Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjadi Calon Mantu, Haruskah Bisa Masak?


Assalamualaikum wr wb

Pertanyaannya menggelitik ya. Menjadi calon mantu, haruskah bisa masak?



Menurut saya: enggak harus sih.

Agama tidak mensyaratkan perempuan harus bisa masak toh supaya dia bisa menjadi seorang istri? Tugasnya hanyalah taat dan melayani suami, bukan begitu?

Baca juga tulisannya Mbak Rohmah di: Menjadi Calon Mantu, Haruskah Bisa Masak?

Saya kontra, bukan karena membela diri enggak bisa masak. Justru saya bisa masak. Melainkan karena… enggak disyaratkan di agama, hehe. Kan bergantung suaminya ya, atau mertuanya. Kalau suami atau mertua pengen makan masakan kita, ya dimasakin dong. Kalau belum bisa masak, ya belajar…
Kalau saya sih sudah bisa… hoho.. Mulai SMP diajari masak, tapi yang dasar-dasar saja. SMA juga nemenin Ibu masak, tapi cuma bagian potong-potong bahan makanan. Lalu saat kuliah, belajar mengenal bumbu dan rasa. Semakin lama, semakin hafal dengan bumbu.

Namun, soal rasa … belum. Lidah saya belum peka. Ibu bilang asin, saya bilang enak. Ibu bilang terlalu manis, saya bilang enak. Ibu bilang hambar, saya bilang enak juga. Sampai akhirnya, dua pekan terakhir ini lidah saya mulai peka. Benar-benar tahu rasanya makanan yang kurang asin, terlalu asin, kurang manis, terlalu manis, dsb. Alhamdulillah, senangnya…

Harapannya sih… nanti saat sudah berkeluarga, ketika saya menjadi juru masaknya … saya lebih ingin masak makanan yang sehat sih. Mengurangi gula, mengurangi garam, dan mengurangi minyak. Iya, biasanya makanan kayak gini umumnya rebusan. Tapi juga enggak memungkiri saya akan masak makanan yang ribet. Mungkin spesial weekend.

Sebagai ahli gizi untuk keluarga nanti, saya harus memastikan bahwa nutrisi anggota keluarga terpenuhi. Enggak makan telor tiap hari, hehe. Memastikan protein dan seratnya tercukupi. Karbo secukupnya. Saya juga harus memastikan bahwa buah-buahan wajib tersedia di meja makan setiap hari.

Btw, saya penasaran. Calon mertua saya sukanya makan apa ya? Apakah saya bisa memasakkan yang terbaik untuknya?

Ah, ya harus bisa dong.

Lalu, kamu? Bagaimana menurutmu: haruskah calon mantu bisa masak?

Wassalamualaikum wr wb


Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

6 komentar untuk "Menjadi Calon Mantu, Haruskah Bisa Masak?"

  1. kalo aku suka cewek yg suka masak ddan bisa masak. soalnya apa? karena bisa bikin hidangan keluarga tanpa harus beli secara instan gitu. lagi pula kalo bisa bikin makanan kulinera n gitu bisa jadi kemampuan buka tempat makan. iya kan? he he. salam lagi.


    aku jarang mampir ke sini lagi nih. sibuk banget di duta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sih, lebih kreatif aja kalo istri yang masak
      tapi menurutku, memasak itu bukan kewajiban istri loooh, hohooo 💕

      Hapus
  2. Yesss setuju! Masak nggak cuma biar kenyang aja tp ada nilai lebih dari itu. Biar bisa menyehatkan keluarga hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes. masak makanan yang sehat supaya keluarga juga sehat
      💕

      Hapus
  3. Pertanyaannya menggelitik, memang. Kalau calon mantu, berarti yang bikin kriteria mertua dong, Mbak? :D

    Tapi memang ada kelebihan bagi kita yang bisa masak. Atau setidaknya, kalau memang belum terbiasa masak, pasangan baru tersebut akan mencoba belajar masak bersama. Itu yang namanya merasakan manis, asin, pahit "kehidupan" bersama-sama... hehehe... lah gimana wong masaknya keasinaaan. :D

    BalasHapus
  4. emang nggak harus bisa masak sih, tapi ya karena kebanyakan tuh yang bekerja suami dan istri sudah pasti mengurus rumah ya alhasil sekalian juga masak gitu hehehe. Oh ya dan saya mau ngutip kata-katanya bang Radit yang soal pernikahan nih karena menurut saya ini ngena banget sih. Katanya "Menikah itu karena emang kita mau menikah dengan dia, jangan menikah karena kita berharap setelah menikah nanti kita bisa mengubah dia."

    BalasHapus