Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Traveling dengan Campervan, Mimpi Masa Kecil yang Baru Teringat

Assalamualaikum wr wb

Semenjak gemar menonton tayangan yang bertema travelling, saya tuh penasaran, sejak kapan ya saya mengidam-idamkan travelling? Khususnya untuk perjalanan jauh.

kartun-traveling-pake-campervan

Tayangan Travelling

Mulanya, saya pikir karena teracuni oleh tayangan "Travelezza". Sebuah tayangan hiburan di ANTV saat saya SMP. Menyajikan cerita perjalanan Lisa Namuri traveling ke luar negeri. Yang membuatnya menarik adalah penyajian kisah travelingnya ini manis. Lisa berdandan cantik dan modis. Pengambilan shoot nya keren-keren. Jadinya saya pengen banget. Inspiratif lah pokoknya.

lisa-namuri-travelezza

Setelah tayangan tersebut habis masa, saya belum lagi menemukan tayangan atau tulisan inspiratif yang benar-benar bisa menginspirasi saya untuk travelling. Hmm, My Trip My Adventure enggak begitu cocok dengan saya. Bagi saya, mereka terlalu liar. Hahaha.

my-trip-my-adventure-trans7

Keluarga yang Doyan Travelling

Kalau Keluarga Gen Halilintar memang inspiratif sih, tapi terlalu hedon eh. Pengennya yang biasa-biasa aja, tapi bermakna. Namun dari kisah travellingnya keluarga Gen Halilintar, saya belajar dari pengelolaan keluarganya. Tentang bagaimana anak-anak bisa diajak kooperatif saat travelling, sekaligus mengasah minat bakatnya. Jadi ya travelling sekaligus sekolah.

gen-halilintar-travelling

Beberapa hari yang lalu, channelnya Ayudia dan Dito nongol di timeline Youtube saya. Mereka melakukan perjalanan lagi. Naik campervan lagi. Tahun lalu mereka travelling ke New Zealand naik campervan. Bareng si kecil nan lucu: Sekala.

Saya nonton sih. Cuma ingin tahu isi campervannya. Kalau vlognya, tidak terlalu menarik sih. Yang menarik ya Sekala.

traveling-dengan-campervan

Eh kemarin published lagi. Tapi menurut saya, video yang terbaru ini lebih menarik. Naik campervan lagi, tapi 3 keluarga, lengkap dengan 3 anak. Rupanya, Dito dan Ayudia menggandeng keluarga lainnya. Artis juga. Yaitu Tarra-Gya dan Ringgo-Sabai. Membawa serta anak mereka yang imut-imut. Kalea dan Bjorka. Ya cerita travellingnya makin seru, semarak, dan berwarna~~~

traveling-pake-campervan-bareng-bareng

Saya... pengen...

The Wild Thronberries

Kemudian malam harinya, saya ngobrol sama si Mas. Saya cerita tentang perjalanan Dito-Ayudia dkk yang naik campervan. Hingga sebuah memori terbuka, bahwa ternyata dulu saya suka banget nonton kartun yang menceritakan sebuah keluarga travelling dengan campervan. The Wild Thronberries judulnya.
traveling-pake-campervan

Uwaaaa... Ini kartun favorit saya. Pulang sekolah pengen cepet-cepet sampe rumah demi nonton kartun ini. Jalan ceritanya mampu membuat saya iri. Berpetualang di alam bebas. Kemana-mana naik karavan. Sensasi naik karavannya itu loh, membuat iri. Berkesempatan belajar di alam itu loh, tak tergantikan oleh apapun. Sebab, pengalaman itu begitu berharga.

traveling-pake-campervan

Tapi saya pikir, sepertinya sulit ya mewujudkan mimpi untuk naik campervan/karavan bersama keluarga guna keliling Indonesia.

Keluarga Kusmajadi

Siang tadi, saat iseng nonton Youtube, muncullah rekomendasi video dari channelnya Ridwan Hanif. Dia sedang mengulik campervan milik keluarga Kusmajadi. Yang menarik adalah, ternyata mereka sudah keliling Indonesia naik campervan selama 1 tahun.

What? Ternyata ada? Beneran ada?

Saya tonton channel Youtubenya dan keren baaangeet.

Keluarga Kusmajadi ini terdiri dari Abah Dodi, Ambu Melati, serta Sabiya dan Hakim. Mereka melakukan travelling keliling Indonesia selama 1 tahun dengan naik campervan. Oktober ini mereka memasuki tahun kedua. Perjalanannya, bertajuk "Unlocking Indonesia Treasure".

keluarga-kusmajadi

Campervannya keren. Lengkap dengan kamar mandi, dapur, serta sofa yang bisa diatur menjadi bed saat hendak tidur. Untuk energinya, tersedia dari solar, pertalite dan panel surya. Mobil beserta modifikasinya, menghabiskan dana hingga 700 juta. Hmm, lumayan murah sih daripada beli campervan di luar negeri yang harga termurahnya 900 juta, belum pajak masuknya.

keluarga-kusmajadi-kampervan

Saya mikir juga dong, si anak-anak ini sekolahnya gimana. Ternyata mereka home schooling. Tetap belajar, dengan buku dan internet. Toh kalau home schooling tetap ada target belajar hariannya. Kalau sekolah sambil travelling seperti ini, ya mereka mendapatkan banyak bonus lah. Banyak hal yang bisa dipelajari dalam sebuah perjalanan panjang. Kereeen...

dapur-di-kampervan

Sempat mikir juga, si Bapak Ibu ini kerjanya apa? Kalau bukan pengusaha, ya saya rasa sulit untuk mewujudkan mimpi ini dengan segala risiko yang ada. Hmm ternyata si Bapak dulunya bekerja di kantor TV milik Indonesia untuk Malaysia. Lalu si Ibu bekerja di bidang perminyakan. Wuaw, pekerjaan yang fantastis.

Lalu mereka memutuskan untuk resign. Sangar. Hahaha.

kampervan-keliling-indonesia

Keputusan mereka resign untuk travelling, bukanlah keputusan yang salah. Bukan keputusan yang harus dikhawatirkan, terutama soal keuangan. Di tayangan video maupun tulisan manapun, mereka tidak pernah bercerita tentang bagaimana mereka mengatur keuangan, hingga proses menyiapkan anggaran selama setahun travelling, plus biaya hidup untuk tahun-tahun berikutnya kala mereka resign.

keluarga-kusmajadi

Namun satu hal yang saya yakini, bahwa kemungkinan mereka sudah berada pada fase kebebasan finansial. Enggak ada lagi beban hutang, terpenuhinya dana darurat, juga terpenuhinya tabungan dalam jangka panjang. Juga kemungkinan mereka sudah memiliki saham dan investasi. Hmm, mungkin. Lahwong mereka berdua adalah orang-orang terpelajar kok.

keluarga-kusmajadi

Kisah perjalanan mereka keren banget. Saya amat penasaran dengan cara mereka berdua mendidik anaknya. Anak-anak bukan lagi menjalani home schooling, melainkan travel schooling.

Uwaaa, saya mau. Kalau mereka bisa, saya tentu lebih bisa.

keluarga-kusmajadi

Hal ini memberi tanda bahwa saya benar-benar harus bekerja keras untuk mewujudkan mimpi itu. Kalau sekadar jadi PNS mah, hmm kurang duit kali ya. Sepertinya saya harus benar-benar berbisnis. Jadi pengusaha. Hmm bisa kok. Yakin bisa. Pokoknya harus jadi pengusaha.

Hingga akhirnya terwujud sistem baru bahwa saya enggak lagi bekerja untuk mendapatkan uang, melainkan uang mengikuti saya untuk travelling~~

Doain ya teman-teman... Semoga mimpi ini benar-benar terwujud suatu hari nanti. Aamiin..

Wassalamualaikum wr wb 💕
Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

Post a Comment for "Traveling dengan Campervan, Mimpi Masa Kecil yang Baru Teringat"