Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Naskah MC Akad Nikah dari Opening Sampai Closing

Assalamualaikum wr wb

Hai, senang sekali berkesempatan untuk sharing tentang teks mc lagi. Kali ini saya mau sharing tentang naskah mc akad nikah lengkap dari opening sampai closing.

Menjadi seorang MC yang membawakan acara sakral seperti akad nikah memanglah tidak mudah. Namun yakin deh, kamu pasti bisa. Asalkan kamu benar-benar mempelajari bagaimana sih teks mc akad nikah itu.

Untuk itu, saya akan tulis di sini tentang naskah MC Akad Nikah yang bisa menjadi panduanmu untuk membawakan acara sakral nan khidmat ini. Selamat mencoba ya!

naskah mc akad nikah

Tips Penting Saat Menjadi MC Akad Nikah

  1. Biasanya kalau akad nikah islami atau syari itu, pasti ada bahasa arabnya. Biasanya berupa doa atau kata-kata mutiara. Kalau memang nggak bisa Bahasa Arab, tulis aja di kertas. Nggak pa-pa membaca, yang penting nggak salah, sebab kalimatnya sakral.
  2. Rundown acara setiap akad nikah itu berbeda-beda. Ada yang mempelai pria dan wanitanya didudukkan bersama secara langsung. Ada yang duduk bersama mulai awal dari akhir. Ada yang mempelai wanitanya baru keluar setelah pembacaan ijab qobul. Jadi perhatikan rundownnya yaa...

1. Menyambut Kedatangan Keluarga Besar

Selamat datang, kami ucapkan kepada rombongan keluarga besar calon pengantin pria, keluarga dari ...(Nama CPP)... yang merupakan putra dari pasangan Bpk. ................. & Ibu .................. 

Suatu kebanggaan dan kebahagiaan, karena pagi ini kami kedatangan keluarga yang hadir dengan penuh cinta. 

Dari hati terdalam, kembali kami ucapkan selamat datang kepada keluarga besar ...(Nama CPP)... yang sudah datang jauh-jauh dari ....(nama kota)... ke kediaman kami di ...(nama kota)... yang disambut dgn penuh cinta oleh keluarga dari calon mempelai putri ...(Nama CPW)...

2. Opening Akad Nikah (Pembukaan)

Assalamualaikum wa rohmatullahi wa barokatuh

Alhamdulillahi Robbil’alamin, Wa sholatu was salamu alaa asyrafil anbiya i wal mursalin, wa’alaa ahlihi  wa ash-habihi ajmain, amma ba’du.

Puja, marilah kita panjatkan kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Puji, marilah kita panjatkan kepada Allah Yang Maha Suci.

Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang tak pilih kasih dan tak pilih sayang. Segalanya dikasih dan disayang. Atas kasih dan sayangnya, pada hari ini, ... (hari, tangga)... kita semua bisa bertatap wajah dan bertemu pandang dalam rangkaian acara prosesi akad nikah ... (nama CPP)... dan ... (nama CPW)...

Hadirin tamu undangan yang berbahagia. 

Daun-daun tak akan mungkin terjatuh jika tidak ada yang menggerakan. Debu-debu beterbabangan tak akan mungkin terjadi jika tidak ada yang menggerakan. Ombak yang menggulung lautan pun tak akan terjadi jika tidak ada yang menggerakan.

Demikian pula dengan pertemuan kita pada pagi hari ini, tak akan mungkin terjadi jika tidak ada yang menggerakan. Maka sudah sepantasnya kita awali denga rasa syukur karena atas izin Allah-lah, kita bisa digerakan dan berjumpa di pagi hari yang penuh dengan cinta.

Sholawat serta salam, semoga senantiasa tercurah limpah kepada sosok teladan yang membawa perubahan besar bagi dunia, sosok yang akan selalu menjadi panutan dan rahmat bagi semesta yakni Baginda Nabi Muhammad SAW.

Hadirin tamu undangan yang berbahagia, Insya Allah tak lama lagi akan ada 2 hati yang terpaut dalam satu janji. Janji yang akan mengubah segalanya. Janji yang akan mengubah yang haram menjadi halal. Janji yang akan mengubah setiap hal menjadi rangkaian ibadah yang luar biasa.

Janji antara dua insan yang bernama ... (Nama CPW)... & ... (Nama CPP)...

...(Nama CPW)... merupakan putri dari pasangan Bpk. ......... & Ibu ........... 

...(Nama CPP)... merupakan putra dari pasangan Bpk. ......... & Ibu ............

3. Sambutan dari Keluarga Pengantin Pria

Hadirin yang berbahagia, selanjutnya kita mengetahui lebih dalam terkait kedatangan dan tujuan rombongan dari calon pengantin pria, akan kita simak bersama sambutan penyerahan dari pihak calon pengantin pria yang akan disampaikan oleh Bapak ........ Disilakan.

[sambutan]

Kami sampaikan terima kasih. Sungguh niat yang sangat mulia sudah terdengar jelas dari sambutan penyerahan pihak calon pengantin pria.

4. Sambutan dari Keluarga Pengantin Wanita

Selanjutnya akan kita simak dan dengarkan bersama sambutan penerimaan dari pihak calon pengantin wanita yang akan disampaikan oleh Bapak ........

[sambutan]

Alhamdulillah... sudah kita simak bersama sambutan dari kedua keluarga. Insya Allah tujuan sudah bulat dan tekad dari kedua insan sudah menggema. Mari kita kawal dengan baik. 

5. Penyerahan Seserahan

Selanjutnya, sebagai tanda cinta dari keluarga calon pengantin pria, akan ada penyerahan seserahan secara simbolis yang akan diberikan Ibu ....(nama Ibu CPP)... kepada Ibu ...(nama Ibu CPW)... 

Kami silakan kepada keluarga besar calon pengantin pria yaitu Ibu ....(nama Ibu CPP).... menyerahkan seserahan secara estafet kepada Ibu ...(nama Ibu CPW)...

Semoga ini menjadi langkah awal agar rencana akad nikah yang sesaat lagi akan berlangsung bisa berjalan dengan penuh keridhoan.

6. Pengapitan Calon Pengantin Pria

Selanjutnya, sebagai salah satu simbol penerimaan keluarga dari calon pengantin wanita sekaligus proses menuju akad nikah, kami silakan kepada bapak dan Ibu calon pengantin wanita untuk mengapit dan membawa calon pengantin pria ke tempat akad nikah.

Kami undang seluruh keluarga besar rombongan calon pengantin pria untuk masuk ke ruangan utama dan menempati kursi yang telah disediakan.

7. Persiapan Ijab Qobul

Hadirin tamu undangan yang berbahagia, kini tiba saatnya melangkah pada acara yang paling ditunggu yaitu akad nikah.

Akad nikah merupakan sebuah ikrar yang luar biasa. Langit ikut bergema dan malaikat turun mendoakan sepasang insan yang mengucap ijab Kabul.

Hadirin, agar proses akad nikah bisa berjalan khidmat, kami menghimbau agar semuanya bisa mengikuti dengan khusyuk, mengkondisikan alat komunikasnya dalam kondisi silent. 

Lalu ketika ijab sudah terucap, kami ajak Anda untuk tidak bertepuk tangan melainkan kita sama-sama berdoa seraya mengucapkan hamdallah dan doa pernikahan, “Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khair”.

Prosesi akad nikah akan dipandu secara langsung oleh Pejabat KUA ...(nama kecamatan atau nama KUA setempat)... yaitu Bapak ...(nama bapak pejabar KUA)..., dan didampingi oleh wali nikah yaitu Bpk. ....(nama wali nikah 1)... dan juga Bpk ...(nama wali nikah 2).... sebagai saksi dari pihak calon pengantin pria, serta Bpk ...(wali nikah 3)... selaku saksi dari pihak calon pengantin wanita.

[prosesi ijab qobul]

Alhamdulillahirobbil’alamin, semoga prosesi akad nikah yang telah kita saksikan bersama mendapatkan ridho dari Allah SWT dan menjadikan jalan kebaikan bagi kedua mempelai menuju ridho-Nya.

8. Penandatanganan Akta Nikah

Selanjutnya, penandatanganan akta nikah. Silakan mempelai pria menandatangani akta nikah terlebih dahulu, kemudian disusul mempelai wanita.

[penandatangan akta nikah]

9. Pemberian Buku Nikah

Selanjutnya, pemberian buku nikah diberikan dari Bapak ...(pejabat KUA)... yang mewakili dari KUA... (nama kecamatan atau nama KUA setempat)... yang diberikan kepada mempelai pria dan mempelai wanita yang kini telah sah menjadi pasangan suami istri.

[pemberian buku nikah]

10. Pemasangan Cincin

Sebagai bentuk simbolis, acara selanjutnya adalah pemasangan cincin. Disilakan kepada mempelai pria untuk memasangkan cincin ke jari manis mempelai wanita. Kemudian disilakan kepada mempelai wanita untuk memasangkan cinin ke jari manis mempelai pria.

[pemasangan cincin]

Ini adalah bukti simbolis bahwa mempelai pria dan wanita telah terikat menjadi suami istri. Juga cincin ini sebagai pengingat adanya janji sehidup semati.

11. Penyerahan Mas Kawin

Selanjutnya adalah penyerahan mas kawin. Mas kawin yang diberikan oleh pengantin pria sesuai yang telah disebutkan saat ijab qobul adalah ...(nama mas kawin). Disilakan untuk diberikan kepada pengantin wanita sebagai bukti keseriusan untuk membina rumah tangga bersama.

[penyerahan mas kawin]

12. Pembacaan Doa

Selanjutnya adalah pembacaan doa. Pembacaan doa akan dipimpin oleh Bapak ...(nama penghulu).... Disilakan.

[pembacaan doa]

13. Sungkem Kepada Orang Tua

Kini, kedua mempelai akan melakukan prosesi yang paling mengharukan, meminta doa restu kepada kedua orang tua. Silahkan kedua mempelai berjalan menuju orang tua mempelai wanita terlebih dulu.

[sungkem kepada orang tua mempelai wanita]

“Bunda, ayahanda, hari ini, kami hendak bersatu, mengayunkan langkah bersama, menuju ke gerbang pernikahan dengan doa serta restu bunda dan ayahanda, kami mantab melangkah. Terima kasih bunda, ayah atas hidup yang begitu indah, masa kecil yang tak pernah terlupakan, masa remaja yang masih ada dalam ingatan. Terimakasih atas segala bimbingan bunda, terima kasih atas segala nasihat ayahanda. Sungguh terimakasih atas ketulusan, kasih sayang yang tiada lekang oleh waktu. Terima kasih bunda, terimakasih bunda, terimakasih bunda, terimakasih ayahanda.”

Selanjutnya, silakan kedua mempelai berjalan menuju orang tua mempelai pria.

[sungkem kepada orang tua mempelai pria]

“Bunda, ayahanda, hari ini, kami hendak bersatu, mengayunkan langkah bersama, menuju ke gerbang pernikahan dengan doa serta restu bunda dan ayahanda, kami mantab melangkah. Terima kasih bunda, ayah atas hidup yang begitu indah, masa kecil yang tak pernah terlupakan, masa remaja yang masih ada dalam ingatan. Terimakasih atas segala bimbingan bunda, terima kasih atas segala nasihat ayahanda. Sungguh terimakasih atas ketulusan, kasih sayang yang tiada lekang oleh waktu. Terima kasih bunda, terimakasih bunda, terimakasih bunda, terimakasih ayahanda.”

Alhamdulillahirobbil alamin 

Kini, terlihat wajah-wajah penuh senyum kebahagiaan, terpancar dari hati kedua mempelai dan kedua orang tua mempelai. Alhamdulillah, prosesi sungkem telah kita lalui bersama.

14. Closing Akad Nikah

Hadirin yang berbahagia, berakhirlah seluruh rangkaian acara akad nikah ...(nama mempelai wanita)... dan ...(nama mempelai pria)... pada hari ini.

Teriring doa, semoga kedua mempelai dapat menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah. Aamiin Ya Robbal Alamin.

Saya, .... (nama MC)... selaku MC yang bertugas, sekaligus mewakili keluarga, mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan doa restu dari kerabat semua. Tak lupa kami memohon maaf apabila ada kekhilafan atau ketidaknyamanan atas pelayanan kami.

Sekali lagi kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum wr wb


--

Itulah naskah atau teks akad nikah dari opening sampai closing. Banyak juga ya. Baca aja nggak papa kok.

Btw, saya dapat naskah ini dari Youtubenya Mbak Nadya Lestari. Terima kasih sudah berbagi.

Dan untuk kamu yang akan menjadi MC Akad Nikah, semangat ya! Inshaa Allah kamu bisa!

Wassalamualaikum wr wb


Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

9 komentar untuk "Naskah MC Akad Nikah dari Opening Sampai Closing"

  1. Seumur-umur belum pernah jadi MC hihi. Tapi kalo liat MC seneng. Ternyata kalo ada panduan teksnya gini lebih enak ya. Jadi bermanfaat buat yang mau MC nikah :)

    BalasHapus
  2. Gokil bener nih isi artikelnya mbak Ros. Dari dulu saya pengen gitu jadi MC, tapi pas masih jadi student mentoknya jadi komandan pleton wkwk, paling alus jadi MC di upacara bendera rektorat unair haha. Emang suara saya ini ngga bisa bermanjalita kayak MC kondangan ato MC sebuah acara non formal gitu..
    Nice sharing mbak Ros ^^

    BalasHapus
  3. kumplit sekali mba..sambil.membaca aku membayangkan sedang berada di sebuah prosesi akad nikah nan sakral.. insya Allah bermanfaat ya mba..

    BalasHapus
  4. Jadi pembawa acara di akad nikah itu luar biasa lho. Asli, beneran grogi. Dan saya salut banget ke mereka yang jadi MC di acara sakral gitu. Terus ya, acara pernikahan itu bakalan seru or no, tergantung MCnya juga. Kalau MCnya gokil, dan banyak wawasan, sudah pasti acaranya makin keren. Sukses selalu,Mbak Ros.

    BalasHapus
  5. baca ini kayak berasa lagi di kondangan.
    saya jadi ingat, waktu nikah Sahabatku saya todong jadi MC gegara MC di tempat yang sudah disewa mendadak berhalangan atau apalah waktu itu, syukurnya Si Sahabat udah sering cuap-cuap jadi udah gak canggung dianya, plus ditengah acara jadi duet ama MC beneran juga yang sering handle wedding, birthday dll, Alhamdulillah :D

    BalasHapus
  6. di tempatku yang jadi MC itu biasanya orang yang cukup tua mbak. Pentingnya lagi jadi MC di desa itu harus menguasai bahasa daerah yaa. Makanya ini belum nemu yg jdi MC anak muda gitu.. Aku pernah jadi MC dan emang nggak bisa dianggap remeh ya, dulu pertama kali jadi MC malah sampai lupa kasih closing, dan aku langsng kabur aja ke tempat makan. wkwk

    BalasHapus
  7. Aku sembari mengingat-ingat kembali masa-masa itu, Rhoos...
    Rasanya sudah lamaaa sekali.
    Rindu ketika ada Bapak rahimahullah yang menjadi waliku ((tentu saja, hehehe)) dan betapa bahagianya hati ketika akan memberikan seluruh hidup kepada yang kita sayangi.

    Semoga selalu dalam bimbinganNya.

    BalasHapus
  8. Baca ini aku jadi teringat masa SMA yang suka banget jadi MC. Tapi bukan MC pernikahan sih mbak. Wkwkkw..

    Tapi baru nyadar kalau jadi MC pernikahan harus sekomplit yang mbak tuturkan di atas. Dan aku paling suka jika acara prosesi pernikahan MC nya nggak kaku, melainkan lebih bisa memberi suasana happy atau humoris kepada para tamu.

    Kayak pembuka mbak Ros yang model begini,

    Daun-daun tak akan mungkin terjatuh jika tidak ada yang menggerakan. Debu-debu beterbabangan tak akan mungkin terjadi jika tidak ada yang menggerakan. Ombak yang menggulung lautan pun tak akan terjadi jika tidak ada yang menggerakan.

    Jujur demen sih aku. Puitis dan lebih mengharu birukan suasana. Nyes di hati.

    BalasHapus
  9. Terima kasih banget ya Kak. Ini naskah MC nikahnya lengkap banget. Mohon ijin tak pakai ya nanti kalau ada acara nikahan keluarga.

    BalasHapus