Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Berharganya Sebuah Waktu

Assalammualaikum wr wb

Jika saya ditanya, "Hal apa yang kamu sesalkan selama ini dan kamu nggak ingin mengulanginya lagi?"

Sepertinya saya sudah mantap menjawab: "Menunda".


Iya, saya menyesal banget. Duh, saya bingung mau cerita bagaimana.

Intinya tentang pendistribusian skripsi saya, yang saya tunda. Ah elah kenapa saya sebodoh ini.

Puncaknya, tadi sore, saya dikabari Bibah bahwa bendelan skripsi saya sudah selesai. Saya samperin ke tempat fotocopyannya, ternyata belum dibendel. Punya Bibah udah dibendel, padahal saya naruh lebih dulu, tapi Bibah nungguin sih, sedangkan saya justru ke kampus untuk datang ke sidang teman. 😏

Belum lagi, ternyata teman-teman sudah mengurus surat penetapan tim penguji. Sedangkan saya belooom 😰 Bendelan skripsi saya belooom. Beda dengan teman-teman yang ternyata tadi siang udah ngerayu bagian akademik. Ah elah.

Jadilah saya sore itu, jam 15.30 balik ke kosan untuk ganti sepatu, kemudian cus ke kampus. Tanya ke Pak Idris, mau minta ttd surat penyerahan skripsi, etapi harus nyerahin bendelan skripsi. Beliau bilang, "saya tunggu sampai jam 4". Sedangkan saat itu jam 15.40

Saya langsung balik lagi ke fotocopyan untuk ngambil bendelan skripsi. Dari 5 tumpukan, baru 3 yang dibendel. Saya minta 1 bendel diurus cepat-cepat. Huau. 15.50

Saya kembali ke kampus. Lari seperti mengejar matahari. Saat itu, saya cuma bisa pasrah, cuma bisa lari sambil sholawatan dalam hati. Sungguh, saya pasrah atas kelalaian saya.

Alhamdulillah, saya bisa menyerahkan bendelan skripsi tersebut di masa-masa kritis dan mendapatkan surat penetapan tim penguji. Alhamdulillah... minimal saya terselamatkan dalam beberapa hal. Untuk keesokan harinya, wallahualam, semoga selalu aman.

Pada detik-detik mencekam itu, saya entah mengapa merasa semakin dekat dengan waktu. Yang akhir-akhir ini, saya membuangnya sia-sia, mencampakkannya hanya untuk scroll timeline ig sampai bosan, dan menghabiskan waktu untuk tidur tanpa mengingat masa depan secuilpun.

Duh Ya Salaaaam.... saya semenyesal. Ternyata waktu seberharga itu.

Jika boleh saya pinjam alatnya Doraemon, pasti sudah saya perbaiki tuh kelalaian saya di masa lalu.  Sungguh, saya benar-benar menyesal.

Nggak sekali atau dua kali ini saya menyesal telah menyia-nyiakan waktu. Juga nggak sekali atau dua kali ini saya teringat betapa dalamnya makna surat Al-Asr. Subhanallah... siapalah saya..

Saya tetap bergerak sejak sore, magrib, isya, sampai malam. Malam tadi, saya menanti produk saya yang belum jadi di fotocopyan Om Gendut. Sembari merenungi betapa bodohnya saya karena menyia-nyiakan waktu.
Menanti di fotocopyan Om Gendut

Tetapi saya tidak bisa tenggelam terlalu dalam. Bagaimanapun caranya, saya harus bangkit. Kembali bersinergi. Bahwa masih banyak cadangan energi yang harus dicurahkan untuk melakukan kegiatan bermanfaat.

Iya, tadi saya stres banget.

Sambil menunggu produk saya yang masih on process di Om Gendut, saya mencoba mengantisipasi rasa stres saya. Caranya sederhana: blogwalking 💃💃💃

Blogwalking itu membahagiakan.

Sekitar jam setengah 10, produk saya sudah selesai. Saya bersiap pulang. Ada sesuatu hal yang ingin saya kejar. Yaitu Kesempurnaan Cinta.

Saya nontonnya di youtube live. Iya, di NET TV. Saya rewind 4 jam ke belakang. Supaya tetap bisa nontonin Kesempurnaan Cinta yang makin minta digigit.  Tentang si Satria, Tante Ren, dan Tante Hana. Huaaaaa menggemaskan banget sih merekaaaa....

Rafa tiba-tiba ngajakin Ayah dan Tante Ren untuk nemenin dia di taman. Kalo Tante Hana tau, pasti cemburu berat ya
Uwaaaaw so sweet bangeeet... Mereka kok ya belum peka sih sama tanda-tanda bahwa mereka adalah jodoh. Ehya emangnya jodoh?
 
Janjian di Breeze Cafe. Yasmin ngajak Tante Hana, sedangkan Rafa ngajak Tante Ren. Makin kagetlah Satria
Ada apa kok Hana megang tangannya Renata? Kok gelannya sama sih? Duh, bersambung pula. Pokoknya besok wajib nonton!
Makin bingunglah Satria. Raut mukanya beeeeuh... perfecto

Sebenarnya tulisan ini hanyalah curhat. Sekedar meluapkan perasaan dan pikiran yang sedang memuncak. Nggak enak kalau ditahan di badan ini, makin bengkak ntar ah 😆

Eh, udah ya, saya pamit dulu.

Saya mau hmm... blogwalking lagi siiih... kemudian tidur, sembari berdoa, "semoga esok dan seterusnya selalu dilancarkan dan diberkahi".

Aamiin..

Wassalammualaikum wr wb

2 comments for "Berharganya Sebuah Waktu"

  1. kapan sitkom ini bakalan usai? :D

    ReplyDelete
  2. sama banget aku juga kadang tenggelem dengan candu lihat timeline IG tau2 telat tidur besoknya pak pik pek masak wkwkwk

    ReplyDelete