Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ndaftar Wisuda dan Main Sama Bocil

Assalamualaikum wr wb

Alhamdulillah... masih diberi kesempatan untuk nulis di blog ini. Kangen mau nulis. Banyak cerita yang belum tercatat rapi. Eman-eman kalau nggak ditulis, karena banyak bahagianya dan banyak pelajaran yang bisa diambil.

Toko Sepi Karena Sekolah Libur dan Akan PPKM

2 pekan ke depan anak-anak libur sekolah. Toko jadi sepi. 

Jumlah penderita covid-19 kian melonjak. Pemerintah menetapkan PPKM Darurat. Toko makin sepi.

Hari Senin ini, Mbak Yuli nggak masuk. Ibu lagi nggak enak badan. Jadinya saya ikutan njaga toko. Padahal fisik saya juga sepertinya agak kurang enak badan. Bau-bau masih sakit.

Ya udahlah nggak pa-pa. Sekalian nemenin Ibu. Biar Ibu tidur aja. Saya kuat kok njaga toko yang sepi, hehehe. 

Sakit Itu Nggak Enak

Hari Selasa, mulailah saya nggak enak badan. Mungkin hawanya yang dingin nggak bersahabat. Ditambah lagi saya masih kecapekan gara-gara sepekan kemarin trip ke Banyuwangi, lalu masih ke Jember dan kemana-mana. Nggak berhenti-henti. Hingga fisik saya drop.

Saya cuma di kamar saja. Rewel saya tuh kalau sakit. Malam-malam tidur tapi mengerang. Kayak sambil marah gitu loh. Kenapa harus sakit.

Makan ya tetap makan. Harus makan lebih banyak tanpa memikirkan diet. Yaa, sampai hampir muntah sih saking kebanyakan. Tujuannya, biar badan punya energi untuk sembuh. Tentu saja saya juga minum obat

Tapi saya masih on laptop loh. Saya masih ngetik, masih nulis. Kebetulan lagi mau ikutan lomba blog ASUS. Kangen banget ngelomba dan pengen banget menang lomba blog ASUS. 

Kebetulan juga ada ide yang sepertinya cocok. Dan hadiahnya 10 laptop untuk 10 pemenang. Alhamdulillah... Semoga juara 1 yaaa! Aamiin...

Kalau ingin tahu tulisan saya, bisa baca di sini yaa... Review Laptop Asus 15 A516

Mendadak Ngampus

Saya tuh sebenarnya haris Senin dan Selasa kemarin mau ke kampus. Tapi karena sadar diri bahwa badan sedang tidak baik-baik saja, jadinya saya nggak ke kampus. Tapi tetep sih, wa dosen. Kali aja ya esok hari (Rabu) dosen-dosen bisa ditemui dan kondisi saya lebih baik.

Ya Alhamdulillah kondisi saya lebih baik dari kemarin. Gambar pendukung untuk lomba sedang diselesaikan sebab besok (Rabu) adalah deadline-nya.

Eh njilalah, jam 8 pagi Pak Marga nge-wa kalau beliau bisa ditemui jam 9. Langsung lah berdiri, mandi, ganti baju, nyiapin barang-barang, masukin ke tas, berangkat.

Untungnya badan udah agak fit ya. Palingan cuma umbelen aja. 

Sampai di kampus jam 9.30. Yaa memang perjalanan Lumajang Jember selalu 90 menit. Saya langsung cus ke LP3M. Eh ternyata papasan dengan Pak Marga yang turun tangga dan buru-buru mau menemui atasannya. Saya langsung minta ttd kemudian pamit. 

Kemudian saya ke kosannya Adik. Mau ambil bingkisan buat Pak Marga dan Prof Ind. Prof Ind bisa ditemui. Sekalian bingkisannya saya bawa. Kalau bingkisannya Pak Marga disusulkan saja nanti di rumah, soalnya perlu tambahan 1 kripik lagi soalnya saya kasihkan adik.

Saya langjut ke FTP. Menemui Prof Ind. Alhamdulillah diterima dengan baik untuk minta ttd. Saya sekaligus pamit dan nyerahin bingkisan. Ngucapin juga atas kesempatan saya sudah diterima dan dibimbing oleh Prof Ind dengan baik. Berkaca-kaca sih mata ini.

Yes, semua berkas sudah di-ttd. Saatnya mengumpulkan berkas wisuda ke Mas Hatin. Ada Mbak Amel dan Mas Hendra di sana. Ya ngobrol-ngobrol sambil menanti draft ijazah dan transkrip.

Selanjutnya kami ke CDAST. Ada Mas Erwan dan Mbak Jenitra di sana. Ngobrol-ngobrol di sana. Tapi saya di pojokan aja. Takut nularin teman-teman.

Kemudian makan shay. Lapar banget. Kebetulan Mas Erwan lagi beli sarapan dan teman-teman pada nitip. Ya sekalian lah saya nitip. Makan ayam Mc Dono yang tentu enak banget wes, lah wong lapar dan butuh tenaga.

Kami stay di CDAST soalnya jam 1 mau ke bank. Ngurus pembayaran wisuda sama Mbak Amel dan Mas Hendra.

Saya balik ke Pascasarjana soalnya ada meeting sama klien jam 2. Kliennya yaitu Mas Emri. Kerjasama untuk penulisan konten. 

Dia heran kenapa saya ratenya mahal banget. 10.000 rupiah per 100 kata. Padahal biasanya cuma 2.000 rupiah per 100 kata. Ya gimana. Lahwong saya riset dan membaca pelan-pelan sekaligus memahami. Di bagian "memahami" itulah yang menurut saya butuh effort basar. Makanya rate saya cukup besar.

Selesai meeting jam 3 sore. Saya langsung balik pulang. Tapi mampir dulu ke Primadona buat beli kripik tempe. Kemudian mampir ke rumah Pak Marga. Nggak ada orang. Jadi bingkisannya dicantolin di pagar. Semoga aman. 

Lalu amblas pulang.

Cari Peluang CPNS

Sejujurnya saya ada tekanan dari Ayah untuk jadi PNS. Harapan dari Ibu juga sih. Padahal kalau jadi PNS harus siap-siap ditempatkan di lokasi yang jauh. Padahal saya pengennya dekat keluarga biar bahagia.

Buat apa gaji standar PNS tapi nggak ada keluarga. Kan kurang bahagia hidup. Mending di rumah aja dekat sama keluarga tapi gajinya melebihi PNS. Betul, tidak?

Tapi saya coba saja daftar CPNS. Cari-cari peluang CPNS untuk S1 Kependidikan. Adanya di Kendal, Banyumas, dan Purbalingga. Mantap nggak tuh?

Ya mari kita coba saja. Lumayan bisa main-main ke sana. Tapi sejujurnya terlalu jauuuh.

Bikin Konten di Reels

Saya mulai rajin bikin konten di Reels. Ya gimana. Banyak video nganggur di HP. Jadinya ya dikontenin aja sekalian. Biar ada dokumentasinya sekalian. 

Nggak nyangka sih, konten Reels saya yang tentang rujak cingus, viewsnya hampir 1000 dalam waktu 5 menit aja. Mantap nggak tuh.

Tapi barusan saya bikin konten Reels kuliner tentang Rawon Pangklang, nggak laku euy. Hahaha.

Ya udah lah ya, yang penting bikin konten. Soalnya saya udah kadung beliin Ibu wajan warna putih. Biar masaknya cantik. Hahaha.

Main ke Pasrujambe Sama Bocil dan Kambing

Yey, akhirnya saya ke Pasrujambe. Main sama bocil-bociiil.

Datang-datang langsung disambut Fatim. "Mbah Sitiiii", teriaknya dari jauh. Tapi si Fatim nggak manggil saya nih.

Ternyata si Shanum tidur. Si Khalid masih bangun. Baru aja selesai cukur rambut. Main-main lah sama si Fatim dan Khalid.

Saya iseng, tanya. "Dek Khalid ini siapanya Fatim?"

"Adiknya Fatim"

"Terus, Dek Khalid siapanya Te Ocha"

"Bocile Te Ocha"

Ya tulung 😂

Terus kita main-main. Eh ada anak kambing yang mencuri perhatian. Kambingnya gemuk-gemuk. Jadilah si Fatim ngajakin saya main sama kambing.

Eh pas Shanum udah bangun, ngajak main sama anak kambing juga. Seruuuuu!

Saya bikin dokumentasinya. Agak panjang. Tapi bagus banget buat mengenang memori.

Alhamdulillah... Minggu yang cukup menyenangkan...

Semoga pekan selanjutnya membahagiakan juga, aamiin...

Wassalamualaikum wr wb



Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

Posting Komentar untuk "Ndaftar Wisuda dan Main Sama Bocil"