Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Saya dan Indonesia Makin Digital

Assalammualaikum wr wb
Laptop saya yang lama, tercermin peta Indonesia dari dinding kelas PKn saat SMA

Ehem. Saya akan memulai postingan ini dengan satu pertanyaan: Apa sih kasus terberat seorang blogger?

Yes, jaringan internet. Seorang blogger nggak akan ngeblog tanpa adanya internet. Internet ibarat oksigennya blogger. Namun blogger sejati akan tetap mencari internet sesusah apapun, yes demi update postingan, hehe.


Saya mengenal kehadiran internet adalah ketika SMP. Masih dengan komputer jadul (saat itu laptop masih bawang mewah), entah mengapa tiba-tiba Ayah memasang internet di rumah, yaitu menggunakan Telkom speedy. Saya, saat itu belum tahu cara untuk menggunakan Telkom sepeedy ketika berinternet. Saya hanya tahu bahwa internet sudah bisa dipakai di komputer rumah. Saya berselancar di dunia maya tanpa tahu arah. Ketika berinternet, saya selalu ditemani oleh Ayah. 

Kemudian, pada suatu malam. Orang tua saya keluar untuk kulakan barang. Sedangkan saya sendirian bersama adek di rumah. Hmm… ada komputer nganggur dan mumpung orangtua lagi ada di luar nih, enaknya ngapain ya? 

Perlahan saya coba buka internet di komputer. Klik ini, klik itu, kok nggak nyala-nyala ya? Saya ingat-ingat cara menggunakan internet ketika pelajaran di SD. Saya berusaha sekuat tenaga untuk mencari solusinya. Sampai lepas jam 8 malam, keringat saya mengucur semakin deras. Usaha saya untuk memencet tombol ini  itu, tidak ada yang membuahkan hasil.

Kemudian, tibalah kedua orang tua saya yang selesai kulakan. Mereka  mendekati saya, membuat saya deg-degan. Takut salah mengutak-atik sehingga timbul kesalahan atau error di komputer.

Tiba-tiba Ayah bertanya dengan nada santainya, “Lihat apa, Ros?”

“Apanya, Yah?” jawab saya sambil memelas.

“Internetnya…”

“Aku nggak bisa buka internet, Yaaaah… Rusak kah ini, Yah??” tanya saya dengan wajah melas.

“Huahahahaha…” Ayah ketawa. Ketawanya lebaaaar banget. Ih, apaan sih Ayah kok ketawa-ketawa.

Lalu Ayah mendekat, kemudian memencet satu tombol di salah satu sudut modem kotak. Kemudian, “cling”. Menyalalah led yang awalnya berwarna merah, menjadi warna kuning.

Saya shock. Ya Salaaam, berarti saya cuma harus pencet itu doang?? Sejam lebih saya utak-atik komputer dan modem tapi nggak tahu kalau ada tombol khusus nan ajaib yang mampu mengantarkan saya ke dunia maya. Rasanya bagaimana? Rasanya nggondok sih.

Fiuhh… ternyata saya segaptek ini perihal internet.

Namun, dari pengalaman tersebut saya belajar caranya menyalakan internet. Iya, saya masih setipe dengan orang-orang yang nggak mau baca petunjuk teknis, maunya utak-atik sendiri, hehe.

Adanya internet di rumah saat itu, membawa saya mengenal serunya dunia maya melalui tulisan. Entah kok tiba-tiba nyasar ke dunia perbloggeran.  Kemudian saya searcing-searching dan membaca banyak ulasan komentar di blog orang-orang, ternyata banyak banget blogger yang aktif dan membuat saya iri betapa rajinnya mereka menulis blog.

Ketika SMA, saya berpindah rumah. Yang semula merupakan rumah induk dari orang tua ayah, kini saya pindah ke rumah baru, Alhamdulillah, rumah ini sah punya Ayah dan Ibu, hasil kerja keras mereka berdua.

Namun kami tidak mengakses internet saat itu. Finansial diarahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari atau untuk membeli perabotan rumah tangga. Untuk urusan internet, sementara saya masih pakai sarana wifi gratis yang ada di SMA. Ya, saya hanya bisa mengakses internet ketika di sekolah. Rela bawa laptop berat demi wifi gratis.

Kala itu, juga sedang booming-boomingnya voucher wifi.id, namun sayangnya saya nggak paham apa kegunaan voucher itu, hehe. Padahal saya punya dua voucher gratis, tapi nggak tahu maknanya dan kegunaannya, duh saya kudet banget. Jadinya, mubazir deh, malah saya jadikan koleksi, hahaha…

Ketika kelas 2 SMA, munculah wifi gratis dari sekolah yang ada di seberang rumah. Setiap pulang sekolah sampai mau tidur, saya memanfaatkan wifi gratis tersebut. Yes, wifinya bisa terakses sampai kamar saya. 

Alhamdulillah, saya mulai aktif ngeblog dan blogging.

Saya senaaaang sekaliii… Saya bisa menuliskan peristiwa yang ada di sekitar saya. Selain itu saya juga senang berkunjung ke blog orang lain sambil membaca tulisannya, lalu berkomentar. Dengan blogwalking, saya bisa bersilaturahmi, mengenal teman-teman blogger ragam usia dari ujung Sabang sampai Merauke. 

Ada yang dari Medan, Palu, Palangkaraya, Bekasi, Minahasa, Lombok, dsb. Huaaaaa pokoknya beragam, seru-seruuuu!!! Dari sini saya tahu bahwa #IndonesiaMakinDigital yuhuuuuu....

Namun pada suatu hari, sepertinya pihak sekolah tahu bahwa ada orang gelap yang mengakses internet di malam hari seperti kelelawar, kemudian jaringan internet saya diputus (mungkin ganti password). Lalu bagaimana dengan saya? Duuuh, saya sedihnya minta ampun. Saya nggak bisa internetan gratis di dalam rumah. Sediiiiih banget.

Yaaa, saya nikmati hari-hari tersebut dengan berinternet di luar rumah. Saya datang ke tempat penyedia wifi gratis, salah satunya Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Lumajang. Hehehe. Iya, serius. Saya dapat rekomendasi tempat wifi gratis dari teman saya yang ayahnya kerja di situ. Ya sudah, ketika ramadhan, saya bersama adek datang ke parkiran lapas untuk berinternet gratis. Hahaha…

Saya (SMA) bersama adek (SD) berinternet kayak orang melas di parkiran lapas, hehe
Kini saya sedang kuliah. Mahasiswa tentu tidak lepas dari internet. Awal-awal kuliah, hape saya masih jadul, masih belum bisa menyediakan sarana hotspot, tapi cukup bisa untuk mencari sesuatu di internet, tapi nggak hebat-hebat banget sih. Untuk mencari referensi tugas dan memenuhi kebutuhan blogging, maka saya harus datang ke kampus. Kampus menyediakan sarana wifi gratis bagi mahasiswa Unej. Yes, Unej menggunakan wifi.id. Lancaaaar banget.

Nah, beberapa bulan yang lalu, teman-teman sekosan (yang jumlahnya hanya 7 orang), mengajak untuk memasang internet di kosan. Huooooo bolehlaaaah. Kalau pasang sendiri, duitnya kurang ramah di kantong mahasiswa, hampir setara dengan uang kosan. Maka, dengan kekuatan sokongan iuran dana dari 7 anak kosan, maka beban duit untuk membayar  internet sudah lebih enak, nyaman, terjangkau dan juga membahagiakan.

Dewa penyelamat anak kosan
Yeeeee…. Kini saya sudah sering aktif menulis, blogwalking, juga mencari referensi untuk skripsweet saya. Nggak hanya itu, karena di kosan tidak tersedia tv, maka youtube menjadi salah satu sumber kebahagiaan anak kosan yang kosannya sudah terpasang wifi. Wifinya unlimited pula. Alhamdulillah… bahagianya…

Yeah, itu adalah kisah saya dalam berinternet dan menggunakan produk Telkom sebagai sumber wifi. Mengapa pakai Telkom? Karena terkenal, hehehe. Saya nggak pandai membandingkan, cukup mempercayai produk yang sudah sering dikenakan oleh kerabat dekat saya.

Kini, kita dengan mudah mendapatkan ragam informasi dan hiburan melalui internet. Dapat berkomunikasi dengan internet. Namun, internet juga bagaikan bumerang yang dapat membabat habis apabila kita salah memanfaatkannya. Ya, saya tidak perlu sebut merk hanya untuk membeberkan aibnya yang telah meracuni dedek-dedek SD, SMP, SMA untuk bertingkah hits, berbicara kasar tapi masih batas wajar, ah elaaaah...

Kita, pun saya sebagai mahasiswa, yang notabene adalah orang terdidik, sudah sepatutnya menjadi teladan untuk memberi contoh dalam menggunakan internet dengan baik. Internet dilahirkan untuk mempermudah aktivitas manusia, maka sudah selayaknya kita memanfaatkannya dengan baik seperti harapan para pencipta internet. Saya berharap, seiring dengan berkembanganya Indonesia yang makin digital, maka semoga manusia-manusia Indonesia mampu memanfaatkan internet dengan baik demi kemaslahatan umat untuk hidup lebih baik. Aamiin...

Ohya, teman, ini ada lomba blog dan vlog yang diselenggarakan oleh idblognetwork bekerjasama dengan Telkom Indonesia. Total hadiahnya adalah 15 juta untuk kategori blog dan 22 juta untuk kategori vlog. Gampang banget kok kompetisinya, yaitu Story Telling Competition. Kamu cukup menceritakan pengalamanmu berinteraksi dengan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan layanan produk dari Telkom. Pendaftaran berakhir tanggal 30 Oktober. Untuk info lebih lengkap, bisa cek di sini. Yuk, teman-teman ikuti lombanya…

Wassalammualaikum wr wb

1 comment for "Saya dan Indonesia Makin Digital"