Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

De Tjolomadoe, Wisata Bekas Pabrik Gula yang Menawan

Assalamualaikum wr wb

Kali ini saya akan melanjutkan catatan love story yang tertunda-tunda melulu nulisnya. Terakhir nulis hmm dua bulan lalu. Yaelah lama banget ya 😅

Pagi pertama di Solo, saya sarapan nasi liwet sama si Mas. Setelah sarapan, saya minta antar ke bank untuk mengurus kartu ATM yang hilang. Setelahnya, minta antar ke Hotel Jaya Sahid Solo untuk mengikuti semnas (seminar nasional). Ketika saya ikut semnas, si Mas berangkat kerja ke kantornya.

Jam 4 sore, saya dijemput si Mas dan kita akan menuju ke suatu tempat: de Tjolomadoe.
wisata-de-tjolomadoe

Main ke De Tjolomadoe

Saya enggak tahu kalau saya diajak ke tempat wisata. Yang saya tahu, pokoknya saya diajak main dah. Entah kemana. Sebenarnya waktu dibonceng saat perjalanan, saya sudah nanya ke si Mas tentang 'kita mau pergi kemana'.

Tapi dasarnya saya yang agak budeg, tanya sampai 3 kali, dijawab sama si Mas, tapi saya tetep enggak denger. Pada akhirnya, saya iya-kan, meski enggak tahu tujuannya mau kemana 😅

wisata-de-tjolomadoe-tampak-depan
Foto oleh: Anggara W. Prasetya

Sampai akhirnya tiba di suatu tempat, yang saya dibuat takjub, terpukau dan kagum. Saat itu juga, saya merasa deja vu. Kayak pernah ke sini gitu. Tapi kapan dan dimana ya? Apakah lewat mimpi?

Ah ternyata, saya pernah baca ulasannya si Mas tentang De Tjolomadoe ini. Tulisannya lengkap disertai foto-foto ciamik yang seakan-akan saya berada di dalamnya. Maka wajar bila saya sampai merasa deja vu gini 😅

Jujur sih, saya enggak menyangka bisa ada di De Tjolomadoe. Saya tuh masih merasa bahwa saya hidup di blognya seseorang. Ya soalnya saya lebih mengenal tulisan dan gambarnya dulu daripada wujud aslinya. Jadinya yaaa... masih terbawa suasana 😅

Wisata Sejarah De Tjolomadoe

De Tjolomadoe merupakan wisata sejarah berupa bekas pabrik gula PG. Colomadu yang terbengkalai lalu direvitalisasi. Wisata yang disuguhkan bukan dalam wujud yang terbengkalai atau rusak, melainkan sudah direnovasi secara pol-polan. Bahkan tampilannya seperti benar-benar baru.

Arsitektur bangunan utama pabrik masih dijaga seperti sedia kala. Yang membedakan hanya dicat ulang supaya tampak lebih segar. Begitu juga dengan mesin pengolahan tebu yang masih terjaga dengan baik di tempatnya.
wisata-de-tjolomadoe


Sejarah De Tjolomadoe 

PG Colomadu dulunya didirikan oleh Mangkunegaran IV pada tahun 1861. Biaya pembangunannya menghabiskan 4000 gulden yang diperoleh dari keuntungan perkebunan kopi Mangkunegaran. Mesin-mesin canggihnya langsung didatangkan dari Benua Eropa.

Adapun nama Colomadu, memiliki arti gunung madu. Besar harapan agar nantinya pabrik gula ini menghasilkan simpanan kekayaan dalam bentuk gula pasir yang menyerupai gunung.

wisata-de-tjolomadoe
Foto oleh: Anggara W. Prasetya
Pabrik gula ini beroperasi selama hampir 2 abad, hingga akhirnya pada zaman orde baru PG Colomadu harus dinasionalisasi. Padahal pabrik gula ini bukan aset milik bangsa asing, melainkan milik bangsa sendiri. Dampaknya, PG Colomadu yang berganti pengelola sampai tiga kali, mengalami kesulitan bahan baku sehingga PTPN IX harus menutup PG Colomadu pada tahun 1998.

Setelah 20 tahun mati suri, PG Colomadu dibangkitkan kembali. Namun ia bangkit bukan untuk kembali beroperasi sebagai pabrik gula, melainkan sebagai sentra budaya atau culture center, convention center, dan concert hall dengan nama yang baru: De Tjolomadoe.

wisata-de-tjolomadoe
Difotoin si Mas

Akses Jalan dan Harga Tiket

Wisata sejarah ini terletak di Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Jaraknya relatif dekat, yaitu 12 kilometer dari kota Solo dengan waktu tempuh setengah jam. Kalau sudah berada di Jalan Adi Sucipto, fokuslah ke kiri jalan, sampai terlihat bangunan yang cukup mencolok.

Sampai saat ini, tidak ada harga tiket masuk. Melainkan tiket parkir 2.000 rupiah per jam. Lapangan parkirnya sangat luas. Bahkan lebih luas daripada gedungnya 😅

wisata-de-tjolomadoe
Foto oleh Anggara W. Prasetya

Stasiun untuk Pengolahan

Di dalam pabrik gula terdapat beberapa stasiun pengelolaan. Sebut saja: stasiun gilingan, stasiun penguapan, dll. Hanya dua itu yang teringat dan terekam dalam kamera. Lainnya entahlah 😅
wisata-de-tjolomadoe
Foto oleh Anggara W. Prasetya
Di masing-masing stasiun, terdapat mesin-mesin pengoperasian tebu untuk diolah menjadi gula pasir. Mesin-mesin pengoperasiannya masih ada, terpampang nyata sedemikian adanya. Ada alat yang berada di tengah ruangan, atau di sudut atas. Bergantung kepada fungsi dan kegunaannya.

wisata-de-tjolomadoe
Foto oleh Anggara W. Prasetya
wisata-de-tjolomadoe
Difotoin si Mas
Sayangnya, banyaknya alat pengoperasian yang dipajang, tidak disertai dengan tulisan tentang nama alat beserta fungsinya. Jadi wisatawan melihat hanya sekadar lewat, tanpa benar-benar tahu kegunaan alatnya. Padahal, kalau diberi tulisan fisik tentang penjelasan alat tersebut, bisa jadi ada anak-anak yang akan terinspirasi untuk belajar mengolah dan memberdayakan tebu ketika sudah dewasa nanti.

wisata-de-tjolomadoe
Difotoin si Mas

Saksi Bisu yang Dijaga

Selain bangunan yang direnovasi dan mesin-mesin yang dicat ulang, ada pula beberapa sudut yang dipertahankan keasliannya. Gunanya, supaya wisatawan tahu mengenai wujud pabrik gula jaman dulu meski hanya secuil.

Seperti dinding dan pintu berikut, yang dibiarkan sebagaimana adanya, tanpa dicat kembali. Kita jadi tahu bentuk pintu jaman dahulu, yang khas dengan bentuk setengah melingkar di atasnya. Dinding dan pintu tersebut dapat ditemukan di Stasiun Ketelan.

wisata-de-tjolomadoe
Foto oleh Anggara W. Prasetya
Juga seperti akar pohon berikut yang merambat ke dinding. Menjadi saksi bisu bahwa pabrik gula ini sangat tua dan sempat terbengkali. Akar tersebut berada di pojok stasiun penguapan.

Selain itu, ada pula home decor yang khas jaman dulu banget. Mungkin dulunya di pabrik ada ruangan bersantai, atau mungkin bisa jadi ruangan pimpinan, yang di dalamnya ada kursi santai, televisi, lemari, dsb. Vintage banget lah di sini.

wisata-de-tjolomadoe

Kafe untuk Bersantai

Di dalam De Tjolomadoe, juga ada kafetaria. Kita bisa istirahat dan pesan makanan di sana. Kemarin saya enggak mampir ke kafe. Khawatir tergiur dengan harganya. Padahal juga enggak tahu harganya berapa. Ya nanti deh lain waktu mampir ke kafenya.

wisata-de-tjolomadoe
Foto oleh Anggara W. Prasetya

Concert Hall untuk Nikmati Pertunjukan

Ini nih yang menarik dari De Tjolomadoe. Ada concert hall. Cukup luas. Biasanya dijadikan tempat konser-konser para musisi. Nah, saat pembukaan dan peresmian De Tjolomadoe beberapa bulan silam, David Foster hadir ke sini untuk menghibur para tamu undangan dan penonton. Wuah keren ya.
wisata-de-tjolomadoe
Sumber gambar: travel.kompas.com


Taman yang Instagramable

Wihiiii ini nih salah satu sudut yang saya suka dari De Tjolomadoe: taman. Desain tamannya itu kayak bukan desain taman di Indonesia gitu loh. Saya rasa ada sentuhan ala-ala Belanda dalam mendesain taman ini. Tamannya luas banget. Eksotis. Lampu-lampu pijar di pinggir jalan semakin mempercantik taman.

wisata-de-tjolomadoe-malam-hari
Foto oleh si Mas
Sungguh deh tamannya instagramable banget. Cocok juga buat foto pre-wedding atau foto bareng kesayangan 😆

wisata-de-tjolomadoe
Sama si Mas
Sebenarnya saya masih pengen berlama-lama di sini. Namun apa daya sudah sore banget, memasuki waktu magrib. Kami salat magrib di musola belakang gedung. Setelahnya kami cus meluncur ke tempat lain, menikmati Solo dalam canda tawa.

Saya senang banget diajak ke De Tjolomadoe. Ya sebabnya karena itu tadi, enggak menyangka bahwa saya benar-benar menginjakkan kaki di sini. Lahwong saya masih ngerasa hidup di blognya seseorang 😆

wisata-de-tjolomadoe
Sama si Mas
Inshaa Allah lain waktu saya akan ke sini lagi. Paling enak sama keluarga ya. Ngajak adik-adik kecil. Soalnya tempat wisata ini ramah keluarga baaaanget. Semoga secepatnya bisa main ke sini lagi.

Lalu, kamu? Kapan main ke sini?

Wassalamualaikum wr wb 💕💕

Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

24 komentar untuk "De Tjolomadoe, Wisata Bekas Pabrik Gula yang Menawan"

  1. pabrik yang dulu bersuara garang, berhenti sepi berganti suara orang-orang mengenang kejayaan pabrik gula tua. asyik banget yak disana mbak

    BalasHapus
  2. Wahhhh keren banget mba.. saya kira awalnya itu kayak pabrik gula Gondang di Klaten .. ternyata dengan Tjolomadoe kereeen dan Instagramable ya mba.. kapan² saya main kesana ah

    BalasHapus
  3. Keliatan banget ya..dari mesin2 itu jaman dulu udah cukup modern dan canggih..ya mungkin karena dari Eropa juga ya..

    Jadi bisa tempat wisata ..yg kita bisa tambah wawasan tentang masa lalu..., Bentuk pintu yang bulat diatas itu..kalo didaerahku dibilang gaya sepanyol...hahaha, sempat dulu booming..bikin rumah dan jendela dengan fentilasi bulet gitu .

    BalasHapus
  4. Ternyata begitu ya pabrik gula itu. Aku belum pernah lihat. Btw, cie cie yang jalan-jalan sama si Mas

    BalasHapus
  5. Ros ,ini si mas ini, mas siapa...Hhee
    Aku pernah dengar ttg wisata tjolomadu ini ,tapi baru tau detailnya.
    Bangunanya masih terjaga ya ,semoga pemerintah bisa mengelolanya dgn baik .
    Suka sm konsep tamannya ,Indah .

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas yang ini dah mbaaaak
      hahaha

      tamannya emang instagramable
      💕

      Hapus
  6. Aku pernah main ke sini juga, tapi belakangan belum nengok lagi. Jadi rindu Solo dan kehangatannya kan.... Ehehe.

    BalasHapus
  7. Tamannya instagramable bangetttt..
    Sip kalau ke solo mau mampir sini ahhh

    BalasHapus
  8. Bs berlama lama disitu ya smape malam dr pagi hehe. Emg tmpatnya buat explore keren instagramable.

    BalasHapus
  9. Huaaah klasik banget euy, bagus ya kalau dipoles dan dijadiin tempat wisata jadi kesannya nggak serem gitu, buat spot foto bagus juga

    BalasHapus
  10. Wooowww dua abad, sejak tahun 1800an. Aku takjub bangunannya ,asih berdiri kokoh. Mendadak aku keinget dulu ada bangunan bagus deket rumahku mbak, lawas juga, eh terakhir aku mudiik ke Sby lahannya dah jd lahan perumahan modern. Betapa akau sedih.
    Moga2 bangunan bekas pabrik gula ini tetap kokh dan bisa jd wisata sejarah yang mengasyikkan ya tfs

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin
      keren emang ini kalau arsitektur lama
      💕

      Hapus
  11. Kalau rejeki ke Solo, aku harus ke sini. Harus.... Ini keren banget ya mbak, apalagi malam hari

    BalasHapus
  12. haduh si mas siapa itu mbak.... ehem, gagal fokus di tempatnya mbak, keren banget euy #jejakbiru

    BalasHapus