Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kok gak makan? Puasa bu, hiks

Alhamdulillah hari ini aku berhasil untuk berpuasa. Eh, berpuasa itu banyak godaanya loh? Kita harus bener-bener kuat menahan iman kita agar tidak goyah saat bala bantuan berupa makanan datang menyelamatkan perut kita.

Yeah, diawali dengan subuh tadi, dengan mata sedikit melek, aku galau mau puasa apa enggak. Niatnya sih, coba puasa dulu deh. Ntar kalo ada apa-apa yaa apa kata nanti wes. Dan saat itu pun aku berniat puasa.

Kan dapurnya ibuku bersebarangan dengan toilet. Nah, kebetulan aku mau buang emas, ya sudahlah aku menabung emas disana. Dan sialnya, saat aku lewat dapurnya ibu, ibu masak enaaaaaak banget. Jadi galau deh. Puasa apa enggak?

Sumpah, tadi pagi aku dilanda galau puasa. Kalo aku puasa, sia-sia dong makanannya ibu? Padahal ibu masak enaaaaak banget, makanan favoritku pula. Hedeeeeeeeh. Tapi kalo aku membatalkan puasa ku yang baru dua jam ini, eman banget? Padahal kalau aku puasa, uang sanguku nggak akan ngeloyor ke kantin. Lagipula uang sanguku juga bisa aku tabung buat mbayar kaos yang sekarang masih dicicil, hehe.

Ah, niatin puasa dulu deh! Pagi hari sebelum berangkat sekolah, aku menyibukkan diri dengan belajar di dalam kamar. Waktu yang biasanya aku lakukan untuk makan, hari ini aku ganti dengan sesi belajar menghadapi ulangan kewarganegaraan jam pertama.

Lalu aku berangkat. Saat aku mau berpamitan kepada ibu, aku lewat ruang makan. Beuh, nggak kuat. Makanan favoritku nangkring dengan manis dan menyapaku. Sial, aku puasa.

Sebelum berangkat, aku berpamitan kepada ibuku. Dan sepertinya ibu melihat sesuatu yang mencurigakan dariku.

"Ros, kok nggak makan?"
"Puasa bu . . . "
hiks, terharu. Ternyata ibuku perhatian kepadaku. Tauuuuu aja kalo anaknya kelaparan.
Apa wajahku ini menggambarkan bahwa wajah ku wajah kelaparan?
"Kok nggak bilang kalo puasa?"
yaa ngapain bilang bu . . .
"Lah wong ibu masak buat kamu semua . . ."
hiks, makin terharu . . .


Sesampainya di sekolah, aku langsung ulangan kewarganegaraan. Dan sialnya, ada suara krucuk krucuk. Dan suara itu dari perutku. Ya ampun, nih perut nggak bisa diajak kompromi apa?!

Mata pelajaran selanjutnya adalah matematika. Nah, di kelasku kan bangkunya bebas. Satu bangku bisa jejer 2 meja, 3 meja, atau berapapun lah. Nah, tadi tiba-tiba bangku sederetku terdiri dari 5 meja. Aku duduk di paling pusat. Dan kanan kiriku pinter-pinter semua. Di kananku ada Maya (rangking 3 di kelas) dan Nimas (rangking 1 di kelas). Di kiriku ada Unggul (ahli kimia dan biologi) dan Saditiya (ahli matematika dan fisika). Beuh, aku sendiri yang mencolok. Aku sangatlah berbeda dari kehebatan otak mereka. Tapi seenggaknya, aku jadi leih pinter dan ketularan pinter berkat duduk bareng mereka, hwehe

Saat istirahat, aku nggarap tugas proyeksi separuh limas. Biasnya kan aku ke kantin, berhubung aku lagi puasa, ya sudah aku diam di kelas sambil melihat teman-temanku makan dengan lahapnya. Jujur, ngiler bo`!

Maya ngajakin aku ke kantin. Yaa aku temenin dia. Nggak berapa lama kemudian, dia sempat heran melihat aku yang nggak ngabisin duit jajan.

"Kok nggak beli-beli?"
"Enggak deh, bosen" jawabku ngeles.

Eh tiba-tiba dia mbeliin aku makanan.
"Loh May, aku puasa . . ."
Maya kaget bukan kepalang. Dia ngebeliin aku makanan, eh akunya puasa.
"Kok nggak bilang?"
"Buat apa aku bilang kalo aku puasa?"
"Lah terus makanan ini gimana? Nggak mungkin kalo aku makan dua-duanya "
"Kasihkan temen-temen deh . . ."

Saat jamnya Pak Jaya, perutku masih berteriak-teriak minta makanan. Untungnya banyak temen-temen yang menghiburku. Seperti si Aga dan Julian yang tiba-tiba nemu 2 rok seragam dan mereka pakai. Sumpah, kayak banci bikin ngakak . . .

Jam terakhir pelajarannya Pak Tri. Ngelanjutin tugas bikin video sweet memories. Dan hari ini juga harus dikumpulkan. Paling lambat dikumpulkan jam 8 malam di rumahnya Pak Tri.

Huh, editan ku belom kelar pula! Lahwong semalem adhekku yang aku suruh ngedit videoku. Deuh.

Walhasil, aku bagi-bagi tugas sama Maya. Aku yang nggarap video. Maya yang nggarapa tugas bahasa indonesia, hehe, adil kan?

Pulang sekolah aku langsung ngebut nggarap video. Soalnya jam 4 sore aku ada les kimia. Kapan lagi aku punya waktu? Jadwalku penuh.

Saat les kimia, aku melirik jam dinding yang ada di ruangan les, masih jam 16.45. Sial, krucuk-krucuk lagi. Oh perutku, tahan sebentar ya?

Dan aku pun pulang lebih cepat daripada biasanya. Berharap bisa ngelanjutin tugas videoku. Tapi sayang seribu sayang, rumahku dikunsi, orang tuaku keluar rumah dan aku nggak megang kunci. Daripada ngatak nunggu mereka pulang, mending aku ngabuburit sambil beli buku.

Hampir maghrib, aku pun balik ke rumah, langsung ngedit videoku. AKu juga minta saran dari adhekku.

Saat videoku udah kelar, terdengar adzan maghrib. Dan aku membuka buka puasaku. Alhamdulillah, senangnya . . . Lalu aku makan.

Selesai makan, ibuku menyindirku gini, "udah kenyang Ros?"

hehe . . . maklum bu, kelaparan . .  .

Aku jadi ngakak mengetahui betap hebohnya kisah puasaku hari ini, haha

6 comments for "Kok gak makan? Puasa bu, hiks"

  1. puasanya harus lebih semangat & ikhlas :)

    ReplyDelete
  2. Hihi aneh, kenapa coba ga bilang ke temennya :P

    ReplyDelete
  3. Habisnya pagi2 dah galau puasa, jadinya banyak godaannya :D

    Besok puasa lagi gak Cha?

    ReplyDelete
  4. puasa kok malah ngomong lapar terus cha?? kalau udah niat pasti kuat..

    ReplyDelete
  5. Org puasa di luar bln ramadhan godaannya pasti banyak :D

    ReplyDelete