Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Cara Bisnis Kimin Tanoto Bertahan Saat Pandemi?

Assalamualaikum wr wb

Kondisi pandemi Covid-19 merupakan kondisi paling buruk yang terjadi di Indonesia. Ekonomi lumpuh, banyak perusahaan yang memutuskan untuk melakukan pengurangan karyawan. Pembatasan interaksi antara pembeli dan penjual pun terjadi, banyak pula proyek yang dibatalkan akibat pandemi ini.

Hal tersebut juga dirasakan oleh perusahaan yang dikenal sebagai pemain utama di industri baja Indonesia. Selaku komisaris PT. Gunung Raja Paksi, Kimin Tanoto mengakui bahwa memang terjadi penurunan saat pandemi sebab permintaan impor baja menurun drastis. 

Pengalaman Kimin Tanoto Saat Pandemi

Perubahan ekonomi yang terjadi sejak pandemi membuat Kimin Tanoto harus memikirkan strategi yang pas untuk mempertahankan perusahaan. Salah satu strateginya yaitu melakukan pengoptimalan arus barang dan kas serta efisiensi biaya. 

Kimin Tanoto juga lebih memilih untuk memproduksi produk baja yang diminati dengan melakukan produksi make to order dan menghindari make to stock untuk menghindari kerugian ketersediaan barang. 

Badai pasti berlalu, strategi yang diterapkan Kimin Tanoto pun membuahkan hasil. Memasuki kuartal III pada tahun 2020, permintaan baja PT. Gunung Raja Paksi perlahan meningkat. 

Bahkan, pada kuartal IV tahun 2020 pun peningkatan permintaan mencapai 50% sehingga Kimin Tanoto optimis bahwa industri baja akan pulih kembali di tahun 2021 ini.

Kimin Tanoto Membuat Perusahaan Bertahan Saat Pandemi

Sudah hampir dua tahun pandemi ini berlangsung, krisis ekonomi pun telah dirasakan berbagai perusahaan di seluruh dunia. Namun, krisis yang sedang terjadi di tengah pandemi tidak menyurutkan niat Kimin Tanoto untuk tetap optimis dan berusaha melakukan inovasi di industri baja. 

Perusahaan PT. Gunung Raja Paksi Tbk telah masuk ke industri baja selama 50 tahun lamanya, Kimin Tanoto akan mengupayakan berbagai macam strategi agar perusahaan ini bertahan menghadapi tantangan di masa pandemi seperti ini. 

Agar tetap mempertahankan perusahaan menjadi produsen baja kelas dunia, Kimin Tanoto menerapkan banyak transformasi mulai dari perubahan manajemen (change management). Selain itu, ia juga mulai menerapkan strategi ramah lingkungan pada bisnisnya. 

Perubahan dan inovasi memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan, banyak sekali upaya yang Kimin Tanoto harus pikirkan untuk mencapai tujuannya. Namun, itulah cara Kimin mempertahankan perusahaan di saat pandemi.

Tidak hanya itu saja, Kimin Tanoto akan melakukan ekspansi walaupun masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Menurutnya, situasi ini menjadi kondisi yang tepat untuk melakukan perbaikan pada perusahaan GRP. 

Rencananya, ia akan tetap melakukan ekspansi kapasitas pabrik, investasi digital yang melibatkan para profesional untuk membantu mempertahankan dan memajukan perusahaannya. 

Kimin optimis, strategi yang ia lakukan sekarang akan memberikan dampak yang baik dan positif bagi kemajuan perusahaan. 

Kimin Tanoto Libatkan Tim Profesional Pada Perusahaan

Dalam kondisi seperti ini, Komisaris PT. Gunung Raja Paksi, Kimin Tanoto bekerja sama dengan Pricewaterhousecoopers atau PwC sebagai konsultan perusahaannya. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan efisiensi dan transparansi bisnis saat pandemi. 

Mulai dari implementasi pengendalian internal diterapkan oleh perusahaan agar dapat menghilangkan aktivitas bisnis yang tidak memiliki nilai namun tetap meningkatkan teknologi pada bisnis di industri baja. 

Selain itu, dengan melibatkan tim profesional seperti PwC, perusahaan akan lebih maksimal dalam melakukan keputusan bisnis berdasarkan analisis data sehingga meminimalisir kerugian. 

Pandangan bisnis yang dimiliki Kimin Tanoto saat ini telah berhasil mempertahankan perusahaan walau saat pandemi. 

Semoga menginspirasi!

Wassalamualaikum wr wb

Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

Posting Komentar untuk "Bagaimana Cara Bisnis Kimin Tanoto Bertahan Saat Pandemi?"