Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Disleksia: Penyebab Anak Kesulitan Belajar Membaca

Disleksia termasuk penyakit gangguan belajar anak yang mengalami kesulitan membaca, menulis, mengeja sampai berbicara kurang jelas. Menurut The International Dyslexia Association, penyakit tersebut menjadi penyakit saraf pada anak yang sering terjadi.

Penyakit tersebut ditandai saat si kecil kesulitan mengenali huruf maupun angka. Alhasil, anak sulit memahami kosakata atau mengeja tulisan. Walaupun begitu tidak mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Sebagai orang tua, Mama dan Papa harus mengenali perkembangan anak karena anak gejalanya berbeda.

Tanda-tanda Anak Mengalami Disleksia

Jangan salah loh, disleksia bisa menyerang anak-anak maupun orang dewasa lantaran terlambat mengetahuinya. Penyakit tersebut memiliki gejala berbeda sesuai usia dan keparahannya. Berikut ini akan dipaparkan tanda-tanda anak mengalami disleksia berdasarkan tingkat usia sekolah.

Gejala Disleksia Usia Prasekolah

Usia prasekolah menjadi hal membahagiakan bagi orang tua karena anaknya mulai sekolah. Apalagi, anak mulai prasekolah saat usia 2 sampai 4 tahun. Orang tua akan senang melihat anaknya pandai menyanyi, menulis, berhitung dan membaca tingkat rendah.

Sayangnya sebagian anak-anak sulit mengucapkan kata-kata atau mengeja kata sederhana. Hal tersebut pertanda anak mengalami disleksia, apalagi gejalanya meliputi anak terlambat bicara, sulit mengingat huruf, angka dan warna. Bahkan anak sulit mempelajari kata-kata baru atau sulit memahami kata yang mirip.

Gejala Disleksia Usia Sekolah

Saat anak kesulitan membaca di usia sekolah dasar, lakukan tes disleksia agar permasalahannya teratasi. Usahakan memantau aktivitas anak saat belajar menulis, mengeja, membaca atau memahami berbagai hal. 

Orang tua harus jeli dan tanggap karena disleksia usia sekolah cukup beragam. Bahkan membuat anak minder lantaran tidak bisa membaca, pasalnya kemampuan anak membaca lebih rendah dibanding usianya.

Bahkan anak sulit menjawab pertanyaan atau menemukan kalimat yang pas untuk kalimat. Gejalanya pun beragam dan membuat kepercayaan diri anak berkurang karena anak sulit mengingat urutan kejadian, kesulitan memahami apa yang didengar, butuh waktu lama untuk menulis dan membaca.

Gejala Disleksia Saat Remaja

Gejala penyakit saraf tersebut ada yang terdeteksi saat remaja atau dewasa. Bahkan gejalanya mirip dengan gejala anak-anak, untuk gejala saat dewasa adalah kesulitan membaca dengan suara lantang. Bahkan kemampuan menulis dan membacanya lambat dan memiliki masalah saat mengeja.

Umumnya, penderita sering salah mengucapkan nama atau kalimat. Selain itu lama mengerjakan tugas sehingga memicu ketidakpercayaan dan tidak mau bergaul dengan teman sebaya. Berbahayanya lagi, penderita tak mau sekolah lantaran merasa malu akibat pola pikirnya sudah sempurna.

Sejatinya macam-macam disleksia beragam. Di antaranya adalah Rapid naming deficit yang menimbulkan penderita sulit menyebutkan angka maupun huruf yang ia lihat. Ada juga phonological dyslexia yang membuat penderita sulit mengeja kata menjadi susunan huruf untuk ditulis.

Selanjutnya ada double deficit dyslexia yang membuat penderita sulit memisahkan angka yang dilihat. Visual dyslexia yang menyebabkan kondisi kesulitan memaknai kata yang dilihat. 

Penyebab Disleksia pada Anak-anak

Disleksia disebabkan oleh beberapa faktor, alhasil setiap anak-anak memiliki penyebab yang berbeda. Orang tua harus jeli dan mengetahui penyebab yang menyerang buah hati, dengan begitu pengobatan yang diberikan tepat.

Mengetahui penyebab lebih dini mengurangi tingkat keparahan penyakit, jika Keluarga Kiddo mengetahui buah hati menunjukkan gejala penyakit tersebut segera berkonsultasi dengan dokter. Berikut ada daftar penyebab yang menyerang anak-anak, antara lain:

1. Faktor Genetik

Menurut beberapa sumber, penyakit saraf tersebut ada yang disebabkan faktor genetik. Alhasil jika salah satu anggota keluarga menderita gangguan tersebut, bisa saja si kecil menderitanya. 

2. Faktor Ekstern

Penyebab selanjutnya bisa disebabkan dari lingkungan luar, misalnya gangguan yang dialami saat anak dilahirkan. Misalnya terkena cedera otak maupun mengalami trauma yang menyebabkan anak kesulitan berbicara, menulis, membaca dan memahami materi.

Faktor tersebut dominan menyerang bayi lahir prematur atau mengalami kondisi berat badan kecil. Gangguan tersebut juga menyerang bayi yang mengalami kelainan struktur otak sehingga sulit mengolah kata dan berfikir. Bahkan paparan obat, alkohol, infeksi kehamilan bisa menyebabkan gangguan penyakit saraf.

Memang, penyakit disleksia memiliki kelebihan. Walaupun begitu harus di diagnosis lebih dini. Tujuannya agar tidak parah dan perkembangan anak lebih optimal, peran orang tua diperlukan sehingga terapi disleksia tepat. Keluarga Kiddo bisa berkonsultasi dengan dokter ahli agar penangannya tepat dan terarah, terapi tersebut antara lain:

  1. Tes pemahaman arti kata maupun isi bacaan
  2. Tes kemampuan berbicara. Orang tua atau dokter bisa memberikan tanya jawab perihal suatu kejadian. Setelah itu anak diminta menceritakannya kembali.
  3. Tes pengenalan kata, angka dan huruf.
  4. Tes psikologi dan kesehatan anak.
  5. Tes mengeja arti dan menulis kalimat.

Walaupun buah hati belum menunjukkan perubahan signifikan, Keluarga Kiddo tak boleh menyerah dan menyalahkan anak. Berikan motivasi agar anak berusaha, jika anak memberikan respon positif berikan pujian agar semangat menjalani serangkaian tes.

Selain itu, tim dokter akan meninjau ulang riwayat kesehatan keluarga Kiddo. Tujuannya agar pengobatan gangguan pada anak lebih optimal, bahkan anak akan diberikan vitamin untuk anak disleksia agar bisa sembuh.

Agar gangguan kesulitan membaca bisa sembuh, diperlukan pengobatan yang tepat. Dengan begitu terapi disleksia mempercepat kesembuhan. Selain itu, Mama Papa bisa memberikan stimulasi edukasi pada anak di rumah. Bahkan bisa menggunakan bantuan teknologi dan mendukung kegiatan belajar anak di rumah atau di sekolah.

Nah, disinilah peran platform online kiddo.id sangat terasa manfaatnya. Keluarga Kiddo bisa memanfaatkan platform ini untuk membantu menstimulasi perkembangan anak sejak dini. Perlu diketahui, di kiddo.id adalah platform yang bisa membantu para orang tua untuk memaksimalkan potensi yang ada pada anak.

Kiddo.id sendiri mempunyai banyak fitur dan layanan online yang sangat interaktif. Ada berbagai kegiatan yang bisa Keluarga Kiddo lakukan bersama anak dengan bantuan Kiddo ini. Banyak aktivitas seru seperti les, workshop, playdate, activity kit yang bisa membantu anak belajar, sampai kursus calistung dan membaca yang bisa membantu menstimulasi si kecil yang menderita disleksia.

Disleksia menjadi momok menakutkan bagi orang tua karena buah hati kehilangan perkembangannya, tak heran orang tua rela berkorban saat buah hati menderita gangguan tersebut. Untuk itulah ulasan diatas bisa dijadikan wawasan, saat anak-anak menunjukkan gejala harus konsultasi dengan dokter agar tes disleksia tepat waktu.


Referensi:

  • hellosehat.com
  • health.kompas.com
  • www.docdoc.com
  • www.haibunda.com


Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

32 komentar untuk "Mengenal Disleksia: Penyebab Anak Kesulitan Belajar Membaca "

  1. Ortu memang harus peka dan tetap semaangaatt ya Kak

    Banyak public figure yg juga disleksia. Kalo ga kliru Tom Cruise pun disleksia

    BalasHapus
  2. Keponakanku disleksia juga alhamdulilah melalui terapi sekrang sudah aktif dan tumbuh menjadi anak pintar.

    BalasHapus
  3. Trims infonya kak ros. Nanti mau coba ah untuk ngetes bocil nih ke kiddo.id skaligus menstimulasi tumbuh kembangnya

    BalasHapus
  4. Berbicara mengenai disleksia jadi inget anak temanku yang menderita disleksia dan saat ini sedang terapi disleksia gitu dan saat ini Alhamdulillah kalau dilihat anaknya malah makin pintar lho dia lebih cepat tangkap kalau belajar bahasa Inggris.

    BalasHapus
  5. aku penderita disleksia kak sampe kelas 5 SD. berkat latihan terus menerus jadi bisa hilang. Diriku seperti dateng dari faktor bayi lahir prematur sepertinya

    BalasHapus
  6. Jadi khawatir dengan anak saya Azzam, soalnya dia tampak kesulitan saat diajak belajar membaca dan menulis. Jangan-jangan mengalami disleksia

    BalasHapus
  7. wah dieleksia ini ternyata bisa dideteksi dan bisa disembuhkan ya, baru tau saya terima kasih info yang bermanfaat ini kak

    BalasHapus
  8. Anakku Play Group juga masih susah banget bedain angka, huruf. Semoga bukan disleksia, sih. Tapi kalaupun iya, masih bisa disembuhkan ya?
    Makasih sharingnya, Kak Rhos :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip, sipp
      mantul ini review-nya
      bermanfaat utk para ortu

      Hapus
  9. Pas banget artikelnya, Rhooss..
    Aku lagi cari tahu masalah disleksia pada anak.
    Dengan stimulasi yang tepat, masalah disleksia bisa diatasi.
    Alhamdulillah~
    Pencerahan sekali.

    BalasHapus
  10. Mungkin gak, kita disleksia pas dewasa. Sebab pengalamanku gini, pas kecil aku rasanya lancar saja belajar membaca. Justru ketika sudah lulus kuliah, lalu jadi editor di sebuah penerbitan kecil, kok kadangkala salah baca. Gemerlap bisa kubaca gelap, loh. Itu kenapa, ya?

    BalasHapus
  11. alhamdulillah sekarang ini informasi mengenai disleksia sudah banyak. Jadi orangtua engga tutup mata sama kondisi anak. Apalagi hanya melabeli anak sebagai anak pemalas gitu. Soalnya kasihan kalau dipaksa untuk tetap bisa tanpa mendapat terapi ya.

    BalasHapus
  12. Sukaakk banget dengan aneka terobosan di kancah digital.
    Termasuk platform online kiddo.id ini, bener2 terasa manfaatnya yaa.

    Keluarga/ orang tua bisa memanfaatkan platform ini untuk membantu menstimulasi perkembangan anak sejak dini. Keren banget

    BalasHapus
  13. Infonya lengkap banget, lumayan nambah ilmu kalau nanti udah punya anak hehe.

    BalasHapus
  14. Wah baru tahu disleksia bisa dikurangi efeknya bahkan bisa sembuh ya, memang nggak mudah tapi jika orang tua telaten ada jalan keluarnya..

    BalasHapus
  15. kemarin saya lihat channel youtubenya Deddy Corbuzier dan sedih banget baca tentang perjuangannya yang ternyata disleksia

    Deddy kecil terpaksa mengulang kelas dan pastinya mendapat ejekan dari teman temannya

    BalasHapus
  16. Aku jadi ingat kasus disleksia yang diangkat menjadi film, waktu itu bintangnya Atiqah Hasiholan. Ternyata si anak ini memiliki kecerdasan visual yang luar biasa meskipun dia kesulitan mengenal huruf dan susah konsentrasi saat belajar. Biasanya anak yang mengalami disleksia memiliki keunggulan lain yang harus digali oleh orangtuanya.

    BalasHapus
  17. Bisa menyerang orang dewasa juga ya Mbak? Kalau untuk orang dewasa karena apa ya? Sama aja dengan anak kali ya? Tapi kok baru keluar gejalanya setelah dewasa ya?

    BalasHapus
  18. Kalau ga salah Deddy Corbuzier juga mengalami desklesia waktu beliau Kecil. Pernah dengar ceritanya

    BalasHapus
  19. Aku baru tau ternyata ada faktor genetik yang berpengaruh ya, ternyata ada platform online yang membantu anak sehingga bisa hilang ya disleksianya, kereen!

    BalasHapus
  20. Sampai saat ini, diseleksia masih banyak yg awam termasuk tidak sedikit orang tua yang kurang peka terhadap hal ini. Dan penilaian masyarakat kepada orang diseleksia juga masih ada saja yang memandang sebelah mata

    BalasHapus
  21. Kak Ros, makasih banyak infonya, yaaa. Pas banget aku tu mencurigai anakku ada disleksiaa gitu tapi mau bawa ke dokter tumbuh kembang belum sempat. aku coba dulu deh di Kiddo.

    BalasHapus
  22. wah baru tahu klo disleksia ini bisa menyerang orang dewasa juga, kukira hanya saat anak anak..
    tapi banyak juga orang disleksia yang justru punya tingkat kecerdasan yg lebih tinggi ya mbak

    BalasHapus
  23. duhhh jadi inget aku disleksia dari dulu sampe sekarang kak, cuman sudah berkurang. dulu Tes pengenalan kata, angka dan huruf.sering lupa beberapa huruf dan angka. sampe sekarang masih susah mengingat nama dan alamat secara berurutan

    BalasHapus
  24. Berarti segera setelah terdeteksi, disleksia ini harus segera ditangani ya agar kita bisa menyesuaikan metode untuk cara mengajari nak dalam membaca dan melakukan aktivitas akademik lainnya.

    BalasHapus
  25. Disleksia mengingatkan aku sama Deddy Corbusier dan Azks, putranya.
    Ternyata hal spt ini bisa dideteksi sedari dini ya
    Walau punya kelebihan, ternyata masih ada cara utk penyembuhan nya juga

    BalasHapus
  26. Wah anakku yang kedua nih usia TK msh agak susah megenali huruf, msh suka kebalik, misal huruf p yg perutnya harusnya hadap kanan, dia ke kiri, apa termasuk jg ya dgn gejala kek gtu? huhu
    Emang rencana mau ke psikolog jg sih buat cek2

    BalasHapus
  27. Baru tau ada penyebab-penyebab khusus orang mengalami disleksia. Anyhow tapi semua tetap bisa berjalan normal ya, nggak ada kesulitan jika berniat dan berusaha. Terima kasih sudah berbagi informasi.

    BalasHapus
  28. Jadi paham aku soal Disleksia
    Coba nanti ini artikelnya ku share ke teman yang kebetulan mengalami

    BalasHapus
  29. Syukurlah ada Kiddo sehingga orang tua bisa mengetahui apakah buah hati mengalami disleksia sejak dini sehingga bisa segera mencari solusinya aamiin.

    BalasHapus
  30. Ya Allah semoga lekas sembuh yang sedang dikasih ujian disleksia. Dengan begini banyak artikel orangtua jadi cepat tanggap. Ya kak. Bisa tau harus gimana solusinya

    BalasHapus
  31. Masyaallah, seneng ya udah ada kiddo ini buat yg mengalami diseleksia jadi terbantu dan ada platform yg tepat. Kalo jaman dulu diseleksia ini susah mau mengetahuinya

    BalasHapus