Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Clue (Lagi) - Baleriano Chapter 34

naskah-novel-baleriano


Namanya Aryo. Lengkapnya Aryo Matthew Wibisono.

Ya. Aryo adalah orang yang dijodohkan oleh Mama untukku. Orangnya tinggi, putih dan tampan. Dia peranakan Jawa-Belanda. Dia adalah seorang pengusaha training atau pelatihan, sesuai dengan background pekerjaannya, yaitu psikiater. Dia adalah salah satu pengusaha muda tersukses di Indonesia.

Namun, apalah arti menikah jika hanya bermodalkan uang?

Dalam membangun sebuah rumah tangga, banyak hal yang harus dipersiapkan, antara lain: cinta, restu dan uang.

Cinta. Sepasang suami istri harus memiliki cinta, yaitu cinta kepada pasangannya. Karena apabila timbul sebuah cinta, maka juga akan bermunculan sesuatu yang disebut kasih, sayang, saling mengerti dsb. Cinta adalah pondasi utama rumah tangga.

Restu. Percuma jika saling mencintai tapi tak ada restu. Dijamin rumah tangganya nggak bakalan harmonis, karena tidak ada yang mendoakan. Menjalin cinta diam-diam alias backstreet sangat menyakitkan hati. Rasa-rasanya tidak ada yang mendukung akan hubungan cinta semacam backstreet ini. Malah jika hubungan semacam ini dilanjutkan akan terkesan selalu salah selama menjalani kehidupan bersama.

Uang. Bukan uang yang banyak, tapi minimal ada sedikit uang untuk membayar mahar, ya kan? Uang yang banyak tidak menjamin untuk tidak cerai. Memliki pekerjaan, baik tetap maupun tidak, asalkan halal, asalkan ikhlas, pasti menjadi berkah. Istri yang baik, pasti menerima kondisi pekerjaan suaminya, apapun itu. Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Setidaknya persiapkan uang untuk menghadapi masa depan yang serba uang.
***

Kini aku sedang berada di taman. Menikmati semangkuk es krim hulala rasa coklat, vanila dan mocchacino. Aku menikmati es krim ini tidak sendirian, melainkan bersama Aryo.

Ya. Aryo. Orang yang dijodohkan Mama untukku. Orang yang sedang menjadi calon tunanganku. Dan orang yang ternyata masih temannya Davin.

“Oh ya, kamu kapan terakhir kali bertemu Davin?”

“Hmm... udah lama. Sekitar 3 tahun yang lalu...” jawab Aryo.

“Kamu ketemu Davin dimana?” selidikku, berharap mendapatkan clue untuk menemukan Davin. Ya, ternyata aku masih ada rasa dengan Davin.

“Di rumahku.”

“Oh ya? Ngapain?”

“Kerja di rumahku.”

“Hah?” Aku tidak percaya dengan jawaban Davin.

“Iya. Kamu tahu kan kalo waktu itu rumah Davin disegel oleh bank? Nah, kebetulan waktu itu aku bertemu Davin dan Davin memintaku agar aku mencarikan pekerjaan untuknya. Waktu itu sih aku menawarkan pekerjaan yang enak untuk mengelola usaha trainerku, tapi dia nggak mau. Malah dia menawarkan diri untuk menjaga rumahku saat malam hari,” jelas Aryo panjang lebar.

“Lalu kamu memberinya pekerjaan itu?”

“Ya mau gimana lagi, dia yang memaksa. Katanya sih agar siang sampai sore hari dia bisa melakukan pekerjaan lainnya.”

“Kenapa Davin nggak menerima pekerjaan yang kamu tawarkan di bisnis trainermu?

“Kata Davin sih, nggak cocok dengan passionnya.”

“Lalu kenapa dia nggak main musik aja?”

“Nggak tahu...” jawab Aryo sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Aku menghela nafas panjang. Ah, aku baru ingat apa alasan Davin untuk tidak bermain musik saat itu. Yaitu dia sedang tidak berselera untuk main musik. Ya, ada kalanya seseorang jenuh dengan rutinitas hidupnya.

“Oh ya, sekarang Davin ada dimana?”

“Nggak tahu,” jawab Aryo enteng.

“Memangnya Davin bekerja di rumahmu berapa tahun?”

“Cuma tiga bulan.”

“Hah? Tiga bulan?”

“Iya. Setelah itu dia langsung pamit pergi. Saat aku bertanya mau pergi kemana, Davin nggak menjawab. Memang begitu sifatnya Davin. Tidak ada yang tahu kemana dia pergi. Dia memang sulit dicari.”

Aku menunduk lesu. Clue dadakan yang aku harapkan bisa membuahkan hasil, ternyata sama sekali tidak memberikan kepuasan batin.

Ah, Davin... harus kemana lagi aku mencarimu?
***

Cinta itu adalah perasaan ketertarikan, ingin menguasai, ingin memiliki, ingin melindungi dan ingin memberi, makanya cinta akan sakit apabila tak terbalaskan.
– Affanibnu -
Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

2 comments for "Clue (Lagi) - Baleriano Chapter 34"

  1. Awesome story

    Btw aku baru ngeh kalau ini tag nya "Novel"
    Ini nanti mau disatuin dan jadi novel gitu yah cha?
    Mantulll

    ReplyDelete