Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 Kegiatan Awal Kami di Solo

Assalamualaikum wr wb

Cerita sibuk kami setelah menikah masih belum usai. Setibanya di Solo, masih banyak kegiatan yang kami lakukan dan masih cukup bikin stres. Hahaha. Apa sajakah itu? Silakan nikmati cerita-cerita receh saya ini, hahaha.


9 Kegiatan Pasca Menikah

Setibanya di Solo, agak siang, saya coba tengok rumah yang kami beli secara kredit. Inshaa Allah bisa dan disanggupkan untuk melunasi lebih awal.

Ya, sesuai dugaan dan perkiraan mengenai wujud rumah kami. Sesuai dengan foto dan video yang si Mas tunjukkan. Real sesuai dengan apa yang saya bayangkan.

Alhamdulillah, setidaknya kami memiliki tempat untuk berteduh.

1. Bersih-Bersih Rumah

Agenda saya di sini adalah bersih-bersih rumah. Sudah pasang lampu. Ngepel rumah bolak-balik, dll. Saat si Mas kerja, saya sementara ditinggal di situ untuk bersih-bersih rumah.

Di bagian belakang rumah nih agak becek. Apalagi ada timbunan tanah liat yang jenuh banget. Si Mas males banget ngurusin tanah liat itu. Padahal kan tinggal ditelatenin disingkirin. Si Mas maunya tanah belakang langsung dibangun, padahal duit nggak ada, hadeeeh.

Karena saya sudah dibimbing oleh Ibu untuk nerimo ing pandum, menerima apa adanya, berjuang sekuat mungkin, dan lainnya. Jadinya ya saya menata bagian belakang itu sendirian. Mindahin tanah liat, nata batu bata di belakang biar nggak becek, dan lainnya.


2. Beli Springbed dan Kulkas

Kami beli springbed dan kulkas. Kalau beli kulkasnya sih lancar. Beli kipas angin juga lancar. Yang kurang lancar ya springbed. Memang sih dibantu Bu Lik, tapi terjebak harga promo.

Double bed yang harga 5 juta, lagi diskon jadi 2,4 juta. Eh pas datang ternyata bed-nya aja. Huaaa. Ini mah bukan promo. Tapi harga wajar. Hadeeeh. Parah ini marketingnya. Tapi nggak pa-pa sudah, ikhlaskan saja, nikmati, syukuri. Alhamdulillah.

Bagaimana rasanya? Rasanya pertama kali punya kipas: senang. Rasanya punya spring bed: senang. Senaaang banget. Seneng gitu, suami bisa beli sendiri tanpa dikasih-kasih oleh orang tua. Jadi kan ada rasa bangga gitu.

3. Keluarga Lumajang Datang ke Solo

4 hari kemudian, Ayah dan Ibu mengunjungi kami ke Solo. Rombongan bareng Pakde Joko, Bude Kis, Mbak Angel, Om Salam, Tante Hendrik, dan Dik Rara. 

Setibanya di Solo, Ayah dan Ibu langsung ke rumah Gamersi. Tujuannya untuk menurunkan barang-barang saya yang sungguh banyak. Sambil numpang makan nasi goreng karena kelaparan.



Malam pertama, saya inapkan di RedDoorz. Alhamdulillah ada voucher RedDoorz 500.000. Jadi bisa dipake untuk keluarga. 

Pagi harinya, rombongan sarapan di warung dekat hotel. Ada nasi liwet, sego tumpang, gudeg, dan lainnya.

Seusai itu, kami hendak berwisata keliling Solo. Si Mas naik mobil Pakde. Yang bikin ketawa adalah si Mas bilang gini, “ini pertama kalinya saya ngerasain liburan keluarga”. Hahaha. Alhamdulillah. Pantesan ngotot banget nggak mau naik sepeda motor.


4. Main di Keraton Solo

Destinasi wisata kami yaitu Keraton Solo. Kami foto-foto di sana. Mampir ke Alun-Alun Kidul Solo. Tengok kebo bule. Nyobain sup matahari yang abal-abal. Sekaligus naik dokar, hoho.

Lumayan banget kan dolannya? Cerita selengkapnya akan saya share di postingan lain yaa.

5. Kerja Bakti Membereskan Rumah

Rumah kami masih baru. Baru tadi malam kami coba tempati untuk tidur. Belum ada kulkas. Kulkasnya datang lebih awal 10 menit sebelum kami tiba. Alhamdulillah punya kulkas. 

Barang-barang yang Ibu bawakan banyak banget. Barang-barang yang nggak saya kehendaki, eee dibawain sama Ibu, hahaha. Ya sudahlah, mari manfaatkan dengan baik. 

Ayah bantu beresin urusan kran air, wastafel, dan lainnya. Pakde Joko nyikat kamar mandi karena semen-semen masih nempel. Om Salam meratakan tanah liat yang ada di belakang, bikin cantolan baju di kamar mandi, dan lainnya.

Bude, Tante, dan saudara sepupu beresin barang-barang di dalam rumah. Ibu mindahin pasir di depan rumah. Alhamdulillah, rumah cukup bersih dan akhirnya ada isinya, hoho.



Sore hari, hujan deras. Kami semua berteduh di dalam rumah. Kami masak di dalam rumah. Iya, masak di lantai kayak anak kemah gitu. Masak mie dan goreng nugget. Per orang dapat nugget 1 biji, hahaha. Alhamdulillah tetap nikmat.

Malamnya, kami tidur apa adanya. Si Mas seharian kerja. Reporternya ada yang nggak masuk. Datang-datang, dia bawa martabak dan es teh krampol. Alhamdulillah.

6. Jelajah Museum Keraton Solo

Hari Minggu, kami berencana silaturahim ke rumah Bapak. Rencananya pukul 09.00 kami sudah sampai. Eh ternyata belum siap banget tuan rumahnya, hahaha.

Akhirnya kami jalan-jalan dulu keliling solo. Keliling keraton dulu buat beli mainannya Khalid. Kemudian lihat-lihat, eh ternyata Museum Keraton Solo buka. Mampir lah kami.

Sekalian lah pakai pemandu. Supaya keliling keratonnya berkesan dan ada ilmu yang kami bawa. Kapan-kapan saya ceritain ya ada apa aja di Museum Keraton Solo.


7. Silaturahim di Rumah Bapak

Pukul 10.30 kami sampai di rumah Bapak. Om Salam semalam pulang duluan karena ada panggilan dinas. Jadinya kami cuma 1 mobil. Jumlah seserahan lebih banyak daripada jumlah orang Lumajang, hahaha.

Kami disambut oleh Bapak, Paklik, Pak Jayus (tetangga), Pakde yang dari Jogja, dan Bulik. Sudah itu saja. Nggak ramai kok. Cuma pengen sambang rumah sekalian menitipkan saya. 


Kami disuguhi bakso, sego liwet, sate ayam, dan sate kere. Ada juga jajanan pasar yang gemas-gemas. Sosis solonya mantap jiwa. Tahu bakso ternyata di sini dijadikan suguhan. Ada juga jajan Bengawan Solo yang baru kami tahu, hoho. 

Alhamdulillah acara berlangsung lancar. Cuma Ibu badmood sih, tidak seriang biasanya. 

Saat acara silaturahim, Bapak sempat nembang. Nembang dua kali. Nembang yang kedua, sambil menyebutkan nama-nama tamunya. Hoho... keren-keren.

8. Beli Oleh-Oleh

Ternyata pas kepulangan, nggak dibawain oleh-oleh dari Bapak, hehe. Cuma dibawain nasi ayam bakar. Padahal pengen banget dibawain oleh-oleh.

Jadinya kami beli oleh-oleh sendiri. 

Kemudian, saya dan si Mas mengantarkan keluarga pulang. Kami mengantarkannya hingga ke depan pintu tol Gondangrejo. Alhamdulillah, hati-hati ya Ayah Ibu.

9. Bantu si Mas Kerja di Kantor

Sebenarnya, dua hari ini si Mas tuh sibuk banget. Reporternya cuti sehingga dia harus back up artikel-artikel yang ada. Malam itu, saya diajak ke Waduk Cengklik, tapi tutup. Jadinya saya lanjut dibawa ke kantornya si Mas di Tribunnews.

Masih kurang 2 artikel lagi. Jadi saya coba bantu si Mas 1 artikel lagi supaya lekas selesai.

Alhamdulillah, di titik ini kami merasakan kelegaan yang luar biasa. 2 pekan pasca menikah hectic banget. Full banget. Baru kali ini kami bisa bernapas lega.

Eh kata siapa kami bisa bernapas lega? Ternyata ceritanya belum usai.

Tahu nggak sih kalau malam itu juga saya harus balik Lumajang T_T

Kisah selengkapnya ada di postingan selanjutnya ya!

Wassalamualaikum wr wb


Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

Posting Komentar untuk "9 Kegiatan Awal Kami di Solo"