Jawab Pertanyaan Seputar Site Audit dan Blogging

Konten [Tampil]

Assalamualaikum wr wb

Kali ini saya akan sharing tentang site audit dan blogging. Namun sharing ini akan saya bahas dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang site audit dan blog yang sering ditanyakan orang-orang.

Jadi ada pertanyaan, lalu saya akan jawab. Inshaa Allah saya akan menjawab sekitar 15 pertanyaan tentang site audit dan blog. Baiklah, mari simak baik-baik.

1. Menurut Anda, Apa Itu Site Audit?

Site audit adalah upaya untuk mengevaluasi kualitas website perusahaan maupun blog pribadi. Evaluasi ini berpedoman pada hasil pencarian situs di dalam search engine result page (SERP).

Harapannya, site audit dapat memberikan laporan kepada blogger atau pengelola website tentang data-data metrik yang dirasa sudah oke dan yang belum oke di mata SERP.

Beberapa hal yang bisa dikaji saat site audit antara lain status halaman web apakah sudah diindeks atau belum, jumlah karakter di judul, panjang karakter di judul, keberadaan atau ketiadaan meta deskripsi beserta jumlah karakter, keberadaan atau ketiadaan H1 dan H2, dan masih banyak yang lain.


2. Apa Pencapaian Terbesar Anda di Dunia Blogger

Saya rasa, pencapaian terbesar saya di dunia blogger sejauh ini adalah kala saya berhasil mendapatkan pageview 100.000/bulan. Lalu berhasil membangun artikel-artikel pendukung untuk menguatkan artikel utama. Nah, si artikel-artikel pendukung itu juga berhasil mendulang traffic.

Hal ini tak lepas dari proses saya yang ngotot belajar SEO. Dulu, kala ramadan saat pandemi covid tahun 2020, saya belajar SEO di berbagai tempat. Awalnya nggak paham, lama-lama paham. Meski saya seorang blogger, saya juga mencari tahu bagaimana menulis artikel yang bagus.

Selang 6 bulan kemudian, saya mendapatkan “lucky” bahwa 1 artikel saya ada di page one posisi 1 hanya dengan 2 kata kunci. Ya memang isinya berbobot sih. Lalu saya bikin sejumlah artikel turunannya yang ternyata berhasil menduduki SERP juga.

3. Pandangan Anda Tentang Dunia Blogger di Indonesia Saat Ini?

Saya melihat bahwa para blogger semakin berkembang. Kalau dulu, blogger hanya untuk tempat curhat, bercerita hal-hal jenaka, sibuk memperbaiki tampilan blog, dan lainnya. Sekarang justru berkembang menjadi blog yang informatif.

Blogger saat ini juga menargetkan untuk tulisannya bisa ditemukan orang-orang melalui Google. Beda dengan yang dulu bahwa blogger ditemukan oleh berbagai teman dengan cara manual, yakni blogwalking.

Jadi, semakin lama blogger semakin pintar. Tidak hanya dikuasai mas-mas atau bapak-bapak, melainkan para ibu-ibu juga bergerak menaikkan level diri untuk bisa menguasai SEO.

4. Ceritakan Bagaimana Anda Terjun di Dunia Blogger

Saya mengenal blogger.com saat SMP kelas 3, tahun 2009. Saat itu, ujian akhir sekolah saya membuat website. Jadi, saya punya sejumput bekal untuk mengelola blog. Hanya sekadar menulis dan mengganti tampilan blog.

Kala itu, saya merasa lebih bebas curhat di blog daripada facebook. Kalau facebook, banyak teman-teman soalnya. Kalau blog, jarang ada teman sekolah yang mampir ke rumah maya saya.

Kalaupun blog saya dikomentari oleh orang tak dikenal, justru saya merasa lebih enjoy. Rasa enjoy ini saya rasakan banget saat kelas 2 SMA tahun 2011. Enak banget punya banyak teman di beda kota dan bisa membaca tulisan-tulisan mereka. Itulah awal mula cerita saya saat terjun di dunia blogger.

5. Bagaimana Menjaga Konsistensi dalam Menulis

Ya tetap menulis. Kalau saya, berusaha untuk menulis minimal 1x seminggu. Tapi sebenarnya target saya adalah menulis one day one post untuk 2 blog. Jadi saya memang mengejar pageview yang tinggi. 

Harapannya, orang-orang bisa mendapatkan banyak manfaat dari konten yang saya buat. Oh tentu saja, saya pengen banget mendapatkan gajian bulanan dari adsense.

Tapi saat ini saya sedang tidak rajin menulis karena fokus pada hal lain. Tapi kalau yang lain udah selesai, besar kemungkinan saya akan membuat artikel one day one post yang saya bikin lemburan untuk scheduling.

6. Bagaimana Pendapat Anda Tentang Blog Etalase?

Blog etalase ini adalah sebutan bagi blog yang isi blognya hanya seputar sponsor post. Bagi saya sih, nggak masalah. Toh, blog dia, blog mereka.  

Saya juga pernah ada di posisi blog etalase. Tentu karena berbagai alasan, salah satunya sedang tidak bisa menulis artikel organik berbasis curhat.

Namun suatu hari, saya merasa blog saya jelek banget karena “nggak saya banget”. Akhirnya saya mencoba memulai menulis lagi berdasarkan pengalaman.

7. Perlukah Blogger Paham SEO?

Hmm, nggak semua blogger perlu paham SEO. Ada sejumlah blogger yang memiliki blog hanya untuk menyampaikan curhatannya. Namun ada sebagian blogger yang curhatannya ingin dibaca oleh banyak orang.

Nah, blogger yang curhatannya ingin dibaca oleh banyak orang, maka harus bisa memunculkan blog dan artikelnya di Google. Kalau ingin tahu cara memunculkan artikelnya di Google ya harus belajar SEO.

Di sinilah posisi blogger harus paham SEO. Supaya dapat memberi kebermanfaatan dan jangkauan yang lebih luas. 

8. Mengapa Anda Ingin Mempelajari Site Audit Web?

Site audit ini adalah materi blog yang perlu pendalaman bagi saya. Ya saya bisa baca sedikit sih karena dulu pernah ikut kelas screaming frog. Tapi yang namanya manusia kan harus terus belajar agar tetap hidup. Jadi saya pengen belajar site audit web.

Selain itu, saya juga ingin tahu ilmu-ilmu baru dari coach yang berbeda. Beda coach, tentu ada ilmu yang bisa dibawa pulang. 

Kemudian, saya sepertinya akan optimis bahwa Mas Irwin akan memberi banyak jalan untuk memperbaiki blog dan memperbagus blog saya. Saya siap mengosongkan gelas dan siap membawa ember untuk menampung ilmu yang turah-turah.

9. Bagaimana Cara Menaikkan Traffik?

Saya nggak begitu tahu. Saya kurang tahu cara menaikkan traffik untuk artikel yang sudah dipublish. Ya mungkin dengan cara share di sosmed, tambahin backlink pendukung, ditemani oleh artikel pendukung, dan lainnya.

Tapi kalau menaikkan traffic blog, saya tahu caranya. Caranya ya bikin artikel evergreen, yakni artikel yang dibutuhkan oleh orang setiap saat. Kalau bikin artikel evergreen tapi tidak ditunjang dengan SEO ya percuma.

Kalau sudah ada artikel evergreen yang bagus, maka harus didukung dengan artikel pendukung lainnya yang temanya masih di situ-situ aja. Yakin deh, Google akan merekomendasikan blog kita.

10. Apa Saja Langkah Anda dari Menulis Hingga Publish?

Pertama, riset dulu. Temanya apa, lalu riset di Google Search. Akan menemukan judul-judul yang bagus beserta sub-judul.

Kedua, langsung menulis. Saya menulis berdasarkan judul dan sub-judul yang saya temukan. Lalu dikembangkan sendiri berdasarkan pengalaman.

Ketiga, melengkapi printilan SEO. Mulai dari menambah meta deskripsi, keterangan pada gambar, mengelola jumlah karakter di judul dan link, dll.

Keempat, langsung publish. Biasanya dalam waktu 1-2 jam, artikel saya sudah terindeks di Google. Kalau belum terindeks, ya saya akan masukkan ke GSC untuk manggil halaman blog yang belum terindeks.

Kelima, biarkan. Biarkan artikel tersebut menemukan pembacanya di Google.

11. Apa yang Perlu Diperbaiki Pada Blog Anda?

Masih banyak luka-luka di blog saya. Ada yang belum diberi meta deskripsi, ada yang belum diberi internal link, ada yang link halamannya terlalu panjang, dan lainnya.

Apalagi, tulisan saya sudah ada sejak tahun 2010. Sudah ada 1000 artikel di blog saya, tapi yang berpotensi mendulang traffic dari SERP mungkin hanya sekitar 200.

Saya pengen membenahi yang kurang-kurang di blog, seperti optimasi gambar, optimasi meta deskripsi, optimasi judul artikel, optimasi heading dan sub heading, dan lainnya.

12. Apakah Blogger Masih Bisa Bertahan dengan Adanya Youtuber?

Tentu dong. Yang saya pahami bahwa media tulisan akan selalu ada dan selalu berkembang. Yang lebih tertarik dengan media tulisan ada, namun yang tertarik bila berbentuk video juga ada. Masing-masing punya pasarnya tersendiri.

Hingga beberapa tahun ke depan, blogger masih bisa bertahan dengan adanya youtuber. Toh, seorang Youtuber yang baik juga harus menulis naskah terlebih dahulu.

Nah, proses menulis ini akan terus ada di masa depan. Maka dari itu, saya meyakini bahwa blogger tak akan tergerus zaman, namun mungkin medianya yang berbeda.

13. Jika Tulisan Anda Diambil/Copas, Apa yang Anda Lakukan?

Saya sejujurnya nggak melakukan apa-apa karena tidak tahu harus melakukan apa-apa. Saat ini pageview saya turun hingga 30ribu/bulan karena artikel tersebut dicopas oleh Brilio mentah-mentah. Jadi artikel saya dicuri olehnya. Ya biar. Biar makanan mereka yang masuk ke badannya nggak berkah.

Padahal, di dalam artikel tersebut, saya sudah menyebutkan nama saya, nama dosen-dosen saya, termasuk nama orang tua saya. Wkwk. Iya, memang artikel unik. Dengan menuliskan nama-nama kerabat, saya bisa mendeteksi bila artikel di web itu benar milik saya, yang kemudian dicopas.

Sebenarnya, saya sudah memberikan banyak artikel pendukung untuk artikel potensial tersebut. Dengan menghilangnya artikel potensial di page 1, Alhamdulillah masih ada artikel pendukung lain yang menyumbang banyak traffic untuk saya. Ya sebenarnya artikel potensial itu masih ditemukan di page 2, 3, 4. Tapi kan kurang greget.

14. Menurut Anda, Apa Peranan Seorang Blogger di Indonesia?

Blogger di Indonesia berperan penting untuk menyebarkan berbagai ilmu yang dibungkus dengan pengalaman. Biasanya orang-orang mencari jawaban di Google. Nah, pastikan jawaban tersebut tersedia di blog kita.

Apalagi bila kita pernah mendapatkan pengalaman tentang pertanyaan yang dicari di Google. Jawaban yang disertai pengalaman, pasti akan lebih mudah masuk ke pikiran orang-orang.

Kalaupun kita dapat ilmu yang benar-benar baru dan tidak ada pengalaman sebelumnya, maka kita bisa menuliskannya dengan bahasa yang santai. Nah, penulisan artikel dengan bahasa yang santai ini akan mempermudah orang-orang dalam memahami suatu informasi.

15. Kenapa Anda Harus Ikut Pelatihan Site Audit Ini?

Awalnya maju mundur ya untuk ikut pelatihan ini. Karena banyak magernya, wkwk. Tapi saya ingat bahwa saya harus belajar, maka saya harus keukeuh nulis artikel panjang ini.

Terkadang, malas adalah godaan yang luar biasa. Padahal, saya ikut pelatihan ini tujuannya belajar, kok malah malas-malasan. Hadeeeh. Jadi saya memutuskan untuk join pelatihan site audit di kelansya Mas Irwin.

Apalagi gurunya Mas Irwin, yang jawab pertanyaan selalu to the point. Tapi kadang ada jawabannya Mas Irwin yang menyindir dengan gaya, wkwk. Tapi ya bisa nyentil sih untuk saya tetap terus belajar.

Kesimpulan

Nah, itulah 15 pertanyaan seputar site audit dan blog yang telah saya jawab panjang lebar. Semoga bisa memberikan informasi yang dibungkus dengan pengalaman, hoho.

Inshaa Allah kalau saya dapat ilmu baru tentang site audit, akan saya share di blog ini juga. Terima kasih sudah membaca sampai akhir.

Wassalamualaikum wr wb

Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

Related Posts

Posting Komentar