Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Barang yang Ingin Dibeli

Assalammualaikum wr wb

Bulan Ramadhan ini paling enak melambungkan doa-doa dan harapan. Melangitkannya pada setiap saat, apalagi pada waktu yang mustajab. Doa-doa tersebut, juga paling enak kalau bisa di-aamiin-kan oleh banyak orang.

Salah satu cara ampuh supaya banyak yang meng-aamiin-kan adalah menuliskannya di media sosial, termasuk lewat blog ini. Tujuannya, supaya dibaca banyak orang, dibaca sampai akhir, lalu secara tidak langsung terbaca pula kata 'aamiin'. Syukur-syukur kalau mereka turut meng-aamiin-i harapan-harapan kita. Nah, tulisan ini adalah salah satunya. Iya, salah satu dari doa-doa yang ingin di-aamiin-i banyak orang, hehehe.


Sebagai manusia, saya memang tak pernah lepas dari rasa haus ingin memiliki, ingin terlihat baik, entah di mata diri sendiri, maupun di mata orang lain. Maka, enggak munafik juga sih, bahwa saya punya list barang-barang yang ingin dipunya, yang didapatkannya dengan cara dibeli. Maunya siiih, dibeli pakai duit sendiri, hmm tapi... Yaa semoga disegerakanlah. Aamiin.

Berikut ini, daftar barang-barang yang ingin dibeli. Hohohooo

Jaket

Sejujurnya... saya enggak punya jaket 😂 Entah kemana jaket-jaket saya berada, nggak ada yang cocok, kurang tebal, kurang nyaman, lalu tak tahu bagaimana kabarnya.

2 tahun terakhir sebelum lulus S1, dulu saya pakai jaketnya seseorang yang sekarang sudah jadi mantan. Jaketnya masih ada sih, masih bagus, tapi ya gimana ya kalau dipakai terus-terusan, khawatir si mantan jadi baper melulu, atau khawatir si mantan merasa bahwa saya masih ada rasa ke dia, padahal kan udah enggak. Jadinya, jaket tersebut enggak saya pakai lagi.

Tindakan ini pun, dikuatkan oleh Ibu, yang memberi solusi untuk mengenakan jaket milik Ayah. Lalu ketika Ayah butuh jaket, maka saya kembalikan ke Ayah. Untungnya Ibu ngasih solusi lagi, yaitu pakai salah satu jaket punya Ibu. Saya pilih yang agak tebal. Kemana-mana, saya masih pakai jaketnya Ibu.

Maka dari itu... saya pengen punya jaket sendiri... Lebih tepatnya, saya pengen punya jaket idaman. jaket idaman saya ada di online shop Hijacket.id. Setiap varian jaketnya... huuu bikin ngileeer. Dari 14 varian, saya mencoba memilahnya untuk dipilih yang paaaaling disukai. Hasilnya tinggal dua, yaitu tipe Grovy dan Elma.


Yang Grovy ini saya suka dari awal, soalnya model asimetrisnya kueren banget. Apalagi perpaduan warnanya yang beuh asik dah. Jadi pengen nih. Btw, saya sengaja pilih yang warnanya soft gini, soalnya yang lainnya warnanya setrong banget. Khawatir ntar saya dikira galak orangnya. Makanya pakai yang soft aja, biar terlihat feminim, hehehe.

Sementara yang Elma, ini model terbaru dan bikin saya jatuh hati 💕. Saya terpana dengan model jaketnya yang seperti jas. Iya, kerahnya serupa kerah jas, begitu juga kancing-kancingnya. Huoooo keceeeee. Kalau kata Hijacket, ini nama nama desainnya adalah casual blazer coat. Siiih, nama desainnya aja keren, apalagi modelnya, apalagi kalau dipake. Huaaaaa, mauuuu 😍

Arloji

Arloji saya... hmm kacanya retak. Retaknya artistik-artistik gimanaaa gitu. Tapi jam nya masih terbaca kok. Beberapa pekan lalu, arlojinya sempat mati. Saya pikir baterainya, tapi baru tiga bulan sebelumnya saya ganti baterai. Setelah diutak-atik ala-ala, ee ternyata pecahan kaca yang ada di dalam arloji, menghambat pergerakan jarum jam. Maka saya coba geser-geser kacanya dengan cara menggoyang-goyangkan arloji tersebut. Alhamdulillah, jarum jamnya mau muter lagi.


Tapi, dari lubuk hati yang paling dalam... sebenarnya saya pengen punya arloji baru. Rasa pengen ini seketika muncul tatkala saya melewati gerai Miniso di Lippo Plaza Mall Jember, yang arloji lucu-lucunya melambai-lambai kepada saya. Duh laaaah. Gemes deh. Tapi saya sadar, bahwa saya nggak akan bisa membelinya, selama arloji kesayangan saya ini masih bersedia menemani.

Tripod

Menjelang lebaran seperti ini, saya pengen punya tripod. Tujuannya, supaya kalau mau foto keluarga nggak usah swafoto-swafoto lagi. Maunya foto keluarga, yang fotonya itu tegak gitu, enggak selfie. Maka, saya pikir butuh banget tripod.

Emoh selfie-selfian lagi

Selain itu... saya menduga bahwa nanti akan ada banyak saudara yang minta tolong memotret mereka, berulang kali. Kan capek gitu ya. Masih ngatur barisan, masih pegang kamera, eee nggak ikutan difoto juga. Ya makanya, saya pengen punya tripod. Karena tripod itu salah satu solusi ampuh untuk pemotretan keluarga saat lebaran.
--

Sepatu? Gamis? Baju? Rok? Tas? Dompet? Laptop? Kamera? Sepeda motor? Mobil?

Hmm... mari kita bedah satu-satu. Perlukah saya membelinya?

Sepatu? saya masih punya 2, yang masih saya sayangin banget. Pernah saya ceritain di sini: Sepatu Favorit

Gamis? Duh laaah, saya punya 5 gamis bermotif bunga-bunga, dan 5 gamis bermotif asimetris. Yang gamis motif bunga-bunga ini hasil kalapnya Ibu yang gemas liat gamis lucu-lucu, juga hasil rasa enggak teganya Ibu yang khawatir anaknya enggak punya pakaian. Duh, plis lah Bu 😅


Baju? Saya masih punya beberapa, masih bagus-bagus. Biar nanti-nantilah, sesaat sebelum dimulainya perkuliahan semester 2. Biasanya Ibu ngajakin beli baju kok, meski nggak lebaran. Hahaha.

Rok? Masih adaaa.... Saya masih punya 3 rok item model A, yang cocok untuk dipakai acara formal. Juga masih punya 3 rok lebar-lebar yang bisa dipakai untuk acara semiformal maupun kegiatan sehari-hari. Semua tipe rok lebar yang saya inginkan, sudah saya punyai semua. Jadinya, nggak perlu beli-beli rok lagi. Belinya, nunggu rusak aja, atau nunggu ketika Ibu kalap lagi 😆

Tas? Saya punya tas punggung yang enak banget buat dipakai kuliah. Struktur tasnya membantu banget buat saya yang selalu membawa laptop beserta charger, binder, dan air minum 1 liter. Sementara kalau mau hangout atau datang ke acara yang enteng-enteng, saya pakai tas yang lebih kecil. Tas ini, sengaja saya minta ke Ibu, sebelum saya berangkat kuliah S2. Saya juga mohon-mohon ke Allah, supaya tas itu masih ada di toko dan jangan sampai dilirik orang. Alhamdulillah, dikabulkan, hehe.

Dompet? Saya masih ada dompet yang bagus. Sudah dipunyai sejak SMA. Dompet ini sih, sebenarnya diberikan oleh Ayah untuk Ibu. Tapi... Ibu enggak cocok sama dompetnya. Soalnya, duitnya Ibu tumpeh-tumpeh, sulit kalau mau dirapikan. Maka, saya adopsi tuh dompet. Masih bertahan sampai sekarang. Wajar sih, dompet kulit. Sempat lapar mata sih, tapi saya masih sayaaang sama dompet ini... Pernah saya tulis sih, tentang dompet yang saya miliki beserta isi-isinya, boleh baca di: Ada Apa di Dompetmu?

Laptop? Laptop saya masih bagus. Performanya juga oke-oke aja. Sudah support banget lah buat kuliah sama ngeblog. Namun, dari lubuk hati yang paling dalam, sesungguhnya saya ingin memiliki laptop baru... tapi enggak mau dibeliin, melainkan maunya dapat dari menang lomba. Hmm bisakah? Bisa dong, sebentar lagi juga dapat kok. Aamiin.

Kamera? Hmm, sepertinya saya enggak butuh-butuh banget. Kamera hape cukup lah. Meski hapenya bekas dan didapat hanya dengan harga sejuta lewat 50ribu, tapi performanya masih oke banget kok. Nggak buruk-buruk amat. Toh, foto yang baik itu bukan soal alatnya, melainkan kemampuannya. Siiih, padahal motret objek aja juga enggak bagus-bagus amat 😂

Sepeda motor? Duh, saya masih sayang sama sepeda motor saya ini. Dia sudah membersamai saya selama 9 tahun, semenjak saya masuk SMA. Bodinya masih oke kok. Kalau onderdil dalam-dalamnya, yaa diganti sih, tapi rasanya masih sama kok. Masih enak. Enggak perlu diganti. Saya setia, siaaah.

Mobil? Sempat ditawari sama Ayah dan Ibu, hanya karena mereka berdua kena sindirian saudara. Sindirannya begini "anakku ae ngkok nek kuliah tak gawani montor, mosok anake samean wes S2 ndak digawani montor" (anakku nanti kalau kuliah kubawain mobil, masa' anakmu sudah S2 nggak dibawain mobil?" Heh, dikiranya beli mobil itu kayak beli bakwan goreng? Toh, saya belum butuh-butuh amat. Kan enggak lucu gitu, saya pakai mobil kemana-mana, yang isinya hanya saya seorang. Dih laaah. Ini namanya pemborosan.
--

Eh banyak juga yaa yang saya bahas. Iyalah, sekalian menyimpan uneg-uneg. Betapa saya pengen punya banyak barang, tetapi untungnya banyak faktor dari dalam yang mampu menyudahi rasa konsumtif tersebut. Btw, kalau soal makanan, sepertinya saya tidak bisa untuk tidak konsumtif. Hahaha.

Oh ya, silakan baca juga tulisan teman saya tentang hal yang sama di sini: Barang yang Ingin Dibeli ala Damar Gumilar.

Terima kasih sudah membaca. Btw, barang yang ingin kamu beli apa? Boleh laaah, bagi cerita di kolom komentar.

Wassalammualaikum wr wb

Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

9 komentar untuk "Barang yang Ingin Dibeli"

  1. Semoga kecapai semua ya mba keinginannya, jangan lupa nabung juga :D

    BalasHapus
  2. Sama nih, aku juga lagi kepengen banget punya jaket. Jaketku itu2 aja hemm

    BalasHapus
  3. Sindirannya kok ngeri banget ya? Hahaha...kuliah bawa mobil menurut saya sih nggak penting-penting banget. Apalagi baru sekelas mahasiswa, bawa motor pun cukup. Asal bisa buat mondar-mandir dari kost ke kampus sama buat fotocopy / ngeprint tugas di rentalan, fix, pakai motor aja :D

    Semoga ada yang segera terbeli ya, barang-barang impiannya. Aamiin *noh, udah dapet satu aamiin dari saya--wkwkwk*

    BalasHapus
  4. Tuku tripod 100ewunan akeh iku ning Tokopedia/Bukalapak..
    Asal ojo goblog kaya inyong ae.. Langsung rusak merga salah prosedur.. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, aku ndak bermaksud mengingat masa lalune samean yang hmm ngerusak tripod, haha

      aku udah beli kok, hehe
      💕

      Hapus
  5. Nabung dan jangan banyak jajan mba, Insya Allah semua kebeli :)

    BalasHapus