Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perjalanan ke Solo, Hasil Menabung Rindu

Assalamualaikum wr wb

Weekend lalu saya ke Solo. Spesial. Menemui seseorang yang teristimewa. Siah. Kita lama sih enggak ketemu. 4 bulan lamanya.

Selama itu, saya menabung rindu, sementara si Mas menabung cuan. Hahaha. Iya, saya maunya saat ke Solo, urusan domestik saya dipenuhi, yaitu tiket perjalanan, penginapan dan makan. Hoho.

dari-dalam-jendela-kereta

Rencananya...

Sebenarnya acara temu rindu ini sudah diagendakan sejak lama sih. Pengennya bulan Desember, usai saya menyelesaikan seminar proposal. Namun saya nego, enggak mau ketemu Desember. Sebab, wajah lagi rusak-rusaknya dan lagi doyan makan, hoho...

Okelah, ditunda Januari. Saat awal-awal bulan, si Mas mengusulkan jadwal Februari saja. Sekaligus datang ke kondangan sobat korepnya. Yaudahlah, sikat aja dah. Saya mah bisa kapan-kapan aja ya. Si Mas sih yang agak susah.

Rencananya saya berangkat Sabtu. Padahal saya pengennya berangkat Jumat, biar lebih puas main di Solo. Biar Sabtu Minggu bisa puas-puas di Solo. Lalu balik Senin atau Selasa.

Tapi si Mas pengennya saya berangkat Sabtu. Entah kenapa. Mungkin mau travelling sendirian dulu. Yaweslah. Ya resikonya, si Mas harus ambil jatah cuti untuk tambah hari main dengan saya. Dia pengennya Senin sih. Eh njilalah hari Senin ada temannya yang akan ikut tes cpns. Ya sudah, si Mas ambil cutinya hari Selasa.

Wuah ya saya puas dong di Solo, hoho... Berangkat Sabtu pagi dari Jember, naik kereta, sampai Solo jam setengah 7 malam. Pulangnya hari Selasa malam, jam 6 sore, naik bis. Sampai Jember kira-kira jam 3 pagi.

Begitu rencananya...

Selama di Kereta Api...

Saya sih betah-betah aja ya naik kereta api. Si Mas sih yang kurang betah. Soalnya lama euy. Tapi jadwal kereta api yang sekarang ini cukup meringankan.

Kalau dulu, memang perjalanan Jember-Solo memakan waktu 12 jam. Berangkat jam 6 pagi. Sampai Solo jam 6 pagi. Lah sekarang beda cuy. Cuma 9,5 jam. Mengurangi waktu banget kan? Alhamdulillah...

Saat menunggu kereta api datang, ealah ada temen saya yang mau naik kereta api. Si Dimas. Adik tingkat S2. Mau tes cpns. Turun di Mojokerto.

Lumayan banget, ada Dimas, saya difotoin di tengah-tengah rel kereta, hoho. Sekaligus dikenalin cilok enak yang ada di pinggiran Stasiun Gubeng. Ciloknya beneran enak banget. Pentol ikan.

berjalan-di-atas-rel

Selama perjalanan, saya duduk bersama seorang pemuda asal Banyuwangi. Lulusan akademi pelayaran di Semarang. Sedang menuju Solo untuk singgah, lalu kemudian tes cpns di Jogja.

Ya kami ngobrol-ngobrol. Saya yang lebih banyak bertanya. Soalnya kerapkali saya kurang suka bercerita, kecuali pada orang tertentu. Saya lebih suka ngobrol dan wawancara ke orang-orang, untuk mendapatkan sedikit ilmu pemberiannya.

Lalu, di depan saya ada 2 orang bapak-bapak. Beliau adalah terapis ruqiyah. Wuih makin seru dong pembahasan kami. Hahaha. Mengenal seluk beluk jin, cara mengatasi orang kesurupan, membahas orang-orang indigo, mencibiri orang-orang yang ngaku-ngaku ahli penyembuh ruqyah, dsb.Seru!

Ya ini, serunya perjalanan naik kereta api. Bisa ngobrol dengan penumpang. Bertukar cerita untuk membunuh waktu.

Tiba di Solo

Saya tuh, dulu, tiba di Solo dikagetin sama si Mas. Ceritanya ada di sini: Solo Pertama Kali

stasiun-balapan-solo

Saat tiba, saya tuh enggak tahu, si Mas udah sampai stasiun atau belum. Dia enggak bilang.

Katanya disuruh tunggu di depan. Lah depan mana? Depan apa?

Ya sudah, saya berjalan ke tempat dulu bertemu. Saya coba cari-cari enggak ketemu. Saya wa tuh. Enggak dibalas.

Ealah tiba-tiba muncul di belakang saya. Saya lupa dia menegur apa ke saya. Saya lupa. Yang ada saya syok. Sebab dia sudah menunggu saya di pintu depan, tapi saya enggak menemukannya. Padahal saya udah usaha tengok kanan-kiri untuk mencari. Khawatir dijebak. Ealah beneran. Ternyata orangnya udah ada dari tadi.

Lalu kami ke tempat parkir. Ngambil sepeda motor. Saya dibawain helm sama Mas. Langsung naik ke sepeda motornya si Mas. Langsung peluk. Kangen euy.

Btw tas saya berat banget. Sampai-sampai, saat mau naik sepeda motor, saya hampir terjungkal ke belakang gara-gara keberatan tas, hahaha.

Menuju Kosan

Lokasi yang kami tuju pertama kali adalah kos-kosan. Iya, saya mencari penginapan yang murah meriah saja. Cari kos-kosan saja. Yang 50.000 per malam. Saya di sini akan 3 malam. Lumayan lah. 150.000 selama menginap.

kos-harian-solo


Kosan yang saya dapat kali ini berbeda dengan yang dahulu. Kata si Mas lebih dekat. Sementara, menurut saya kosan yang ini lebih baik daripada kosan saya sebelumnya. Sebab, lemarinya bagus. Kasurnya spons ber-pir. Ada selimut. Kamar mandi dalam. Dan akses langsung ke bagian depan penginapan. Mantap pokoknya.

Kangen Nasi Liwet. Nyobain Susu Segar Boyolali

Uwiiii, ini nih yang dikangenin dari Solo. Sego liwet. Saya pengen banget nyobain nasi liwet malam hari. Tapi yang benar-benar nasi liwet.

Alhamdulillah dapat warung nasi liwet di pinggir jalan. Warungnya cukup ramai. Banyak warga lokal atau wisatawan yang makan di sana juga.

nasi-liwet-solo

Waw. Nasi liwetnya masih sama. Sama dengan nasi liwet yang dulu pernah kami coba. Rasanya sama. Gurih-gurihnya sama. Sayurnya sama. Lauknya khas suwiran ayam dengan rasa yang sama. Bahkan porsinya juga sama. Sama-sama sedikit, hahaha...

nasi-liwet-solo

Oh ya, si Mas menawarkan saya untuk mencoba Susu Segar Boyolali. Sebenarnya saya enggak suka susu sih. Ngerasa eneg aja gitu. Kalaupun terpaksa minum susu, ya susu Indomilk atau Ultramilk. Hahaha.

Namun kali ini bertekad memberanikan diri untuk nyobain susu segar khas Boyolali. Saya penasaran, sesegar apa sih susu Boyolali ini?

nasi-liwet-solo

Eh ternyata seger bangeeeet... Saya pesan yang original. Hangat.

Alhamdulillah, habis dong. Waw, keren banget saya dan Boyolali, hoho.

Lain kali saya mau coba varian lain. Yang cokelat. Kata si Mas sih enak. Ya sudah, lain waktu ke sini lagi, nyobain lagi.

Main ke Festival Lampion

Selanjutnya kami main ke Festival Lampion. Uwuuuw finally bisa main-main sama lampion. Bisa melihat lampion lebih dekat. Sepertinya saya enggak pernah sama sekali ada interaksi dengan lampion.

Alhamdulillah, dikasih kesempatan untuk main-main di Festival Lampion.

festival-lampion-solo

Tapi saya ceritanya dilanjut pekan depan aja ya... Soalnya, yang dibahas juga kulinerannya juga euy. Kami menghabiskan banyak jajanan di sana... hahhaa...

Ditunggu ya, tulisan lanjutannya pekan depan.

See you

Wassalamualaikum wr wb 💕
Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

7 komentar untuk "Perjalanan ke Solo, Hasil Menabung Rindu"

  1. wew mantap maen ke solo
    ini saya penasaran es teh yang daerah sono yang 2.500 itulo

    BalasHapus
  2. backpaker bngt ya mba. low cost libran nya.. bsa dicontoh

    BalasHapus
  3. Emang kalau ke Solo tuh paling enak kulineran sih kayaknya. Kalau saya, selalu menyempatkan nyobain seafood di kota yang saya datangi. Dan seafood di Solo termasuk enak (dan murah tentu saja) hahaha.

    BalasHapus
  4. Mbak, nginep yang semalem 50 ribu?


    MAHASISWA BANGETTT


    HAHAHAHA


    Jadi inget jaman kuliah, nyari penginepan yang murah meriah.

    BalasHapus
  5. Inspirasi banget mbak.. oiya besok tanggal 20 saya ke solo juga lo, ikutan tes cpns. Bingung juga cari penginapan yang murah buat 3 orang. Minta rekomendasinya mbak

    BalasHapus