kami diminta untuk mempresentasikan kajian dari jurnal tentang kebijakan pengelolaan di salah satu DAS.

Saya mengambil materi ini. Materinya padat dan jelas. Ya isi materinya sebenarnya cuma tabel dan deskripsi. Lalu saya nambahin gambar dari internet, supaya visualisasinya tampak.

Ciri khas PPT saya adalah meminimalisir deskripsi atau kata-kata. Jadi yang ditampilkan adalah visual, deskripsi singkat, gambar, grafik, tabel, dll. Jadi dengan gambar atau tampilan yang ada, saya bisa menjelaskan panjang lebar isi dari slide tersebut πŸ’

Ya kan memang PPT itu intinya ya powerpoint. Hanya poin-poinnya saja yang ditampilkan, lalu kita menjelaskan. Bukan meletakkan seluruh isi teks di slide lalu membacanya secara full. Kedua teman saya seperti itu. Ya habislah diomelin Bu Luh Putu.

Lalu saya? Alhamdulillah aman dan puas πŸ˜ƒ


Ekosistem B29 di Lumajang

Mata kuliah Ekologi Pembangunan, dengan dosen pengampu Bu Ellida. Sepertinya ini adalah presentasi terniat dan termaksimal selama ini. Ya karena saya menjelaskan tentang daerah saya, yang belum lama saya kunjungi. Jadinya yang saya sampaikan lebih bermakna dan saya merasa lebih bisa well prepare. Makanya ada background cantik-cantik yang beberapa adalah milik saya, dan beberapa lainnya dari google πŸ˜†


Materinya tentang ekosistem, dari hal dasar sampai siklus. Semua hal saya jelaskan di sini. Bahkan ada beberapa istilah yang saya sampaikan di sini. Saya juga Alhamdulillah bisa menjawab seluruh pertanyaan dan jawabannya diiyakan oleh Bu Elida. Bu Elida mencontohkan presentasi saya adalah yang terbaik.

Jadi, bagaimana perasaan saya? Alhamdulillah senang dan puas πŸ˜ƒ


Erosi dan Konservasi di DAS Kalamisu, Sinjai - Sulawesi Selatan


Mata kuliah Pengelolaan Sumberdaya Air Terpadu, dengan dosen pengampu Pak Marga. Wuah materi ini susah nih. Tugasnya, diminta presentasi tentang bahan tesis kita dengan mengacu pada studi kasus atau penelitian orang lain.

Wuah saya pusing tuh. Mencari jurnalnya sih gampang, tetapi menginterpretasikan dengan detail itu yang susah. Apalagi baca petanya. Duh mampus dah πŸ˜–

Alhamdulillah, malam hari menjelang deadline, saya menemukan sebuah jurnal di internet, yang lengkap dengan tesisnya ada juga di internet. Wuaaah, rezeki loh ini. Isinya jurnal itu dijelaskan lebih detail di tesisnya. Alhamdulillah πŸ˜‡

Nah, kebetulan juga, kami presentasinya lewat sistem baru. Kami enggak perlu presentasi tampil di depan, melainkan duduk saja di depan laptop, yang masing-masing sudah terhubung ke program Kawanda. Jadinya, teman-teman bisa membuka PPT saya di laptop masing-masing karena berada di satu lingkaran grup belajar.

Jadi, kami presentasi di depan laptop, dengan keadaan ada teks hasil cetak yang berada di atas laptop. Saya enggak perlu susah-susah mencoba mengingat materi untuk menjelaskan PPT. Hanya perlu membaca teks, yang seolah-olah seperti berpresentasi. Ya pokoknya gitulah.

Lalu bagaimana hasilnya? Sekedar aman sih. Tapi enggak puas. Ya gimana ya, kurang persiapan πŸ˜”


Etika Pengelolaan Air Oleh Kalangan Umat Islam


Mata kuliah Dinamika Sosial, Kearifan Lokal, dan Etika Lingkungan, dengan dosen pengampu Prof. Nawi. Ini presentasi terakhir, yang mana saya harus pol-polan dalam presentasi.

Materinya diberi oleh Prof Nawi, dalam bentuk bahasa inggris. Wuah, saya langsung pusing. Bahasanya sulit pula. Setelah dibaca, lah kok materi intinya sedikit banget. Terlalu banyak basa-basi. Kalau boleh ditata, saya hanya bisa menyajikan 7 slide. Wah, presentasi model apa ini πŸ˜‘

Jadi, malam itu juga saya tambahkan materi dari luar tentang etika pengelolaan air yang khas dengan Islam banget. Sempat enggak pede sih karena menampilkan ayat suci Al-Quran, mengingat bahwa Prof Nawi adalah penganut kristiani yang taat. Tapi ya gimana lagi ya, harus saya sampaikan karena bisa jadi ini adalah bagian dari dakwah πŸ˜‡

Lalu bagaimana hasilnya? Prof Nawi senang dong, soalnya saya menyampikan materi yang lebih banyak daripada yang beliau harapkan. Juga, sepertinya ada beberapa hal dari presentasi saya yang menarik perhatian beliau, bahwa Islam itu segitu detailnya terhadap air dan kesucian.

Lalu, bagaimana perasaan saya? Ah, mata saya berbinar-binar tak karuan 😍


Etika Lingkungan Petani Lahan Rehabilitasi Taman Nasional Meru Betiri

Mata kuliah Dinamika Sosial, Kearifan Lokal, dan Etika Lingkungan, dengan dosen pengampu Bu Yenny. Presentasi ini sebagai hasil dari praktikum lapang. Topiknya sama, yaitu tentang petani lahan rehab di TNMB. Namun dengan kajian yang berbeda, yaitu dinamika sosial, kearifan lokal dan etika lingkungan.

Lah kok saya dapat yang etika lingkungan. Saya enggak tahu mau jelasin apa tentang etika lingkungan. Karena etika lingkungan ya sebatas etika, norma, atau kesopanan yang tanpa teori. Berbeda dengan dinamika sosial yang penuh teori, dan kearifan lokal yang penuh materi dari lapangan.

Lah etika lingkungan? Susah shay. Yang saya temukan hanyalah 9 prinsip etika lingkungan, yang kesemuanya itu saya breakdown satu persatu. Jadinya, materi yang saya sampaikan bisa banyak, hehe πŸ˜†

Lalu bagaimana hasilnya? Alhamdulillah aman dan oke. Hanya satu masukan dari Bu Yenny, tentang penggunaan gambar. Sederhananya, saya mencontohkan babi, tapi gambar di slide adalah rusa. Maklumlah, udah stres ini πŸ˜…

Ya minimal bukan konten atau tampilan dasar PPT yang dikomentari, melainkan hal yang receh banget. Alhamdulillah...


Konservasi Air oleh Suku Samin di Pegunungan Kendeng Sukolilo

Mata kuliah Dinamika Sosial, Kearifan Lokal, dan Etika Lokal, dengan dosen Prof Nawi lagi. Menarik sih ini suku Samin. Saya sampai cari referensinya di youtube, yang pernah dibahas oleh Aiman karena kasusnya cukup parah. Saya juga nonton video dokumenternya.

Meski slidenya cuma sedikit, wuah jangan tanya soal penjelasannya ya. Banyak yang saya jelasin. Jadi saya cenderung lebih cerita apa adanya berdasarkan video yang saya tonton.

Hasilnya? Alhamdulillah, lumayanlah πŸ’ƒ


Sumberdaya Alam (Studi Kasus Pegunungan Karst Kendeng)

Tugas dari Prof Nawi sebelumnya, membantu banget untuk presentasi mata kuliah lain, yaitu Ekologi Pembangunan dengan dosen pengampu Bu Hari. Karena waktu yang cukup padat dan ingin cari yang mudah, ya saya ambil studi kasus yang sama, yaitu Pegunungan Karst Kendeng. Tentu saja ditambahi hal-hal lain yang dikaitkan dengan materinya Bu Hari.

Alhamdulillah, ada banyak yang bisa saya sampaikan. Banyak juga pelajaran yang bisa dipetik.

Hasilnya? Ya lumayan puas lah πŸ’ƒ


Kebijakan dan Kelembagaan Sumberdaya Air
Mata kuliah Kebijakan dan Kelembagaan Sumber Daya Air Pertanian, dengan dosen pengampu Bu Luh Putu. Masing-masing dari kami diminta untuk mempresentasikan kajian dari jurnal tentang kelembagaan dari pengelola DAS.

Saya mengambil materi ini. Materinya padat dan jelas. Ya isi materinya sebenarnya cuma tabel dan deskripsi. Lalu saya nambahin gambar dari internet, supaya visualisasinya tampak. Saya paham, bahwa Bu Luh Putu enggak suka dengan deskripsi yang banyak. Dosen-dosen atau audiens kan maunya slide hanyalah sebagai sarana untuk kita menyampaikan informasi.

Alhamdulillah, lagi-lagi presentasi saya ini dijadikan percontohan kepada kedua teman saya, yang direkomendasikan oleh Bu Luh Putu πŸ˜‡


 Kajian Ekologi Untuk Perkebunan Kopi

Mata kuliah Ekologi Pembangunan dengan dosen pengampu Pak Cahyo. Presentasi terakhir yang dijadikan nilai UAS. Materi yang saya pilih sulit sih, tapi ya mau bagaimana lagi, harus ditaklukkan.

Untuk menyusun materi ini, saya mengambil banyak referensi dari internet. Segitu banyaknya karena Pak Cahyo doyan ngajar atau presentasi. 1 atau 2 slide tuh, bisa beliau bahas habis-habisan sampai setengah jam. Cara mengajar beliau tentu menjadi standar kan?

Maka, ya saya harus bisa lama saat prensentasi, padahal saya enggak begitu menguasai materi. Namun ya sudahlah, ya begitulah πŸ˜…

Hasilnya? Presentasinya sih oke. Hanya saja... saya enggak bisa menjawab pertanyaannya Pak Cahyo. Saya enggak bisa jawab karena memang enggak tahu ilmunya. Saya belum belajar soal itu karena asal bidang keilmuan saya yang sedikit berbeda.
--

Banyaknya presentasi saat semester 1, membuat saya lebih banyak belajar dan siap dalam menyampaikan materi. Beberapa di antaranya cukup berat sih, tapi harus tetap dilakoni kan? Beberapa di antaranya ada yang enggak sukses, namun itulah yang menjadi pelecut saya untuk tampil lebih baik.

Alhamdulillah, semester 1 kemarin IP saya 4. Wuiii. Nyangka kok kalau dapat segini. Bagi saya, semester awal harus dapat IP yang baik. Lalu selanjutnya? Kita lihat saja nanti πŸ˜‚

Lalu, kamu? Bagaimana kamu saat presentasi? Merasa lancar, aman atau bagaimana?

Wassalammualaikum wr wb

Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

8 comments for "Presentasi yang Baik Saat Kuliah Semester 1"

  1. Bisa perrfect gitu ya hehe. Biasanya ambil inspirasi PPT darimana kak? Soalnya dulu aku kalo disuruh bikin PPT suka buntu :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak ada inspirasi patokan sih
      Ya tema atau topik presentasi itu yang dijadikan inspirasi πŸ˜‚

      Delete
  2. aku si lancar selama presentasi tapi pas study dsini pake English mulu presentasinya jadinta suka gemes sendiri sama pronunciation waktu presentasinya huhu. Makasi Mba udah sahribg ilmunya.

    ReplyDelete
  3. Keren gitu ya. Dulu kelasku lebih banyak baca makalahnya aja tanpa PPT. Soalnya beberapa kelas ada yang kadang proyektornya mati. Jadi.... Dibikin simpel aja. Wkwk

    ReplyDelete
  4. Wah kak Ros keren. Aku udah lama ga main PPT, sejak asyik berkutat dengan verifikasi berkas

    ReplyDelete