Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Badan Ngedrop Tapi Tetap ke Surabaya

Assalamualaikum wr wb

Fiuh, pekan ini badan saya rapuh. Harus kuat fisik. Harus sembuh. Karena ada beberapa hal yang harus dikerjakan dan diperjuangkan.

dlh-prov-jatim

Fisik Rapuh, Badan Ngedrop

Gara-garanya, hari Sabtu pas pulang ke Lumajang saya kehujanan. Malam Senin bolak-balik bersin. Enggak kuat banget. Senin pagi, ngedrop banget. Memang udah tidur malamnya, tapi kalau keadaannya kayak gini kan harus istirahat.

Saya sarapan 2x. Udah mandi. Udah minum tolak angin 2x (pagi itu). Lalu tidur. Disugesti untuk benar-benar mau tidur. Tapi susah cuy. Sampai saya ada di posisi nangis karena enggak bisa tidur. Sebab saya tahu banget bahwa saya harus tidur supaya siangnya bisa ke Jember.

Pas Ibu datang menghampiri, saya langsung peluk Ibu sekaligus nangis. Nangis pengen tidur. Lalu lega. Lalu telpon si Mas meski sebentar. Kemudian nekat makan lagi. Biar kenyang, biar bisa tidur. Enggak peduli gendut kalau lagi sakit seperti ini.

sakit

Alhamdulillah, 1 jam kemudian saya berhasil tidur sampai berkeringat. Fiuh, akhirnya berhasil juga sistem imun saya untuk mempertahankan badan saya.

Seusai itu, saya udah enggak pusing-pusing lagi. Kalau batuk sih iya, berdahak. Tapi minimal enggak mengganggu aktivitas.

Bahkan, Ibu langsung meminta saya untuk menemaninya pergi ke rumah Tante Ira. Meminjam kursi roda untuk Mbah Uti. Ya dibawa berdua naik sepeda motor sama Ibu.

mbah-uti
Siangnya, berangkat ke Jember. Kehujanan dong, hahaha. Tapi sampai kosan langsung tidur dan minum air banyak.


Mas Angga Travelling ke Lumajang - Banyuwangi

Peh si Mas ini... Dapat kesempatan main sama teman-temannya. Jelajah Lumajang-Banyuwangi. Ke Lumajangnya mampir ke Air Terjun Tumpak Sewu. Lalu langsung amblas ke Banyuwangi. Eksplor lebih banyak tempat wisata di sana.

Biasanya kan kalau malam kita telponan atau videocall-an. Tapi waktu itu enggak begitu lama, karena harus menyesuaikan jadwalnya si Mas yang belum tentu teratur. Si Mas mainnya mulai Jumat malam hingga Selasa malam. Kan puas banget tuh ya.

mas-angga
Lalu kita telponannya... Jumat malam itu telponan, si Mas motoran ke rumah temannya. Telponan padahal dia sedang berkendara. Lalu sepertinya Sabtu malam enggak telponan, saya lupa. Telponnya Minggu malam, pakai hapenya Ibu karena hape saya drop (ada pemadaman). Senin pagi juga telpon sebentar karena sepertinya saya butuh support. Senin malam juga telponan. Selasa malam pun juga telpon.

Buset dah enggak pernah absen ya. Saya pikir lagi jarang telponan. Ternyata masing-masing dari  kami berusaha untuk menyampaikan kabar dan melepas komunikasi. Wuaaah 💓

mas-angga

Dapat Barang Declutter dari Acil

Acil nih lagi meledak-ledaknya buat hidup minimalis. Hidup minimalis ini ya hidup sederhana. Menghemat pengeluaran. Enggak jajan-jajan lagi. Juga mengeluarkan barang-barang yang sebenarnya enggak diperlukan.

Sekalinya ngeluarin barang, eh banyak banget. Barang-barangnya dijual. Tapi sebelum dijual, ditawarkan ke saya dulu buat ngambil (boleh). Saya ngambil beberapa. Yang penting-penting aja. Beberapa skincare, jaket, tripod, baju. Lainnya dijual. Ada jam tangan dan headset yang laku oleh teman saya.

barang-declutter

Kemudian barang-barangnya dikirim ke kosan saya. Segini banyaknya. Ternyata Acil melebihkan barang yang dikasih untuk saya. Lah untuk saya buat apa ya. Acil ngasih 30 amplop kondangan, 7 bulpen dan beberapa skincare. Saya enggak tahu skincarenya bakal cocok atau enggak, atau bakal digunakan atau gimana. Enggak tahu deh.

Ditawari barang lagi sama Acil, enggak deh. Ntar semua-muanya dikasihkan ke saya. Ada orang yang lebih membutuhkan dan berhak untuk mendapatkannya.

Btw makasih Acil buat barang-barang pemberiannya...


Ikut Sidang Amdal di DLH Provinsi Jatim

Alhamdulillah dikasih kesempatan belajar Amdal di lapangan. Ikut sidang Andal. Yang benar-benar real bagaimana Amdal disidangkan. Dulu pernah dikasih kesempatan juga buat menyiapkan Konsultasi Publik, yang kita bisa benar-benar tahu bagaimana interaksi itu terjadi. Juga turun ke lapangan untuk menggali data dan bertemu masyarakat. Prakteknya lapang banget. Dan tentu dibayar. Ya iyalah proyekannya gede.

amdal-surabaya

Nah Rabu kemarin, saya dan Mas Hendra diajak ke DLH Provinsi Jawa Timur. Kami kebagian tugas untuk mengkoordinir masyarakat yang diberangkatkan bareng. Fiuh susahnyaaaa.... Warganya rewel. Minta Hiace atau Elf. Enggak mau Innova. Ya saya pontang-panting dong cari travel lain.

Juga harus nge-cancel travel lama yang enggak ready Hiace. Ditelpon oleh 3 orang dari travelnya. Dan mereka sampai telpon Pak Lurah. Ah sial. Ya saya sempat kasih sebagian data ke mereka sih karena mereka ngotot minta data. Lalu saya urus. Alhamdulillah beres. Untuk travel lama, DP 250.000nya hangus, lalu ditambah 100.000 sebagai ganti cancel. Enggak bilang Bu Elida. 100.000nya saya ambil dari sisa uang Amdal yang masih ada di saya.

Drivernya enggak enak. Saya sudah bilang 2 kali kalau minta dijemput jam 6 pagi. Eh malah dijemput jam 5. Hadeeeh. Ya saya masih mandi waktu itu. Dimarahin Pak Lurah juga gara-gara telat. Mau marah-marah ke driver juga enggak bisa. Drivernya enggak nyariin alamat dan nelponin penumpang pula, malah Pak Lurah yang telpon. Kan kami membayar driver untuk mengurus perjalanan ya.

Peh drivernya enggak recommended. Kalau travelnya sih mungkin recommended, tapi mendingan pilih driver lain aja, jangan orang ini. Pas udah di kosan, masih aja wa-wa spam promo travelnya. Masalahnya dia kalau ngechat pakai voice note. Kan buang-buang waktu banget ya.

amdal-surabaya

Saat di DLH, ya baik-baik aja sih kondisinya. Kami tiba di DLH jam 10.30 pagi. Cenderung terlalu pagi. Ya ngopi-ngopi dulu di kantin. Lalu ke mushollanya yang dingin. Menjelang pukul 13.00 kami memasuki ruangan. Ruang sidang.

amdal-surabaya

Ada tim Amdal. Ada perwakilan masyarakat termasuk Pak Camat dan Pak Lurah. Ada dinas-dinas terkait dari Jember, tapi yang datang cuma 2 dari 8 dinas. Lalu instansi-instansi terkait yang ada di Jawa Timur.

amdal-surabaya

Yang digaris bawahi banget adalah kenapa sudah ada pembangunan? Kenapa sudah ada IMB padahal ijin lingkungan belum keluar? Ini mencederai tim amdal banget. Juga banyak perijinan yang belum didapatkan. Bahkan menambah perijinan, hoho.

amdal-surabaya

Masyarakatnya terutama Pak Soni, menyampaikan dengan kritis. Hampir mengerti bagaimana mekanisme kejadian pelanggaran itu terjadi. Beliau didukung oleh Ketua Sidang yang mengatakan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sama sekali alias harus dihentikan.

amdal-surabaya

Sementara, tim amdal juga mendapat masukan dari Dinas ATR (Agraria dan Tata Ruang) bahwa ada pembaruan ijin lingkungan dll yang ada di UU. Ya intinya menambah materi pembelajaran tim Amdal dah.

amdal-surabaya
Sementara pemrakarsanya diam-diam saja. Enggak ngomong sepatah kata pun. Menanggapi pun juga enggak. Jadi dia enggak ada hutang omongan. Padahal omongan pemrakarsa itu yang ditunggu-tunggu. Ya gimana, enggak bisa diandalkan.

Pada akhirnya, usai acara selesai, kami saling membaikkan satu sama lain. Alhamdulillah...

amdal-surabaya

Btw terima kasih Bu Elida sudah mengajak saya belajar lebih dalam tentang Amdal...

amdal-surabaya


Sabtu Pagi Main Sama Fatim dan Shanum

Jumat sore saya pulang ke Lumajang. Usai ngajarin Mbak Amel bikin peta yang dimau, Alhamdulillah... Sabtunya main ke Fatim. Jemput untuk main bareng. Main sama Shanum juga.

main-sama-anak-kecil

Ngecat Toko

Setelah 15 tahun lamanya, semenjak toko ini dibangun, akhirnya tokonya dicat, Alhamdulillah... Pakai bantuan Bapaknya Mbak Yuli. Hari Sabtu dan Minggu ngecatnya. Iya, Minggu saat itu kami buka toko, soalnya ada acara PPDB di MTsN Lumajang.

ngecat-toko

ngecat-toko


Beliin Jajanan Adek

Sabtu sore, saya menemani Ibu untuk ke Gajah Mada. Mau beliin jajanannya Adek. Juga mau ngecek harga popok celananya Mbah Uti.

beli-jajan-adek

Setelah itu, kami jajan. Nyobain mie pangsit yang baru dibuka dekat rumah. Lagi promo. Biasanya 6.000, ini jadi 3.000. Tambah siomay ayam yang harganya 4.000.

Rasanya? Hmm ya enak sih. Tapi sayang aja sih, seharusnya tempat sestrategis ini bisa dibuat untuk warung mie pedas. Laris kayaknya.

warung-bakso-lumajang

mie-pangsit-lumajang

Mantan Nikah Cuy, Haha

Hari Jumat, saya ke kampus. Ada Mbak Amel dan Dimas. Eh si Dimas ngajakin teman PU-nya masuk ke kelas. Pas salaman dengan saya, kayak pernah tahu, siapa ya. Yaelah saudaranya mantan. Ah elah. Buset dah. Dunia seluas daun kelor doang ternyata.

Ya ngobrol-ngobrol sih, seperlunya. Si mantan mau nikah, hoho. Ya sudah saya duga kok. Enggak mungkin dalam waktu dekat dia enggak nikah. Lahwong udah lulus kuliah kok.

Si saudara itu nggodain juga. Mbak, samean tak foto, takkirim ke grup yang ada orang itu ya.

Saya sih enggak papa ya. Enggak ada urusan soalnya. Tapi si Dimas enggak ngebolehin, soalnya mau nikah. Ya emang kenapa? Harusnya dia tetap kuat dong, lahwong saya enggak ngapa-ngapain. Kalau mau nggodain kan urusannya si saudara dengan si mantan itu. Saya enggak ikut campur.

Saya enggak tahu sih responnya apa. Ya teman-temannya doang yang ngerespon. Ngerespon lucu-lucuan ajalah.

Si Dimas tanya, pengen tahu gimana wujudnya pacar barunya si mantan, juga wujudnya si mantan. Ya saya kasih tahulah ya instagramnya. Biar dia ngelihat sendiri.

Kata Dimas, Sek ayu pean Mbak. Sek nggantengan Mas Angga mbak.

Ya iyalah pliiis~~~ 

Eh hari Minggunya cuy, tiba-tiba si Oce ngirimin foto. Foto mantan nikah. Peh, haha. Oce dapat dari mana? Itu sih yang saya herankan. Kayaknya Oce enggak ada garis atau lingkaran terdekat dengan si mantan. Kok tiba-tiba dapat ya.

Juga, yang saya kagetkan adalah kok ya kebetulan banget, hari Jumat saya ketemu saudaranya, mbahas-mbahas mantan sebentar, eh hari Minggunya dia nikah. Wohooo. Buset daaah. Kok kebetulan banget ya. Padahal kalau si saudara itu enggak ada hari Jumat itu, ya saya enggak ada feeling apa-apa. Kalaupun ada ya, enggak ada feeling apa-apa juga sih.

Ya saya cuma ketawa aja sih, haha. Buset daaaah....

Oh ya, saya sekalian ngucapin, selamat menikah ya mantan dan pasangan. Semoga dianugerahi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Aamiin.

Udah, segitu saja cerita saya pekan ini.

Wassalamualaikum wr wb
Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

16 komentar untuk "Badan Ngedrop Tapi Tetap ke Surabaya"

  1. Wuihhh semangaaattt
    Badan boleh letih, tapi kerjaan kudu beres yaaa

    BalasHapus
  2. Seminggu yang seru...
    Saya lebih fokus ke mie pangsit yg lagi promo sama nikahnya si mantan tuh. hahaha
    Ikut mendoakan buat mantannya semoga pernikahannya samawa

    BalasHapus
  3. Seruuuu hahahah

    Semoga sehat-sehat dan terus menginspirasi yaa. Salam sama mantan ya #eh 😄

    BalasHapus
  4. Seru bangets..terutama pada bagian mantan. Alhamdulillah akhirnya mantan juga punya pasangan ya Mbak.
    Semoga Mbak dengan Mas Angga , mantan dan pasangannya bahagia semua.
    Dan aku salfok sama nasi kotaknya, kok dikit banget sih, masih lapar kalau aku cuma segitu huhuhu

    BalasHapus
  5. Aihhh biar aja mantan nikah, ntar dapat ganti yang lebih baik pasti.
    Nah pembangunan memang kudu nunggu penilaian dari tim Amdal ya, kak Ros. Karena pasti ada penelitian gimana bangunan tersebut bakal mempengaruhi lingkungan atau enggak

    BalasHapus
  6. Wah lengkap banget dairy nya
    Nano nano rasanya
    Tapi paling so sweet waktu nangis dan dipeluk ibu, hiks jadi inget alm ibunda 😊😊

    BalasHapus
  7. kerja ikhlas sekali. semoga sehat sehat selalu mba :D

    BalasHapus
  8. Ngikutin cerita mbanya ini kok seru banget ya. Mirip bola bekel ke sono kemari meski badan drop. Hihihi...

    BalasHapus