Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Serangkaian Cerita Usai Travelling

Assalamualaikum wr wb

Pekan kemarin hectic banget dah. Saya travelling cukup lama. Sabtu, Minggu, Senin, Selasa. Ambil resiko kalau-kalau Senin Selasa ada bimbingan tesis. Dugaannya sih ada bimbingan, tapi boleh milih hari. Hingga pada hari-H, ada insiden di luar dugaan, hoho.


Travelling Solo Jogja

Saya ke Solo, berbalas mengunjungi si Mas. Tahun kemarin saya enggak main ke Solo sama sekali. Pengennya sih saya ke Solo usai seminar proposal, biar ada leganya sedikit. Atur jadwal dan bolak-balik ganti jadwal sedemikian rupa, hingga akhirnya kami memutuskan supaya tanggal 2 Februari sudah ada di sana, untuk menghadiri pernikahan seorang teman.

Selama 4 hari di sana, saya merasa puas lah. Hmm enggak puas-puas banget sih, tapi cukup. Saya tiba di Solo Sabtu malam, lalu kita bermalam mingguan di Festival Lampion Solo. Kemudian hari Minggu kami datang ke Magelang untuk kondangan. Lalu lanjut hujan-hujanan di Borobudur.

Malam mingguan di Festival Lampion Solo
Hari Senin, si Mas kerja, jadinya saya main sendirian. Dibawain sepeda motor, rencananya mau main ke Keraton Solo, ealah saya malah nyasar ke Boyolali, hadeeeh. Hari Selasa, kami ke Gunung Kidul, main ke Gunung Ireng dan  Studio Glampong. Puaaas banget. Hingga akhirnya Terminal Tirtonadi memisahkan kita.

Ada yang bucin di Terminal Tirtonadi

Cerita selengkapnya akan tayang tiap hari Rabu, hoho... Ditunggu yaa...

Menghadap Prof Ind Untuk Bimbingan

Prof Ind bilang ke Mas Wawan, untuk bimbingan hari Selasa, Rabu atau Kamis. Boleh milih hari. Karena saya masih di Solo, jadi kami memilih bimbingan hari Rabu. Padahal Rabu subuh saya baru tiba di Jember.

Pukul 10.00, kami menunggu di FTP. Tidak ada tanda-tanda kemunculan beliau. Ternyata beliau bisanya setelah jam 1. Sementara Mbak Ica enggak bisa. Lalu Mas Erwan dan Mas Wawan entah ada acara apa dah, mereka keluar jam segitu.

Bawa Erdo buat bimbingan tesis, hoho

Hari Kamisnya, jam 8 pagi, kami menemui Prof Ind lagi. Enggak janjian. Langsung menghadang Prof Ind di ruangannya. Ya beliau marah.

Kamu enggak ada janji mau ketemu saya kan? Janjiannya masa' hari ini? Kan kemarin. Kemarin saya nunggu Wawan, tapi ternyata ditunggu-tunggu enggak ada. Juga enggak harus datang keroyokan ber-4. Bersatu, berdua, bertiga itu bisa. Kalau berempat gini, enggak efektif bimbingannya. Kamu Wawan, mau mbahas apa? Kan sudah toh? Ya sudah, kamu keluar sekarang. Yang Erwan ini, gimana?

Wuah Prof. Ind badmood dah. Mas Erwan kena semprot. Mbak Ica juga. Saya ketar-ketir.

Sebelum saya mendapatkan giliran bimbingan, saya coba buka web JPPDAS. Pengen tahu kabar terakhir mengenai artikel saya. Eh ternyata udah tayang loh. Lengkap dengan volume dan nomornya. Alhamdulillah, akhirnya bisa meredam amarahnya Prof Ind.


Link downloadnya di sini: http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPPDAS/article/download/5484/4958

Selanjutnya, ya saya bimbingan tesis. Menyampaikan progress penelitian saya. Batas DAS-nya harus dibenahi, soalnya outletnya harus pas di SPAS. Penggunaan lahannya fixed pakai digitasi manual karena lahannya enggak terlalu luas.

Untungnya malam sebelumnya saya sudah ketemu Feri, mahasiswa S1 bimbingannya Prof Ind. Saya terlalu bingung dengan banyaknya metode untuk bikin penggunaan lahan. Alhamdulillah sudah ada pencerahan.

Ikut Trauma Healing Untuk Anak-Anak Korban Bencana Banjir di Desa Klungkung

Usai menghadap Prof Ind, saya langsung cus menemui teman-teman Unej Mengajar. Mau ke SD Klungkung, yang warga-warga di sekitarnya terdampak banjir cukup parah. Rencananya, kami mau menyalurkan sumbangan dari teman-teman Ujar. Sekaligus memberikan treatment trauma healing. Hoho.

Sedang ada pengerukan di sungai dekat SD

Sekolah yang juga dijadikan titik kumpul bencana

Waktu ndampingi adek-adek nge-game
Sesi foto bareeeng~~~
Kami berkunjung ke jembatan yang ambrol diterjang banjir
Setelah itu makan bakso kabut bareeeng~~

Kumpul Blogger Jember yang Bikin Kangen 

Duh, kalau bukan saya yang ngajak dan ngoprak-ngoprak, belum tentu kita bisa kumpul bareng kayak gini. Janji ngumpulnya sih Februari, saat mas Suga dan Mas Ilham beres skripsi. Enggak pakai banyak cingcong, langsung saja agendakan. Mendadak. H-2. Yang kumpul ya yang bisa aja.


Finally, kita berhasil meet up di Foodgasm, jam 4 sore. Ada saya, Mbak Rohmah, Mas Suga, Mas Ilham dan Mas Vadil. Ada juga Mbak Vindy yang datang sebentar, ikut foto-foto doang.


Yang kita bahas hmm apa ya... enggak ada sih, kita tuh cuma kangen-kangenan. Hahaha. Enggak optimasi blog atau medsos, soalnya cuma perlu tombo rindu, hahaha.


Belajar main tiktok, hahaha

Fatim di Rumah. Shanum Sudah Bisa Jalan

Jumat pagi saya pulang ke Lumajang. Mau membayar UKT. Uang UKT-nya sih sebenarnya sudah diberi oleh Prof Ind, namun saya pakai untuk beli laptop, hehe. Kemudian uang blog saya terkumpul 5 juta, lalu sisanya ditambahin oleh Ibu.

Sorenya, saya kecapekan. Jam 4 sore sudah mapan tidur. Badan enggak bisa bangun, sampai dipijetin oleh Ibu. Cukup sih, istirahat setengah jam. Tidur sorenya sebentar saja, khawatir enggak bisa tidur malam.

Keesokan harinya, ada Fatim di rumah. Main seharian di rumah. Kangen eh lama enggak main sama Fatim. Awalnya, saya yang jemput Fatim di rumahnya. Dia mandi dulu. Saat siap-siap di lantai atas, Fatim panggil-panggil, Te Ocaaa... Te Ocaaa... Berharap saya menjawabnya, untuk memastikan bahwa saya masih ada di rumahnya, hahaha...

Saat di rumah saya, Fatim nonton kartun di channel Cbeebies. Saya tidur-tiduran di sofa menemani Fatim.


Sorenya, kami main ke rumah Shanum. Adek Shanum sudah bisa jalan. Jalan lucu-lucu imut-imut. 3-5 langkah. Lucunyaaa.....

Shanum suka banget saat saya gendong ajak keluar rumah. Lihat taman yang ada. Dia nunjuk-nunjuk ini itu, mungkin maunya ngomong ya, tapi belum bisa, haha.

Oh iya, saya habis nggoda Shanum. Saya pura-pura menakut-nakuti dia. Hasilnya, dia tertunduk ketakutan. Enggak nangis, enggak wadul juga. Keren sih.


Sudah, itu saja cerita saya sepekan kemarin, hehe...

Wassalamualaikum wr wb 💕
Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

20 comments for "Serangkaian Cerita Usai Travelling "

  1. Hai mba Oca!
    Salam kenal dari blogger Borneo, Balikpapan, kota penyangga ibu kota.
    Sepertinya ini kunjungan perdana ya
    Topik artikelnya random ya. Mengalir. Aku suka!
    Menginspirasi, jadi pengen buat juga eui.
    Mari-mari mampir di lapakku ya :)

    ReplyDelete
  2. Wah ada Festival Lampion Solo, asyik juga kalo pepotoan di situ.
    Aku juga pengin ke Solo nih, sempat ada rencana bulan Desember lalu, tapi nggak jadi.

    ReplyDelete
  3. Asyik banget bisa kumpul teman-teman blogger, kalau saya mah bisa kumpul pas event doang, itupun kalau memungkinkan :D

    Bahagianya jadi single, gunakan waktunya sebaik mungkin, suatu saat nanti masa itu bakal dirindukan :D

    ReplyDelete
  4. Banyak cerita seru setelah liburan ya, Mbak hahaha.
    Jadi kangen pengin ngebolang, Mbak. Mei 2017, saya pernah ngebolang ke Yogya, Solo, Surabaya, Makassar. Makanya pas lihat terminal Trtonadi, jadi ingat naik bus malam dari Solo ke Surabaya mengejar pesawat. Ternyata saya salah jadwal. pesawat saya berangkat sore hahaha.

    ReplyDelete
  5. Seru ya mbak. BTw semoga dimudahkan urusan tesisnya. Moga segera selesai dan bisa menerapkan ilmunya di masyarakat. ^^

    ReplyDelete
  6. Random banget ceritanya ya mbak. Tapi jadi terasa seru. Jadi banyak yang bisa diketahui

    ReplyDelete
  7. Mbak, itu jembatan yang ambrol karena banjir bandang kemarin bukan? Yang di jember itu?

    ReplyDelete
  8. Trauma Healing tuh apaan sih mbak?

    ReplyDelete
  9. Salam kenal kak..tulisan ini mngingatkan pd tulisan saya jaman dulu.. Random.. Jadi pingin buat lagi.
    keren mb agendanya

    ReplyDelete
  10. Seru ya roadmap travelingnya hihi... sampe terbit artikel ilmiahnya lagi di jurnal hihi. Semoga semakin rajin berkarya, baik untuk kepentingan akademiknya maupun bloggingnya ya Kak Ros

    ReplyDelete
  11. Masyaallah, kegiatannya pada merayap ya Mba. Selamat ya Jurnalnya sudah tayang, keren banget deh. Cita-cita juga bisa punya jurnal aku hehehe.

    ReplyDelete
  12. Lagi LDM karena kuliah lagi ya mba. Wah, jadi ingat saya juga sama beberapa tahun lalu, tapi karena kerja, bukan kuliah. Rasanya kalo ketemu suami itu kayak pacaran lagi ya. Hahaha. Senang banget malam mingguan di Festival Lampion Solo. Semoga senantiasa berbahagia sekeluarga ya mba.

    ReplyDelete
  13. Whoaaa ... Kakak bandel juga nih datang ketemu Profesor tapi nggak janjian. Padahal kemarin ditunggu sama beliau. Untung dimarahinnya ramean ya Kak, hehehe ...

    Semoga lancar-lancar Kak, proses pengerjaan tesisnya. Aih, seketika pengen daftar S2 nih jadinya, hihihi ...

    ReplyDelete
  14. Duhh,yang malam mingguan sama si mas nya di festival lampion.
    Dan sekalian mengajar trauma healing ke anak-anak, dan untuk trauma healing itu sendiri artinya memberi semangat kepada anak-anak pasca trauma bencana banjir bukan mba ?
    Soalnya aku pernah denger tapi kurang mengerti maksudnya.
    sukses buat tesis mu mba,semoga nantinya bermanfaat

    ReplyDelete
  15. Semoga di mudahkan n lancarkan Tesisnya ya mba. Jadi bisa bebas travelling deh. Taman lampion yang di Jogja bukan mba? Klo iya aku jg pernah, bagus banyak spot instagramable, hehe

    ReplyDelete
  16. Seru juga ya bikin ketemuan sesama blogger. Pasti asik kalo hubungannya sudah akrab, jd bener2 nambah teman deh. Keren!

    ReplyDelete
  17. Wah asli mengalir banget postingannya. Wuih festival lampion. Jadi gemes pengin pasang juga di langit-langit sekitar rumah, biar kayak bintang mendekat gitu wkwkwkwk, tetap happy ya mbak ros.....

    ReplyDelete
  18. Kak Ros keren banget, ya, tesis, LDR, punya anak, masih aktif di kediatan sosial. Wah, generasi milenial idaman, ini.
    Saya tak bisa membayangkan diri LDR. Benar-benar sulit rasanya. Hanya bisa 2 minggu saja, itu pun sudah pengen menangis.

    ReplyDelete