Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Cara Mengatasi Kesulitan Mengajarkan Anak Mengaji

Assalamualaikum wr wb

Kamu sebagai orang tua, pasti pengen banget anak kita pandai mengaji? Sayangnya diperlukan cara belajar mengaji anak dengan pendekatan anak-anak. Banyak orang tua yang mengeluh si kecil enggan mengaji karena dianggap sulit. Bagaimanapun, Ayah Bunda sebagai orang tua harus membujuk lebih ekstra.

7 Cara Anak Belajar Mengaji Bersama Orang Tua

Ayah Bunda jangan putus asa ya kalua si kecil tantrum saat diajak mengaji. Ayah Bunda nggak boleh pesimis karena belajar saat kecil adalah masa emas mengenyam pendidikan. Lain halnya dengan belajar di masa tua layaknya menulis di atas air yang sulit diingat. Jadi, Ayah Bunda harus bisa menerapkan cara tepat anak belajar mengaji, yaitu:

1. Memperhatikan Waktu Mengaji

Tugas orang tua memang mendidik anak agar bisa mengaji, tetapi tak boleh egois menentukan waktu si kecil mengaji. Perhatikan waktu mengaji anak sesuai mood anak agar semangat mengaji, misalnya sesudah Maghrib atau setelah sholat Maghrib.

Jika Ayah Bunda sibuk di jam tersebut, carilah waktu lain. Misalnya sore hari atau pagi sekitar pukul 06.00 sampai 07.00. Setelah memilih waktu mengaji, jadikan sebagai jadwal harian sehingga anak terbiasa mengaji sesuai jadwal.

Ajaklah si kecil belajar huruf Hijaiyah secara saksama. Ayah Bunda bisa membacakan huruf hijaiyah dengan nyanyian agar si kecil gembira, otomatis ia akan mengikuti nyanyian tersebut. Orang tua harus sabar mengajarkan anak mengaji walaupun si kecil belum bisa atau menolak mengaji. Berikan nasihat bijak manfaat mengaji. 

Memperhatikan waktu belajar mengaji memberikan semangat untuk si kecil, dengan begitu menjadi kebiasaan setiap hari.
Biarkan anak mengeksplor dirinya saat belajar mengaji, orang tua harus mengarahkan bacaan huruf hijaiyah yang benar agar pelafalannya tepat. Images Credit: freepik.com


2. Berikan Teladan Pada Anak

Anak adalah peniru ulung dan mengikuti kebiasaan orang tua. Saat orang tua gemar mengaji, pasti si kecil ingin mengaji. Ayah Bunda harus membiasakan mengaji sebelum mengajarkan anak mengaji, otomatis si kecil mengikuti orang tuanya mengaji.

Walaupun saat awal-awal belajar mengaji terasa sangat berat, seiring berjalannya waktu si kecil aktif mengaji sendiri. Entah pendampingan orang tua atau menemui guru ngaji, masa anak belajar mengaji berbeda. Ada yang cepat dan tanggap menghafal bacaan, tetapi ada yang lambat.

Intinya, semua anak bisa mengaji jika orang tua berusaha mendidik anak agar pandai mengaji. Berikan dukungan pada si kecil dan tanamkan rasa percaya diri saat si kecil sedih apabila belum bisa mengaji. Yakinkan si kecil pandai mengaji dan menjadi anak sholeh dan sholehah.

3. Berikan Wawasan Mengaji pada Anak

Perlu Ayah Bunda ketahui, anak-anak menyukai kebahagiaan dan ingin semua keinginannya tercapai. Ayah Bunda bisa jelaskan manfaat mengaji pada si kecil, diantaranya bisa berdoa meminta pertolongan pada Allah SWT agar keinginannya dikabulkan.

Bahkan, Ayah Bunda bisa menjelaskan mengaji mendapat pahala dan mendatangkan kebahagiaan. Otomatis, si kecil bahagia dan semangat belajar mengaji. Dijamin belajar mengaji anak lancar, kesulitan Ayah Bunda mengajarkan anak mengaji bisa hilang.

Ayah Bunda bisa mengajak si kecil berdoa setelah sholat, sebelum melakukan aktivitas dan sesudahnya. Jadikan berdoa sebagai amalan setiap hari bersama si kecil, otomatis ia menirukan kebiasaan Ayah Bunda berdoa dan semangat belajar mengaji.

Memberikan teladan mengaji menjadi metode efektif mengajari anak mengaji
Orang tua harus membiasakan mengaji bersama si kecil dan dijadikan kebiasaan setiap hari. Seiring berjalannya waktu, si kecil pandai mengaji. Images credit: freepik.com


4. Metode yang Tepat

Apakah Ayah Bunda bingung karena si kecil hobi bermain digital dan sulit diajarkan mengaji? Carilah metode yang tepat sesuai hobi si kecil. Jika anak hobi bermain digital, Ayah Bunda bisa download video anak kecil belajar mengaji agar si kecil mengenal huruf hijaiyah.

Tetapi, Ayah Bunda tetap ajak si kecil mengaji di Iqro atau jilid. Dengan begitu si kecil tidak tergantung video saat belajar mengaji. Orang tua harus tepat mencarikan video anak mengaji Al-Qur’an. Jangan sampai asal mendownload video karena khawatir ada kesalahan tafsir atau bacaan.

Ayah Bunda bisa menggunakan Milestone Tracker, fitur baru Kiddo.id. Fitur tersebut memudahkan orang tua memantau tumbuh kembang anak sesuai usia, tes potensi anak sesuai 8 kecerdasan majemuk, panduan aktivitas sesuai kelompok usia anak 0-12 tahun.

5. Sabar dan Kreatif

Terkadang, belajar mengaji anak tidak maksimal karena Ayah Bunda terlalu sibuk atau tidak sabar. Alasannya, si kecil menangis diajak mengaji atau lama memahami huruf hijaiyah.

Saat si kecil belum lancar mengaji, Ayah Bunda harus sabar mengajarkan anak mengaji. Mulai dari pelafalan huruf hijaiyah, makhorijul huruf, bacaan tajwid dan lainnya. Orang tua harus kreatif mengajarkan anak mengaji di ruangan terbuka atau tempat favorit anak bermain agar semangat mengaji.

6. Berikan Si Kecil Iqro

Belajar mengaji Iqro menjadi pilihan orang tua karena lengkap, alhasil si kecil mudah memahami huruf hijaiyah. Baik huruf terpisah maupun huruf yang disambung, Ayah Bunda bisa membelikan Iqro agar belajar mengaji lebih efektif.

Walaupun usia si kecil sudah 7 sampai 8 tahun tetapi orang tua harus mendampingi mereka mengaji. Jangan biarkan si kecil belajar mengaji sendiri karena kesibukan atau si kecil sudah pandai membaca huruf abjad.

Pantau perkembangan belajar mengaji anak, saat ada kesalahan bacaan segera diarahkan. Dukung suasana mengaji yang nyaman dan sehat agar ilmu mengaji cepat diserap, Ayah Bunda bisa mengajak anak ke taman atau di halaman rumah saat mengaji. 

7. Berikan Apresiasi

Orang tua sering lalai memberikan apresiasi saat si kecil berhasil mempelajari sesuatu. Padahal apresiasi membuat semangat anak tinggi dan berusaha keras agar berhasil mempelajarinya. Sama halnya dengan belajar mengaji, berikan apresiasi saat si kecil menghafal huruf hijaiyah maupun pandai menghafal surat pendek.

Ayah Bunda bisa memberi pujian kepada si kecil bahwa ia anak pandai. Bahkan, pemberian benda sebagai hadiah bisa diberikan agar si kecil lebih semangat mengaji. Misalnya diajak ke tempat liburan, berkunjung ke rumah nenek maupun membeli buku mengaji baru.

Belajar mengaji anak harus bisa optimal dengan dukungan orang tua. Ayah Bunda tak boleh menyerah mengajarkan si kecil mengaji, jika si kecil masih sulit mengaji bisa ikut kursus online mengaji. Ayah Bunda bisa mendaftar kursus mengaji sesuai usia anak dan ceritakan kesulitan mengaji pada jasa kursus. 

Banyak kursus online yang bisa dipilih Ayah Bunda untuk bisa diikuti oleh si kecil. Jika Ayah Bunda kesulitan mencari les atau kursus mengaji, langsung saja buka platform Kiddo.id. Ada banyak pilihan tempat les private mengaji mulai dari Iqro hingga Al-quran yang bisa Ayah Bunda pilih.

Si kecil akan mendapat bimbingan belajar mengaji yang menyenangkan sesuai kemampuannya. Tak hanya itu, Ayah Bunda bisa membaca informasi bermanfaat seputar perkembangan anak di Kiddo.id. Tak perlu bingung lagi mencari  kursus mengaji, kesulitan mengajarkan mengaji anak bisa teratasi.

Jadi, bagaimana? Sekarang sudah tahu kan cara mengatasi kesulitan anak belajar mengaji! Semoga tulisan ini bisa membantu ya!

Wassalamualaikum wr wb

Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

Posting Komentar untuk "7 Cara Mengatasi Kesulitan Mengajarkan Anak Mengaji"