Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mitos Asal-Usul Pantai Watu Ulo di Jember

Assalammualaikum wr wb

Jember memang terkenal akan pantainya yang indah. Saya pun tidak memungkiri itu. Ada sederet pantai indah yang berjajar di sisi selatan Jember, antara lain Pantai Puger, Pantai Malikan (Tanjung Papuma), Pantai Watu Ulo, Pantai Payangan, dan Pantai Nanggelan. Beberapa di antaranya menyimpan mitos yang masih terkenang sampai sekarang.

mitos pantai watu ulo

Nah, salah satu pantai yang paling menarik adalah Pantai Watu Ulo. Yang menarik perhatian adalah batu besar panjang yang berada di pinggir pantai. Kalau dilihat lebih jeli, maka akan terlihat struktur batu yang menyerupai sisik ular. Ibarat kata, bebatuan itu hampir mirip dengan ular yang sangat besar dan panjang.


mitos pantai watu ulo
Ini batu panjang yang menjadi mitos Pantai Watu Ulo

Mitos Pantai Watu Ulo

Konon katanya, ada cerita mistis di balik Pantai Watu Ulo. Orang-orang setempat percaya bahwa wilayah Pantai Selatan dihuni oleh Nogo Rojo yang berwujud ular raksasa. Nogo Rojo yang menguasai wilayah pantai ini memakan semua hewan yang ada di dalamnya, sampai-sampai masyarakat setempat tidak mendapatkan makanan dan penghasilan dari laut.

Lantas, kala itu datanglah dua orang pemuda nan gagah yang bernama Raden Said dan Raden Mursodo. Kedua pemuda yang bersaudara tersebut merupakan anak angkat dari Nini dan Aki Sambi, sepasang suami istri yang sudah sepuh. Raden Said dalam cerita ini, diyakini sama dengan Raden Said yang nantinya dikenal dengan sebutan Sunan Kalijaga.

Singkat cerita, legenda mengatakan bahwa kedua pemuda tersebut memancing di tempat Nogo Rojo tinggal. Dikarenakan semua hewan di sana telah dimakan oleh Sang Ular Raksasa, maka kedua pemuda tersebut tak berhasil mendapatkan ikan satu pun. Hingga akhirnya, kail Raden Mursodo berhasil mengait seekor ikan yang disebut ikan mina.

mitos pantai watu ulo


Ikan mina itu rupanya bisa berbicara. Dia meminta agar dilepaskan dan tidak dibunuh untuk dijadikan makanan. Sebagai gantinya, ikan mina tersebut akan memberikan sisik yang bisa berubah menjadi emas untuk Raden Mursodo. Raden Mursodo menyetujuinya dan melepaskan ikan mina itu kembali ke laut.

Namun tak berapa lama kemudian, ternyata muncullah Nogo Rojo dan langsung memakan ikan mina yang sudah dilepaskan oleh Raden Mursodo. Geram, Raden Mursodo segera melawan Sang Ular Raksasa dan membelah tubuhnya menjadi tiga bagian. Inilah yang menjadi asal-muasal terbentuknya Watu Ulo di pantai Jember πŸ˜…

Saking besarnya ular tersebut, tiga bagian ular raksasa itu terpencar. Bagian badannya berada di Pantai Watu Ulo Jember, bagian kepalanya berada di Grajakan Banyuwangi, dan bagian ekornya berada di Pacitan. Potongan tubuh Nogo Rojo itulah yang kemudian hingga saat ini dipercaya menetap di pantai Watu Ulo dan menjelma menjadi batu-batuan yang menjorok ke laut.

Nah, itulah mitos asal-usul Pantai Watu Ulo. Bagaimana? Sudah tertarik kah untuk meninjau langsung besarnya batu yang ada di tepi pantai?

Wassalammualaikum wr wb πŸ’•
Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

8 komentar untuk "Mitos Asal-Usul Pantai Watu Ulo di Jember"

  1. Tiap tempat pastinya ada cerita tersendiri, antara percaya atau tidak percaya pada mitos yang ada. Semoga suatu saat bisa menikmati keindah Pantai Watu Ulo di Jember!

    BalasHapus
  2. Kak Rooss, aku bayangin kalo kamu kayak ngedongeng pasti seruπŸ˜†πŸ™ˆπŸ™ˆ
    Dah lama ga main ke pantai, kalo lagi liburan ke sana kuingin main trus selfie ah :)

    BalasHapus
  3. Seneng banget bisa main ke Pantai semoga pemerintah daerah nya juga menyediakan tempat sampah yang banyak dan toilet juga biar engakomodir pengunjung yang dateng, kalau sudah banyak yang nulis biasanya bakalan rame nih

    BalasHapus
  4. Hmm ternyata mitosnya tentang ular raksasa ya. Agak ngeri kalau dengar ceritanya. Tapi kalau utk menikmati pemandangan indahnya sih aku enggak takut. Destinasi wisata ini layak dikunjungi kalau ke Jember ya.

    BalasHapus
  5. Wah pengen kesana deh, Eny suka sama cerita rakyat kak..
    Karena biar semodern apapun tetap menjadi warisan budaya kit

    BalasHapus
  6. Aku langsung merinding membayangkan ular yang terbagi menjadi tiga bagian, Roos...
    Mitos zaman dahulu memang terkenal unik dan susah di terima akal sehat.
    Bener enggaknya, tergantung kepercayaan yaa...

    BalasHapus
  7. sempet denger bbrp versi tentang asal usul nama pantai ini dari bbrp pihak. tapi ini yg paling mudah dimengerti. thanks infonya kak :)

    BalasHapus
  8. Jujur kalo ada mitos2 gitu..pas datang ke lokasi .suka parno ..rada takut.

    Walau tau mitos ..tapi biasanya cerita udah ngerap ke dalam pikiran.

    BalasHapus