Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Can-Macanan Kadduk Jember

Assalammualaikum wr wb

Halo, apa kabar? Semoga teman-teman sehat selalu yaaa... Sehat raganya, sehat jiwanya, juga sehat hatinya 😆

Beberapa bulan yang lalu, ketika saya menjadi panitia Festival Egrang di Tanoker, saya melihat ada sesuatu yang seru dan lucu dalam salah satu barisan egrang kala itu. Ada sebuah... hmm... apa ya namanya. Unik gitu.

Saya perhatikan dengan seksama. Itu kali pertama saya menyaksikannya. Timbul  bermacam-macam pertanyaan yang menggema di kepala saya. Itu macan-macanan? Kayak barongsai-barongsaian ya? Itu terbuat dari apa sih? Tali rafia? Karung goni? Eh, serius? Namanya apa sih?

Orang-orang di sekitar saya juga menyaksikan atraksi tersebut. Mereka santai saja menyaksikannya. Berbeda dengan saya, yang mungkin "cengo" saat melihat atraksi itu. Saya nggak sempat bertanya kepada kanan-kiri saya, maklum mereka menggunakan Bahasa Madura, sementara saya nggak paham sama sekali Bahasa Madura 😅


foto oleh Nana Warsita
Pertanyaan itu, baru terjawab ketika saya mengikuti Famtrip Jember 2017. Saya dan teman-teman disambut dengan atraksi yang sama, yang menimbulkan banyak pertanyaan karena ketidaktahuan saya.

Eeeeh... ternyata... namanya... "Can-Macanan Kadduk"

Can-Macanan...

Kadduk...

😅

Lucu ya. Eh maksudnya unik dan beda 😅

Apa Itu Can-Macanan Kadduk?

Can-macanan artinya harimau gadungan, sedangkan kadduk berarti karung. Pelafalan "can-macanan" ini khas Madura banget. Menandakan bahwa atraksi ini merupakan atraksi khas orang Pandhalungan yang juga berakulturasi dengan budaya Madura.

Badan Can-Macanan Kadduk terbuat dari karung goni yang disulam dengan tali rafia. Bagian kepalanya dibuat dari kayu yang dilapisi kulit dan digambar dengan cat minyak. Para pengrajin membentuknya sedemikian rupa hingga menyerupai harimau yang besar dan mengerikan. Tingginya hampir satu setengah meter dengan lebar mulut macan lebih kurang 40 cm. Satu ekor Can-Macanan Kadduk beratnya bisa mencapai setengah kuintal.

foto oleh Nana Warsita

Bagaimana Awal Mula Adanya Can-Macanan Kadduk?

Can-Macanan Kadduk ini sudah ada sejak zaman dulu. Ia mulai muncul di Jember pada tahun 1974. Singkat cerita, di daerah Tegal Boto kala itu hiduplah seorang petani yang memiliki sawah yang luas. Boleh dibilang, ia adalah seorang juragan sawah dan petani yang sukses.

Kesuksesan bertaninya itu membuat banyak penjahat untuk mencuri hasil tani miliknya. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, maka petani tersebut mencari ide untuk menghentikan aksi para penjahat. Maka ia membuat boneka macan (harimau) besar yang dibuat dari tali rafia.

Boneka macan besar tersebut diletakkan di tengah sawah miliknya pada malam hari. Ya kira-kira hampir mirip orang-orangan sawah, hanya saja wujudnya beda. Tujuannya untuk mengelabui penjahat bahwa ada binatang buas di sana. Sejak saat itu, sawahnya menjadi aman dari incaran para penjahat.

Kemunculan Atraksi Can-Macanan Kadduk

Petani, selain pandai bercocok tanam, ia juga pandai dalam mengaktualisasikan jiwa seninya. Boneka macan besar yang dijadikan orang-orangan sawah itu memunculkan ide atau gagasan kesenian baru. Petani itu meminta kepada anaknya untuk mengembangkan boneka buatannya menjadi pertunjukan yang hebat. Akhirnya ide tersebut benar-benar dikembangkan oleh anaknya sehingga muncullah atraksi Can-Macanan Kadduk.

Kini Can-Macanan Kadduk didesain sedemikian rupa untuk menarik perhatian para penikmat seni. Pun telah dilengkapi oleh karawitan khas Jember-an yang mendendangkan musik jaranan.

foto oleh Nana Warsita

Mitos Can-Macanan Kadduk

Kata orang-orang: barang siapa yang menonton Can-Macanan Kadduk maka harus selalu waspada karena sesekali macan-macanan ini akan menerkam dan menelan apa yang ada dalam mulutnya. Usut punya usut, macan gadungan ini mampu menelan dua bocah sekaligus dalam sekali main. Bocah yang menjadi mangsa akan dicaplok kepalanya dan perlahan-lahan seluruh tubuhnya akan masuk ke dalam perut macan.

Kekejaman Can-Macanan Kadduk muncul karena efek dari energi astral yang merasuki pemain macan. Pemainnya harus benar-benar orang yang kuat. Selain berat dan panas, musik dengan ritme yang energik mampu membuat setan merasuk dalam diri pemain. Kabarnya, pemain macan gadungan ini harus berpuasa selama 41 hari sebelum tampil karena jika tidak kuat, akan menjadi gila.

"Awas bagi anak-anak yang suka menangis dan nakal kepada teman akan dimangsa oleh Kumbang." Pesan ini adalah arti dari pertunjukan Can-Macanan Kadduk. Oleh karenanya ibu-ibu di kabupaten Jember akan mengajak anaknya menonton pertunjukan ini untuk memberi pelajaran bahwa tidak boleh nakal kepada orang lain terutama kepada ibu.

Di balik sejarahnya, Can-Macanan Kadduk mengandung pesan yang telah menjadi mitos orang Madura jaman dulu. Seorang ibu harus menjaga anak gadisnya di kala menginjak masa remaja. Pergaulan anaknya harus dijaga dengan baik. Kalau ada seorang gadis dan perjaka madura kawin sebelum menikah, maka bayi yang terlahir dari dua pasangan akan dimakan macan. Mitos tersebut sekarang sudah tidak berlaku lagi karena kepercayaan masyarakat Pandhalungan terhadap mitos seperti itu sudah mulai luntur.

foto oleh Nana Warsita

Can-Macanan Kadduk Kini

Sampai saat ini, kesenian Can Macanan Kadduk masih ada dan tetap lestari. Kesenian Can-Macanan Kadduk tertua dan masih berkembang sampai saat ini, terletak di Jalan Kalimantan No. 37 Tegal Boto Sumbersari Jember. Lebih tepatyna berada di sebelah barat gedung Unej Medical Center (UMC) Universitas Jember. Grup kesenian tersebut bernama Pencak silat dan Can-Macanan Kadduk Bintang Timur yang dipimpin oleh Sumarto.
 --

Sementara itu dulu yang bisa saya sampaikan. Informasi-informasi tersebut saya sadur dari wikipedia, hehe. Maklum, saya belum sempat ngobrol lebih lanjut dengan pemilik kesenian Can-Macanan Kadduk, saat itu hanya melihat saja. Nggak sempat ngobrol saking terpukaunya, apalagi saat itu waktu yang disediakan terbatas. Inshaa Allah, lain waktu akan saya perbarui tentang informasi Can-Macanan Kadduk ini.

Terima kasih sudah membaca. Keren ya Can-Macanan Kadduk ini, kalian mau lihat? Yuk sini ke Jember...

--Baca juga: Wisata Puslit Kopi Kakao Jember

Wassalammualaikum wr wb


4 komentar untuk "Can-Macanan Kadduk Jember"

  1. saya baru kali ini melihat penampakan yang aneh, kreatif juga yach orang yang membikinnya, namanya juga unik. ada videonya ngk Mbak ?

    BalasHapus
  2. Bentuknya serem tapi namanya lucu. 😄

    BalasHapus
  3. Wah serem juga ya, kalau nggak kuat2 fisik, bisa jadi gila. Bahkan ada ritual puasa sampai 40 hari juga. But so far, yang namanya kesenian budaya gini, kalau saya seneng aja sih lihatnya :D

    BalasHapus