Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini 5 Perbedaan Cat Dasar Tembok dan Plamir

Assalamualaikum wr wb

Kali ini Kak Ros akan sharing tentang perbedaan cat dasar tembok dan plamir. Soalnya banyak yang tanya: apa beda plamir dan cat dasar? Padahal beda banget loh!

Kira-kira apa perbedaannya? Akan Kak Ros jelaskan secara gamblang dan detail ya!

Ini 5 Perbedaan Cat Dasar Tembok dan Plamir

Kak Ros akan menjelaskan perbedaannya berdasarkan fungsi, lokasi penerapan, keuntungan, cara penggunaan, hingga upaya untuk meminimalkan risiko. Kira-kira ada apa aja? Silakan simak baik-baik ya!

1. Fungsi 

Sebenarnya plamir memang hampir sama dengan cat dasar tembok. Tapi sebenarnya mereka adalah 2 hal yang berbeda. Apabila dilihat dari fungsinya, mereka justru berbeda.

Cat dasar tembok berguna untuk mengecat dasar keseluruhan tembok. Tujuannya supaya saat cat diaplikasikan bisa lebih nempel dan awet.

Lain halnya dengan plamir. Fungsi utama plamir adalah untuk meratakan dinding yang akan dicat. Misalkan ada acian yang kurang sempurna, maka dirapikan dengan plamir. Apabila ada lubagn kecil atau retakan pada acian, maka bisa diratakan dengan plamir.

2. Lokasi Penerapan

Bila hendak mengecat rumah, harus benar-benar bisa membedakan tujuan penggunaannya hendak diletakkan di mana? Interior atau eksterior rumah?

Plamir cocoknya untuk mengecat di bagian interior atau dalam rumah. Kalau dilakukan di luar rumah, maka hasil plamir akan mudah mengelupas bila sering terkena terpaan hujan dan panas.

Lain halnya dengan cat dasar tembok, yang bisa digunakan di dalam maupun luar ruangan. Namun kalau ingin menggunakan cat dasar tembok untuk dinding eksterior, gunakan cat khusus ya biar awet.

3. Keuntungan

Masing-masing memiliki keuntungannya sendiri. Dengan menggunakan plamir, maka akan membuat hasil pengecatan lebih merata. Selain itu, warna cat terlihat lebih bagus, seragam, dan tahan lama.

Hampir sama dengan plamir, maka cat dasar tembok juga dapat membuat warna cat lebih sempurna. Adapun penggunaan cat dasar untuk tembok dapat menghemat penggunaan cat. Bahkan hasil warnanya lebih sempurna.

4. Upaya Meminimalkan Risiko

Plamir dan cat dasar tembok dimaksudkan juga sebagai upaya meminimalkan risiko. Plamir meminimalkan risiko dinding yang tak merata. Dengan melakukan plamir, maka permukaan dinding bisa lebih rata dan tidak bertekstur.

Lain halnya dengan cat dasar tembok. Ia berupaya untuk menahan serangan garam alkali tembok, sehingga meminimalkan risiko tembok yang mengapur, menggelembung, dan warna cat yang tidak merata.

Selain itu, cat dasar tembok berguna untuk menambah daya rekat cat tembok sehingga tidak mudah mengelupas dan dapat melekat sempurna. 

5. Cara Penggunaan

Cara penggunaan juga berbeda. Untuk melakukan plamir, maka aplikasikan plamir/wall filler menggunakan kape. Lalu biarkan selama beberapa jam hingga kering. Kemudian haluskan permukaan yang sudah kering dengan menggunakan amplas.

Cara menggunakan cat dasar tembok justru berbeda jauh. Sebelum mengaplikasikan, pastikan permukaan tembok sudah kering sempurna. Pastikan gunakan cat dasar tembok terbaik agar warna cat awet.

Aduk rata cat dasar secara merata. Lalu aplikasikan secara merata dengan menggunakan roll atau kuas. Aplikasikan lapisan cat akhir telah cat primer benar-benar kering.

Kesimpulan

Nah, itulah 5 perbedaan cat dasar tembok dan plamir yang sering teman-teman tanyakan. Ternyata cat dasar dan plamir ini berbeda banget ya. Jadi jangan sampai kita salah mendefinisikan supaya hasil akhir rumah kita tampak indah.

Semoga artikel ini menjawab pertanyaan teman-teman.

Wassalamualaikum wr wb

Posting Komentar untuk "Ini 5 Perbedaan Cat Dasar Tembok dan Plamir"