Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Cara Manajemen Keuangan Milenial yang Cocok Banget Buat Kamu

Apabila kamu adalah seorang anak muda yang bingung bagaimana cara manajemen keuangan milenial, maka kamu telah membaca artikel yang tepat.

Berikut ini saya akan sharing cara-cara mengelola keuangan anak muda yang sesuai dengan gaya hidup kita. Namun sebelum itu kita harus mengenali dulu masalah keuangan yang sering kita alami.

Kenali Dulu Masalah Keuangan Milenial

Sebenarnya banyak banget sih masalah keuangan yang kita hadapi. Berikut ini saya rincikan. Coba cek, apakah sesuai denganmu atau tidak.

  • Nggak terbiasa menabung
  • Kalau ada duit pengennya dihabisin
  • Nggak tahu pengeluaran bulanan berapa
  • Belum menyiapkan apa-apa untuk masa depan
  • Nggak tahu harus memperbaiki keuangan mulai dari mana.

Betul apa betul, hayo?

Kalau kamu sudah bisa mengenali masalahmu, maka sejatinya kamu sudah mampu mengetahui apa yang harus kamu lakukan untuk memperbaiki itu semua.

Jawabannya: melek keuangan. Alias mulai baca-baca tentang literasi keuangan. Lalu diterapkan dalam pola manajemen keuangan.

5 Cara Manajemen Keuangan Milenial Paling Ampuh

Iya, saya paham. Sebagai anak muda, susah banget untuk mengelola keuangan. Apalagi kita masih suka hura-hura dan foya-foya ya. Pengennya konsumtif aja. 

Tapi hal ini nggak bisa dibiarin. Kita harus berubah. 

Bagaimana caranya?

Berikut ini saya akan berbagi tips tentang 5 cara manajemen keuangan ala milenial yang dijamin paling ampuh. Soalnya saya juga mengalami sendiri, hahaha.

1. Hitung Pemasukan dan Pengeluaran

Anak muda sekarang biasanya freelance. Entah jadi youtuber, selebgram, selebtiktok, blogger, content writer, software developer, dan lainnya. 

Agak susah memang untuk para freelancer yang uangnya tidak datang bulanan. Namun tenang aja, bisa disiasati. 

Yaitu catatlah pemasukan setiap bulan dalam 3-6 bulan terakhir ini. Cari dulu dong rekapannya. Hal ini bertujuan untuk menentukan kira-kira berapa sih pemasukan kita tiap bulan.

Nah, kalau yang bukan freelancer atau punya gaji tetap, langsung bisa disimpulkan berapa pemasukannya.

Selanjutnya, menghitung pengeluaran. Bagi freelancer dan karyawan dengan gaji bulanan, cobalah hitung pengeluarannya berapa.

Mulai dari uang kos, uang makan, uang bensin/transportasi, uang foya-foya, dan sebagainya yang biasanya dikeluarkan dalam 1 bulan.

Nah, ketemu deh pemasukan dan pengeluaran. Coba bandingkan. Apakah membuatmu terkaget-kaget? Hahaha.

2. Buat Anggaran Bulanan

Setelah mengetahui berapa pemasukan dan pengeluaran, maka selanjutnya adalah membuat anggaran bulanan.

Kalau pemasukanmu jauh lebih banyak daripada pengeluaran, maka bersyukurlah. Keadaan sedang aman terkendali.

Namun kalau jumlah uang pemasukanmu beda tipis dengan pengeluaran, maka kamu harus was-was. Harus mengambil langkah tegas untuk memotong keuangan lifestyle yang tidak perlu.

Kalau kamu kesulitan, maka kamu bisa membuat anggaran bulanan. Uang kos sekian, uang bensin maksimal sekian, uang makan sekian, sedekah sekian, uang jajan sekian, dst.

Kalau sudah membuat anggaran bulanan, maka kamu bisa langsung mengambil uang bulanan tersebut. Lalu sisa uangnya bisa langsung dimasukkan ke tabungan. 

Jadi uang tabunganmu tidak akan terusik untuk memenuhi lifestyle hidup yang serba foya-foya. Mari kita kurangi tekanan gaya hidup.

3. Siapkan Dana Darurat

Ini nih yang jarang banget anak muda lakukan. Mengetahui saja belum, apalagi melakukan.

Dana darurat adalah sejumlah dana yang harus kamu siapkan sebab dikhawatirkan sewaktu-waktu kamu membutuhkan dana yang besar nominalnya.

Biasanya dana darurat digunakan tatkala mendesak. Misal, baru saja dipecat. Lalu bagaimana cara bertahan beberapa bulan ke depan. Iya kalau langsung dapat kerjaan, lah kalau enggak?

Makanya, siapkan dana darurat. Kamu harus menyisihkan tabunganmu untuk dana darurat.

Dana darurat ini jumlahnya berkisar antara 6x pengeluaran bulanan. Ini untuk yang single ya. Kalau sudah menikah, maka dana daruratnya harus terkumpul 12x pengeluaran bulanan.

Hal ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar apabila dalam 6 bulan ke depan belum mendapatkan pemasukan. Maka yang bisa digunakan adalah dana darurat, bukan uang tabungan.

4. Seringlah Membaca Artikel Finansial

Membaca adalah perintah pertama yang kita terima. Maka sejatinya kita juga harus mau membaca banyak hal terkait artikel finansial atau yang berbau keuangan.

Ini menjadi ilmu pengetahuan bagi kita dalam merencanakan keuangan. Sebab kita ingin hidup enak, tenang, dan nyaman tanpa bingung memikirkan uang. Pengennya menikmatinya.

Maka dari itu sejak dini kita harus rajin-rajin membaca artikel tentang keuangan. Coba cari aja di internet ilmu-ilmunya. Ada banyak kok kumpulan artikel finansial untuk milenial yang bisa kita baca.

Kalau kita sudah ketagihan membaca artikel finansial karena serba penasaran, maka tidak mengherankan bila kamu ingin mencoba banyak hal.

Termasuk mencoba menantang diri sendiri untuk mulai berhemat dan belajar investasi.

5. Mulai Belajar Investasi

Biasanya anak muda pengennya pensiun dini demi bisa menikmati travelling selagi muda. Maka salah satu cara mengembangkan uang yang bisa dilakukan adalah investasi.

Ada banyak peluang dan sektor yang bisa kita manfaatkan untuk berinvestasi. Mulai dari pertanian, peternakan, dan properti.

Ada juga yang menginvestasikan uangnya dalam bentuk emas, reksadana, dan lainnya.

Apapun bentuk investasinya, yang jelas kamu harus belajar terlebih dahulu. Belajarnya jangan hanya dari tulisan selebgram saja atau dari kumpulan di internet. 

Perlu banget kamu membeli buku tentang investasi. Barulah kalau ada yang dirasa kurang paham atau kurang lengkap, maka kamu bisa mencari jawabannya di internet.

--

Jadi, bagaimana? Gampang kan?

Gampang lah. Lahwong anak muda pandai menyelesaikan masalah, apalagi masalah keuangannya sendiri.

Memang memperbaiki masalah keuangan tidak akan selesai dalam jangka waku 1-2 hari atau 1-2 bulan saja. Melainkan perlu waktu beberapa bulan. Minimal hingga dana darurat terpenuhi.

Setelah itu, kita hanya berproses untuk menabung, berinvestasi dan mengembangkan skill diri untuk menambah-nambah pemasukan.

Jadi, untuk kamu generasi milenial yang sedang belajar mengelola keuangan, semoga selalu semangat ya!


Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

12 komentar untuk "5 Cara Manajemen Keuangan Milenial yang Cocok Banget Buat Kamu"

  1. Yeyyy, aku udah mulai belajar manajemen keuangan nih, dengan investasi. Semoga berhasil jadi milenial yg finansial freedom hehe

    BalasHapus
  2. Dengan mengenali masalah keuangan maka kita tahu cara mengatasi problema ynag dihadapi kaum milenial

    BalasHapus
  3. edukasi keuangan sejak dini emang perlu banget ya?

    misalnya, kalo pingin sesuatu anak dibiasakan menabung

    kalo nggak ya harus rajin membaca, karena uang ini "alat" untuk menggapai cita cita

    BalasHapus
  4. Milenial sekarang saking konsumtifnya suka lupa mengalokasikan dana darurat. Atau ada yg menyediakan dana darurat tapi seringnya kepake lagi kepake lagi. Hehehe. Terima kasih tipsnya Kak Roooooos. Duuh, udah lama gak mampir kemari. Semoga sehat selalu mba say.

    BalasHapus
  5. Wah keren nih tipsnya Mom. Aku paling susah menej keuangan Mom. Karena aku susah menahan diri untuk tak belanja. 😅

    BalasHapus
  6. Sering-sering baca artikel finansial memang bagus sih, buat tambahan wawasan, yang pastinya artikel tersebut harus yang valid dan terpercaya ya

    BalasHapus
  7. wah asyik nih ... setelah membaca artikel ini jadi tahu deh cara jitu untuk me menage keuangan dengan baik. terima kasih ilmunya

    BalasHapus
  8. memanagement keuangan bagi millenial harus dipahami secara mendalam. Setidaknya tau apa keinginan yang hendak dicapai.
    baik itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sehingga proporsi untuk pengeluaran pun tepat.

    BalasHapus
  9. suka gemes sama orang2 yang ga bisa atur keuangan, suka banget hura2, begitu susah lapor deh ke kita. padahal kitanya uda susah2 ngumpulin duit.

    BalasHapus
  10. Belajar investasi ini wajib ditanamkan sedini mungkin ya Kak. Aku termasuk yang telat tapi daripada tidak sama. Sekali kan? Makasih Kak ros tipsnya

    BalasHapus
  11. Terimakasih banyak masukan dan informasi beranfaatnya mbak. Aku juga baru memulai untuk menyiapkan beberapa hal di atas. misalnya kayak dana darurat.

    BalasHapus
  12. Hmm judu sering2 baca-baca artikel finansial nih di Jalantikus com ya agar melek literasi keuangan. Kalau menghitung pemasukan dari ngeblog saya sih sudah buat ya, nah pengeluarannya gak dihitung, kayak kuota internetnya kan skalian buat kerja dari rumah tugas utama tuh hehe...

    BalasHapus