Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pergulatan Batin Menemukan Nama Halokakros.com

Assalamualaikum, selamat pagi gengs

Mungkin banyak di antara teman-teman, yang penasaran kenapa nama blog saya beralamatkan halokakros.com dengan tajuk Halo Kak Ros.

Kayak pengen ngeksis banget ya, dan kayak pengen disapa banget ya.

Hmm, ya sebenarnya kedua sangkaan itu benar. Namun sesungguhnya, jawabannya tidak sesederhana itu. Apakah kalian tahu, bahwa saya mengalami pergolakan batin yang sangat dalam atas hadirnya nama itu. Ribet banget dah.

Dalam postingan ini, saya akan menceritakan bagaimana kisah pergolakan batin itu terjadi. Namun tentu saja, harus dimulai dari kisah awal mula saya ngeblog karena itu menjadi bagian dari kisah saya, hahaha.



Awal Mula Mengenal Blog

Saya mengenal blog semenjak kelas 8 SMP (tahun 2008). Saat itu nama Raditya Dika sudah berkibar. Saya baru saja mengenal dan menulis suka-suka. Dan yang saya ingat, saya tidak menggunakan efek salju atau efek musik karena saya tahu itu alay. Yaa meski dari dalam hati sebenarnya menginginkannya.

Oh ya, ini saya tunjukin alamat blog saya jaman SMP. Silakan berkunjung. Tenang, saya nggak alay kok. Namun mungkin kalimatnya yang sederhana, bisa membawamu kembali ke masa lalu, sebagaimana dirimu dulu.

Rhoshandha.blogspot.com

Duniaocha.blogspot.com

Saya masih ingat, kelas 9 SMP ada UAS mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi Komunikasi). Ujiannya adalah praktikum bikin blog. Alhamdulillah, lancar.

Memasuki SMA (2010), rupanya saya semakin rajin ngeblog. Apalagi ketika saya menemukan harta karun berisi link blog teman-teman blogger dengan curhatan-curhatan yang asyik banget untuk diselami.

Apalagi ya, kala itu saya mendapat password wifi sekolah depan rumah, yang sinyal wifinya sampai ke rumah saya. Makin jadilah saya aktif ngeblog. 

Sudut cantik untuk belajar dan ngeblog kala SMA, bisa memantau bulan

Waktu itu, lagi ramai-ramainya blognya benakribo.com shitlicious.com daraprayoga.com dan teman-temannya Bang Raditya Dika. Namun saya tetap nggak akan bisa bikin tulisan sejenaka dan seasyik mereka. Yang saya tulis ya yang saya bisa. Arsipnya masih ada kok di blog ini. Sangat sederhana.

Hal yang saya sesalkan saat ngeblog kala itu adalah tidak bergabung dengan komunitas apapun. Huaa, sedihnya. Padahal komunitas blogger lagi ramai-ramainya. Saya nggak tahu kenapa saya nggak gabung ke komunitas, mungkin minder karena kecil kemungkinan untuk bisa kopdar kali ya, haha.

Mengapa Memilih Blog Daripada Facebook dan Twitter?

Kala blog booming, pada saat yang bersamaan Facebook dan Twitter juga naik daun. Saya nggak memilih Facebook, karena teman-teman banyak yang Facebook-an saat itu. Sementara saya pengen curhat dan nggak pengen curhatan diketahui teman-teman. Kalau diketahui teman-teman maya, boleh, karena mereka nggak akan tahu aslinya saya bagaimana.

Tidak memilih twitter karena saya nggak paham Bahasa twitter. Saya selalu bertanya-tanya kenapa saat nulis harus ada kata RT. Kan ribet ya. Jadinya saya nggak aktif di twitter.

Maka saya mantap memilih blog daripada platform lainnya. Bisa curhat sepuasnya dan hanya diketahui teman-teman dunia maya. Kalau teman-teman di dunia nyata ingin mengenal blog saya, ya silakan.

Memilih Nama Domain yang Uuuh Alay dan Cupu Bangetlah

Naik ke jenjang berikutnya, yaitu SMA (2010) saya masih setia dengan blog. Tentu saja, alamat blog saya berubah lagi. Cari nama yang lebih seru (mungkin):

Cerita-ocha.blogspot.com

Diary-ocha.blogspot.com

Huahaha, Namanya Ocha melulu. Ya memang waktu itu teman-teman yang dekat dengan saya manggil saya Ocha. Kalau teman-teman yang biasa aja manggilnya Rhosha (tapi nggak pakai H).

Pengennya sih kembali ke nama rhoshandha.blogspot.com Tapi saya lupa alamat emailnya, dan nggak bisa dipakai lagi kan kalau emailnya beda. Jadi ya ikhlasin aja.

Mantap Ber-TLD dan Drama Kehilangan Pemegang Kunci 

Lanjut kuliah (2013), saya masih ngeblog. Masih dengan curhatan pribadi. Apalagi saat itu masih home sick berat. Sayangnya saya merasa dunia blogger saat itu lagi sepi banget. Teman-teman saya pada nggak ada. Entah hilang ke mana. Tapi saya tetap nulis. 

Hingga tahun 2016, entah kenapa saya ingin punya domain TLD. Sepertinya sudah ingin sedari dulu, namun saya sudah lupa alasannya apa. 

Waktu itu saya sharing dengan pacar (sekarang mantan, dia sudah nikah), tentang saya yang ingin nama alamat blognya berakhiran -.com. Pengen utak-atik sendiri. Eh dibantu. Dia minta tolong temannya yang katanya hacker.

Dapatlah saya domain TLD. Pakai nama kakroos.com. Saya dapat gratis. Harusnya bayar kira-kira 150.000an lah ya. Namun dia nggak pernah nagih, dan saya nggak pernah bayar karena saya dan temannya mantan itu tidak pernah ketemu. Mau saya transfer, tapi saya nggak dikasih kesempatan untuk dapat nomor hape atau nomor rekening atau lainnya.


Satu tahun kemudian, saatnya perpanjangan. Orang itu hilang. Dia yang pegang kunci perpanjangan domain saya, hilang entah kemana, tiada kabar. Lalu saya harus bagaimana? Bingung dong. Saya kalut segala rupa.

Hingga akhirnya, saya ikhlaskan. Saya rela kok, belajar mengurus TLD saya sendiri. Saya rela kehilangan DA PA saya yang waktu itu udah belasan. Saya rela kehilangan identitas lama yang saat itu sudah dikenal oleh teman-teman blogger.

Jadi yaa, mari kita mulai hari baru. Harapan baru dan semangat baru. Saya mengurus sendiri TLD-nya. 2 hari cuy, saking aku nggak bisanya pasang kode-kode. Untungnya live chat di qwords.com membantu banget.

Di pojok kanan bawah laptop, ada stiker kakroos.com hoho


Pergulatan Batin Memilih Nama Blog

Mau saya, alamat domain baru ini untuk selamanya, yang nggak akan saya ganti kapanpun. Banyak syarat pemilihan nama: harus ringkas, beridentitas, dan penuh semangat.

Awalnya maunya sih rhoshandha.com, tapi kau tahulah ya, itu nulisnya susah. Huruf h-nya ada 3. Kan kasihan teman-teman saya kalau nulisnya seribet itu.

Lalu coba disederhanakan jadi rosanda.com Huruf h-nya dihilangkan. Tapi saya khawatir orang-orang menuliskan nama lengkap saya jadi Rosandayani, padahal kan bukan. Lalu pas saya tulis Rhoshandhayani, eh disalahkan karena teman-teman lebih familiar dengan rosanda yang tanpa h. Duh ribet lah.

Kemudian coba pakai insial atau singkatan. Yaitu rykt.com. Kok ribet ya. Huruf konsonan semua.

Mau pakai kakros.com, tapi mahal euy. Mungkin karena famous banget ya. Oh ya, nama Kak Ros ini tercetus karena saat itu teman-teman saya banyak yang panggil Kak Ros. Ya udah lah ya sekalian aja dijadikan branding, yaa meskipun sebenarnya banyak yang pakai sih, hahaha.

Saya juga nggak mau Ocha-Ochaan lagi. Terlalu imut lah, hahaha, sementara saya sudah mendewasa. Nama Ocha biar dipakai oleh orang terdekat saja.

Lalu… ada alamat blog teman-teman yang depannya pakai kata halo, hello, dll. Wuah asik nih. Kayaknya nama halokakros.com asik juga ya. Ya udah deh, sikat.

Jadilah saya pakai nama halokakros.com yang akan memasuki usia ke-4 bulan Maret nanti. Yey.



Alasan Masih Setia dengan Blog

Alhamdulillah hingga kini saya masih setia dengan blog halokakros.com. Asiklah. Nyaman. Bisa berpuas-puas diri nulis curhatan. Ikutan lomba. Juga menerima kerjasama yang membahagiakan, hoho.

Semakin maraknya platform medsos lain seperti Youtube dan Tiktok, tidak menyurutkan niat saya untuk konsisten ngeblog. Banyak kok alasannya.

Saya tidak memilih Tiktok, karena nggak pede euy. Yang terpampang lebih banyak muka. Juga agak kurang jelas dan tertata sih. Selain itu, Tiktok juga lebih terkenal dengan joget-jogetannya, ya kan? Namun tidak dipungkiri bahwa suatu hari saya akan Tiktok-an jua. Namun dengan konten yang bermanfaat dan aman tentunya.

Saya belum memilih Youtube, karena ribet euy. Harus ngerekam, kalau ngomong harus lancar, lalu masih harus edit. Kerjanya 3 kali euy. Kalau ngeblog kan kerjanya cuma sekali duduk. Nggak lama kayak bikin video Youtube. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa saya akan nge-Youtube juga. Menjadi blogger juga harus berkembang, bukan?

Jadi, bagi saya Blog adalah platform digital yang memenuhi ekspektasi dan keinginan saya. Bisa menerima curhatan dan tulisan saya sepuas-puasnya. Juga bisa untuk dijadikan ladang mata pencaharian. Iya Inshaa Allah

Yang Dimau dan Diharapkan dari Blog Ini

Blog ini tuh isinya gado-gado. Apa saja ditulis. Karena kan ini tentang personal saya. Mau difokusin ke cerita travelling saja, tapi kok agak susah ya. Karena saya juga jarang travelling.

Mau fokus ke foodblogger, kok susah juga ya. Saya jarang makan di tempat, melainkan beli makan untuk dibawa pulang ke rumah. Pengen ke konten beauty, tapi kok saya jarang banget coba-coba make up dan skincare.

Lalu, mau saya apa????

Saya masih bertanya-tanya soal itu. Jadinya blog saya ya begini adanya. Apa saja ditulis.

Namun tentu saja, saya juga ingin berkembang. Saya nggak mau stuck di sini-sini saja. Saya mau nambah blog, untuk perkembangan konten saya.

Pengen punya blog khusus beauty, travel dan health. Pengen punya 3. Harapannya, salah satunya dibangun dari wordpress. Iya, saya pengen banget belajar dan mengembangkan skill. Inshaa Allah yaa, semoga bisa…

Selain itu, saya sedang mengusahakan banget untuk upgrade kualitas tulisan. Terutama soal story telling. Pengen banget eh menang lomba karena tulisan saya story tellingnya berhasil memikat juri. Alhamdulillah tadi malam belajar cara menerapkan story telling di blog, dipandu oleh master dongen Mas Bambang Irwanto. Teman-teman boleh intip blognya untuk tahu rahasia menulisnya.

Jadi, yaa itulah kisah pergolakan batin untuk kemudian berjodoh dengan nama halokakros.com. Ribet banget ya kisahnya. Hahaha. 

Wassalamualaikum wr wb


Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

2 comments for "Pergulatan Batin Menemukan Nama Halokakros.com"

  1. Berarti ini ganti nama domain aja ya, kak ros? Kirain ganti beneran dari awal. Hehe

    Good luck, semoga makin laris manis blognya kak. :D

    ReplyDelete