Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ternyata Menjadi Relawan Adalah Mimpi Saya Saat Kecil


Assalammualaikum wr wb

Bagi saya, seiring berjalannya waktu, dunia semakin menggembirakan. Banyak sekali orang yang turun tangan ke lapangan. Membantu dan menolong secara nyata dalam bentuk apapun yang ia bisa.

Yaa... meskipun bantuan dan pertolongan mereka ada yang dipublikasikan di media sosial demi sebuah pujian dan popularitas. Santaaai, setahu saya, cuma sedikit kok yang pamer. Namun, bagi saya, membantu lalu mempublikasikan itu lebih baik, daripada tidak membantu sama sekali. Hmm, adakah yang setuju? Eh, nggak ada ya 😅

Pun apabila ada orang atau komunitas yang memublikasikan kegiatan bantu-membantunya, itu tak lebih dari maksud untuk mengajak orang lain supaya bergerak bersama. Iyaa... bergerak bersama itu lebih indah dan membahagiakan.

Dulu, saat SD, saya pernah melihat tayangan di televisi tentang orang-orang berompi oranye sedang menolong korban banjir dengan menggunakan perahu karet. Saya menontonnya dengan seksama, lalu membekas di hati sampai saat ini. Saat itu, saya bergumam, "Saya ingin jadi seperti dia".


Iya, ternyata mimpi saya saat itu sederhana, yaitu turun lapangan untuk membantu orang lain. Saat itu saya tidak tahu kalau orang-orang berompi oranye ini adalah relawan 😅. Sungguh, saat itu saya tidak tahu makna relawan itu apa. Mungkin karena belum terlibat langsung kali ya.

Kemudian, ketika kuliah, saya galau gundah gulana karena merasa nganggur banget. Iya, saya hanyalah mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang - kuliah pulang). Mana seru kuliahnya 💁

Kemudian saya menimang-nimang UKM atau komunitas yang ingin saya ikuti dan seriusin. Entah kenapa saat itu saya tidak tertarik lagi dengan dunia kepenulisan di majalah atau pers kampus. Sepi euy, saya khawatir hidup saya hambar dan kurang berwarna 😆

Lalu saya memutuskan untuk mendaftarkan diri di Unej Mengajar dan mengikuti serangkaian proses rekrutmennya. Sebenarnya di himpunan prodi saya ada juga sih Himafi Mengajar, tapi cakupan teman-temannya ntar itu-itu aja, padahal saya pengen jangkauan pertemanan saya lebih luas.

Alhamdulillah.. saya diterima di Unej Mengajar. 45 mahasiswa saja yang terpilih dan saya salah satunya. Ketika saya cek nama-nama mahasiswa, pada urutan 1 yaitu mbak Amalia. Dia ini tes microteachingnya bagus banget. Berarti urutan ini disesuaikan dengan nilai total. Ranking 1 itu dia yang terbaik. Begitu dugaan saya. Ternyata dugaan saya itu tepat setelah saya tanyakan langsung kepada salah satu jurinya.

Dari 45 mahasiswa yang diterima, lah ternyata saya di urutan 41 😅. Jelek banget ya hasil tes microteaching saya 😆 . Ya gimana nggak jelek, lahwong saya nggak mempersiapkan apa-apa karena bingung mau ngapain.


Jadinya saya hanya memanfaatkan baju batik saya untuk mengawali materi mengenai keIndonesiaan. Jujur, saya nggak siap apa-apa. Tampilnya pertama pula. Ah elah. Gini lah kok ternyata jadi Direktur 😂😂😂

Seiring berjalannya waktu, saya dan teman-teman mengikuti serangkaian acara untuk meningkatkan motivasi dan menempa mental di lapangan. Pada suatu malam, ketika kami berkumpul untuk mendapatkan arahan dan ilmu baru, mas Zai menyampaikan sebuah materi yang pembahasannya mampu memukau saya, yaitu makna kerelawanan.


Saya terpaku, terpukau, dan tergugah mengenai makna kerelewanan itu sendiri dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Dulu, saya mengira bahwa hal yang kami lakukan ini adalah remeh temeh, ternyata tidak. Malah justru sangat berharga.

Saat itu mas Zai bilang, bahwa di luar negeri, orang yang pernah menjadi relawan itu lebih diutamakan apabila ia mendaftar dalam sebuah perusahaan. Saya heran, loh kok bisa?

Tanda tanya saya yang hanya di otak tersebut langsung terjawab, "Karena.. relawan itu nggak dibayar aja dia mau melakukan sebuah pekerjaan secara profesional, apalagi ketika dia dibayar". Lalu otak saya langsung mampu melengkapi kalimat itu "pasti dia lebih sungguh-sungguh". Kalimat itu membekas sampai sekarang.

Bersama teman-teman seangkatan di Unej Mengajar, dibersamai teman-teman Indonesia Mengajar

Lalu saya terdiam.. lama... bingung mau nulis apa ini selanjutnya 😅

Selang belasan purnama kemudian, ketika saya memikirkan entah apa itu, tiba-tiba saya teringat akan mimpi saya saat kecil. Iya, mimpi sederhana, menjadi relawan.

Ternyata... secara tidak sadar, saya sudah mendapatkan mimpi itu.

Lalu saya tidak tahu bagaimana menyampaikan kebahagiaan saya

Semuanya luar biasa

Alhamdulillah 🙏

Wassalammualaikum wr wb

10 comments for "Ternyata Menjadi Relawan Adalah Mimpi Saya Saat Kecil"

  1. Ternyata relawan itu bagian kepingan mimpi samean di masa-masa unyuk ya mbak… hhee mimpi yang mulia, ^_^
    Ah… cara ngungkapinnya ga usah bingung2 mbak, cukup traktir anggota BJS buat menyalurkan kebahagiaan samean. Wheehehee….
    Tanpa disadari, virus relawan itu, candu banget.

    ReplyDelete
  2. Mimpinya sudah terwujud ya Ros, sudah jadi relawan.
    Masa2 kuliah gini masih banyak waktu melakukan kegiatan2 sosial, apalagi dikerjakan bareng dengan teman2. Salut dengan para relawan.

    ReplyDelete
  3. throwback jadinya ya, emang saat nonton itu kelas brp Ros? Masih inget aja yak :) Setelah dari Ujar, jangan brenti yak, terapin lagi untuk mmembangun kampung di Lumajang. Aku mendukungmu *gaya sailormoon :D

    ReplyDelete
  4. -> Aq notice, keren banget gilak ada yang FK sama FKG juga yg ikut Unej Mengajar, aq jadi pengen...

    -> Tapi entah kenapa sekarang aq pengen ambil sidejob freelance di bidang kepenulisan/editorial di majalah atau portal yg isinya dunia lifestyle (gaya hidup), sama dunia kesehatan juga karena profesiku sebagai dokter muda

    ReplyDelete
  5. -> Aq notice, keren banget gilak ada yang FK sama FKG juga yg ikut Unej Mengajar, aq jadi pengen...

    -> Tapi entah kenapa sekarang aq pengen ambil sidejob freelance di bidang kepenulisan/editorial di majalah atau portal yg isinya dunia lifestyle (gaya hidup), sama dunia kesehatan juga karena profesiku sebagai dokter muda

    ReplyDelete
  6. Wh semoga lancar jadi relawanya. Btw UNEJ, bareng Agus dong

    ReplyDelete
  7. Semoga saya bisa segera merelewankan diri juga kak ros.

    Btw kamu kapan beli baju lebaran di koji? Huwakakakakakaakakakakkk

    ReplyDelete
  8. sepakat sama mas Zai bilang *sok akrab* hahaha Relawan ga dibayar aja dia mau apalagi klo kerja secara profesional ini yg dicari perusahaan tp jgn juga dimanfaatkan mentang2 suka jd relawan eh perusahaan ga bayar klo lembur *minta di demo perusahaanny*

    ReplyDelete
  9. aaww ocha keren banget saluttt :)

    ReplyDelete
  10. Mimpinya mulia banget sih dari kecil. Salut banget sama Ros. Aku dari kecil pengen jadi wartawan. Entah kenapa jadi blogger saat ini rasanya udah mendekati mimpi itu.
    Ohhh Ros di UNEJ toh. Aku langsung ngebayangin kafe-kafe disekitaran situ. Pan kapan meet up yaaaaa

    ReplyDelete