Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pertanyaan Ujian Sidang Tesis Tentang Erosi dan Konservasi

Assalamualaikum, 

Selamat pagi gengs, apa kabar?

Ehem, Selasa besok, saya ada sidang alias ujian tugas akhir/tesis. Hal yang harus dilakukan adalah belajar. Memprediksi pertanyaan-pertanyaan yang akan keluar, lalu menjawabnya. 

Kemarin saat bimbingan, saya juga disiapkan atau dikasih tahu kira-kira pertanyaan seperti apa yang akan keluar. Alhamdulillah, kan jadi punya pandangan ya.

Nah, pertanyaan-pertanyaan itu, nggak cukup dipelajari aja, tapi saya juga harus berlatih berbicara. Kadang kan kalau sedang ujian lisan, kita jadi belepotan, nggak bisa nyusun kata-kata. Apalagi saya juga sudah lama nggak berbicara di depan orang.

Makanya ini rencananya saya tulis saja. Jadi, secara teori saya sudah siap dengan jawaban-jawaban yang ada. Sambil diingat-ingat.

Saya juga kan sidangnya online, nanti juga bisa ngintip jawaban-jawaban di blog, kalau ada pertanyaan yang sama yaaa… hehe

Tesis Tentang Erosi dan Konservasi

Tesis saya judulnya Analisis Erosi dan Sedimen Untuk Arahan Konservasi di Sub-Sub DAS Kasmaran DAS Bedadung. 

Alur penelitiannya: saya menganalisis erosi dan sedimennya berapa dengan menggunakan model SWAT. Lalu menemukan HRU (wilayah yang lebih kecil dari sub-sub DAS) untuk didapatkan nilai erosi tertinggi dan sungai dengan sedimen tertinggi. Saya datang ke lokasi untuk observasi sekaligus wawancara warga setempat untuk mengetahui persepsinya. Terakhir, saya memberikan arahan konservasi sesuai kondisi fisik dan sosial di masing-masing wilayah tersebut.

Nah, berikut ini adalah daftar dugaan pertanyaan yang akan muncul, dengan jawaban-jawaban yang akan saya sampaikan secara lisan bila pertanyaan ini benar-benar keluar.

Pertanyaan Ujian Sidang Tesis Tentang Erosi dan Konservasi

Dalam hal ini, saya membaginya berdasarkan Bab-Bab yaa.. Mulai dari latar belakang hingga kesimpulan. Temanya tentang erosi dan konservasi. Ya dimulai dari penginderaan jauh dan pencitraan satelit sih, tapi yang ini nggak masuk ke kajian, melainkan modal utama untuk masuk ke tahap menentukan erosi dan sedimentasi.

Latar Belakang

1. Apa manfaat/peran DAS bagi masyarakat?

DAS berperan penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan, menjaga kualitas air, memenuhi kebutuhan air bagi mahluk hidup, mencegah banjir dan kekeringan pada musim hujan dan kemarau

2. Apa saja masalah yang terjadi di Sub-Sub DAS Kasmaran sebelumnya?

Pada tahun 2014, terjadi erosi berat karena perubahan tata guna lahan di Sub-DAS Rembangan
Pada tahun 2016, Kelurahan Bintoro rawan banjir dan longsor
Pada tahun 2017, sungai Kasmaran mengalami banjir terparah
Pada tahun 2019, terjadi longsor yang merusakkan 7 rumah
Sedimen di Sub-DAS Rembangan sejumlah 85 gr/liter yang tidak bagus untuk kualitas air.

3. Apa dampak terjadinya erosi?

Dampak terjadinya erosi menyebabkan menipisnya lapisan permukaan tanah bagian atas yang menyebabkan degradasi lahan (menurunnya kemampuan lahan), mengurangi kesuburan tanah sehingga berdampak buruk pada hasil panen

4. Apa dampak terjadinya sedimen?

Sedimen dapat menyumbat aliran air di saluran, serta naiknya tinggi muka air sehingga terjadi banjir.

5. Bagaimana indikator DAS sehat?

Indikator DAS Sehat adalah tersedianya air dalam kuantitas dan kualitas yang baik, menyimpan air saat musim hujan sehingga mampu menyediakan air pada musim kemarau, DTA (Daerah Tangkapan Air) di hulu berupa vegetasi.

6. Apa hipotesis penelitianmu? Mengapa tidak ada hipotesis?

Sependek pengetahuan saya, hipotesis dibuat hanya apabila yang dipermasalahjan menunjukkan hubungan antara 2 variabel atau lebih. Penelitian saya juga termasuk penelitian eksploratif yang jawabannya sukar dicari, sukar diduga, sukar ditebak atau bahkan sulit untuk dihipotesiskan

7. SPAS itu apa?

Satuan Pengamat Arus Sungai yang berfungsi untuk mendeteksi indikator DAS sehat. Data yang didapatkan adalah data curah hujan (dari ARR), TMA (Tinggi Muka Air), data ukuran penampang sungai, pengukuran kecepatan aliran, pengukuran sedimen, lengkung aliran dan lengkung sedimen.


Tinjauan Pustaka

1. Bagaimana ciri-ciri DAS daerah hulu, tengah dan hilir?

DAS di daerah hulu, kemiringan lerengnya besar, vegetasinya berupa tegakan hutan, sungainya memiliki arus yang deras, terjadinya proses erosi.

DAS di daerah hilir, kemiringannya landau atau datar, biasanya banyak permukiman atau pertanian, aliran sungainya tidak deras, terjadinya proses sedimentasi, sering terjadi banjir apabila vegetasi di hulu gundul

DAS di daerah tengah, merupakan daerah transisi dari keduanya, biasanya terjadi proses transportasi

2. Bagaimana proses terjadinya erosi?

Pengelupasan – Pengangkutan – Pengendapan (sedimentasi)

Apabila hujan turun dengan intensitas tinggi, maka air hujan mampu mengelupas partikel tanah sehingga terlempar ke udara yang selanjutnya jatuh bersama air hujan mengikuti aliran air. Pada lereng yang miring, partikel tanah terbawa ke arah bawah searah lereng. Sejumlah partikel tanah akan menyumbat pori-pori tanah. Apabila intensitas hujan tinggi, bahkan lebih tinggi dari proses laju infiltrasi maka akan timbul genangan air di permukaan tanah yang akan menjadi aliran air di permukaan tanah. Aliran air inilah yang akan mengangkat partikel tanah tersebut menuruni wilayah. Lalu di wilayah yang datar, partikel tanah tersebut mengendap sehingga terjadi sedimentasi.

3. Apa hubungan antara intensitas hujan dan energi kinetic?

Ketika hujan turun, dia membawa sebuah energi. Energinya ada 2, yaitu energi kinetic dan energi potensial. Energi potensial adalah energi yang dibawa hujan dari ketinggian di awal hingga sampai ke tanah dikalikan dengan massanya dan percepatan gravitasi. Sedangkan energi kinetic adalah energi massa butiran air hujan menumbuk partikel tanah dengan kekuatannya yaitu kecepatan jatuhnya menumbuk tanah (dikuadratkan).

Sehingga semakin tinggi intensitas hujan, semakin tinggi kecepatannya sehingga energi kinetic untuk meloloskan tanah semakin besar.

4. Apa maksudnya sintesis di bagian 2.3.1?

Sintesis yang dimaksud adalah perpaduan. Maksudnya, iklim merupakan perpaduan perubahan nilai unsur-unsur cuaca dalam jangka Panjang di suatu wilayah. Unsur-unsur iklim seperti curah hujan, intensitas penyinaran, suhu maksimum, suhu minimum, kecepatan angin dsb

5. Data iklim ada yang sifatnya diskontinu dan ada yang kontinu, apa maksudnya?

Data kontinu maksudnya data yang bersifat terus-menerus atau berkesinambungan, biasanya disajikan dalam bentuk rata-rata, nilai maksimal dan nilai minimal. Contohnya suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, kecepatan dan arah angin

Sedangkan data diskontinu adalah data yang sidatnya tidak berkesinambungan atau tertentu, biasanya disajikan dalam bentuk data total sehari, sebulan, semusim, setahun. Contohnya radiasi, lama penyinaran, presipitasi dan penguapan

6. Apa yang menentukan kekuatan dispersi hujan terhadap tanah?

Disperse yang dimaksud adalah menyebarnya tanah akibat percikan air hujan. Factor yang menentukan adalah massa butiran hujan dan kecepatan hujan tersebut hingga menumbuk partikel tanah.

7. Hujan lebih itu apa?

Hujan lebih adalah hujan yang dapat menimbulkan aliran permukaan karena intensitas hujannya tinggi

8. Tanah tersusun atas apa? Bahan dasar yang menyusun tanah?

Tanah tersusun atas 50% padatan  yang 45%nya adalah bahan mineral dan 5%nya adalah bahan organik. Sedangkan 25%nya adalah air dan 25%nya lagi adalah udara.

9. Erodibilitas itu apa?

Erodibilitas adalah kepekaan tanah. Mudah tidaknya tanah tererosi.

10. Bagaimana topografi berpengaruh terhadap erosi?

Lereng yang semakin curam dan Panjang akan meningkatkan kecepatan aliran permukaan sehingga daya angkutnya juga meningkat yang mengakibatkan potensi terjadinya erosi lebih besar

11. Apa hubungan antara kapasitas infiltrasi dengan vegetasi?

Keberadaan tanaman dapat memperbesar kapasitas infiltrasi tanah sehingga dapat mengurangi limpasan air permukaan. Vegetasi juga memiliki kemampuan menyerap air sehingga kapasitas infiltrasinya meningkat dan mengurangi terjadinya erosi.

12. Apa perbedaan antara USLE, MUSLE, RUSLE, MEDALUS dan AGNPS? Ini dari artikelmu sendiri kan?

USLE (Universal Soil Loss Equation) memodelkan erosi dengan variable erosivitas hujan, erodibilitas tanah, kemiringan lereng serta tutupan lahan dan upaya konservasinya. 

MUSLE (Modified USLE) pemodelan erosi berdasarkan USLE yang telah dimodifikasi. Ia memperhitungkan run-off untuk mendapatkan nilai sedimen

RUSLE (Revised USLE) pemodelan erosi berdasarkan USLE yang direvisi oleh pembuatnya, perbedaannya ada pada kemiringan lereng, yang ia memadukan dengan Panjang lereng

MEDALUS (Mediteranian Desertification and Land Use Research Program), mengevaluasi erosi untuk daerah meditarania

AGNPS (Agricultural non-point source model) pemodelan erosi khusus di wilayah pertanian dengan non-poin source 

13. Bagaimana proses terjadinya sedimen?

Mula-mula terjadinya erosi tanah menjadi partikel halus, lalu partikel-partikel tersebut menggelinding bersama aliran air. Sebagian akan tertinggal di atas tanah, dan Sebagian lainnya masuk ke dalam sungai terbawa bersama aliran menjadi sedimen

14. Apa saja factor-faktor terbentunya sedimen?

Jumlah dan intensitas hujan, formasi geologi dan tanah, tata guna lahan, erosi di bagian hulu, serta topografi

15. Apa yang dimaksud dengan konservasi?

Konservasi tanah dan air adalah upaya atau Tindakan memelihara keberadaan tanah dan air untuk keberlanjutan sekaligus menjaga kualitas dan kuantitas tanah dan air

16. Bagaimana prinsip konservasi air dan tanah?

Air hujan yang jatuh disimpan seefisien mungkin, menyimpan kelebihan air hujan pada musim hujan lalu menyediakan air yang cukup pada musim kemarau

17. Penanaman menurut kontur itu maksudnya apa?

Penanaman menurut kontur adalah penanaman yang mengikuti garis kontur yang dilakukan di lahan miring untuk mengurangi erosi dan aliran permukaan. Dapat mengurangi aliran permukaan dan erosi, mengurangi hilangnya unsur hara. 

18. Bagaimana cara kerja SWAT memodelkan erosi?

SWAT mulanya mendeliniasi DAS menjadi sub bagian berdasarkan ketinggian permukaan serta jaringan sungai. Lalu ia membagi lagi dalam sejumlah HRU berdasarkan kesamaan jenis tanah, kelerengan dan tutupan lahan. Selanjutnya iklim yang dimasukkan, bekerja dengan cara… saat tidak terjadi hujan, model akan melakukan kalkulasi terhadap air tanah. Apabila terjadi hujan, maka model akan melakukan perhitungan terhadap nilai hujan. Hujan tersebut bisa menjadi aliran permukaan atau masuk ke dalam tanah mengalami infiltraasi. Air yang menjadi limpasan permukaan, berpengaruh terhadap kondisi tanah dan mengakibatkan erosi serta sedimentasi.

19. Bagaimana cara kerja SWAT menentukan kelerengan?

SWAT membaca data ketinggian permukaan berdasarkan peta DEM yang saya masukkan. Ketinggian yang tersaji = berbeda-beda. Lalu saya memasukkan batasan atau kelas kelerengan landai, datar, curam dsb. Kemudian SWAT menentukan lereng yang curam berdasarkan perintah yang saya berikan.

20. Bagaimana cara kerja SWAT menentukan sedimen?

SWAT menghitung erosi berdasarkan aliran permukaan. Di sini saya juga memasukkan peta sungai dan menentukan outlet. Sehingga tanah yang terkena run-off itu tahu harus pergi ke mana, yaitu ke sungai hingga masuk ke outlet.

21. Mengapa memilih model SWAT?

Karena saya hendak melakukan arahan konservasi secara detail berdasarkan HRU, sekaligus ingin mengetahui hasil erosi dan sedimen

22. Apa keunggulan menggunakan model SWAT?

SWAT mampu menghitung erosi dan sedimen. Kalau USLE hanya bisa menentukan erosi. Selain itu SWAT dihitung berdasarkan skala DAS.

23. Apa yang dimaksud dengan HRU?

HRU (Hydrology Response Unit) adalah kelompok wilayah atau lahan yang memiliki kombinasi tanaman penutup, tanah dan kemiringan lereng

24. Bagaimana cara kerja SWAT saat musim penghujan dan kemarau?

Pada saat musim kemarau, SWAT akan melakukan kalkulasi terhadap air tanah. Pada musim hujan, model akan melakukan perhitungan terhadap nilai hujan. Hujan tersebut bisa menjadi aliran permukaan atau masuk ke dalam tanah dan mengalami infiltrasi

25. Apa perbedaan MUSLE dengan USLE terkait energi kinetic hujan?

USLE menentukan erosi dengan memperhitungkan energi kinetic hujan, sedangkan MUSLE memperhitungkan aliran permukaan untuk menentukan erosi dan sedimen


Metodologi Penelitian

1. Apa yang dimaksud dengan penelitian deskriptif kuantitatif?

Penelitian deskriptif kuantitatif adalah penelitian terstruktur berdasarkan data yang dijabarkan secara deskriptif mengenai fakta dan hubungan yang terjadi

2. Mengapa mengambil lokasi penelitian di Sub-Sub DAS Kasmaran?

Karena kami ingin mengetahui bagaimana erosi terjadi di wilayah yang kecil, kebetulan di lokasi tersebut ada SPAS (Satuan Pengamat Arus Sungai) sehingga bisa mendapa data debit dan sedimen untuk wilayah kecil. Juga wilayah terebut beberapa kali mengalami banjir dan longsor. Minimal ada 1 kali kejadian setiap tahunnya, baik di wilayah itu sendiri maupun di sekitarnya.

3. Peta tutupan lahan memiliki ketelitian 1:15 meter, ini kok detail sekali?

Iya, saya ngambil dari Citra Saelit Google dan memang tampak jelas atap rumahnya

4. Peta DEM ini apa?

DEM merupakan singkatan dari Digital Elevation Model. Peta DEM merupakan peta yang menyajikan atau memodelkan ketinggian permukaan bumi secara digital

5. Apa tujuan kalibrasi?

Kalibrasi bertujuan untuk mendapatkan hasil simulasi yang menyerupai keadaan sesungguhnya di lapangan

6. Apa yang dimaksud dengan pemodelan?

Pemodelan adalah representasi dari sebuah bentuk nyata yang disederhanakan dalam hal kecil melalui teknologi

7. Apa itu r2 atau koefisien determinasi?

Koefisien determinasi merupakan sebuah alat untuk menguji seberapa besar korelasi antara data terukur dan data simulasi

8. Apa itu NSE?

NSE atau Natsh Succliffice Efficiency merupakan alat uji untuk mengetahui kinerja model sudah dapat diterima atau belum


Bab 4. Pembahasan

1. Bagaimana pengaruh DAS yang bentuknya memanjang terhadap banjir?

Pada DAS yang bentuknya memanjang, biasanya induk sungainya memanjang. Bentuk ini menyebabkan debit banjir relatif kecil karena butuh waktu lama air untuk sampai ke satu titik

2. Apa yang dimaksud dengan deliniasi?

Deliniasi adalah proses pembagian wilayah berdasarkan kriteria tertentu. Dalam hal ini deliniasi sebuah DAS ditentukan berdasarkan peta DEM dan peta jaringan sungai. Dia membagi berdasarkan aliran air dan batasannya adalah punggung bukit.

3. Apa perbedaan tanah latosol dan regosol?

Jenis tanah latosol mampu menyerap air dengan baik. Jenis tanah regosol teksturnya kasar yang membuat tanah tidak dapat menampung air dan mineral dengan cukup baik.

4. Apa perbedaan sawah dan pertanian lahan kering?

Pertanian dalam hal ini saya bedakan menjadi 2 jenis, yaitu sawah dan pertanian lahan kering. Sawah bisa ditanami padi sepanjang tahun, sedangkan PLKE teraliri oleh sedikit air sehingga yang ditanam adalah palawija

5. Berapa parameter yang diubah-ubah untuk kalibrasi?

Ada 3 parameter yaitu CN2, AWC dan GWQMN

CN2 (Curve Number) adalah kurva aliran permukaan. Ia mengestimasi aliran permukaan (run-off) dari hubungan antara hujan, tutupan lahan dan jenis tanah. Nilai debit model lebih kecil daripada debit observasi sehingga nilai CN2 harus dinaikkan dengan metode coba-coba hingga mendapatkan nilai yang mendekati. Pada tanah yang jenuh air, maka kemungkinan besar terjadi run-off. Tanah dengan kondisi kering, minim terjadi run-off.

AWC (Available Water Capacity) adalah kapasitas air yang tersedia. Kadar lengas tanah berpengaruh terhadap laju debit puncak. Semakin tinggi kadar lengas tanah maka nilai debit puncak semakin inggi

GWQMN adalah batas kedalaman air pada aquifier dangkal yang dibutuhkan untuk kembali terjadinya aliran. Aliran air tanah dapat menyumbangkan peningkatan debit di permukaan

6. Bagaimana sistem pertanian di Sub-Sub DAS Kasmaran?

Untuk di dusun Perbal dan Mojan, sawahnya berada di dekat sungai Kasmaran. Jadi mereka bisa 3x tanam. Irigasinya setengah teknis.

Untuk di dusun Semenggu, dulu mereka melakukan 2x tanam padi dan 1x palawija. Airnya didapat dari pipa besar yang terhubung dari hulu. Namun semenjak kejadian longsor yang menjatuhkan pipa pada awal 2020, mereka tidak ada persediaan air untuk pertanian sehingga hanya menanam  palawija saja (jagung dan singkong)

7. Bagaimana kelerengan berpengaruh pada erosi?

Pada lahan dengan kemiringan curam, aliran permukaan terjadi cepat (besar) sehingga air lebih memilih menuruni lereng daripada diserap oleh tanah. Pada lahan dengan kemiringan landau, air menggenang cukup lama untuk infiltrasi sebelum akhirnya menuruni lereng.

8. Mengapa erosi di permukiman tinggi?

Karena awalnya daerah tersebut secara geografis hutan. Namun seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka terjadi pembukaan lahan hutan menjadi permukiman. Air yang seharusnya terserap dengan baik justru tidak menemukan tempat sehingga terjadi run-off

9. Mengapa pohon sengon menyebabkan erosi?

Sengon adalah tanaman dengan jenis kayu yang empuk dan mudah lapuk bila terkena air. Bila kayunya ditebang, daunnya untuk makan hewan ternak maka yang tersisa adalah akarnya. Akar yang lembab dimakan oleh bakteri pengurai sehingga tercipta rongga atau Lorong pada bekas akar. Saat hujan turun, air memasuki rongga tersebut. Keadaan tanah yang kurang kuat, membuat wilayahnya rentan mengalami erosi.

10. Seberapa efektif rumput yang ditanam di teras rumah dapat mengurangi erosi?

Dalam penelitian Satriagasa dan Suryatmojo tahun 2020, bahwa tutupan rumput gajah efektif mengurangi erosi tanah dibuktikan dengan pengurangan kekeruhan terhadap perairan akibat erosi. Dia melakukan 10 skenario dengan perbedaan kemiringan lereng dan perlakuan ditanaman rumput/tidak.

11. Seberapa yakin kamu mengatakan bahwa pagar hidup recommended untuk mengurangi erosi di sawah?

Biasanya solusi konservasi yang disarankan di sawah adalah konservasi mekanis seperti pembuatan terasering, guludan, teras bangku, dll. Namun dalam kasus ini, sawah di sana sudah menerapkan teras bangku. Jadi, perlu putar otak untuk mengatasi hal ini. 

Perlu penanaman pohon keras di sekitar sawah. Sejauh ini hal tersebut sudah dilakukan. Di sana sudah ada bamboo, pohon kelapa, dsb.

Jadi saya coba tinjau dari aspek lainnya. Mungkin kelerengannya. HRU tersebut berada pada kelerengan 20% dan 20%. Rupanya pagar hidup bisa mengurangi erosi di wilayah dengan kelerengan 15%-40%. Tanaman pagar hidup yang direkomendasikan adalah secang, kejibeling, beluntas, dadap. Tanaman bunga juga bisa dijadikan pagar hidup seperti bunga refugia.

Soal ketersediaan air, saya baru kepikiran kemarin bahwa saya bisa merekomendasikan pembuatan embung untuk menampung kelebihan air hujan yang pemanfaatannya bisa digunakan sewaktu-waktu. Mungkin bisa dibuat embung kecil sekitar 20-30 meter. Yaa dalam hal ini embung tidak bisa menjadi solusi untuk mengurangi erosi, melainkan solusi bagi petani yang butuh air untuk bisa menanam padi.

12. Kalau ditanami rumput atau pohon lain apakah tidak menimbulkan persaingan penyerapan zat hara dan tanaman pokok?

Untuk mengatasi hal tersebut, maka kita perlu menyiasatinya. Rumput raja dan setaria memang direkomendasikan. Namun alangkah lebih baik bila rumput raja sesekali waktu ditebang daunnya untuk dijadikan sebagai pakan ternak. Selain itu, juga tidak menghalangi penerimaan sinar matahari.

Hasil penelitian oleh Adnyana tahun 1997 di Bali menunjukkan bahwa penanaman rumput Setaria dalam bentuk strip mampu mengurangi laju erosi tanah sebanyak 50% dalam kurun waktu 3 bulan.

--

Yaa itulah jawaban yang saya siapkan untuk menghadapi ujian tesis yang diadakan nanti jam 9 pagi. Hoho. Iya, jawaban ini baru selesai h-3 jam, haha.

Doakan semoga ujian tesis saya sukses dan lancar yaa… serta bisa lulus dengan predikat memuaskan. Aamiin…

Wassalamualaikum wr wb


Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

Post a Comment for " Pertanyaan Ujian Sidang Tesis Tentang Erosi dan Konservasi"